L

Inilah Peningkatan yang Ada pada Busi NGK MR9C-9N


Bismillahirrohmanirrohim


 

Ilustrasi NGK MR9C-9N

Kita yang mengamati perkembangan teknologi otomotif khususnya sepeda motor tentu tau dengan busi OEM baru sepeda motor Honda dari NGK yakni MR9C-9N, sudah banyak yang bahas tentang keunggulannya.

Di komunitas otomotif sepeda motor pun tentu juga banyak yang bahas, tapi disini saya ingin mencoba membahas lebih dalam semampu saya, karena saya tidak puas dengan penjelasan yang saya dapatkan ketika browsing informasi mengenai busi baru ini.

Menggunakan Nickel Alloy teknologi terbaru pada Center Electrode yang lebih canggih sehingga mampu dibentuk dalam ukuran diameter lebih kecil daripada Busi Nickel Alloy standard biasa. Itu point yang diunggulkan pada busi terobosan terbaru ini.

Nickel Alloy yang dipakai untuk Center Electrode sudah berbeda, sudah pakai teknologi terbaru yang lebih canggih, sehingga diameter center electrode bisa dibuat lebih kecil, meski masih Nickel Alloy, bukan Platinum Alloy apalagi Iridium Alloy.

Selain itu, desain Ground Electrode juga berbeda dibandingkan busi standard Nickel Alloy biasanya, bahkan berbeda dengan yang digunakan Busi Iridium dan Platinum yang sudah ada sebelumnya.

Nomor Part (Honda Genuine Part) NGK MR9C-9N adalah: 31919-K25-601.

Busi ini kompatibel/bisa dipakai pada motot yang sebelumnya menggunakan busi NGK CPR Series, seperti NGK CPR9EA-9.

 

Nickel Alloy Baru yang Lebih Baik pada Center Electrode

Grafik Perbedaan Nickel Alloy Lama VS Baru

Pada grafik tersebut ada parameter Gap growth dalam satuan mm (Milimeter) dan Last time dalam satuan jam (Hrs/Hours).

Gap growth sesuai namanya adalah bertambahnya kerenggangan celah antara center electrode dengan ground electrode busi karena efek erosi/pengikisan yang disebabkan oleh ignition process pada busi.

NGK MR9C-9N diklaim 40% lebih tahan terhadap efek erosi (Erosion Resistant) dan oksidasi (Oxydarion Resistant) serta 11% lebih efisien dalam hal konsumsi bensin dibandingkan NGK CPR9EA-9.

Sedangkan Last time adalah waktu terakhir hingga gap growth optimal yang boleh terjadi, pada busi NGK CPR9EA-9, batas maksimal gap growth adalah 0.25 mm.

Inilah sebab kenapa masa pakai (Biasanya berdasarkan jarak dalam KM) busi itu direkomendasikan 8000 KM, padahal meskipun lebih dari itu, busi ya masih bisa berfungsi, tapi sudah tidak optimal lagi karena gap growth akibat terjadinya erosi pada center electrode sudah tidak ideal lagi untuk mendapatkan fuel efficiency yang diharapkan, dengan kata lain konsumsi bensinya sudah tidak seirit ketika menggunakan busi baru.

Pada grafik di atas, Nickel Alloy terbaru hanya mengalami gap growth dari 0 mm hingga 0.12 mm dalam waktu 200 jam, berbeda dengan Nickel Alloy lama yang baru 100 jam sudah mengalami gap growth dari 0 mm hingga 0.17 mm.

Artinya NGK MR9C-9N 2x lebih tahan lama dibandingkan NGK CPR9EA-9 padahal ukuran diameter center electrodenya juga berbeda dari sebelumnya 2.5 mm (Standard), menjadi lebih kecil dari itu, berapa ukuran diamternya masih belum ada referensi terkait itu.

Perlu diketahui disini bahwa angka di tengah-tengah kode busi itu merujuk pada Heat Range dari busi bersangkutan, tentu saja masih ada NGK MR8C-9N dan CPR8EA-9, Heat Range pada busi NGK setidaknya tersedia dari 5 yang paling panas sampai 9 yang paling dingin, tapi ketersediaannya di pasaran belum tentu ada 😀

Yang unik dari busi baru NGK MR9C-9N ini adalah meski secara ukuran fisik sama dengan NGK CPR9EA-9, tapi kodenya beda, meski gk kali ini aja sih ya, NGK SIMR8A9 dulu juga beda kode tapi ukuran sama 😀

Saya tidak menemukan referensi mengenai kode busi pada NGK MR9C-9N ini.

 

Desain Cutting pada Ground Electrode

Hahaha,,, saya belum nemu istilah/nama yang resmi untuk tipe cutting pada ground electrode yang dipakai NGK MR9C-9N ini 😀

Berbeda dengan NGK MR9C-9N yang menggunakan batang Ground/Side Electrode berbentuk setengah silindris yang ujungnya dipotong rata, apa yah istilahnya ?, yang jelas, desain ground electrode seperti ini diwakili oleh simbol huruf N dibelakang simbol angka ukuran gap/celah kerenggangan busi yang dalam hal ini menggunakan celah standard awal (sebelum terjadi erosi) dengan ukuran 0.9 mm.

