L

Kriteria Cloud Web Hosting Zaman Now Tercanggih dan Terbaik Menurut Saya Berdasarkan Hasil Riset


Bismillahirrohmanirrohim


Ilustrasi Cloud Data Center

Saat proses membangun blog berbasis WordPress Self Hosted, tentu yang paling utama setelah Domain adalah Web Hosting.

Maka dari itu, tentu saja saya melakukan riset mengenai penyedia web hosting mana yang relatif terbaik bagi saya.

Selama saya melakukan riset mengenai penyedia web hosting di seluruh dunia, lokal dan luar negri, saya sempat membuat artikel mengenai pandangan dan respon saya terhadap tudigan segelintir orang yang mengatakan penyedia web hosting lokal itu jelek, artikelnya disini.

Saya tidak setuju, karena selama saya melakukan riset, dan menormalisasi ekspektasi saya agar tidak terlalu tinggi dan memperluas wawasan saya, kesimpulannya ketika saya lakukan pengamatan dan pengujian pada beberapa penyedia web hosting lokal hasilnya semuanya bagus, dan ada beberapa yang sangat bagus, tidak ada yang jelek, lagipula saya hanya melirik provider yang jelas-jelas saja.

Kita tidak bisa langsung menilai provider web hosting apakah memuaskan atau tidak hanya dari thread/artikel kekecewaan yang dibuat oleh pelanggan dari provider bersangkutan, karena faktanya banyak juga thread/artikel seperti itu yang terlalu berlebihan, palsu, dan kesalahan terletak pada pelanggan tersebut juga. Lagipula besar kemungkinan hal itu tidak relevant lagi di masa mendatang karena tentu ada perbaikan kualitas dari provider bersangkutan.

Pembeda dari masing-masing provider hanya penawarannya saja yang berbeda-beda. Jika cocok, ambil, dan jika tidak ya cari provider lain tanpa menjelek-jelekkan kekurangan dari penawaran provider tersebut.

Penawaran value dan spesifikasi dari layanan web hosting adalah hak setiap provider berdasarkan kebijakan mereka masing-masing dari hasil riset dan pengembangan (Research and Development) yang mereka lakukan. Kualitas layanan dari provider web hosting di Indonesia pun sangat bagus menurut saya.

Provider web hosting lokal sudah berkembang sangat pesat selama kurun waktu satu dekade terakhir ini, tentu pencapaian itu juga serta merta karena kritik dan saran yang diberikan oleh para pelanggan web hosting di Indonesia, yang berhasil bertahan dan berkembang lebih baik hanyalah provider yang hebat dalam hal menyerap, mengevaluasi, dan mengimplementasi kritik dan saran yang sudah diberikan, baik secara umum maupun khusus.

Setiap produk/layanan memiliki pangsa pasarnya masing-masing, sehingga ketika saya tidak cocok, yakinlah pasti ada orang lain yang cocok.

 

Bagaimana dengan Support ?

Saya sempat menaruh ekspektasi terlalu tinggi pada layanan support, sampai-sampai orang lain sesama pelanggan di provider yang sama merasa heran, kok layanan support bagus begitu malah saya katakan jelek, tapi itu dulu, ketika saya belum sadar betapa sulitnya yang namanya Human Resource itu, khususnya Cost/Biaya-nya, dan saya saat itu memang kelewatan dalam menggunakan jasa support, saya dulu tidak sadar bahwa yang dilayani bukan cuma saya saja dan ada batasan normalnya sebuah layanan support diberikan.

Saya mengamati, banyak keluhan terkait layanan support adalah pada Live Chat, meskipun sudah 24/7. Perlu Anda ketahui, biasanya pada Live Chat hanya dijaga oleh Divisi Sales dan Customer Service, bukan Technical Support, beberapa ada yang menyediakan Live Chat dengan Technical Support juga, dan menurut pengamatan saya, ketika Live Chat dijaga juga oleh Technical Support, maka harga layanan disana pun akan berbeda juga.

