Kategori Preview

Perbandingan Busi Projected dan Non-projected Insulator

Kali ini saya mau membahas tentang perbedaan desain insulator keramik pada busi yang secara umum terbagi dua, yakni Projected dan Non-projected Insulator.

Sebenarnya masih banyak lagi variasinya, ada yang Projected Shell, Projected Electrode, Recessed, Extra Projected, dsb

Tapi saya disini akan fokus membahas desain Insulator saja, karena paling umum di pasaran Indonesia sesuai OEM (Original Equipment Manufacturer) Sepeda Motor dan Mobil di Indonesia.

Perbedaan secara fisik sudah pada tau kan yah ?, kalau belum silahkan lihat gambar di atas 😀

Di Indonesia, Non-projected Insulator itu biasanya digunakan Yamaha, dan Projected Insulator biasanya digunakan oleh Honda.

Dalam kode busi, Projected Insulator diwakili kode “P”, misalnya NGK CPR7EAIX-9. Sedangkan jika Non-projected Insulator maka kode huruf “P” itu tidak digunakan, misalnya NGK CR7EA-9.

Keduanya bisa saling subtitusi baik itu di motor yang sama maupun berbeda, pengalaman saya Yamaha bisa-bisa saja pakai Projected Insulator, begitu juga Honda bisa-bisa saja pakai Non-projected Insulator.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



N2 Generator

Saya heran, Udara Biasa (78% N2, 21% O2, 1% Other) tidak terjadi Pressure Lose, tapi justru Nitrogen malah terjadi Pressure Lose.

Ketika Udara Biasa diisi 33 psi, besok paginya tetap 33 psi.

Berbeda dengan Nitrogen yang diisi 33 psi, besok paginya turun jadi 31 psi.

Hanya 1 hari 1 malam !

Sebelumnya sudah dipastikan pakai Pressure Gauge milik saya bahwa Nitrogen benar terisi 33 psi.

 

Catatan: Saya menggunakan Nitrogen dari N2 Generator, dan Kondisi Ban masih baru, dipastikan tidak ada bocor halus.

 

Ukuran Molekul

Nitrogen: 300 picometer
Oxygen: 291 picometer

Perbedaan: 2.7%

 

Mohon maaf karena tidak ada foto-foto, soalnya tangan saya cuma dua, satu tangan pegang Tire Pressure Gauge bagian head, satu tangan lagi megang bagian yang dipasang ke valve pada ban, kalau tidak seperti itu, udara merembes kemana-mana, lagipula gambar hasil bacaan Tire Pressure Gauge bisa dipalsukan, bukti otentik cuma Video yang artinya saya harus Vlogging, nah saya Blogger, percaya atau tidak itu terserah Anda 😀

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Nillkin Amazing H+ Pro: Xiaomi Mi A1

Gorilla Glass 3 dan Tempered Glass itu Hardness dalam Skala Mohs hanya 6 – 7H. Namun dengan Lapisan Oleophobic Hardness meningkat menjadi 8 – 9H karena Oleophobic = Friction Modiier. Less Friction = Less Scratch.

Tapi Oleophobic tetap tidak bisa melindungi Layar ketika memang terkena partikel atau benda dengan Hardness 8 – 9H secara intensif.

Artinya 9H pada Tempered Glass hanya Marketing Gimmick saja, karena hanya Shapire saja yang benar-benar memiliki Hardness 9H, itu pun jika Pure Shapire.

Ide penggunaan Tempered Glass adalah karena mengganti Tempered Glass itu lebih mudah dan murah daripada mengganti Digitizer Gorilla Glass.

Tempered Glass bisa gores ?, bisa !
Tempered Glass bisa retak/pecah ?, bisa !
Begitu juga halnya Gorilla Glass versi berapa pun !

Tapi hanya Tempered Glass yang mengalami itu, Digitizer Gorilla Glass dibaliknya tetap aman. Kecuali Tempered Glass yang tidak Full Edge to Edge maka Gorilla Glass masih rawan pecah/retak jika terjadi dan benturan terjadi di sisi-sisinya (Bagian 2.5 D).

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



×
SSL Verified