L

Pasang Alarm Remote Sebaiknya Juga Pasang Dioda di Kabel Lampu Sein


Bismillahirrohmanirrohim


MP Alarm Two Way Versi 2017

Ini salah satu “Bug” (Masalah) ketika menggunakan Alarm Remote pada Sepeda Motor, dan sangat mudah diatasi.

Jangan dikira pemasangan alarm remote pada motor itu bisa PnP (Plug and Play) dari pabrikan modul alarmnya, kecuali sudah dimodif oleh penjual sesuai jenis motor masing-masing pembeli.

Nah kali ini saya mau bahas yang ringan-ringan dulu terkait alarm remote ini, soalnya untuk artikel pemasangan alarm remote di motor saya yah sayang sekali tidak bisa saya garap dalam waktu dekat karena saya sebelumnya mengalami musibah yakni seluruh data di smartphone saya terformat/terhapus, termasuk foto-foto project pemasangan alarm remote di motor saya, dan tidak bisa direcovery lagi datanya.

Mungkin nanti akan saya capture lagi fotonya, minimal foto sesudah dipasang, soalnya tidak mungkin kan saya bongkar semuanya lalu pasangin lagi cuma untuk foto dokumentasi ?, haha sebenarnya sih foto itu perlunya cuma untuk pamer hasil kerjaan saya saja :D, soalnya tutorial pemasangan alarm remote di motor sudah banyak banget, tapi versi saya ada perbedaan dari yang lain.

Karena sebenarnya pemasangan alarm remote versi saya itu bedanya cuma di pemasangan pada motor dengan 4 kabel kontak, yakni Merah/Putih, Hitam/Putih, Hitam/Merah, Hitam Polos (Garis miring maksudnya warna kabelnya dua warna dalam satu kabel).

Mungkin artikel pembahasan mengenai itu akan saya share wiring diagram dan komponen tambahan yang diperlukan saja.

Karena versi saya itu beda sob dengan yang sudah umum dilakukan orang lain, karena saya tidak menggunakan Dioda Forward Bias pada salah satu kabel (Hitam/Putih dan Hitam Polos), tapi pakai Relay lagi yang ditrigger oleh kabel Orange dari Modul Alarm, Dioda Reverse Bias saya gunakan hanya untuk Freewheeling Diode pada Relay saja.

 

Efek Samping Penggunaan Dioda

Nah ngomong-ngomong tentang Dioda, saya tidak menggunakan Dioda pada pemasangan alarm remote, yakni pada pemasangan kabel Orange ke dua kabel positif kontak karena Dioda memiliki kekurangan khasnya yakni akan terjadi Voltage Drop ± 0.7V.

Alhasil jika di kabel Hitam/Putih tegangannya 12.4V maka pada kabel Hitam Polos yang dipasangi Dioda Forward Bias akan terjadi Voltage Drop dan tegangan yang didapat hanyalah 11.7V saja.

Tapi pada artikel mengatasi masalah kelistrikan motor yang aktif ketika saklar lampu sein aktif dan kita menekan tombol di remote alarm yang menyebabkan lampu sein menyala itu kali ini saya menggunakan Dioda Forward Bias, karena tidak ada cara lain, Voltage Drop yang terjadi tidak bisa dielakkan lagi dan masih bisa ditoleransi, apalagi jika lampu sein menggunakan jenis lampu LED dan lampu sein tidak seperti aksesoris kelistrikan lain yang sering dinyalakan dalam waktu lama. Makanya saya tidak mentoleransi Voltage Drop dari Dioda pada pemasangan alarm remote pada kabel Kunci Kontak.

 

Pemasangan Dioda: Forward dan Reverse Bias

Dari tadi saya mengatakan “Dioda Forward/Reverse Bias” yah 😀

Jika Anda belum tau maksudnya, maka akan saya jelaskan disini, maksudnya ya arah pemasangan Anoda dan Katoda pada Dioda saja, mungkin ilustrasi dibawah akan memperjelasnya:

Dioda Forward dan Reverse Bias

Garis vertikal pada simbol di atas sesuai dengan tanda garis yang ada pada dioda pada umumnya.

Seperti bahan-bahan yang diperlukan dalam project ini.

 

Bahan-bahan yang Dibutuhkan

Dioda dan Heatsrink

Jelas gk yah garis putihnya ?, itu loh sebelah kanan ada garis putih, memang agak pudar soalnya ini dioda bekas tapi masih bagus, ciri dioda masih bagus adalah tidak ada bekas overheat yakni bekas meleleh pada bagian silikonnya yang hitam yang bersentuhan dengan kawatnya.

Lalu selongsong hitam di atas dioda itu namanya Isolasi Bakar (Heatsrink) yang akan menyusut jika dipanaskan pakai korek api. Jika tidak punya, Anda bisa pakai Isolasi Tape biasa, tapi pastikan yang elastis berbahan Vinyl.

Oh ya untuk Diodanya saya menggunakan IN4007 yakni Dioda Silicon dengan Arus Maksimal 1A dan Tegangan Maksimal 1000V. Sebenarnya ini Dioda yang biasa saya gunakan untuk Freewheeling Dioda (Memproteksi Flyback Voltage dari Pin 85 dan 86 di Relay).

Pemilihan jenis Dioda ini kita berfokus pada Arus Maksimalnya, sedangkan Tegangan tidak perlu dihiraukan, yah minimal 50V juga lebih dari cukup.

Jadi sesuaikan Arus Maksimal dengan beban lampu sein, dengan rumus W=AxV.

W maksudnya adalah Watt dari 2 lampu sien, yakni depan dan belakang, kiri atau kanan, karena yang jadi acuan adalah beban lampu sien ketika dinyalakan normal menggunakan saklar lampu sein yang tentu saja pilihannya hanya kiri dan kanan dan menyala adalah depan dan belakang, bukankah memang seperti itu fungsi lampu sein ? 😀

Dalam hal ini saya menggunakan Dioda 1A, maka beban yang sanggup diterimanya adalah 12W, asumsinya Tegangan Input adalah 12.0V, tentu kita tau di sepeda motor biasanya lebih dari itu, bahkan bisa 13 – 14V ketika mesin menyala tanpa beban lampu sama sekali.

Nah perlu diketahui bahwa saya menggunakan LED untuk seluruh lampu-lampu di motor saya, termasuk lampu sein, kecuali lampu utama yang menggunakan HID Projector 😀

Lampu LED yang saya gunakan untuk lampu sein itu mengkonsumsi daya kurang dari 5W per buahnya, tapi saya lupa persisnya berapa 😀

Sehingga Dioda 1A lebih dari cukup untuk menghandle arus melalui Forward Bias dari kabel input ke output lampu sein kiri atau kanan.

Ciri kalau Dioda tidak kuat adalah Dioda akan panas lalu fungsi Reverse Biasnya akan hilang, sehingga masalah lampu sein menyala meski kontak off ini akan terjadi lagi tiap kali alarm menyalakan seluruh lampu sein, tapi tidak akan merusak modul alarm apalagi kelistrikan motor, solusinya ganti Dioda dengan kemampuan menahan beban ampere lebih besar.

 

Jika Anda masih menggunakan lampu jenis bohlam yang satu buah bohlamnya saja memberikan beban 10W, maka dua buahnya berarti 20W, maka Anda perlu menggunakan Dioda dengan Arus Maksimal 2A.

Ukuran Dioda 2A lebih besar dari A1, Anda bisa menggunakan Dioda FR201, tapi agak langka, mudahnya Anda bisa menggunakan Dioda FR207 (2A, 1000V). Tenang saja, 1000V itu maksimalnya kok, jadi kalau cuma 12V sih tidak masalah 😀

Makanya, ganti ke LED dong, dan jangan lupa ganti juga Flashernya agar bisa kedip 😀

 

Fungsi Komponen Dioda

Jika Anda paham electro, maka sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Dioda (Diode).

Fungsi utamanya adalah menyearahkan aliran listrik menjadi satu arah saja, yakni dari Anoda ke Katoda saja, tidak sebaliknya. Sehingga aliran listrik dari Katoda ke Anoda tidak akan terjadi alias terblock/tertahan.

Anda bisa googling atau mencari video penjelasan lebih lanjut mengenai Dioda jika perlu.

 

Kondisi Dimana Modul Alarm Menyalakan Lampu Sein

Secara umum, lampu sein menyala yang dipicu oleh modul alarm adalah ketika memutar kunci kontak dari posisi on ke off, ketika menekan tombol bersimbol kunci/petir di remote 1x yakni mode “Light Answer Back” (Ini hanya lampu sein yang menyala semuanya, kiri kanan depan belakang beberapa detik lalu mati lagi, berbeda dengan “Sound/Sirene Answer Back” yang sesuai namanya menimbulkan suara juga selain semua lampu sein menyala), dan tentu saja ketika alarm dalam “Don’t Touch Mode”, yakni ketika kunci kontak off, alarm aktif, dan sensor getar di modul alarm aktif akibat adanya getaran.