Utamakanlah meminta bantuan ke Technical Support melalui Ticket agar pelayanan yang kita dapatkan bisa lebih fokus dan professional. Beda loh Chatting dengan Ticket/Email.

Saya sekarang sudah tidak seperti dulu lagi, dan sekarang, saya justru lebih suka penyedia layanan web hosting yang tidak menyediakan Live Chat 24/7, tapi bukan berarti penyedia layanan yang menyediakan Live Chat 24/7 tidak saya suka, prioritas saya terkait Live Chat 24/7 hanya opsional, alias saya tidak peduli ada atau tidaknya 😀

 

Saya kemudian menyimpulkan bahwa layanan support dari banyak provider web hosting di Indonesia ini sudah sangat bagus, dan setiap provider web hosting di Indonesia bahkan dunia dengan pelanggan dari Indonesia itu memiliki CS (Customer Service) “Ke-2” yakni di Forum DiskusiWebHosting (DWH), disanalah tempat terbaik untuk para pelanggan mengadukan kekecewaan mereka terkait pelayanan dari provider web hosting mana pun, bukannya di blog melalui artikel review.

Bahkan tak jarang ada saja member disana yang rela membantu hoster yang mengalami kesulitan tersebut, ya pelanggan yang kecewa biasanya ada karena memang hoster-nya mengalami problem internal, apa pun bentuknya, dan disana kita juga bisa dapat penawaran baru dari provider lain yang merupakan member disana terkait layanan web hosting yang bisa kita pertimbangkan jika provider sebelumnya sudah sangat mengecewakan.

Percayalah sob, membuat keluhan di artikel review itu lebih condong ke tindakan menjelek-jelekkan provider bersangkutan, karena problem yang menyebabkan kekecewaan itu bisa saja teratasi melalui jalur private yakni ticket, dan jika sudah tidak bisa, maka idealnya diadukan ke DWH saja, disana banyak hoster-hoster yang dengan senang hati membantu problem kita terkait web hosting.

Lalu ketika problem sudah solved entah itu mendapatkan tindakan troubleshooting atau kompensasi, jangan lagi dishare kemana-mana, baik di blog maupun di social media maupun di forum. Meskipun ingin sharing sekalipun, maka adab/etikanya nama provider bersangkutan jangan disebutkan.

Memang Blog (Web Log) menjadi media yang relevan untuk menuliskan pengalaman selama menggunakan layanan dari provider web hosting manapun, tapi ketika itu berupa keluhan, maka sebaiknya diselesaikan dulu dengan hoster bersangkutan melalui ticket atau kontak lainnya secara internal. Jika tidak puas, selanjutnya keluhkan di Forum DWH. Saya yakin, problem itu akan solved di DWH dengan mudahnya.

Sebaiknya jangan mengeluh di Surat Pembaca/Terbuka di “Media Umum”, karena ujung-ujungnya itu cuma menjadi cara memuaskan hawa nafsu atau emosi marah saja tanpa mendapatkan solusi yang cepat dan tanggap. Saya sering membaca tulisan seperti itu dan tidak ada respon apa pun dari provider bersangkutan, masalahnya meskipun dikemudian hari provider tersebut sudah berbenah, meningkatkan kualitas, tulisan itu akan “Abadi” di SERP (Search Engine Result Page), padahal sudah tidak relevant lagi dengan provider bersangkutan. Surat Pembaca/Terbuka digunakan hanya ketika kita sudah tidak tau lagi harus mengadu kepada siapa dan melalui apa.

Blog digunakan untuk posting yang baik-baik saja deh, karena keluhan konsumen itu ada wadah khususnya tersendiri agar mendapatkan respon dan penanganan lebih cepat dan tepat, produk dan layanan apa pun itu 😀

 

Pentingnya Membuat Kriteria

Dalam riset yang saya lakukan, pada awalnya saya merasa arahnya tidak jelas dan membingungkan, karena terlalu banyak penyedia web hosting di dunia ini, khususnya di Indonesia.

Saya pun merancang kriteria yang menjadi acuan saya dalam memilih penyedia web hosting, karena tanpa daftar ini, sulit menentukan skala prioritas.

Kriteria dibawah ini bersifat relatif yakni bagi saya saja, tidak bisa dijadikan standard umum, jadi bijaklah dalam menyikapi.

Berikut adalah kritera web hosting yang saya suka:

  1. Cloud PaaS (Platform as a Service) Based Web Hosting.
  2. Menggunakan CloudLinux Operating System dengan Alokasi LVE Limit yang Transparan dan High Scalability.
  3. Menggunakan LiteSpeed Enterprise Webserver (Bukan LiteSpeed SAPI atau Apache LiteSpeed Module atau Apache Mod_LSAPI) dan harus menyediakan LSCache Module (LiteSpeed Cache).
  4. Menggunakan Enterprise Class SSD Storage yang sudah RAID, entah itu masih SATA III, apalagi kalau sudah NVme itu lebih baik lagi.
  5. Menggunakan MariaDB Database Server dan harus major version terbaru.
  6. Menggunakan cPanel Control Panel dan harus sudah versi terbaru.
  7. Menggunakan R1Soft Offsite Backup dan harus Daily Backup dengan Backup Retention tertentu minimal satu minggu terakhir.
  8. Menggunakan Advanced (D)DoS, Malware, and Script Protection seperti ClamAV, CSF, CXS, BitNinja, Imunify360, Patchman, dsb (Tidak harus semuanya dan tidak terbatas pada yang saya sebut itu saja).
  9. Uptime Guaranted 99,9% dengan SLA (Service Level Agreement) yang fair.
  10. 24/7 dan Fast Response and Friendly Technical Support (Ticket), sedangkan Live Chat hanya opsional, tidak mesti 24/7 bahkan gk perlu ada. Karena saya tau Live Chat 24/7 itu Costly banget, Biaya Human Resource itu jauh lebih mahal sob, bikin mahal harga sewa hosting 😀
  11. Tim Support yang Highly Knowledge and Skilled, serta Humanis.
  12. Developer Friendly (SSH Access, Git, dsb)
  13. Money Back Guarantee.
  14. AutoSSL with Let’s Encrypt CA.
  15. Harga yang reasonable dan acceptable, maksudnya tidak dibawah harga pasaran dan juga tidak overpriced. Dari harga ini bisa kita nilai provider yang bertahan lama bisnisnya atau gampang bangkrut.

 

Selain itu, saya juga memiliki kriteria LVE Resource Limit berikut:

  1. Fully Burstable CPU Core, tidak masalah apakah Single Core atau Multiple Core, intinya minimal CPU Speed adalah 100%, dibawah itu pasti saya skip, soalnya ada provider yang menggunakan CloudLinux LVE cuma sebagai Throttling dengan mengalokasikan CPU Speed misal cuma 25% saja bahkan untuk paket termahal.
  2. Istilah RAM adalah Physical Memory, karena ada banyak provider yang di paket menuliskan RAM dengan alokasi tertentu, tapi sebenarnya itu adalah Virtual Memory, bukan Physical Memory.
  3. Unlimited Virtual Memory, ini hanya Opsional asalkan alokasinya jauh lebih besar dari Physical Memory-nya.
  4. High Speed I/O Throughput Limit diatas 4 MB/s. Soalnya saya menerapkan Auto Offsite Backup mandiri ke Dropbox dan Cloud Storage lainnya via Cron Jobs dan Shell Scripts, jadi butuh I/O yang cepat agar tidak mengganggu kinerja blog saya saat proses itu berlangsung.
  5. Unlimited IOPS, ini hanya opsional saja, tidak masalah jika pun Limited, nanti disesuaikan dengan kebutuhan saya.
  6. Unlimited Inodes, ini juga hanya opsional saja, tidak masalah jika pun Limited, nanti disesuaikan dengan kebutuhan saya. Bahkan saya lebih suka jika Limited Inondes, karena bisa mencegah Abuser.
  7. Fully Burstable Network, ini harus !, jadi tidak dilakukan Throttling pada Network Speed di LVE Manager.

