L

Begini Cara Agar Ukuran Kapasitas Partisi Harddisk atau SSD (Solid State Drive) Pas Menjadi 100.0 GB !


Bismillahirrohmanirrohim


Property of Lukmanul Hakim Watermark V2

Setelah sekian lama saya single boot menggunakan Linux saja, kini saya terpaksa harus dual boot dengan Windows lagi, tentu saja menggunakan Windows terbaru yang saat artikel ini saya tulis adalah Windows 10, sedangkan Distro Linux yang saya gunakan adalah Mint. Alasannya ?, secara logika, jika Ubuntu lebih baik dari Debian karena turunannya, maka Mint tentu lebih baik dari Ubuntu karena turunannya 😀

Dan menurut pengalaman saya memang demikianlah adanya, beberapa bug dan ketidaknyamanan di Ubuntu diperbaiki dan disempurnakan oleh developer Linux Mint.

Alasan menggunakan Windows 10 karena ya menurut saya Windows 8.x dan 7 sudah tidak bisa mengalahkan Windows 10, tidak ada alasan saya untuk pakai versi Windows 7 dan 8.x :D, selain itu juga karena saya punya lisensi Windows 10 Retail.

Nah dalam proses menginstall OS (Sistem Operasi), tentu yang paling basic adalah kita harus bisa mempartisi harddisk, banyak pemula terkendala dengan prosedur ini dan sudah tidak bisa dihitung lagi yang keliru dalam penanganannya yang mengakibatkan seluruh data di harddisk hilang karena terformat semuanya, khususnya yang baru belajar install linux 😀

 

Ketika kita mempartisi harddisk dan menentukan kapasitas partisi tersebut sebesar 100 GB, maka saya mendapati praktek yang dilakukan adalah dengan menuliskan angka 1000 MB dan ada juga yang menuliskan 10240 MB.

Tapi bisa dipastikan hasil akhirnya jika menggunakan 1000 MB maka tidak akan pas 100 GB, dan anehnya ketika menggunakan 10240 MB pun tidak pas 100 GB, melainkan 99,9 GB, nyaris sekali kan ?, padahal cara kedua sudah benar, 😀

 

Lalu Bagimana Caranya Agar Pas 100,0 GB ?

Agar artikel ini tidak terlalu pendek, maka saya akan menjelaskan dulu konsepnya ini bukan status di social media sob 😀

Well, perlu sobat ketahui bahwa MiB dengan MB itu berbeda, begitu juga GiB dengan GB pun juga berbeda, ya jelas saja dari singkatannya saja sudah beda.

MiB adalah singkatan dari Mebibita (Mebibyte)

MB adalah singkatan dari Migabita (Megabyte).

Begitu juga dengan GiB yang merupakan singkatan dari Gibibita (Gibibyte) dan GB adalah singkatan dari Gigabita (Gigabyte).

Apa Bedanya ?

Ada penjelasan yang lebih kompleks mengenai perbedaannya secara mendalam, namun disini saya hanya menjelaskan perbedaannya secara garis besar saja.

Jadi, MiB itu adalah satuan kapastias menurut IEC (International Electrotechnical Commission) yang terspesifikasi 1 Bita (Byte) adalah 1024, sedangkan MB (Mebibyte) adalah satuan kapasitas menurut SI  (International System of Units) yang terspesifikasi 1 Bita (Byte) adalah 1000.

Nah, kalau begitu, berarti 1024 KiB adalah 1 MiB, sedangkan 1 GiB adalah 1024 MiB.

Sedangkan 1000 KB adalah 1 MB, sedangkan 1 GB adalah 1000 MB.

 

Faktanya

Prakteknya sih saya dapati seringkali tersamarkan antara standard IEC dengan SI tersebut di atas.

Misalnya pada konfigurasi paket di Web Hosting dengan Platform cPanel, kita jelas-jelas membaca tulisan MB, tapi ketika hoster menggunakan konfiguras 10000 MB, malah jadi 9,76 GB,, artinya meski tulisannya adalah MB, maka sebenarnya itu adalah MiB.

Saya jika mendapati hal itu pasti protes dan Alhamdulillah selalu dibulatkan oleh hoster bersangkutan, misalnya pada paket yang jelas-jelas terspesifikasi Storage-nya adalah 10 GB, maka haruslah 10 GB, jangan 9,76 GB 😀

Begitu juga yang terjadi pada Sistem Operasi berbasis Microsoft Windows, meski yang kita baca adalah MB atau GB, itu sebenarnya adalah MiB dan GiB.

Ini berbeda pada Sistem Operasi berbasis Linux yang mana memang menggunakan standard IEC dan dalam penulisan pada User Interface pun apa adanya, yakni MiB atau GiB.

Faktanya ini hanya perbedaan penulisan satuan saja, namun secara teknis tetap menggunakan standard IEC 1024.

 

Hitung-hitungan Kapasitas Partisi

Semoga dengan penjelasan saya di atas bisa dipahami perbedaan 1000 dan 1024, MiB dan MB, GiB dan GB, dsb

Jadi, ketika Anda ingin membulatkan kapasitas partisi, gunakanlah angka 1024, jangan 1000. Ini berlaku pada semua kelipatan 1, jadi bukan hanya 1 GiB, 10 GiB saja, bahkan bisa juga 3 GiB, 8 GiB, 13 GiB, dsb, intinya adalah angka setelah tanda koma adalah 0, yang pada beberapa User Interface tidak dituliskan jika angka setelah tanda koma adalah 0.

Pada Live Preview di Software Disk Partition Sudah Pas 100,00 GiB, tapi Kenapa Setelah Diterapkan Malah Jadi 99,99 GiB ?

Penyebabnya saya pribadi masih belum tau, ada yang tau kenapa ?

Yang jelas ada lose sebesar 1 Byte ketika partisi kita lakukan.

Nah agar bisa pas menjadi 100,00 GiB, maka kita ya harus menambahkan kekurangannya yakni 00,001 GiB atau 1 Byte tersebut.

Caranya mudah sekali, 1 Byte adalah 8 Bit, maka jumlahkan saja partisi yang Anda inginkan dengan angka 8.

Contoh:

Ketika Anda menginginkan partisi 100,00 GiB, maka tulislah 102408 pada software partisi yang Anda gunakan, angka itu adalah hasil penjumlahan dari 10240 + 8, maka hasilnya akan pas 100,00 GiB.

Begitu juga ukuran kapasitas lainnya misalnya 5,00 GB, maka rumusnya adalah 1024 MiB × 5 + 8, maka hasilnya adalah 5128 MiB atau sama dengan 5,00 GiB.

 

Perlu diketahui pada Live Preview dari sotware partisi yang kita gunakan maka kelebihan 0,001 GiB itu akan terbaca, sehingga nanti akan menjadi 100,01 GiB, 5,01 GiB, dsb. Tapi ketika partisi kita terapkan, hasilnya akan pas 100,00 GiB, 5,00 GiB, dsb

MiB atau GiB pada bagian hitung-hitungan partisi ini pada beberapa interface akan ditulis MB atau GB, meski sejatinya itu adalah MiB atau GiB.

 

Sebenarnya, yang risih dengan ketidaksempurnaan angka kapasitas partisi seperti ini hanya orang-orang perfectionis dan idealis seperti saya saja, hehehe 😀

Terus terang, apalah artinya lose 1 Byte atau 8 Bit itu yang menyebabkan angkanya tidak pas, tapi bukankah uang 1 Juta Rupiah tidak akan menjadi 1 Juta Rupiah tanpa uang senilai 1 Rupiah ?, hasilnya akan menjadi Rp 999.999 saja 😀

Begitu juga dengan kapasitas partisi harddisk ini, saya inginnya 100 GiB kok malah jadi 99,99 GiB 😀


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified