L

Faktanya PSU APFC Tidak Ada Masalah pakai UPS Simulated Sinewave


Bismillahirrohmanirrohim


Property of Lukmanul Hakim Watermark V2

Ketika saya sudah bersusah payah riset menentukan PSU (Power Supply) yang terbaik dan value of money atau price to performance terbaik, eh ketika sudah dapat, sudah saya beli, dan sudah saya gunakan/pasang ke PC saya, masalah timbul ketika saya riset untuk hunting UPS (Uninterruptible Power Supply).

Telah terjadi diskusi panjang dan lama bertahun-tahun soal UPS Simulated/Stepped/Synthesized Sinewave yang katanya tidak kompatibel dengan PSU yang sudah APFC (Auto Power Facor Correction).

Mudahnya, APFC itu bisa kita lihat dari spesifikasi PSU yang memiliki Input AC yang Full Range, misalnya 100-240V.

Anda yang sudah familiar dengan perangkat elektronik mungkin sudah tau bahwa input listrik di dunia ini umumnya ada yang 110V dan ada yang 220V, nah APFC ini tidak terpaku pada satu power factor saja.

Terus terang saja, jika Anda menggunakan perangkat elektronik apa pun yang sudah APFC, maka Anda tidak memerlukan Stavolt/AVR (Automatic Voltage Regulator) lagi, contoh paling umum ada pada charger smartphone Anda 😀

Sekarang ini semua yang menggunakan power adaptor seperti charger smartphone, charger laptop, monitor, printer, modem, router, dsb sudah APFC.

Lumayan kan bisa hemat ratusan ribu rupiah karena tidak perlu membeli Stavolt 😀

Kembali ke topik …

Karena PSU yang kita gunakan sudah APFC, maka itu artinya PSU tersebut akan lebih efisien dan tidak perlu menggunakan AVR (Automatic Voltage Regulator) atau Stavolt.

Dan bisa dijual ke konsumen di seluruh dunia, mau itu listrik negaranya 110V atau 220V.

Begitu juga frekuensinya, bisa 50Hz, bisa juga 60Hz, otomatis.

Fitur APFC biasa kita temukan pada PSU yang sudah sertifikasi 80 Plus Bronze ke atas.

 

Apa Masalahnya ?

Nah, masalahnya adalah pada PSU APFC ditemukan kasus bahwa UPS Sinumated Sinewave tidak kompatibel dengan PSU APFC, artinya harus pakai UPS Pure Sinewave.

Benarkah ?

Menurut hemat saya sih, yang benar adalah PSU-nya yang tidak konpatibel, PSU yang salah, bukan UPS.

Tapi bisa juga User-nya yang salah, karena memposisikan UPS sebagai kesempatan untuk terus bekerja, bukan kesempatan untuk save pekerjaan lalu shutdown dengan benar, atau kesempatan untuk menyalakan genset.

Saya tidak akan menyertakan link atau pembahasan yg terlalu teknikal disini, silahkan cari sendiri, karena terlalu banyak !

Mungkin secara logika, orang yang secara finansial mampu untuk beli PSU mahal APFC itu mestinya mampu untuk beli UPS Pure Sinewave yang harganya jauh lebih mahal dari UPS Simulated Sinewave.

UPS Pure Sinewave biasanya identik dengan Online UPS, padahal ada juga loh Offline UPS yang Pure Sinewave, tapi ya itu tadi, mahal 😀

Tapi tetap, apakah ini perlu ?


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



SSL Verified