Oke sebelum membahas desain ground electrode punya NGK MR9C-9N, kita bahas yang lebih duluan ada dulu, yakni Taper Cut.

Ilustrasi NGK MR9C-9N

Ground/Electrode berbentuk persegi standard yang ujungnya dipotong pada kedua sudutnya sehingga menjadi nyaris lancip yang disebut “Taper-cut”.

Taper Cut Ground Electrode

Ground Electrode dengan desain seperti ini sudah sangat umum, dan termasuk Premium karena Taper Cut ini biasanya digunakan pada busi Iridium saja, bahkan Busi Platinum dari NGK pun tidak menerapkan Taper Cut ini (Tapi menggunakan desain lain).

Desain Ground Electrode Taper Cut ini yang digunakan oleh NGK Iridium IX, kita juga bisa mendapatkan pada busi Denso Iridium Power tapi selain menerapkan Taper Cut, selain itu Denso Iridium Power juga menerapkkan U-Groove, yakni coakan seperti parit yang memanjang disepanjang bagian tengah batang Ground Electrode, ada juga Slant Ground Electrode pada Denso Iridium Power yang kalau diperhatikan, konsepnya umum kita sebut “Side Gapping” itu 😀

 

Pada NGK MR9C-9N, desain ground electrodenya berbeda, berbentuk setengah silindris disepanjang batang ground electride-nya dengan ujung yan dipotong rata, tidak taper cut.

Gambar di atas (Ilustrasi Taper Cut), saya ambil dari situs NGK Jepang yakni pada preview NGK Iridium IX, disini, yang juga memuat informasi mengenai kelebihan Taper Cut ini.

Pada bagian penjelasan Taper Cut, disitu dijelaskan bahwa:

Since the center electrode is very fine, the flame core grows larger.
Moreover, the tip of ground electrode is taper cut.

Ignitability is improved because the quenching action of the spark plug electrode is diminished. Please refer to Question 16.

Hmmm mesti saya terjemahin bebas nih 😀

“Karena center electrode sudah sangat kecil diameternya, maka “flame core” jadi makin besar. Terlebih lagi, ujung dari ground electrode yang sudah dibuat menjadi “taper cut”, maka kemampuan pembakaran menjadi meningkat karena “Quenching Action” dari elektroda busi sudah berkurang”

Masalah sudah ditemukan, yakni “Qunching Effect/Action”.

 

Selanjutnya, di FAQ yang disediakan NGK di situs resminya, yakni pada Question No. 16, linknya disini.

Ternyata disitu berisi topik pertanyaan “What is good ignitability? (Seperti apa sih kemampuan pembakaran yang bagus itu ?)”

Disitu juga Anda akan tau maksud dari “Flame Core” di atas, yakni istilah umum kita adalah “Percikan Api Busi”.

Gambar dan Video disana tidak saya masukkan kesini, silahkan buka link diatas.

Sebaiknya buka link di atas agar melihat ilustrasi tahapan ignition pada busi.

Saya hanya mengutip beberapa penjelasan yg diperlukn untuk artikel ini saja.

Nah di link itu kita dapat referensi bahwa yang dimaksud dengan “Quenching Action” itu adalah:

The quenching action is where the cooler center and ground electrodes drain the energy of the flame core by way of heat transfer. If quenching is severe, the flame core can be extinguished, causing ignition to fail. Therefore, spark plugs designed to reduce the quenching effect have better “Ignition performance”.

Terjemahan bebas:

“”Quenching Action” adalah ketika bagian yang lebih dingin dari center celectrode dan ground electrode menguras energi dari “Flame Core” dengan cara transfer panas. Jika terjadi quenching yang parah, maka “Flame Core” akan padam, akhirnya pembakaran pun gagal, maka dari itu busi yang dirancang untuk mengurangi “Quenching Effect” punya “Kinerja Pembakaran” yang lebih baik”.

Dengan kata lain “Quenching Action” itu suatu fenomena dimana ketika “Flame Core” (Percikan Api Busi) yang sebelumnya terbentuk kecil berubah menjadi semakin besar dan mengenai ground electrode, justru energi panas dari api tadi diserap oleh ground electrode yang notabene terhubung dengan cylinder block tempat dimana busi dipasang yang dirancang untuk menyerap panas dari busi, entah itu pakai sistem pendingin udara atau air (Radiator), kalau itu terjadi sangat parah, maka percikan api busi akan padam.

 

Nah mungkin sampai disini sudah bisa dipahami bahwa tujuan dari taper cut itu adalah untuk mengurangi kemampuan ground electrode menyerap panas dari percikan api busi, agar tidak banyak energi panas dari percikan api busi yang disalurkan/transfer ke ground electrode lalu ke cylinder block.

Juga kita bisa simpulkan bahwa desain ground electrode taper cut itu punya kelebihan di tahap ke-3 dari proses ignition busi, yakni proses dimana api busi yang sebelumnya terbentuk sangat kecil mulai tumbuh menjadi lebih besar, pada tahap ke-3 ini percikan api busi belum bisa membakar campuran udara dan bensin (AFR) di dalam combustion chamber (ruang bakar).

 

Bagaimana dengan ilustasi ini ?

Ilustrasi NGK MR9C-9N

Nah ilustrasi diatas memperjelas semuanya.

Disitu terlihat jelas ada perbedaan ukuran percikan api pada tahap ke-4 yakni “Combustion of air/fuel mixture”.

Perhatikanlah ukuran ketebalan batang ground electrode pada kedua busi tersebut (NGK MR9C-9N VS NGK CPR9EA-9).

Ketebalannya relatif sama, tapi lebarnya dipastikan beda !

Dengan ukuran batang ground electrode sekecil itu dibandingkan NGK CPR9EA-9, NGK MR9C-9N diklaim memiliki ketahan lebih baik terhadap pressure atau tekanan ketika proses ignition pada busi berlangsung.

Kemungkinan  Metal Alloy (Logam Campuran) yang digunakan untuk ground electrode NGK MR9C-9N juga berbeda dengan yang digunakan NGK CPR9EA-9.

Pada NGK MR9C-9N, batang ground electrode dipotong sudut-sudut kiri dan kanan di bagian atasnya dengan bentuk setengah bundar/lingkaran/silindris, pemotongan itu dilakukan memanjang di seluruh batang ground electrode, ini menarik, sejauh penelusuran saya, baru kali ini diterapkan pada busi NGK bahkan busi dari produsen lain, massa logam di ground electrode lebih sedikit, tapi bisa lebih kuat.

Desain yang mirip seperti ini saya temukan pada NGK G-Power (Busi Platinum), tapi tidak sama, pada NGK G-Power, pemotongan memang diterapkan di sepanjang batang ground electrode, tapi pemotongan dilakukan di bagian yang mengarah ke dalam, bukan diluar seperti pada NGK MR9C-9N ini, itu pun pemotongannya beda, NGK G-Power tidak round/membulat/setengah silindris, dan tentu saja lebarnya tidak sekecil punya NGK MR9C-9N, biar lebih jelas, bisa dilihat pada gambar dibawah ini:

NGK G-Power

 

Desain pada ground electrode seperti NGK G-Power dan NGK MR9C-9N itu juga sama-sama mengurangi Quenching Effect, tapi punya NGK MR9C-9N lebih “Kurus”, meski demikian, justru diklaim punya ketahanan yang lebih baik terhadap tekanan.

Pendapat saya terkait quenchung effect itu diperkuat lagi oleh simbol berwarna biru pada Center Electrode dan Ground Electrode pada gambar ilustrasi NGK MR9C-9N di atas, dimana pada NGK MR9C-9N ukurannya lebih kecil dibandingkan NGK CPR9EA-9.

Artinya Quenching Effect pada NGK MR9C-9N lebih kecil daripada NGK CPR9EA-9, karena selain desain cutting pada Ground Electrode NGK MR9C-9N berbeda, juga karena diameter Center Electrode dan lebar Ground Electrode pada NGK MR9C-9N juga lebih kecil.

Disitu diilustrasikan bahwa ukuran diameter center electrode juga mempengaruhi Quenching Effect, masuk akal juga, karena Center Electrode juga menghantarkan panas ke luar yang diserap oleh keramik insulator busi menuju ke metal shell, lalu diteruskan ke cylinder block.

Ilustrasi Heat Range pada Busi

Pada gambar di atas bisa dilihat bahwa baik Center Electrode maupun Ground Electrode sama-sama dapat menyalurkan panas busi ke cylinder block untuk didinginkan oleh sistem pendinginan yang diterapkan pada mesin.

Pada ilustrasi perbedaan NGK MR9C-9N VS NGK CPR9EA-9 juga bisa kita lihat besar percikan api di tahap ke-4 lebih besar punya NGK MR9C-9, kenapa ?, karena diameter center electrode dan lebar ground electrode dari NGK MR9C-9N lebih kecil dari NGK CPR9EA-9.

 

NGK MR9C-9N sangat meminimalisir Quenching Effect dengan desain cutting terobosan barunya, karena massa dari batang ground electrode dikurangi tanpa mengurangi kekuatannya dalam menahan tekanan di tahap ke-3 proses ignition busi, justru memperkuatnya. Lebar batang ground electrode juga diperkecil menyesuaikan ukuran diameter center electrode-nya yang kecil, sehingga memungkinkan nyala api busi pada tahap ke-3 proses ignition busi menjadi lebih besar. Desain cutting pada ground electrode terbaru ini sudah mencakup kelebihan taper cuting yakni mengecilkan lebar batang ground electrode, alih-alih cuma ujungnya saja yang diperkecil, NGK MR9C-9N ini justru memperkecil keseluruhhan batang ground electrode, tidak cukup hanya itu (yang sudah bisa mengurangi quenching effect), NGK masih mengurangi quenching effect lagi dengan memotong sudut-sudut bagian atas batang ground electrode berbentuk round/membundar.

 

Akhir Kata

Semoga artikel ini bermanfaat 🙂


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified