L

Review Pemakaian MP Alarm Two Way Selama 2 Tahun !


Bismillahirrohmanirrohim


MP Alarm: Module

Jika Anda mencari review Alarm 2 Way System ini di Google, ada banyak blogger yang menulisnya, hanya saja itu bukanlah artikel review, melainkan hanyalah sebuah artikel preview.

Karena baru juga beli, sudah diulas di blog, nah itu namanya preview, kalau review itu tinjauan atau ulasan yang mendalam berdasarkan riset/penelitian/pengalaman menggunakan dalam kurun waktu yang cukup lama.

Seperti yang akan saya lakukan di artikel ini, penasaran ?

Untuk preview produk ini, silahkan Anda baca di lapak para penjualnya atau di artikel preview lengkap yang dibahas oleh blogger lain.

Sekilas Tentang MP Alarm yang Saya Gunakan

MP Alarm: Module Zoom InMP Alarm 2 Way System yang saya gunakan ini adalah tipe yang Remote-nya tidak hanya bisa berbunyi saja, tapi juga bisa begetar ketika alarm di motor aktif dan dalam “Panic Mode” atau “Don’t Touch Mode”, yakni karena sensor getar mendapatkan getaran atau karena kunci kontak diputar ke arah On saat alarm ini aktif.

Remote akan tetap bersuara dan bergetar meskipun alarm kita aktifkan dalam mode diam (Silent Mode), yanki ketika alam aktif, respon-nya hanyalah kedipan lampu sign saja, buzzer/sirene tidak berbunyi.

Tapi jenis remote “Super” tersebut tidak Water-proof (Anti Air), ada sih opsi lain remote two way yang anti air, tapi hanya bisa berbunyi, tidak bisa bergetar.

Sesuai gambar disamping, modul alarm yang saya gunakan diproduksi pada tahun 2014, tapi saya mulai menggunakannya dari tahun 2015, artinya sudah 2 tahun terhitung sampai saat ini tahun 2017.

Update: Saat ini versi 2014 itu masih bisa didapatkan di pasaran, memang lebih murah, tapi yah sudah obsolete teknologi yang digunakannya, apalagi beda harganya dengan versi terbaru sangat tipis.

Saya rasa sudah cukup perkenalannya 🙂

Update: Perlu Anda ketahui, review ini spesifik untuk versi 2014 tersebut, tidak relevant lagi dengan modul MP Alarm versi 2015 ke atas yang sudah diperbaharui dan disempurnakan.

 

MP Alarm Tidak Ada Kejelasan Mengenai Informasi Importir/Distributor/Manufacturer

Ya, baik di box/kemasan maupun manual book tidak ada keterangan ini sob, baik itu berupa nama perusahaan, kontak yang bisa dihubungi, maupun website resmi.

Update: Tapi anehnya MP Alarm bisa ngasih Garansi Resmi 12 Bulan loh !, makanya sekarang sudah menerapkan segel di unit modul dan remote alarmnya. Klaim garansi kemana ?, ya ke sellernya. Tapi ada seller yang tidak memberikan garansi loh, ada juga yang cuma 3 bulan, ada juga yang tidak memberikan garansi jika beli online dan pasang snediri (Tidak dipasangkan seller), jadi hati-hati ya pilih seller, pastikan kejelasan garansi ini !

Dari info yang saya dapat, MP Alarm ini merek Importir, yang memesan Alarm Set ini dari Original Equipment Manufacturer (OEM) di China sana. Dan saya memang pernah iseng nyari di Online Market Place asal China dan saya dapat Alarm Two Way System for Motorcycle yang secara fisik persis MP Alarm, tapi harganya relatif sama sob dengan harga di Indonesia dengan merek MP Alarm, jadi jangan berharap bisa beli lebih murah langsung di China secara online yah 😀

 

Pemasangan Wajib Potong Kabel

Karena ini oprekan ya sob, modifikasi, dan ini modul universal, maka bisa dimaklumi.

Hanya saja sebaiknya sambung kabel menggunakan solder, jangan hanya dipelintir saja, karena kabelnya berjenis serabut, bukan kawat !

Selain itu gunakan Isolasi Bakar (Heat Shrink) untuk membalut “Luka” pada kabel yang disambung.

Tapi kita bisa kok bikin jadi PnP (Plug and Play) dengan cara merakitnya menggunakan beberapa socket-socket yang sesuai, beberapa seller juga memberikan opsi tersebut yang tentunya ada harga lebihnya :D, hanya saja pengkabelan jadi semakin semrawut dan banyak, saya pribadi lebih memilih langsung disolder ke kabel harness bawaan motor, bukan dipotong, tapi cukup dilukai/dikupas bagian karet insulator kabelnya, lalu saya solder kabel dari modul alarm ke bagian itu, setelah selesai, kemudian ditutup sempurna dengan isolasi bakar.