Saya rasa Anda yang sudah sampai ke artikel ini pasti sudah menggunakan alarm remote di motor Anda dan sudah tau kapan lampu sein menyala yang dipicu oleh modul alarm.

 

Penyebab Lampu Sein Menyala Ketika Alarm Menyalakan Lampu Sein Ketika Kontak Off

Penyebab hal itu terjadi karena ada listrik bocor dari kabel warna Orange dan Biru Muda ke kabel warna Abu-abu yang mana kabel Orange dan Biru Muda adalah kabel output ke lampu sein Kiri dan Kanan, sedangkan kabel Abu-abu adalah kabel Input dari kelistrikan motor (Common), yakni nyambungnya ke kabel Hitam Polos yang biasa disebut kabel “Positif Kontak”.

Jadi, kabel warna Orange dan Biru Muda itu langsung terhubung ke dua kabel warna Kuning dari modul alarm, itulah sebabnya ketika Kontak Off, lampu sein masih bisa menyala semuanya karena input listrik langsung dari kabel warna Kuning dari modul alarm, masalahnya input listrik itu juga bocor ke kabel warna Abu-abu, lalu ke kabel warna Hitam Polos.

Itulah sebabnya ketika saklar/switch lampu sein aktif, kiri atau kanan, dalam kondisi kontak off lalu modul alarm menyalakan semua lampu sein, maka seluruh kelistrikan yang menggunakan inputan common atau kabel warna Hitam Polos akan menyala juga, seperti Lampu Senja, Stop Lamp (Lampu Rem), Lampu Plat Nomor, bahkan Panel Speedometer pun ikut menyala beberapa detik lalu mati lagi seiring durasi lampu sein yang dinyalakan oleh modul alarm tersebut.

 

Langkah-langkah Pemasangan Dioda pada Socket Saklar Lampu Sein

Tentu saja di artikel ini saya memberikan solusi, bukan mengeluh 🙂

Jadi, berikut adalah step by stepnya:

 

Bongkar Cover Head/Stang

Buka bagian cover-cover motor area Head/Batok Stang yang diperlukan saja, misal pada motor Old Vario 125i perlu melepas Cover depan juga.

Intinya socket saklar lampu sein bisa diakses dengan mudah untuk pengerjaan selanjutnya.

Bagian ini tidak saya foto tahapannya, silahkan sesuaikan jenis motor Anda masing-masing.

Tapi untuk ilustrasi contoh Socket Saklar Lampu Sein bisa dilihat pada foto dibawah ini:

Socket Saklar Lampu Sign Motor Honda

Socket yang warna merah.

 

Potong Kabel Positif In dari Socket

Jadi pada Socket Saklar Lampu Sein itu ada 3 kabel, yakni untuk Inputan Listrik dari Kelistrikan, kemudian 2 kabel menuju lampu sein kiri dan kanan yang menjadi Outputnya.

Fungsi saklar lampu sein adalah untuk menghubungkan kabel input itu ke kabel output lampu sein yang hendak dinyalakan, kiri atau kanan.

Socket Saklar Lampu Sign Motor Honda Kabel Abu-abu Dipotong

Pada motor Honda, kabel warna Abu-abu adalah kabel Input untuk lampu sein.

Cara mengetahuinya mudah saja, ketahui warna kabel lampu sein kiri dan kanan motor Anda, maka selain itu yakni kabel ke-3 pasti kabel input positif dari kelistrikan motor, dalam hal ini motor Honda adalah kabel warna Abu-abu.

Kabel warna Abu-abu itulah yang menerima inputan listrik dari kabel warna Orange dan Biru Muda, ketika kabel lampu sein tersebut dinyalakan oleh modul alarm, karena saklar berfungsi menghubungkan salah satu kabel output lampu sein ke kabel Abu-abu tersebut.

Makanya masalah ini muncul hanya ketika kita lupa menetralkan saklar lampu sein.

 

Solder Dioda pada Kabel Abu-abu

Penyebutan Forward atau Reverse Bias agak rancu memang, tergantung sudut pandangnya dari mana 😀

Pemasangan Dioda pada Kabel Abu-abu di Socket Saklar Lampu Sign Motor Honda

Pada gambar di atas bisa dilihat seperti apa pemasangannya.

