Kategori Tips dan Trick

Seal Klep Bahan Viton

Kali ini saya pengen bahas tentang bahan-bahan atau material dan ring yang digunakan dalam pembuatan seal klep atau valve seal.

Artikel ini saya buat karena pada motor Old Vario 125i saya, sudah 2 kali ganti seal klep tiap 40.000 KM.

Ya, benar, persis tiap 40.000 KM, yang pertama ketika odometer sampai 40.000 KM, yang kedua ketika odometer sampai 80.000 KM, artinya sudah 2 kali saya service besar ๐Ÿ˜€

Ubahan di motor saya, ditambah riding style saya yang keras, menjadikan service besar menjadi agenda rutin tiap 40.000 KM, padahal sudah pakai oli bagus ๐Ÿ˜€

Yah soalnya ring piston dan cylinder liner pasti aman pakai oli bagus, tapi seal klep ?, hmmm… seal klep kan tidak dilumasi oli di dalamnya (Antara permukaan dalam seal klep dengan batang klep), kalau ada oli yang lolos masuk ke dalamnya ya artinya seal gagal menjalankan fungsinya dengan baik.

 

Karena rencananya saya akan melakukan service besar alias overhaul, tentu terlepas memang seal klep-nya yang aus atau ada part lain yang aus seperti ring piston misalnya (kemungkinannya kecil), maka tetap saja seal klep menjadi part yang wajib sekalian diganti karena harganya murah tapi perannya sangat vital.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya ยป



Honda Vario: Old 125 dan New 150 PGM-FI

Bunyi “Gemerincing” seperti besi beradu itu sempat bikin saya risih cukup lama, yah kalau sudah berurusan dengan bunyi-bunyian seperti ini emang ribet trial and error ๐Ÿ˜€

Ada tips untuk menelusuri sumber bunyi akibat getaran, biasanya getaran hanya terjadi pada rpm tertentu saja, maka kondisikan motor ada kondisi tersebut pada pada posisi di standar tengah, putar grip gas sampai bunyi itu muncul, agar leluasa bisa minta bantuan teman, bini, atau anak atau siapa saja untuk memegang grip gas di rpm tersebut, telusuri sumber bunyi sampai dapat, semoga beruntung ๐Ÿ˜€

Oke lanjut …

Khawatirnya itu bunyi-bunyian ciri kerusakan pada komponen mesin yang kalau dibiarkan akan berakibat fatal.

Masalahnya, sumber bunyi kadang suka mengecoh, saya coba telusuri, bunyi ini kuat dugaan saya berasal dari knalpot, karena posisi bunyinya berasal dari samping kanan belakang.

Tapi masa iya sih ?, soalnya saya pakai knalpot free flow, jadi mustahil ada sekat di dalam knalpot yang copot.

Saya sempat mengira bunyi itu berasal dari per slip-on yang bergetar, tapi setelah saya lepas, bunyi masih ada.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya ยป



Tensioner Racing: Teardown

Dulu, saya pernah pakai Tensioner Racing seperti ini yang sudah dibranding H*M Racing, saat itu masih versi lama (Saat ini merek itu juga sudah pakai versi baru ini), tapi sudah PnP (Plug and Play) alias sudah bisa langsung dipasang tanpa perlu ubahan sedikit pun. Saya sudah tidak bisa melakukan perbandingan gimana sih Tensioner Racing yg PnP itu jika dibandingkan dengan yang baru ini, karena sudah saya buang, yang saya ingat cuma pada bagian sampingnya tidak ada ring kawat-nya.

Harganya cukup relatif mahal saat itu, sekitar Rp 150.000 ๐Ÿ˜€

Kenapa saya beli lagi yang baru ?

Well, singkat cerita, Tensioner Racing dari H*M Racing itu cuma saya pakai sebentar saja karena pemasangan yang kurang tepat sehingga baut L penutupnya sangat sulit untuk saya buka, dan karena saya paksakan, akhirnya lubang bautnya slek, kunci L pun sudah tidak bisa membukanya lagi, padahal mustahil tensioner jenis ini dipasang kalau per di dalamnya tidak dikeluarkan dulu, bahkan tensioner standard pun harus ditahan pada posisi stut paling pendek sebelum dipasang.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya ยป



ร—
SSL Verified