L

Google AdSense Tidak Suka Artikel dengan Read More ?


Bismillahirrohmanirrohim


Google AdSense

Ada beberapa Publisher Google AdSense yang saya temu berbagi pengalamannya mengajukan permohonan untuk menjadi Publisher Google AdSense, yang menarik adalah, ada beberapa yang mengaku bahwa ketika Home Page Blog-nya menggunakan Read More, Tim Google AdSense menolak pengajuan menjadi Publisher Google AdSense dengan alasan “Konten tidak memadai”. Namun ketika Read More dihilangkan, sehingga Artikel di Home Page (Beranda / Halaman Utama) menjadi Full Article/Content, kemudian orang tersebut mengajukan Review Tahap Kedua sekali lagi, maka pengajuan itu pun diterima, dan dia berhasil menjadi Pubsliher Google AdSense.

Memang banyak yang mengatakan bahwa, jika Alasan Penolakan adalah “Konten tidak memadai”, itu artinya potensi untuk diterima menjadi sangat dekat sekali.

Tim Google AdSense dalam Email Status Penolakan selalu memberikan Clue atau Petunjuk apa saja yang mesti diperbaiki.

 

Tentang Read More

Tag Read More ( <!--more--> ) atau semacamnya adalah Fitur yang ada pada CMS (Content Management System) untuk memangkas Artikel dari keseluruhan menjadi hanya sebagian saja, makanya disebut “Read More” yang dalam Bahasa Indonesia artinya “Baca Lebih Lanjut“. Tag ini digunakan untuk merapikan Halaman Utama, memperbanyak Page Views, dan mengurangi Bounce Rate (Bounce terjadi ketika pengunjung yang malas membaca akan merasa ngeri melihat banyaknya tulisan di Home Page).

Ada lagi yang namanya Auto Read More, biasanya ini adalah fitur dari Theme/Template, yakni tampilan berupa List atau Grid yang hanya terdiri Judul, Gambar Thumbnail, dan Excerpt (Kutipan yang dibuat otomatis atau manual), namun ada juga yang melengkapi dengan Category, Tag, Author, dan Date.

 

Namun ternyata …

Powered by Dewaweb


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai


Disqus Comments

  • Kalo saya pake Page Break gimana, gan?

    Trus, kalo di setting menjadi 1 Post per Halaman itu ga pa2, kan?

    • Intinya gan untuk Headline Article itu mesti Full, jangan Read More/Excerpt.

      Seperti Theme yang saya pakai di Blog ini sebenernya untuk Artikel terbaru dia Full (Default dari Developer), tapi saya bikin Excerpt, karena saya kalo bikin Artikel panjang-janjang, gk enak dilihat kalo full 😀

      Dulu Default Theme-nya Excerpt juga, sampai baru-baru ini dibikin Full karena banyak yang ngalamin Google AdSense nolak permohonan jadi Publisher-nya gara-gara Excerpt.

      Sebelumnya Blog saya ini pernah dibikin 1 Post per Halaman, tapi pembaca ngeluh ribet, gk semua artikel mereka baca, jadi cuma mau skip 1 artikel saja mesti klik halaman selanjutnya, yang kasian pengguna Handphone, apalagi yang pake Opera Mini.

      Page Break ada yang bilang tidak baik juga untuk Google AdSense, karena tetap saja bikin pembaca ribet klik halaman selanjutnya mulu. Khususnya pengguna Handphone.

      • Jadi, Sebaiknya Page Break nya di ilangin atau gk, gan?

        • Dihilangin gan, karena konsepnya, 1x Load Halaman itu untuk baca 1 Artikel secara penuh.

          Memang Page Break itu bisa memperbanyak Page View, tapi Google tidak suka gan. Kalo mayoritas/tipikal pembaca/manusia gk suka, Algoritma Google juga nagruh gan. Saya pribadi gk suka baca artikel yang dibikin page break gitu.

          Kurang fair untuk Pembaca 😀

          Kalau artikelnya memang panjang banget, lebih baik dibikin Serial.

          Jadi diakhir Judul Artikel dikasih tambahan Bg 1, Bg 2, atau Bagian 1, Bagian 2, dst

          Misal per Step dibahas dalam 1 Artikel, selanjutnya Step selanjutnya dibahas di 1 Artikel lagi, dst. Tapi tentu satu artikel disajikan minimal 1000 Kata.

          Kalau cuma 1000 – 10.0000 Kata saja gan, 1 Artikel Penuh juga bisa, tidak perlu dibikin Page Break.

          Kecuali sampai 50.000 Kata, maka bisa kita bagi kedalam 5 Seri Artikel yang masing-masing 10.000 Kata, atau 50 Seri Artikel yang masing-masing 1000 Kata.

  • Suhendra

    Salam kenal gan,saya barusan daftar google adsense di blog saya,terus di tolak karena pesan nya hampir dengan bahasan topik agan,katanya konten tidak memadai dan bla..bla..,jadi apa saya harus menghilangkan fungsi auto readmore pada blog saya ya gan,terus kalau agan berkenan bisa gak kunjungi blog saya di maniaksatelit dot com buat kasih masukan buat blog saya,kira2 apa yg kurang dan di perbaiki supaya bisa di setujui google adsense..tks

  • Agung

    saya mempraktekkan apa yang dibahas oleh mas lukman ini dan berhasil. saya 3 hari yang lalu mendapat penolakan dari adsense. kemudian saya browsing dan mendapat artikel ini. saya praktekkan langsung keesokan harinya saya daftarkan ulang permohonan kedua (ga perlu nunggu sebulan atau dua bulan seperti yang dibilang blogger umumnya karna saya yakin konten saya sudah cukup memadai) alhamdulillah cuma sehari permohonan saya langsung di approve. dan baru kemarin saya menjadi full approved adsense.
    thanks mas lukman

    jangan lupa kunjungi blog saya agungbudisantoso dot com



×
SSL Verified