Jika diasumsikan seperti normalnya kelistrikan motor, maka pemasangan Dioda tersebut adalah Forward Bias, karena pada dasarnya kabel warna Abu-abu adalah kabel Positif Input untuk kabel warna Orange atau Biru Muda.

Tapi jika kondisinya terbalik, yakni dalam kondisi kontak off dan/atau lampu sein dinyalakan oleh modul alarm, maka pemasangan Dioda tersebut adalah Reverse Bias, yang artinya listrik dari kabel Orange atau Biru Muda yang didapatkan dari dua kabel Kuning dari modul alarm tidak akan diteruskan ke kabel warna Abu-abu dan kemudian diteruskan ke kabel warna Hitam Polos.

Sebelum menyolder kedua arah kawat Anoda dan Katoda Dioda ke kabel warna Abu-abu, jangan lupa pasang dulu potongan Isolasi Bakar secukupnya ya 😀

Sayangnya memang cara pemasangan paling baik adalah dengan cara menyoldernya, karena ini kawat solid ketemu kabel serabut.

 

Turunkan Isolasi Bakar

Heatsrink Sebelum Dipanasi

Isolasi Bakar ini harus sudah dipasang sebelum kedua kawat Anoda dan Katoda pada Dioda disolder ke kabel warna Abu-abu di socket saklar lampu sein.

Sehingga setelah solderan sudah dingin, turunkan Isolasi Bakar agar menutupi seluruh permukaan sambungan.

 

Panasi Isolasi Bakar dengan Korek Api

Tidak perlu Heatgun untuk memanasi Isolasi Bakar, cukup menggunakan korek api saja, mudahnya sih pakai korek api gas.

Ketika Isolasi Bakar dipanasi, maka dia akan menysut sesuai namanya “Heat Shrink”, seperti pada foto dibawah ini:

Heatsrink Sudah Dipanasi

Lucu yah, kayak ular setelah memakan mangsanya 😀

Penggunaan Isolasi Bakar adalah standard pemasangan dari saya karena lebih baik daripada menggunakan Isolasi Tape biasa yang perekat/adhesivenya mudah rusak karena panas kemudian isolasi pun menjadi kendor.

 

Pasang Kembali Socket ke Saklarnya

Socket Saklar Lampu Sign Motor Honda Terpasang

Kira-kira seperti itulah ketka soket yang sudah dimodif dipasang kembali ke saklar lampu sein.

Itu sebenarnya kabel warna Abu-abu jadi lebih panjang karena ditambah panjang Dioda, tapi tidak masalah ketika dipasang, jika Anda terganggu bisa Anda potong kelebihan kabelnya ketika menyolder Dioda pada kabel tersebut. Kalau menurut saya tidak perlu dipotong.

 

Pasang Kembali Cover Head/Stang

Yupz, pekerjaan sudah selesai, selanjutnya tentu saja kembalikan semuanya seperti semula, pasang cover-cover yang dilepaskan kembali ke asalnya.

 

Akhir Kata

Masalah teratasi, kini ketika modul alarm menyalakan lampu sein ketika kontak off dan saklar lampu sein lupa dinetralkan, maka kelistrikan umum/common motor tidak akan menyala, karena arus dari kabel warna Kuning dari modul alarm ditahan oleh Dioda Reverse Bias yang terpasang di kabel warna Abu-abu pada socket saklar lampu sein.

Manfaat nyata yang didapatkan setelah masalah ini diperbaiki adalah konsumsi aki lebih hemat dari sebelumnya, dan potensi kerusakan komponen kelitrikan karena dinyalakan cuma sekian detik jadi lebih kecil, soalnya ketika kabel warna Hitam Polos di Kunci Kontak itu jika mendapatkan inputan listrik, maka prosedur Check Engine akan dilakukan, dan pemeriksaan lainnya juga dilakukan seperti pemeriksaan Speedometer, Fuel Level, dsb. Intinya sih kondisi kelistrikan seperti ketika Kontak On pakai Kunci, tapi Sistem Inejeksi dan Pengapian masih mati karena beda kabel (Sistem Injeksi dan Pengapian pakai kabel Hitam/Putih), masalahnya hal itu terjadi cuma sekian detik sehingga useless banget 😀

 

 


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified