Kategori Otomotif

V-Belt Double Cog Rusak

Ketika saya mengendarai sepeda motor saya, kok feelnya beda dibandingkan biasanya yang tarikannya enteng, saya merasa tarikan agak berat.

Saya pun memutuskan untuk melakukan DIY maintenance pada sepeda motor saya.

Ketika saya cek semuanya, ada beberapa yang menjadi masalah, jadi saya tidak bisa menyalahkan masalah penurunan performa sepeda motor saya cuma karena masalah V-Belt yang kondisinya seperti pada foto di atas.

Awalnya saya coba bongkar busi dulu, saya melihat warna busi yang hitam tapi kering, bukan Dry Carbon Fouling, saya pun mengira bahwa O2 Sensor yang tempo hari sudah saya ganti rusak lagi, saya pun tidak berani langsung menyimpulkan.

Saya kemudian memeriksa celah kerenggangan klep, dan ternyata klep Ex sudah berubah celahnya, lebih renggang dari seharusnya, oke celah klep sudah disetting ulang.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Selanjutnya saya langsung beralih ke sektor CVT, karena saya curiga Rollernya oblak, tapi saya mendapati kondisi Roller yang perfect banget padahal sudah digunakan lebih hdari 10.000 KM, biasanya dalam jarak pemakaian segitu sudah agak oblak, meski tidak parah minimal ada coakan di rollernya, tapi ini tidak, dan itu saya tau sebabnya, nanti saya share di artikel selanjutnya 😀

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Liquid Performance: Glycol Free Racing Coolant

Artikel ini semoga menjadi pelengkap dari artikel sebelumnya yang mensosialisasikan penggunaan coolant tanpa glycol pada kendaraan kita.

Ada banyak saran yang masuk ke saya terkait artikel itu, yakni agar saya mencantumkan daftar merek coolant apa saja yang bebas glycol.

Masalahnya saya tidak bisa melakukan itu karena begitu banyaknya merek yang ada, bukankah memberikan ciri-cirinya lebih baik daripada membuat list yang bisa saja ada produk yang seharusnya masuk daftar malah tidak termasuk ?

Nah karena itulah disini saya mencoba membahas ciri-ciri produk radiator coolant bebas glikol agar tanpa perlu tanya merek ini itu pun Anda sudah tau bahwa produk itu bebas glikol.

 

Perhatikan Labelnya

Cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan melihat labelnya, disitu akan ada berbagai informasi terkait produk, biasanya juga penggunaan istilah-istilah marketiing.

Pada Glycol Free Radiator Coolant, biasanya ada istilah “All Season” dan istilah yang menunjukkan bahwa produk itu diperuntukkan untuk iklim tropis, dan juga tidak adanya penggunaan istilah “Anti-freeze” pada label.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Komstir Bearing Bambu: Bagian Bawah

Saya menggunakan komstir bearing bambu ini sudah lebih dari 4 tahun pada motor Old Vario 125i saya, karena saya kecewa dengan komstir bawaan/standard yang cepat oblak itu.

Saking seringnya oblak, komstir sering disetting di bengkel (saat saya masih belum bisa handle sendiri), dengan cara digetok pakai pahat, sampai baut-bautnya rusak semua, saya sampai order satu set baut-baut komstir ketika saya bisa handle sendiri urusan komstir, dengan teknik dan alat yang tepat, kerusakan baut komstir bisa diminimalisir.

Baut-baut Komstir

Baut Komstir Baru

Saya heran, motor udh bongsor-bongsor kayak Vario 125i, pihak pabrikan masih menggunakan komstir yang notabene adalah common part yg juga digunakan oleh motor jadul imut-imut macam Honda Grand 😀

Saya cuma 1x saja mengganti satu set komstir standard, dan masalah komstir oblak pun masih terjadi dalam waktu singkat. Makanya saya maklumi saja, yah komstir Honda Grand dipasang di Vario 125i, emang udah segitu umurnya 😀

Kemudian berdasarkan logika saya itu, saya pun mencari solusi komstir lain yang lebih heavy duty, dan ketemulah dengan komstir bearing/laher bambu (Needle Bearing) ini yang umum digunakan pada sepeda motor offroad.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



×
SSL Verified