 

Remote 2 Way (Super) Tidak Anti Air

Ya, agak merepotkan juga sebenarnya, karena tidak tahan air, sehingga saya harus memperhatikan keselamatan remote yang bisa bergetar dan berbunyi ini 🙁

Tapi saya pilih jenis remote ini karena dia bisa bergetar dan berbunyi, memang ada opsi lain yakni remote two way yang anti air, tapi remote tersebut hanya bisa berbunyi, tidak bisa bergetar.

Untuk remote cadangan/secondarynya sih pastinya anti air, hanya saja tidak two way system, masih one way system.

Update: Menurut kabar yang saya dapatkan, modul alarm MP Alarm Two Way dan One Way itu hanya beda di build in remote saja (Paket remote), perbedaan harga yang signifikan itu adalah harga unit remote two way yang bisa dikatakan bisa seharga atau bahkan bisa lebih mahal dengan alarm set one way merek lain.

Untuk pairing remote bisa dilakukan dengan mudah, yakni dengan cara jumper kabel tertentu (Perlu dibahas di artikel khusus).

Jadi tidak perlu khawatir jika remote rusak atau hilang, remote pengganti dengan mudah didapatkan/dibeli secara online, dan MP Alarm sangat secure dalam hal pairing alarm.

Jadi secara teknis, ketika Anda membeli MP Alarm One Way, dikemudian hari bisa saja upgrade ke MP Alarm Two Way dengan cara beli remote two way dan kemudian pairing/hubungkan ke modul alarm. Tapi ini hanya teori dan kabar dari seseorang saja yang belum ada pembuktiannya. Mau mencoba ?, khususnya para pengguna MP Alarm One Way :D, resiko gagal tanggung sendiri, kan remote bisa dijual lagi kalau gagal.

 

Tidak Mendukung Check Engine

MP Alarm secara default tidak mendukung Check Engine pada motor injeksi ketika menyalakan mesin menggunakan remote, diperlukan modul khusus tambahan untuk melakukannya.

Karena pada dasarnya MP Alarm ini adalah sistem alarm untuk motor non-injeksi (Karburator).

Update: Mulai versi 2017, MP Alarm baik itu One Way maupun Two Way sudah mendukung Build In/Internal Delay Auto Check Engine (Starter mesin memiliki jeda sekitar 3 detik setelah kelistrikan dinyalakan oleh modul remote ketika diaktifkan oleh remote), dan itu artinya MP Alarm adalah modul alarm remote pertama di Indonesia yang mendukung fitur tersebut. Lumayan relatif mahal loh harga modul check engine pihak ketiga (Modul terpisah) itu, dan karena fitur ini bawaan, maka lebih murah dan bisa disetting yakni bisa diaktifkan dan dinonaktifkan dengan kombinasi tertentu di remotenya seperti opsi-opsi lain dalam pengaturan MP Alarm (Akan dibahas di artikel terpisah). Tapi durasi jeda tidak bisa ditambah atau dikurangi.

 

Perlu Modif Relay untuk Engine Cut Off (Wajar)

Karena seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, MP Alarm ini dibuat untuk semua motor alias universal, maka diperlukan wiring/logika khusus menggunakan relay agar bisa melakukan Engine Off.

Fitur ini sangat vital, karena dengan fitur inilah mesin motor tidak bisa dinyalakan ketika alarm aktif.

Dan fitur ini pun memungkinkan tindakan Force Engine Off ketika motor dicuri, kita bisa mematikan mesin menggunakan remote dengan atau tanpa sirene.

Pada motor yang menggunakan Side Stand Switch, maka kemampuan Engine Cut Off memanfaatkan fitur bawaan motor tersebut, karena Side Stand Switch itu jika kita lihat di diagram sistem injeksi motor bersangkutan, maka dia merupakan fitur dari ECU, sehingga menjadi metode Engine Cut Off terbaik dan teraman. Metode ini umum digunakan pada motor scooter matic Honda.

Perlu Anda ketahui, ketika berurusan dengan relay, sebaiknya tambahkan protektor yakni berupa dioda yang dilakukan wiring khusus yang disebut “Freewheeling Diode” untuk menetralkan “Flyback Voltage” dari Induksi Coil Relay ketika Off. Caranya dengan memasang Dioda IN4007 secara Reverse Bias pada pin 85 dan 86 relay (Sisi Dioda yang ada garis putihnya dipasang ke input positif pada trigger relay).

