L

Ternyata Speedometer di Sepeda Motor Injeksi Juga Bisa Putus !


Bismillahirrohmanirrohim


Honda Vario: Old 125 dan New 150 PGM-FI

Pada Sepeda Motor, tentu untuk urusan Speedometer selalu menggunakan kabel, ada Kabel Analog yang fungsinya untuk menyalurkan putaran roda ke speedometer, ada juga Kabel Digital yang menyalurkan sinyal listrik dari Speed Sensor.

Analog dan Digital disini bukan jenis panel speedometer-nya yah, tapi kabelnya yang tentu saya systemnya, bukan tampilannya 😀

Dan yang namanya kabel, pasti bisa rusak, entah itu “Luka” atau bahkan Putus !

Nah pada sepeda motor injeksi, ternyata kabel speedometer juga bisa putus, tidak hanya pada motor karbu yang notabene masih analog dalam urusan pengukuran kecepatan.

Bedanya jika pada kabel speedometer analog yang rusak rusak, maka speedometer langsung tidak berfungsi lagi, maka pada kabel speedometer digital (Speed Sensor) itu rusaknya bisa bertahap, kendati speedometer masih terkesan berfungsi normal, tapi akurasinya memburuk.

Jadi, rusaknya kabel speed sensor itu bisa bertahap, sedikit demi sedikit. Helai demi helai serabut kabelnya putus sehingga mengurangi daya hantar kabel, hingga pada akhirnya tewas.

Awalnya pembungkus luar yang terkikis, lalu karet insulator kabel pun terkelupas, puncaknya kemudian bertahap satu demi satu serabut kabel putus sehingga mengurangi daya hantar sinyal listrik dari speed sensor. Dan pada tahap ini, potensi terjadinya short circuit (Arus Pendek) sangat besar terjadi, dan bahkan bisa saja bikin ECU ngaco/error 😀

Kabel Speed Sensor: Luka Kabel Speed Sensor: Luka Zoom In

Klik pada gambar untuk memperbesar tampilannya.

Beruntung bagian dudukan kabel speed sensor terbuat dari plastik, sehingga tidak terjadi kontak dengan bagian logam yang merupakan ground.

Karena jika terjadi kontak, maka terjadi short circuit dan sikring/fuse 10A yang ada pada Fuse Box akan putus, yakni Fuse 10A yang menjadi satu untuk lampu sein dan klakson.

Kabel Speed Sensor: Luka ParahKetika dibuka, hmmm ….

Karet pembungkusnya sudah habis terkikis, sehingga selanjutnya karet insulator kabel yang terkikis karena terekspose langsung, hingga helaian serat tembaga pada kabel putus sedikit demi sedikit.

Pada kondisi ini, masih tidak terjadi kontak langsung antara kabel hitam (+ kunci kontak) dan kabel hijau – kuning (ground yang hanya aktif jika mesin menyala).

Hanya air yang sedikit banyaknya bisa menghubungkan keduanya sehingga menyebabkan error. Tapi fuse tidak sampai putus karena short yang terjadi sangat kecil. Hanya cukup untuk membuat Speed Sensor error.

Error yang saya alami adalah jarum penunjuk kecepatan di panel Speedo menjadi turun/drop ke 0 KM/J tapi sesekali loncat-loncat dari 0 KM/J hingga 40 KM/J. Ini tidak terjadi setelah motor dicuci, tapi memang kerusakan yang terjadi sudah menyebabkan speedometer tewas.

Dan seperti biasanya ketika Speedometer tewas, maka Odometer juga berhenti menghitung, untunglah saya tipikal rider yang selalu melirik ke speedometer ketika riding, sehingga saya tau betul awal kerusakan/tewasnya speedometer yang juga menyebabkan odometer tewas, selisih yang terjadi pun tidak signifikan karena langsung saya perbaiki.

 

Penyebab Kerusakan

Dari analisa saya, melihat kondisi kerusakannya, kabel ini tidak rusak karena digigit tikus atau hewan pengerat lainnya, melainkan kabel ini rusak karena paparan getaran dan gesekan dari box filter udara yang berada di atasnya.

Proses ini berlangsung sangat lama, sedikit demi sedikit, dan inilah yang membuat saya tidak langsung menyadari, karena gejalanya tidak terasa sama sekali.

Saya sih percaya-percaya saja dengan bacaan speedometer sebelumnya yang ternyata tidak akurat lagi itu.

Saya pun menduga, short yang terjadi sangat kecil sehingga fuse atau sikring tidak putus, tapi sedikit banyaknya berdampak pada komponen kelistrikan lain di motor, khususnya ECU. Masalahnya hal ini terjadi sangat lama dan sedikit demi sedikit.

Saya juga merasa bahwa speed sensor menjadi salah satu inputan ECU dalam mengatur Limiter dan juga mengatur Ignition dan Fuel Injection, karena setelah saya perbaiki, performa motor saya berubah.

Memang saya jarang membongkar box filter udara, karena buat apa ?, proses pembersihan bisa dilakukan tanpa perlu mengangkatnya/membongkarnya.

Sebaiknya sebelum terlambat, periksakan sekarang juga kondisi kabel speed sensor di motor Anda 🙂

 

Proses Perbaikan

Di tempat domisili saya, saya tidak tau banyak mengenai bengkel yang bisa handle masalah ini, dan mostly bengkel yang saya tau, hasil kerjanya kurang memenuhi ekspektasi saya. Khususnya penggunaan solder dalam hal sambung menyambung kabel. Karena menurut saya, kabel serabut wajib disolder, tidak cukup hanya diplintir, metode plintir/twist itu cocok untuk kabel kawat seperti di instalasi listrik PLN di rumah.

Alhasil saya putuskan untuk menghandlenya sendiri 😀

Awalnya saya sudah googling dan sampai ke blog Aki Herodion (Aki Hero) yang sudah banyak menghandle kasus seperti ini, artikel DIY dari beliau bisa dibaca disini.

Karena kasus ini sudah dialami beberapa unit Old Vario 125i yang beliau handle, maka potensi atau kemungkinan motor saya yang sama-sama Old Vario 125i mengalami hal yang sama pun lebih tinggi.

Dan benar saja 😀

Ketika saya bongkar ya seperti foto-foto yang sudah saya lampirkan di atas 😀

 

Troubleshooting atau perbaikannya cukup mudah dan simple, intinya adalah “Cangkok Kabel” baru untuk menggantikan bagian kabel yang sudah rusak.

 

Bahan-bahan yang dibutuhkan:

  1. Kabel tunggal (warnanya karet insulatornya bebas saja), dengan ukuran inti kabel (Core) yang tidak boleh lebih kecil dari kabel bawaan motor, lebih besar boleh, tapi jangan terlalu besar karena nanti sulit dipasang kembali ke fitting/tempat kabel bawaan. Dan pastikan kabel yang digunakan adalah tembaga, bukan aluminium atau sapuhan (Aluminium dilapisi pewarna tembaga).
  2. Isolasi Bakar (Heatshrink) yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran kabel.
  3. Karet selongsong kabel bekas (Opsional), ini untuk menggantikan karet selongsong yang habis terkikis.
  4. Solder dan Timahnya (Opsional), tapi kalau saya ini wajib 😀
  5. Selotip Kabel atau Lakban.

 

Tahapannya:

Kabel Speed Sensor: Dipotong

Potong dulu bagian kabel yang rusak, kalau bisa potong kabel dengan panjang yang sama, tapi memang biasanya kerusakannya di bagian yang sama sehingga pemotongannya pun sama panjangnya 😀

Lalu buka karet insulator pada ujung kabel untuk bagian yang disolder nantinya.

Jika Anda tidak menggunakan solder, buka lebih panjang untuk nanti dililitkan/twist ke kabel baru.

 

Kabel Speed Sensor: Disambung

Ketika sudah disambung, entah itu disolder atau diplintir, bungkus sambungan dengan menggunakan isolasi bakar atau selotip, seperti gambar di atas.

Kebetulan saya pakai kabel bekas yang cukup oke digunakan, berbahan core tembaga asli sehingga mudah disolder, ukuran core tembaga yang sama besarnya, meski karet insulator sedikit lebih besar dari kabel bawaan.

Kabel yang saya gunakan itu sebelumnya dibungkus jadi satu, sehingga pembungkusnya bisa saya gunakan untuk finishing nantinya 😀

 

Kabel Speed Sensor: Dibungkus

Bungkus kabel yang sudah selesai disambung tadi dengan karet pembungkus baru/tambahan, bisa menggunakan pembungkus bekas kabel, bisa juga pakai tali karet yang terbuat dari ban dalam yang umum dijual di Indonesia.

 

Kabel Speed Sensor: Dilakban

Setelah itu tentu saja dibungkus dengan menggunakan selotip atau lakban.

Karena selotip kabel saya habis dan yang ada cuma lakban, ya boleh juga menurut saya 😀

Soalnya lakban lebih kuat bahannya dan soal kemampuan sealing terhadap rembesan air cukup baik, toh sebelumnya sudah menggunakan isolasi bakar.

 

Akhir Kata

AHM selaku pihak ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) sempat melakukan recall pada unit All New Honda Vario 125 dan 150 terkait masalah kabel harness yang mesti dikoreksi karena ditemukan potensi putus karena kabel yang lebih pendek dari seharusnya.

Tapi untuk masalah kabel speedo ini saya tidak pernah dengar ada tindakan serupa.

Maka dari itu Anda selaku pemilik motor bersangkutan seharusnya bisa memeriksanya sendiri, lakukan pencegahan jika belum terjadi, dan lakukan perbaikan jika sudah terjadi kerusakan.

 

Ekspektasi bahwa motor injeksi yang notabene menggunakan Speed Sensor bisa bebas dari kasus speedometer putus ternyata tidak terpenuhi, karena ternyata bisa putus juga 😀

Alhamdulillah, proses perbaikannya mudah dan murah, tidak seperti ketika memperbaiki kabel speedometer analog yang harus ganti kabel baru yang harganya lumayan 😀


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified