Kategori Review

O2 Manipulator dan Kabel O2 Sensor Lama

Sudah lama yah soal penerapan Resistor pada O2 Sensor, termasuk O2 Manipulator pakai DIP Switch itu ya pada dasarnya Resistor juga, bedanya dia bisa diubah-ubah nilai Resistance-nya, dan instalasinya beda, dan saya yakin isinya tidak cuma resistor saja.

Nah udah lama juga muncul kesimpangsiuran mengenai sebenernya makin besar step-nya itu AFR makin Rich atau Lean ?

 

Cara Kerja O2 Sensor

Setau saya, O2 Sensor Narrowband itu dia range-nya 0.0V sampai 1.0V, nah Stoich-nya 0.5V (Ideal).

Kurang dari 0.5V = Lean (Kadar Oxygen dalam gas buang tinggi), Oleh ECU akan ditambahkan debit bensin menjadi lebih banyak.

Lebih dari 0.5V = Rich (Kadar Oxygen dalam gas buang rendah), Oleh ECU akan dikurangi debit bensin menjadi lebih sedikit.

Tindakan ECU itu lah yang disebut Koreksi AFR, O2 Sensor cuma sensor yang bertugas memonitor kandungan Oxygen pada gas buangbuang, bukan kandungan bensin.

 

Gejala/Ciri O2 Sensor Melemah dan Error

Kalau O2 Sensor melemah seiring lamanya pemakaian, maka “Sense of Oxygen” nya akan berkurang, dan sudah stoich akan bergeser, itulah sebabnya makin lama AFR makin Rich dengan sendirinya seiring bertambah buruknya kondisi O2 Sensor.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



O2 Sensor Honda PGM-FI: NTK

Bagi yang belum tau, O2 Sensor yang digunakan oleh Honda pada awalnya adalah produksi NTK yang merupakan bagian dari NGK.

Tau NGK produsen Busi OEM (Original Equipment Manufacturer) itu kan ?, nah NTK adalah merek dagang khusus produk O2 Sensor produksi mereka.

Ada juga O2 Sensor lama itu yang di unitnya tertulis ZSA, saya tidak tau ZSA itu produsen mana, dicari di Internet tidak ditemukan, saya berpikiran bahwa desain O2 Sensor yang unik ini adalah original by Honda Motor, yang pembuatannya diserahkan pada Manufactur, seperti NTK by NGK, dan ZSA. Mengenai foto O2 Sensor merek ZSA tidak bisa saya muat karena bukan foto milik saya, melainkan foto teman saya di Facebook, masih ada nih fotonya kalau mau liat, by request 😀

Update: Ternyata merek-merek tidak berpengaruh, karena mereka hanya Manufacturer/Produsen, sedangkan desain adalah sesuai OEM. Bahkan saya beli O2 Sensor baru Non-removable Wire itu bukan merk Denso, tapi tanpa merek sama sekali, polos.

Sekarang, nampaknya Honda dan Yamaha kompak (Bisa subtitusi, tapi beda socket di harness body) menggunakan O2 Sensor produksi Denso (Atau OEM lain dengan desain yg sama), perbedaan mencolok ada pada desainnya, dimana O2 Sensor dari NTK ini kabelnya bisa dilepas layaknya busi dengan cop businya, maka O2 Sensor versi baru tidak bisa dilepas alias menyatu secara permanent.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Old Vario 125i: TB dengan TPS Baru

Pada artikel sebelumnya sudah saya bahas mengenai kerusakan TPS (Throttle Position Sensor) pada motor saya Old Vario 125i.

Terus terang, menurut pengalaman saya, sensor-sensor injeksi ini menjadi momok tersendiri bagi mekanik, bahkan mekanik bengkel resmi, biasanya tidak berani bongkar-bongkar, alhasil selalu luput dari daftar part yang mesti dicurigai.

Orang dengan mudah memvonis ECU rusak dan menyarankan mengganti ECU yang harga mahal, daripada mencurigai kerusakan pada sensor-sensor pada sistem injeksi.

Apalagi kalau terlihat motor bersangkutan menggunakan Koil Racing, bahkan sekelas Ultra Speed Racing kelaipun 😀

No offense yah, kalau teknisi bengkel resmi saja kalau bisa tidak menyentuh sensor-sensor, apalagi saya yang merupakan pengguna tidak biasa 😀

 

Disini saya akan coba bahas bagaimana cara melepas Sensor TP ini, karena menurut pengalaman saya, melepaskan TPS ini agak tricky juga, karena cukup menempel dengan kuat.

Ternyata menempel kuat itu karena terjadi kevakuman di dalam unit TPS tersebut, setiap sensor di TB (Throttle Body) diamankan dari potensi kemasukan air dan debu dengan menggunakan karet O-Ring (Seal).

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



×
SSL Verified