Hasilnya, tidak akan terjadi feedback listrik bertegangan tinggi dari relay menuju modul alarm dan ECU sistem injeksi yang menyebabkan modul alarm cepat rusak.

 

Kabel Harness Berdiameter Kecil

Sebenarnya, kabel-kabel pada modul alarm ini kurang besar ya sob diameter core-nya, yakni 22 AWG (Americal Wire Gauge), sehingga daya hantar listrik menjadi kurang optimal, karena tidak sesuai standard kabel tertentu pada kabel harness motor, misalnya kabel warna Orange dari modul alarm mestinya menggunakan kabel dengan ukuran 18 AWG sesuai standard kabel di kunci kontak yang bisa menghandle arus kisaran 10A, sedangkan kabel dengan ukuran 22 AWG hanya ideal untuk menghandle arus kisaran 7A.

Perlu diketahui kabel warna Orange pada modul alarm adalah fungsi Positif Kontak ketika kita menyalakan mesin motor dari remote, tapi dia juga berfungsi sebagai sensor kunci kontak Anti Bobol Tetter T.

Lalu untuk Electric Strater, itu disupply oleh kabel warna Biru dari modul alarm, yang mengalirkan listrik selama sekitar 5 detik pada relay starter motor (Tombol Electric Starter) untuk menyalakan mesin.

Makanya seharusnya ukuran kabel warna Orang dari modul alarm lebih besar, minimal 18 AWG (10A), karena kabel ini dihubungkan ke kabel positif di kunci kontak yang mensupply seluruh kelistrikan motor (Common) dan sistem fuel injection dan ignition.

 

Kabel Warna Orange Cuma Satu

Sebelumnya sudah saya jelaskan fungsi kabel warna Orange tersebut, nah pada motor tertentu itu memiliki dua kabel positif kontak, misal di motor Honda Matic saat ini adalah kabel warna Hitam/Puth (Garis miring maksudnya dua warna dalam satu kabel) dan Hitam Polos, nah itu jika dilihat di diagram sistem kelistrikannya memang harus dipisah !

Jadi tidak bisa lantas satu kabel warna Orange dari modul alarm disambungkan ke kabel warna Hitam/Putih dan Hitam Polos, maka kabel kecil 22 AWG dipaksa menghandle kebutuhan listrik dari dua kabel besar yakni kabel warna Hitam/Putih dan Hitam Polos di kunci kontak. Bahkan ada yang nekat menggunakan Dioda dengan pemasangan Forward Bias, bisanya dair kabel warna Hitam/Putih ke Hitam Polos, masalahnya itu mengakibatkan terjadi Voltage Drop sekitar 0.7V, jadi jika listrik dari kabel warna Hitam/Putih adalah 12.4V, maka listrik di kabel warna Hitam Polos cuma 11.7V.

Ada solusinya yakni menggunakan relay lagi untuk salah satu input kabel positif kontak, misal untuk kabel warna Hitam Polos, sehingga kabel warna Hitam Polos akan mendapatkan supply listrik dari kabel warna Hitam/Merah di socket kunci kontak (Seperti ketika kontak on pakai kunci aslinya), sedangkan kabel Hitam/Putih masih menggunakan input dari kabel warna Orange dari modul alarm, karena kabel itu juga sebagai sensor kunci kontak.

Terkesan rumit ?, nanti dibahas di artikel tersendiri 😀

Intinya MP Alarm dan banyak modul alarm remote lainnya yang saya dapati di pasaran itu sebenarnya untuk motor dengan satu kabel positif kontak.

Tapi hal itu bisa dimaklumi karena lagi-lagi modul alarm seperti ini bersifat universal, jadi diperlukan modif relay untuk membuatnya kompatibel dengan sistem kelistrikan motor tersentu, sama seperti ketika modif relay untuk menyesuaikan metode Engine Cut Off.

 

Sensor Getar yang “Lebay”

Ibarat manusia, itu “Senggol dikit bacok” 😀

Tapi ini tidak disentuh saja sudah bunyi alarmnya, yakni ketika motor dengan knalpot brong (Racing) lewat eh alarm malah bunyi, padahal sudah pakai level sensitivitas yang paling tidak sensitif.

Ini lebay sekali sob, dan tentu saja membuat aki menjadi cepat habis dan mengganggu lingkungan, serta fungsinya jadi tidak relevan, sensor getar itu fungsinya adalah untuk mencegah pencurian motor dengan cara diangkut ke mobil pickup.

Fungsi lainnya dari sensor getar adalah mengaktifkan alarm ketika motor digoyang dengan tenaga yang sedikit dibawah tenaga ketika orang mau matahin kunci stang motor.

Apalagi tenaga yg diperlukan untuk mengangkut motor ke mobil pick up itu besar.

Sehingga seharusnya cuma motor berisik lewat aja tidak perlulah alarm bunyi.

 

Alhasil, saya lebih sering mengaktifkan mode diam, kan fail yah ?, untung Two Way System, sehingga meski alarm motor diam, remote masih bunyi dan getar.

Sensor getar itu lebay, malah mengesankan pemiliknya sombong, pelit, disentuh aja sewod !

Semoga saja masalah ini diperbaiki oleh pihak MP Alarm.

 

Pemakaian 6 Bulan, Fungsi Backup Battery Tewas

Tewas disini adalah fungsi Backup Battery-nya, bukan baterai kotak 9 volt yang habis ya sob 😀

Jadi alarm ini memiliki fitur Backup Power menggunakan baterai 9 volt, gunanya jika alarm disabotase dengan cara memotong kabel power-nya ke aki, maka alarm tetap aktif dan mengeluarkan suara/sirene (Panic Mode).

Dan di remote master-nya akan keluar juga bunyi khusus yang menandakan motor tidak cuma disenggol atau dicuri pakai kunci letter T, tapi benar-benar dibongkar body motor-nya karena upaya sabotase pada modul alarm.

Tapi fitur itu tewas dini di pemakaian 6 bulan !

Itu disebabkan karena baterai 9 volt itu cuma dipasang di konektor berupa “Kancing” saja, tidak disediakan box khusus baterai yang lebih aman dari potensi short circuit. Konektor baterainya pun tidak anti karat, sehingga terdapat karat yang sangat banyak setelah pemakaian 6 bulan.

Saat saya lakukan pemeriksaan, wah konektor baterai-nya berkarat parah !, ya jelas arus pendek lah, hal itu menyebabkan modul mengalami damage internal, yakni fungsi backup power pun tewas dan tidak bisa diperbaiki lagi meski konektor baterai diganti dengan yang baru !

Sekedar tips, lain kali konektor baterai 9 volt itu diolesin grease/gemok tipis-tipis saja untuk mencegah korosi.

 

Pemakaian 1 Tahun, Muncul Suara Mendesis di Buzzer (Speaker)

Nah ini yang bikin saya kesal !

Ada bunyi aneh atau noise yang muncul dari Buzzer alarm ini, saya tidak tau persis apakah masalah ada di Buzzer atau di Modul, tapi saya yakin masalah ini ada di modul alarm.

Jika Anda familiar dengan suara mendesis pada speaker audio, maka seperti itulah noise yang saya maksud.

Semakin hari, bunyi mendesis itu semakin mengganggu, dan akhirnya saya putuskan melepaskan buzzer-nya saja, sehingga alarm ini selamanya silent mode 😀

Niat untuk membeli buzzer baru saya urungkan karena harganya lumayan mahal dan saya yakin masalah ada di modul.

 

Pemakain 2 Tahun, Tewas !

Yupz, mati total !

Untungnya hal ini tidak menyebabkan motor saya menjadi mogok atau mesin tidak bisa dihidupkan.

Karena meski dilepaskan pun modul alarm ini dari soketnya di motor, tidak ada dampak negatif apa pun pada motor.

Gejalanya ?

Remote tidak berfungsi sama sekali, baik master maupun secondary. Sudah saya coba pairing/koneksikan ulang dengan metode khusus jamper kabelnya tidak berhasil.

Jadi modul memang tidak berfungsi lagi sehingga remote tidak merespon, persis seperti ketika jarak remote dengan modul alarm yang masih normal terlalu jauh.

Jadi, remote tidak berfungsi karena modul alarm-nya sendiri sudah tewas !

 

Analisa Kerusakan

Sulit, karena casing dari modul ini dikunci mati !

Padahal waterproof tidak segitunya juga kali yah 😀

Saya yakin ini dimaksudkan agar kalau modul rusak, ya beli baru lagi sepenuhnya, padahal bisa saja diganti beberapa komponen yang rusak saja kan ?, meskipun diperbaiki hanya di Service Center Distributor resminya.

Sekring (Fuse) tidak putus, itu artinya tidak ada arus pendek terjadi pada alarm ini.

