L

Amankah Radiator Coolant Tanpa Glycol ?


Bismillahirrohmanirrohim


 

Liquid Performance: Glycol Free Racing Coolant

Ini topik lama saya sebenarnya sob 😀

Sudah berhasil saya edukasikan kepada para member LDIC (Long Drain Interval Community) selain penggunaan MTF pada Gardan Motor Matic.

Itulah kenapa baru saat ini saya dapat passion untuk menuliskannya di blog saya ini.

Sebenarnya ada banyak sekali pembahasan mengenai coolant ini sob di group LDIC, sayang saya sudah tidak di Facebook lagi dan semua Legacy saya di Facebook pun musnah, karena akun Facebook saya dinonaktifkan secara sepihak oleh pihak Facebook, tapi sebenarnya Legacy saya yang lebih lama memang sudah saya musnahkan sendiri dengan cara menghapus akun saya sebelumnya secara permanent 🙁

Intinya, I don’t care 😀

Itulah kenapa saya menulis di Blog ini sob, agar sharing yang saya lakukan lebih fokus dan quality control-nya lebih baik. Saya tidak segan-segan menghapus akun Facebook saya secara permanent cuma karena saya tidak suka “Life Style” ala Facebooker.

Saya punya kebiasaan menghapus secara berkala statu-status saya di social media, biar pun status itu banyak yang ngelike dan banyak komentar-nya.

Maka dari itu izinkan saya menuliskan topik ini di blog saya ini 🙂

Semoga setelah membaca artikel saya ini, semua pengguna kendaraan yang menggunakan radiator di Indonesia menjadi lebih Environment Friendly terkait penggunaan radiator coolant.

 

Story Begin …

Saya tidak sendirian sob mengenai penggunaan Glycol Free Radiator Coolant ini. Semua berawal dari masalah yang dikeluhkan oleh para pengguna Coolant OEM (Original Equipment Manufacturer) dari pabrikan motor asal Jepang yang notabene menggunakan Inorganic Inhibitor yang hanya bisa digunakan selama 1 Tahun saja.

Lalu kita-kita yang memang punya passion terhadap Environment Friendly dan Long Drain Interval mulai melirik produk Extended Long Life Coolant yang menggunakan Organic Inhibitor yang bisa digunakan hingga 5 Tahun !, saat itu kita baru sekedar menggunakan salah satu produk OEM dari salah satu pabrikan mobil di Indonesia ini, belum mengupas apa sebenarnya formulasi dari coolant tersebut.

Nah karena warna cairan-nya merah, sempat muncul anggapan bahwa coolant berwarna merah itu awet hinga 5 tahun dan menggunakan rasio konsentrat sebanyak 50:50, tapi perlu sobat ketahui bahwa warna ya dihasilkan dari pewarna, banyak kok coolant berwarna biru dan kuning tanpa ada hubungan apa pun terkait formulasi, rasio, dan masa pakai coolant bersangkutan 😀

 

Oke, masalah Long Drain Interval sudah teratasi kan ?

Lalu muncul masalah baru, yakni mengenai bahan kimia bernama Glycol atau lengkapnya Ethylene Glycol yang digunakan sebagai Aditif Anti-freeze pada Coolant.

Semua tau dan sepakat jika zat kimia itu termasuk Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) !

Tapi semua orang seolah tidak berani meninggalkan penggunaan Glycol karena takut Boiling Point (Titik Didih) pada Coolant menjadi berkurang.

Maka dari itu Propylene Glycol pun mulai dilirik, dan ada produk coolant berwarna biru yang sempat populer di Indonesia karena dari nama produknya, banyak yang mengira bahwa coolant tersebut bisa mendinginkan mesin sedingin es 😀

Ya, coolant tersebut menggunakan Propylene Glycol.

Masalah racun pada coolant bisa saja diatasi dengan menggunakan coolant yang menggunakan propylene glycol tersebut, namun muncul masalah baru yakni harga coolant yang menggunakan propylene glycol memang mahal sob 😀

Munculah pertanyaan, apakah perlu sih pakai Glycol-glycol gitu di Indonesia ?

Nah nanti saya jawab di artikel ini sob 😀

 

Lanjut ke halaman 2 ya sob 😀

Powered by Dewaweb


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai


Disqus Comments

  • Adi

    Ane sangat concern mengenai coolant di motor,
    Ane berkesimpulan sepaham dengan agan
    Free gilicol = cocok di indo
    .
    Ane mau nanya gan,
    Coolant yang terbaik untuk iklim indo yg panas terik, macet2an, perjalanan jauh, seribg dipake nanjak, itu coolant dengan merek dan tipe apa y gan
    Ane butuh masukan
    .
    Terima kasih

    • Konsepnya sudah dapet, Glycol Free Radiator Coolant, nah mengenai merk ada banyak sekali yang pada intinya tidak menggunakan Glycol dalam formulasinya.

      Saya pribadi menggunakan OEM Mobil Honda yakni Honda Genuine Radiator Coolant Type 2, itu PHOAT (Phosphate Hybrid Organic Acid Technology) dan tentu saja Glycol Free, dengan masa pakai 5 Tahun, harganya kemaren sekitar 200rb’an kemasan 1 Liter, tapi di Online Shop saya cek sekitar 150rb’an aja, Made In Thailand kalo yang saya beli tahun lalu itu di Dealer Resmi Mobil Honda.

      Kalau yang umum dipakai komunitas LDIC itu Prestone Ready to Use yang kemasan/jerigen-nya warna merah, kalau warna cairannya ada yang hijau dan merah, sama saja, cuma beda pewarna (Dye) saja, formulasi OAT (Organic Acid Technology), masa pakai 5 Tahun. Salah satu member LDIC ada yang jual curah 1 Liter di Tokopedia tuh kalo gk mau beli 1 Gallon 😀

      Lainnya ada Top 1 Super Coolant, sama-sama OAT juga, dam sama-sama 5 Tahun juga masa pakainya, tapi formulasi tentu beda dengan Prestone, sama-sama bagus juga.



×
SSL Verified