Kategori Hardware

Property of Lukmanul Hakim Watermark V2 Tempered Glass Mengutamakan Hardness dalam Skala Mohs, yang terkeras adalah 9H, 1 Level dibawah Berlian yang 10H, real-nya sih 8H sampai 9H, sebagai pembanding, P.E.T/Plastic Screen Protector hanya 3H.   Tapi ada konsekuensinya, proses Tempering menjadikan Kaca mudah Retak/Pecah, meski diklaim Shatter-proof (Tahan Pecah), tapi istilah itu sebenernya hanya mencegah pecahan kaca berserakan kemana-mana dan tajam-tajam, hal itu sama seperti kaca Windshield Mobil ketika pecah, karena Tempered Glass memiliki beberapa Layer/Lapisan.   Tempered Glass lebih tahan terhadap goresan akibat debu pasir, kecuali debu berlian 😀  

Gorilla Glass mengutamakan Elastisitas, Menaikkan Toleransi Ketahanan terhadap Impact/Benturan, mengenai Hardness hanya bonus saja. Gorilla Glass hanya memiliki Hardnesss 5H sampai 6H saja yang sudah cukup bisa menahan goresan akibat kunci, pisau, dsb, tapi tidak tahan jika berhadapan dengan debu pasir.[...]

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



TDS Calibration Solution: 1382 ppm

Anda pemilik alat TDS Meter pasti kenal dengan produk larutan kalibrasi seperti pada gambar di atas kan ?, karena sampai artikel ini saya tulis, inilah satu-satunya larutan kalibrasi yang tersedia di Indonesia. Karena TDS Meter di Indonesia populer digunakan oleh para penggiat/hobbies Hidroponik, bukan Water Treatment, ada tapi sedikit sekali.

Padahal, untuk keburutan air minum dan water treatment bahkan air pada umumnya, itu hanya mengukur < 500 ppm, katakanlah < 1000 ppm, karena sesuai standard kesehatan air yang layak konsumsi adalah memiliki TDS maksimal 500 ppm. Maka kalibrasi dengan larutan 1382 ppm seperti ini tidak ideal dan akan mengurangi akurasi, kenapa ?

Karena TDS Meter itu bersifat Single Point Measurment, artinya alat ini akan kehilangan akurasi jika range pengukuran terlalu lebar, meski secara teknis bisa membaca 0 – 9999 ppm. Itulah sebabnya harus dilakukan kalibrasi ulang pada titik tertentu yang terdekat dengan range pengukuran.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Jadi, untuk kebutuhan air secara umum TDS Meter harus terkalibrasi dengan larutan kalibrasi dengan spesifikasi 342 ppm pada suhu 25°C, bukannya 1382 ppm pada suhu 25°C !, itulah sebabnya secara default TDS Meter sudah dikalibrasi di pabriknya pada pendekatan 342 ppm pada suhu 25°C. Jika Anda membeli TDS Meter asli/original yang berkualitas, maka seharusnya tidak perlu dikalibrasi ulang jika toh TDS Meter itu digunakan untuk mengukur TDS pada air minum, air sumur, dsb[...]

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



 

Whole House Water Filtering: Cartridge

Kebimbangan umum yang terjadi ketika merancang Whole House Water Filtering adalah mengenai CTO dan GAC. Karena keduanya memiliki fungsi dan manfaat yang sama persis, bahkan material atau bahan pembuatannya pun sama, yakni Karbon (Arang) dari Batok Kelapa.

Ada banyak orang yang ujung-ujungnya ya menggunakan keduanya, yakni GAC dulu, baru kemudian CTO.

Lantas apakah itu salah ?

 

Untuk menjawab itu, saya akan menjelaskan dulu apa bedanya GAC dengan CTO.

 

GAC (Granular Activated Carbon)

Dapat kata kuncinya ?

Ya, Granular yang artinya “Sesuatu” yang berbentuk butiran-butiran, maka artinya bentuk dari bahan karbon pada Cartridge GAC adalah dalam bentuk butiran, ibarat arang yang ditumbuk halus 😀

Fungsi dari Karbon Aktif sendiri adalah untuk memperbaiki rasa dan aroma dari air yang melaluinya.

Karbon = Arang

Bedanya Arang Aktif dan Non-aktif adalah di proses pembuatannya, Arang dibakar di suhu yang lebih panas dan vakum agar pori-pori-nya lebih banyak daripada Arang Non-aktif.

Untuk penggunaan rumahan, penggunaan bahan batok kelapa adalah yang paling umum, karena harganya terjangkau jika dibandingkan bahan batu bara.[...]

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



×
SSL Verified