Kategori Preview

window.fbAsyncInit = function() { FB.init({ appId : '1624175884355116', cookie : true, xfbml : true, version : 'v3.1' }); FB.AppEvents.logPageView(); };(function(d, s, id){ var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) {return;} js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));

Piston OEM STD Vario 125

Dalam hal ini, motor saya adalah Honda Old Vario 125i yah bro, dan saya mendapati bahwa meski produsen piston sama-sama FIM (Federal Izumi Manufacture) tapi antara Piston FIM OEM dengan FIM Aftermarket ternyata berbeda desain loh.

Keduanya menawarkan keunggulan masing-masing yang bikin saya galau mau pilih yang mana 😀

Kata pihak penjual resminya sih (ProLine Parts), perbedaan desain ini karena adanya patent pada desain piston OEM Honda itu.

Masa ?, karena setau saya, Piston Aftermarket merek NPP itu desainnya mirip Piston FIM OEM. Tapi wajar saja yah, kan yang bikin OEM-nya kan FIM, masa FIM jual Aftermarket-nya yang sama juga desainnya ?

Sudah banyak artikel yang membahas kelebihan piston OEM Honda yang disebut menganut teknologi ESP (Ehnaced Smart Power) ini, piston ini dijuluki sebagai Light Weight Piston (Piston Ringan).

Berikut saya kutip salah satu statement-nya:

ESP Piston

Sesuai namanya piston yang dipakai lebih ringan bila dibandingkan dengan komponen terdahulu. Pin dan rumah pin piston dibuat lebih kecil, selain ringan juga mengurangi bidang gesek antara piston dan dinding silinder.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Seal Klep Bahan Viton

Kali ini saya pengen bahas tentang bahan-bahan atau material dan ring yang digunakan dalam pembuatan seal klep atau valve seal.

Artikel ini saya buat karena pada motor Old Vario 125i saya, sudah 2 kali ganti seal klep tiap 40.000 KM.

Ya, benar, persis tiap 40.000 KM, yang pertama ketika odometer sampai 40.000 KM, yang kedua ketika odometer sampai 80.000 KM, artinya sudah 2 kali saya service besar 😀

Ubahan di motor saya, ditambah riding style saya yang keras, menjadikan service besar menjadi agenda rutin tiap 40.000 KM, padahal sudah pakai oli bagus 😀

Yah soalnya ring piston dan cylinder liner pasti aman pakai oli bagus, tapi seal klep ?, hmmm… seal klep kan tidak dilumasi oli di dalamnya (Antara permukaan dalam seal klep dengan batang klep), kalau ada oli yang lolos masuk ke dalamnya ya artinya seal gagal menjalankan fungsinya dengan baik.

 

Karena rencananya saya akan melakukan service besar alias overhaul, tentu terlepas memang seal klep-nya yang aus atau ada part lain yang aus seperti ring piston misalnya (kemungkinannya kecil), maka tetap saja seal klep menjadi part yang wajib sekalian diganti karena harganya murah tapi perannya sangat vital.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



 

Ilustrasi NGK MR9C-9N

Kita yang mengamati perkembangan teknologi otomotif khususnya sepeda motor tentu tau dengan busi OEM baru sepeda motor Honda dari NGK yakni MR9C-9N, sudah banyak yang bahas tentang keunggulannya.

Di komunitas otomotif sepeda motor pun tentu juga banyak yang bahas, tapi disini saya ingin mencoba membahas lebih dalam semampu saya, karena saya tidak puas dengan penjelasan yang saya dapatkan ketika browsing informasi mengenai busi baru ini.

Menggunakan Nickel Alloy teknologi terbaru pada Center Electrode yang lebih canggih sehingga mampu dibentuk dalam ukuran diameter lebih kecil daripada Busi Nickel Alloy standard biasa. Itu point yang diunggulkan pada busi terobosan terbaru ini.

Nickel Alloy yang dipakai untuk Center Electrode sudah berbeda, sudah pakai teknologi terbaru yang lebih canggih, sehingga diameter center electrode bisa dibuat lebih kecil, meski masih Nickel Alloy, bukan Platinum Alloy apalagi Iridium Alloy.

Selain itu, desain Ground Electrode juga berbeda dibandingkan busi standard Nickel Alloy biasanya, bahkan berbeda dengan yang digunakan Busi Iridium dan Platinum yang sudah ada sebelumnya.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



×
SSL Verified