Kategori Web Hosting

Ilustrasi Disqus Comment System

Sebelumnya saya sempat sedih dan kecewa karena seluruh komentar di Blog saya ini tidak bisa dipindahkan ke Shortname baru di Disqus. Sehingga seluruh komentar di Blog saya hilang dari Disqus Comment System.

Saya memang masih bisa tenang karena pada dasarnya seluruh komentar itu masih tersimpan rapi di Database WordPress saya di Server, sehingga secara teknik saya tidak kehilangan seluruh komentar itu.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Jadi kekecewaan itu lebih tepatnya adalah kecewa karena saya harus dihadapkan pada dua pilihan, yakni apakah saya mempertahankan menggunakan Disqus tapi seluruh komentar lama tidak tampil di artikel bersangkutan, atau saya meninggalkan Disqus sehingga seluruh komentar tersebut muncul di artikel bersangkutan.

Pilihan yang sulit, dan saya lebih condong ke pilihan pertama, yakni merelakan seluruh komentar lama itu tersembunyi namun masih ada, asalkan saya masih bisa menggunakan Disqus, dan mulai move on kedepannya menampilkan komentar-komentar terbaru saja.

Alhamdulillah masalah ini hanya berlangsung kurang lebih satu hari saja, meski saya harus bad mood seharian ini 😀

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Ilustrasi CloudLinux Web Hosting

Ada tanda tanya besar diantara kedua jenis spesifikasi pada SSD Storage, yakni apa perbedaan I/O dengan IOPS ?

Toh keduanya sama-sama Input dan Output dan satuannya sama-sama Per Second !

IOPS adalah singkatan dari Input Output Per Second, sedangkan I/O adalah singkatan dari Input/Ouput dengan Satuan MB/s, tuh kan sama-sama Per Second ?

Mau ditulis dalam satuan MB atau KB (Untuk memperbesar Angka), tetap saja Per Second (Detik) 😀

Sebenarnya tidak hanya berlaku pada SSD Storage saja, tapi pada semua Media Storage, termasuk Harddisk Konvensional.

 

Pertanyaan ini seringkali muncul pada pengguna CloudLinux Shared Hosting yang notabene menerapkan Limitasi pada I/O dan IOPS pada LVE Manager-nya (Lightweight Virtual Environment).

Ini penting, karena keduanya berbeda perlakuan ketika mencapai limit !

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



CloudLinux Web Hosting

Mungkin banyak yang masih mengira jika sudah menggunakan CloudLinux Hosting, itu artinya sudah mendapatkan Dedicated Resource layaknya VPS (Virtual Private Server).

Jangankan Shared Hosting, VPS saja sebenarnya tidaklah Dedicated Resource. Anda yang pernah melakukan Virtualisasi di Komputer, misalnya VirtualBox pasti tau bahwa Resource yang ada pada VPS itu masihlah Shared dengan Host dan Guest-guest Virtualisasi lain di Node Server (Host) yang sama dan dalam posisi Running.

Dengan menggunakan CloudLinux Shared Hosting, pihak Penyedia Hosting berarti menyediakan Resource yang digaransi untuk Anda.

Kalau VPS itu kita diberikan Virtualisasi Limit Resource Server, sedangkan Operating System, Software, dan Konfigurasi didalamnya bisa kita atur sesuka hati kita, maka CloudLinux sama-sama memberikan kemampuan Virtualisasi Limit Resource Server, hanya saja Operating System, Software, dan Konfigurasi saja yang sama untuk semua User. Dengan CloudLinux, kita bisa mendapatkan manfaat VPS dari sisi Resource, namun kita bisa memanfaatkan Lisensi Software berbayar yang digunakan pada Server yang sama, misalnya BitNinja, Imunify360, Integrasi Patchman, cPanel, Integrasi SpamExperts, Softaculous, Site Builder, Integrasi R1Soft Backup, dsb. Artinya CloudLinux Shared Hosting adalah VPS dari sisi Resource, namun Shared dari sisi Software dan Konfigurasi.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



SSL Verified