Kategori Preview

Desain Nozzle Gun untuk Pengisian Galon pakai Selang: Bisa Tanpa Dipegang

Tidak dipungkiri bahwa ada satu masalah utama pada bisnis depot isi ulang air minum adalah ketidakmampuan dalam mengangkat galon.

Masalah itu sering dialami oleh wanita, dalam hal ini adalah istri saya tercinta 😀

Tapi meski istri saya mampu mengangkat galon, saya akan tetap mendesain dan menerapkan SOP (Standard Operation Procedure) pengisian galon menggunakan selang, karena saya sayang istri, saya tidak mau dia mengangkat yang berat-berat 😀

 

Kenapa Perlu SOP ?

Tentu SOP diperlukan agar menjamin kualitas produk dan layanan kepada pelanggan kita.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Dalam hal ini adalah menjamin kebersihan dalam proses pengisian (Filling Process).

Secara konvensional, SOP pengisian galon kosong adalah:

  1. Periksa apakah ada lumut di dalam galon ?, jika ada, maka bersihkan dengan menggunakan mesin sikat galon sampai benar-benar bersih tidak ada lagi lumut di dalamnya. Jika tidak ada lumut, proses ini boleh tidak dilakukan (langsung ke step 2 dibawah ini).
  2. Bilas galon kosong dengan menggunakan sprayer nozzle bertekanan tinggi dengan air steril hasil pengolahan alat filtrasi dan sterilizer di depot kita, sebagai finalisasi proses pembersihkan.
  3. Isi galon di box khusus pengisian yang tertutup, untuk mencegah masuknya kontaminasi dari luar seperti hewan serangga kecil yang biasa terbang menghinggapi cahaya lampu.
  4. Bersihkan tutup galon sekali pakai menggunakan sprayer nozzle bertekanan tinggi dengan air steril hasil pengolahan alat fitrasi dan sterilizer di depot kita (sama seperti ketika membilas galon).
  5. Segera pasang tutup galon.
  6. Sertakan sterilizer tissue untuk nanti digunakan dalam pemasangan galon ke dispenser.

 

Nah yang di atas itu adalah SOP konvensional, yang memang ada masalah tersendiri yakni posisi box pengisian berada di atas, sehingga kita harus mengangkat galon yang sudah terisi untuk diserahkan kepada pelanggan.

Menjadi masalah jika operator tidak mampu mengangkat galon, menjadi masalah karena tidak mungkin pilih-pilih operator jika operator tersebut adalah wanita di keluarga, seperti ibu, istri, adik perempuan yang mau gimana pun lagi memang tidak kuat mengangkat galon.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Ozone Generator on Display

Hari gini Depot Air Minum Isi Ulang tidak pakai Ozone ?, sayang banget !

Begini sob, dalam industri besar AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) setidaknya sudah menggunakan teknologi Ozone untuk sterilisasi.

Memang untuk skala besar seperti itu alatnya juga mahal, tapi untuk skala kecil sampai menengah sepert Depot Air Minum Isi Ulang kita bisa terapkan teknologi Ozone dengan biaya yang relatif terjangkau. Saran saya sih beli yang menggunakan teknologi Corona Discharge, bukan yang UV (Ultra Violet), perlu diketahui bahwa UV juga bisa memproduksi Ozone, yakni ketika sinar UV mengenai molekul Oksigen di udara, makanya bentuk Ozone Generator berteknologi UV sama persis seperti UV Water Sterilizer, bedanya untuk inlet dan outletnya lebih kecil, karena hanya untuk mengalirkan udara saja.

Dengan menggunakan Ozone Generator berteknologi Corona Discharge kita bisa dapatkan kapasitas yang sama di range harga yang jauh berbeda dibandingkan Ozone Generator berteknologi UV.

Misalnya, kalau Ozone Generator berteknologi Corona Discharge kita bisa dapatkan kapasitas 3500 mg/h dengan harga 400rb’an, sedangkan jika Ozone Generator berteknologi UV harganya bisa di atas 1 jutaan cuma untuk kapasitas 400 mg/h !

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Piston OEM STD Vario 125

Dalam hal ini, motor saya adalah Honda Old Vario 125i yah bro, dan saya mendapati bahwa meski produsen piston sama-sama FIM (Federal Izumi Manufacture) tapi antara Piston FIM OEM dengan FIM Aftermarket ternyata berbeda desain loh.

Keduanya menawarkan keunggulan masing-masing yang bikin saya galau mau pilih yang mana 😀

Kata pihak penjual resminya sih (ProLine Parts), perbedaan desain ini karena adanya patent pada desain piston OEM Honda itu.

Masa ?, karena setau saya, Piston Aftermarket merek NPP itu desainnya mirip Piston FIM OEM. Tapi wajar saja yah, kan yang bikin OEM-nya kan FIM, masa FIM jual Aftermarket-nya yang sama juga desainnya ?

Sudah banyak artikel yang membahas kelebihan piston OEM Honda yang disebut menganut teknologi ESP (Ehnaced Smart Power) ini, piston ini dijuluki sebagai Light Weight Piston (Piston Ringan).

Berikut saya kutip salah satu statement-nya:

ESP Piston

Sesuai namanya piston yang dipakai lebih ringan bila dibandingkan dengan komponen terdahulu. Pin dan rumah pin piston dibuat lebih kecil, selain ringan juga mengurangi bidang gesek antara piston dan dinding silinder.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



SSL Verified