Dugaan terkuat saya mengenai penyebab kerusakan modul alarm ini adalah karena usia pakai dari modul alarm ini sendiri dan ini bersifat relatif, ada kok modul alarm yang sama dengan punya saya ini sudah 3 tahun lebih digunakan tidak mengalami kerusakan, memang banyak faktor penyebab kerusakan dan penyebab usia pakai yang bervariasi tersebut.

Ya, 2 Tahun adalah masa pakai MP Alarm 2 Way System di motor saya, Honda Vario 125 PGM-FI.

Ini bisa karena sudah jenuh menerima impact dari goncangan saat berkendara, keausan pada kompinen di dalam modul alarmnya.

Update: Kemungkinan lain karena modul alarm ini tidak kuat menerima Flyback Voltage dari relay yang digunakan untuk metode Engine Cut Off, karena setelah saya bedah bagian relay yang sudah dirakit oleh seller, dia tidak menerapkan proteksi Freewheeling Diode seperti yang sudah saya singgung di awal-awal artikel ini, dan input positif pada trigger relay menggunakan kabel warna Orange dari modul alarm.

Jadi ada kemungkinan juga modul alarm tewas dini karena kesalahan pemasangan, dalam hal ini adalah wiring modifikasi penggunaan relay untuk metode Engine Cut Off. Karena saya dulu beli langsung tinggal pasang, karena seller memberi opsi modifikasi relay dan panduan lengkap dan jelas disertai gambar dan ilustrasi, maka kesalahan ini murni dibebankan kepada seller tersebut.

Saya tidak bisa menyebut seller bersangkutan disini karena itu sudah lama, bisa saja wiring yang salah tersebut sudah dikoreksi pada buyer lain yang order di tempat dia.

Adanya testimoni dari pengguna lain mengatakan bahwa MP Alarm di motornya lebih lama usia pakainya dibandingkan di motor saya menjadi pembanding yang fair bahwa review usia pakai MP Alarm di motor saya adalah spesifik di motor saya saja. Ini Review dari saya kan ? 😀

 

Selanjutnya Apa ?

Saya tidak akan menggunakan MP Alarm 2 Way lagi, karena saya sudah tau suka dukanya menggunakan alarm ini 😀

Update: Saya mendapati bahwa MP Alarm sudah “Berevolusi” , jadi MP Alarm versi 2014, 2015, 2016, 2017, dst bisa berbeda !

Dan ini bisa dilihat sejak versi 2015, dan alhasil pada tahun yang sama yakni 2017 ketika update ini saya tulis, saya memutuskan untuk kembali menggunakan MP Alarm Two Way, dan saya usahakan untuk mendapatkan modul versi 2017 dan Alhamdulillah dapat. Hati-hati ya sob karena modul versi lawas masih beredar di pasaran dengan harga yang beda tipis, Anda harus jeli dalam berbelanja, karena beda 😀

 

Saya akan menggunakan alarm yang lebih sederhana namun efektif, kita lihat saja nanti !

Update: Saya sudah riset mengenai opsi yang lain selain alarm remote, tapi menurut saya worthless, masih jauh lebih baik alarm remote yang bisa dikatakan “The Ultimate Protection and Feature”. Masalahnya harganya beda tipis dengan proteksi motor dengan metode yang lain.

Yang jelas saya tidak tertarik lagi dengan konsep 2 Way System dan Sensor Getar !

Update:  Saya ralat, justru konsep 2 way system ini menjadi patch dari security hole dari fitur silent mode, jadi ketika motor dalam silent mode, alarm tidak berbunyi ketika diangkut maling pakai mobil pickup, tapi alarm two way masih berbunyi dan bergetar !, yupz fitur sensor getar sangat vital menurut saya sekarang ini.

 

Akhir Kata

Update: Artikel review ini spesifik dan relevant hanya pada modul MP Alarm Two Way versi 2014 dan penggunaan di motor saya saja ya sob, karena akhir-akhir ini saya menemukan fakta bahwa MP Alarm menganut sikus upgrade tahunan tanpa perubahan tipe device, melainkan versi berdasarkan tahun, jadi versi 2014, 2015, 2016, 2017, dst akan berbeda, dan perbedaannya bisa sangat signifikan, tapi mereknya tetap MP Alarm dan tidak ada tipenya kecuali varian One Way dan Two Way saja.

Makanya hati-hati beli MP Alarm ya sob, pastikan Anda membeli versi terbaru sesuai tahun Anda beli, misal Anda beli di tahun 2017, jangan mau dikasih MP Alarm versi 2015, apalagi versi 2014.


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified