Kategori Oprekan

Property of Lukmanul Hakim Watermark V2

Platform AMD Ryzen ini sejak generasi ke dua alias Zen+ seharusnya sudah tidak rewel lagi soal memory, dan memang benar adanya, tidak seperti pada generasi pertama. Bahkan mulai generasi ketiga, AMD Ryzen sudah mampu berjalan di kecepatan tinggi dengan mudah, hanya saja Write Copy-nya disunat jadi setengah pada varian dibawah Ryzen 9 akibat desain Chiplet yang diterapkan di Zen2, tapi praktik di real life sepertinya tidak berpengaruh negatif karena CPU Cache yang diperbesar, angka Write Copy yg kecil hanya terlihat pada software benchmark AIDA64 saja.

Tapi ada satu hal yang sebenarnya dan seharusnya ditujukan pada platform Intel tapi seolah dipaksakan di platform AMD, yakni Intel XMP (Xtreme Memory Profile).

Sebenarnya AMD juga punya yakni AMP (AMD Memory Profile), tapi sangat jarang sekali vendor memory yang secara spesifik mengoptimasi dan memvalidasi dan mensertifikasikan bahwa memory-nya mendukung AMP, justru vendor motherboard yang memasukkan fitur Intel XMP di motherboard untuk platform AMD. Maka jika pun ada, mereka tetap pakai XMP, tapi value konfigurasinya sudah tested and validate untuk platform AMD Ryzen, dan harganya mahal.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Property of Lukmanul Hakim Watermark V2

Ketika saya menginstall software driver untuk printer HP 2060 dan 2520hc di laptop saya yang menggunakan Windows 10, printer bisa digunakan dengan normal, hanya saja kok software untuk manajemen printer dan maintenance printer tidak bisa dijalankan, ketika icon shortcut di desktop saya klik kiri 2x untuk menjalankannya, tidak ada respon sama sekali, software itu tidak berjalan sama sekali, tidak launch sama sekali.

Anehnya notifikasi dan window terkait operasional printer seperti ketika terjadi paper jam, front door dibuka, cartridge single mode, low ink level, dsb bisa muncul.

Tentu saja ini merepotkan, saya tidak bisa memaintenance printer saya seperti head cleaning, dsb

Ketika saya googling, saya menemukan troubleshooting-nya disini.

Pada artikel ini saya akan coba jelaskan menggunakan bahasa Indonesia agar mudah dimengerti oleh pembaca sekalian.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Desain Nozzle Gun untuk Pengisian Galon pakai Selang: Bisa Tanpa Dipegang

Tidak dipungkiri bahwa ada satu masalah utama pada bisnis depot isi ulang air minum adalah ketidakmampuan dalam mengangkat galon.

Masalah itu sering dialami oleh wanita, dalam hal ini adalah istri saya tercinta 😀

Tapi meski istri saya mampu mengangkat galon, saya akan tetap mendesain dan menerapkan SOP (Standard Operation Procedure) pengisian galon menggunakan selang, karena saya sayang istri, saya tidak mau dia mengangkat yang berat-berat 😀

 

Kenapa Perlu SOP ?

Tentu SOP diperlukan agar menjamin kualitas produk dan layanan kepada pelanggan kita.

Dalam hal ini adalah menjamin kebersihan dalam proses pengisian (Filling Process).

Secara konvensional, SOP pengisian galon kosong adalah:

  1. Periksa apakah ada lumut di dalam galon ?, jika ada, maka bersihkan dengan menggunakan mesin sikat galon sampai benar-benar bersih tidak ada lagi lumut di dalamnya. Jika tidak ada lumut, proses ini boleh tidak dilakukan (langsung ke step 2 dibawah ini).
  2. Bilas galon kosong dengan menggunakan sprayer nozzle bertekanan tinggi dengan air steril hasil pengolahan alat filtrasi dan sterilizer di depot kita, sebagai finalisasi proses pembersihkan.
  3. Isi galon di box khusus pengisian yang tertutup, untuk mencegah masuknya kontaminasi dari luar seperti hewan serangga kecil yang biasa terbang menghinggapi cahaya lampu.
  4. Bersihkan tutup galon sekali pakai menggunakan sprayer nozzle bertekanan tinggi dengan air steril hasil pengolahan alat fitrasi dan sterilizer di depot kita (sama seperti ketika membilas galon).
  5. Segera pasang tutup galon.
  6. Sertakan sterilizer tissue untuk nanti digunakan dalam pemasangan galon ke dispenser.

 

Nah yang di atas itu adalah SOP konvensional, yang memang ada masalah tersendiri yakni posisi box pengisian berada di atas, sehingga kita harus mengangkat galon yang sudah terisi untuk diserahkan kepada pelanggan.

Menjadi masalah jika operator tidak mampu mengangkat galon, menjadi masalah karena tidak mungkin pilih-pilih operator jika operator tersebut adalah wanita di keluarga, seperti ibu, istri, adik perempuan yang mau gimana pun lagi memang tidak kuat mengangkat galon.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



SSL Verified