 

Spesifikasi cPanel Package yang saya suka:

  1. Limited Storage Space dan Tidak Overselling, jika provider adalah perusahaan besar dengan pengalaman minimal 5 Tahun saya tidak masalah jika Overselling Storage Space, tapi jika provider adalah startup baik itu perusahaan apalagi cuma perorangan, baru berbisnis dengan pengalaman dibawah 5 Tahun, saya pasti skip jika melakukan Overselling Storage Space seperti memberikan alokasi Storage Space terlalu besar, apalagi jika sampai Unlimited Storage Space.
  2. Unlimited Alias/Parked Domain, ini perlu, karena saya punya banyak Domain untuk Blog ini yang fungsinya cuma sebagai Alias, seperti luqmanulhakim.id, lukmanulhakim.info, luqmanulhakim.info, lukmanul.id, al-hakim.id, alhakim.id, hakim.biz.id.
  3. Unlimited Subdomain, ini juga perlu karena saya memerlukan Subdomain yang banyak untuk Alias juga, seperti lukman.al-hakim.id, luqman.al-hakim.id, lukmanul.hakim.biz.id, luqmanul.hakim.biz.id, blog.lukmanulhakim.id, dsb (Masih banyak lagi dan tidak perlu saya tulis semua).
  4. Sisanya seperti Database, Email Account, FTP Account, Addon Domain, dsb saya tidak peduli apakah Limited atau Unlimited. Karena saya menggunakan External Email Service, sudah diluar Hosting untuk Website saya, dan saya punya standard yakni 1 Website menggunakan 1 cPanel Account, bukan pakai Addon Domain jika punya lebih dari 1 Website sehingga tidak perlu FTP Account dan Addon Domain yang banyak.
  5. Fitur lain seperti Website Builder, 3rd Party Email Filtering, dsb saya tidak peduli 😀

 

Di beberapa penyedia web hosting, layanan yang sesuai dengan kriteria saya mengenai spesifikasi resource LVE paket hosting tersebut ada yang melabelinya dengan istilah “WordPress Hosting”.

Itu juga alasan kenapa kriteria saya memang tinggi seperti itu, karena website saya ini berbasis WordPress Self Hosted. Maklum, pakai WordPress yang banyak tersedia Plugin itu 😀

Kalau untuk website company profile, plain HTML, dan website-website non-CMS (Content Management System) yang biasanya saya handle untuk client-client saya sih tidak seperti itu kriteria web hosting-nya, kriteria di atas hanya untuk blog ini saja dan beberapa website client saya yang cukup berat tapi masih segan untuk pakai VPS 😀

Jadi jangan salah mengira kalau saya ini terlalu mengutamakan LiteSpeed Enterprise Webserver dengan LSCache Module-nya, saya suka Webserver Free Open Source seperti Apache dan Nginx, dan untuk LSCache ada alternative-nya yakni WP Fastest Cache yang terbaik menurut saya atau yang paling populer W3 Total Cache.

Apalagi kalau saya menghandle project website atau web app dari client saya menggunakan VPS atau Dedicated Server, maka pasti Apache + Nginx Reverse Proxy yang saya gunakan, karena bisa menghemat budget untuk project itu dan menurut saya untuk Front End lebih mantap Nginx deh, contohnya yang populer adalah CloudFlare Web Accelerator 😀

Yah meski harus melakukan banyak tweaking dan optimasi, apalagi jika menggunakan Shared Web Hosting yang Free Open Source Web Server, maka provider tersebut harus jago dalam “Meracik” settingan server-nya. Berbeda dengan LiteSpeed Enterprise Webserver yang dalam posisi default setting pun sudah lebih cepat dari Free Open Source Web Server. Itulah “Seni” nya dalam dunia Free and Open Source Software 😀

Ada beberapa perusahaan web hosting yang menggunakan Free and Open Source Software dan maksimal Semi Proprietary karena memang ingin lebih bebas berekspresi dan bereksperimen, tidak bergantung pada Software Proprietary yang Closed Source dan Berlisensi.

Jadi jangan remehkan penyedia web hosting yang masih menawarkan shared web hosting menggunakan Free Open Source Software dalam layanannya.

 

Intinya, ada banyak pilihan dan penawaran untuk kita (User) dari provider web hosting, maka pilihlah sesuai Kebutuhan, bukan hawa nafsu dan emosi (Keinginan).

 

Kriteria tersebut di atas tidaklah mutlak, semua kembali kepada kebutuhan saya dan client saya juga, karena saya selalu menyesuaikan dengan kebutuhan, bukan keinginan. Ada proses yang kompleks dalam memilih mana yang paling cocok, jadi sebenarnya daftar kriteria diatas pun masih belum secara lengkap mewakili, hanya secara garis besarnya saja.

Tarif/Biaya tidak masalah bagi saya, Alhamdulillah, jadi saya tidak cari murah saja tapi efisiensi dan optimasi 🙂

Kriteria itu tidak harus 100% terpenuhi, ada proses lagi setelah itu yang salah satunya adalah pertimbangan berdasarkan skala prioritas.

Apakah ada yang memenuhi 100% semua kriteria tersebut di atas ?, jawabannya tidak ada !, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, ada kriteria yang terpenuhi, ada pula yang tidak, bahkan ada juga melebihi kriteria tersebut.

Nomor urut diatas tidak mewakili tingkatan prioritas, yang tau mengenai prioritasnya hanya saya sendiri dan tidak akan pernah saya publish.

 

Sudah Menemukan Provider yang Cocok

Sehubungan dengan dipublish-nya artikel ini, artinya saya sudah menemukan provider yang sesuai dengan kebutuhan saya dalam hal ini adalah untuk kebutuhan blog saya ini yang sudah melalui seleksi ketat.

Provider tersebut tidak hanya yang sedang saya gunakan saja, tapi saya memiliki daftar sendiri beberapa provider dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tapi maaf, daftar itu tidak bisa saya share karena relatif menurut saya hanya berlaku untuk saya saya, silahkan riset sendiri 😀

Jadi bukan berarti yang terbaik hanya yang saya gunakan saja lalu yang lain yang tidak saya gunakan itu jelek, sama sekali tidak demikian !, saya tidak fanatik 😀

“Provider terbaik menurut saya” itu berupa daftar/list provider-provider mana saja dengan penawaran layanan yang bervariasi yang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang saling melengkapi.

Itu jika saya buat artikel di blog ini maka akan menjadi artikel daftar penyedia web hosting terbaik di Indonesia dan dunia dengan berbagai kelebihan dan kekurangan dalam penawarannya, tentu saja disajikan dengan versi dan style saya. Tapi saya sudah kehilangan passion untuk menulis artikel terkait penyedia layanan web hosting lagi.

Maka dari itu, saya akan fokus memproduksi konten-konten lain selain topik tentang penyedia layanan web hosting.

Saya hanya tidak akan menulis artikel review provider web hosting lagi atau apa pun yang isinya terkait pencarian provider web hosting, karena itu sudah final.

Meskipun saya pindah ke penyedia lain dari daftar penyedia web hosting yang saya punya karena sebab apa pun, saya tidak akan mempublish tindakan saya tersebut berupa artikel di blog ini lagi karena itu tidak penting, pembaca blog saya tidak peduli blog saya dihosting di provider mana, yang terpenting adalah blog saya online, konten bisa dibaca, dan kontennya berkualitas, itu saja.

Akhir kata, mohon maaf jika ada kesalahan yang saya lakukan dan sempat saya lakukan selama proses pencarian saya ini, saya manusia biasa, masih banyak yang tidak saya ketahui, pengalaman saya tidak banyak, maka dari itu kesalahan sangat mungkin terjadi.


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified