L

Cara Tuntas Ganti Radiator Coolant ke Glycol Free: Wajib Bilas Sampai Bening !


Bismillahirrohmanirrohim


Liquid Performance: Glycol Free Racing Coolant

Rupanya selama saya “Naik Gunung” itu di LDIC banyak yang mengalami ada “Odol” di Radiatornya ketika migrasi dari Glycol Based ke Glycol Free Radiator Coolant.

Maksud dari “Odol” adalah cairan coolant berubah jadi putih susu dan mengental !, terjadi karena ada efek koagulasi akibat bercampurnya dua jenis aditif inhibitor yang berbeda, yakni dalam hal ini adalah Organic dan Inorganic Inhibitor.

Lantas gimana dengan Hybrid Inhibitor yang perpaduan Organic dan Inorganic Inhibitor ?

Percayalah kalau ada istilah “Hybrid Organic-Inorganic Inhibitor”, itu sebenarnya Inorganic Inhibitor 😀

 

Alhamdulillah cairan itu bisa dengan mudah dibilas, cukup dengan air saja, tapi jika tidak dibersihkan maka dampaknya bisa fatal, bisa mengakibatkan overheat pada mesin, karena cairan radiator lebih kental dari seharusnya dan kemampuan heat exchange/pertukaran panas juga menjadi berkurang.

Saya mohon maaf karena akun saya yang lama yang membahas mengenai Glycol Free Coolant itu bermasalah, mulai dari dihapus permanent secara sengaja, dan yang terakhir itu disuspend oleh pihak Facebook :D, sehingga mungkin semangat Glycol Free Movement terus ada namun pembahasan mengenai itu dari saya ikut hilang karena akun Facebook saya yang lama yang hilang dari peredaran.

Disini saya ingin membahas lebih detail mengenai prosedur pembilasan (Flushing) pada Water Cooling System (Selanjutnya saya sebut Sistem Radiator) baik pada sepeda motor maupun mobil, utamanya ketika mengganti coolant berbeda jenis inhibitor. Mudahnya sih jika beda merek, lakukan prosedur yang saya jelaskan disini.

 

Water Jacket di Cylinder Block

Baut Pembuangan Coolant di Cylinder Water Jacket

Pada Sistem Radiator, semua memiliki yang disebut dengan Water Jacket, sesuai namanya, Water Jacket adalah air yang menyelubungi bagian mesin, yang berfokus pada Cylinder Block, sehingga pada Cylinder Block akan ada jalur air yang disitulah coolant akan bersirkulasi mendinginkan Blok Silinder dan juga Busi.

Ilustrasi Heat Range pada Busi

Bagian berwarna biru pada gambar ilustrasi dudukan busi di silinder di atas itu adalah water jacket.

Anda bisa melihat bagaimana realnya jalur water jacket ini dengan mencari engine cut dari model motor tertentu yang biasanya ditandai dengan penanda cat warna hijau, atau lihat saja unit part blok silinder yang belum dipasang, akan terlihat boring pada silinder akan ada semacam ruang yang memisahkannya dengan bagian luar pada silinder, nah disitulah coolant akan mengalir mendinginkan blok silinder.

Tidak semua motor dan mobil memiliki baut khusus untuk mengeluarkan coolant dari water jacket, dan hati-hati karena sangat mungkin terlihat seperti baut drain water jacket tapi sebenarnya itu baut untuk memeriksa sirkulasi oli di cylinder head.

Ini pernah saya alami ketika melakukan flushing pada motor tertentu yang sekilas terkesan seperti baut drain water jacket, tapi ketika dibuka ternyata yang keluar sedikit oli mesin dari head (Tidak mengalir karena mesin dalam kondisi mati) 😀

Nah silahkan pastikan sendiri apakah motor atau mobil Anda memiliki fitur ini, yakni baut khusus untuk menguras coolant di water jacket, jika ada baut yang sekilas kayaknya iya, maka buka saja jika yang keluar coolant berarti benar 😀

Alasan kenapa baut drain water jacket ini saya bahas, karena dengan kita menguras coolant langsung dari baut tersebut, maka proses selanjutnya akan lebih cepat dan lebih sedikit air yang dibutuhkan untuk flushing.

Jika tidak ada fitur ini, berarti menurut enginernya mungkin dianggap air di water jacket tidak terlalu banyak jumlahnya, sehingga flushing akan dilakukan mengandalkan water pump pada sistem radiator.

Jangankan baut drain di water jacket, bahkan ada radiator yang tidak punya baut drainnya loh, sehingga untuk menguras coolant harus melepaskan hosing/selang dari radiator menuju water pump.

 

Bilas Sampai Bening !

Penekanan ini yang dari awal tidak dilakukan, sehingga banyak yang tidak memastikan glycol based coolant di sistem radiator benar-benar bersih dan tergantikan semua oleh glycol free coolant.

 

Flush VS Drain

Mari kita bahas dulu perbedaan dua istilah yang kadang bikin bingung, yakni:

Istilah “Flush” itu artinya “Bilas”, berbeda dengan “Drain” yang artinya “Kuras”.

Jika coolant dibuang dari baut drain di radiator, lalu baut itu ditutup dan kemudian diisikan coolant baru ke dalam radiator, itu cuma menguras saja, belum dibilas. Makanya ganti oli mesin secara reguler menggunakan istilah “Drain”.

Dan istilah Flushing tidak identik dengan penggunaan bahan kimia pendukung seperti produk “Radiator Flush” atau Vinegar (Cuka).

Penggunaan bahan kimia pendukung tersebut hanya jika didapati ketika coolant dikuras (Dikeluarkan dari Sistem Radiator) ternyata terdapat endapan membandel yang tidak tuntas jika cuma dibilas pakai air biasa.

Bahkan dalam hal ini jika sebelumnya prosedur flushing tidak benar sehingga terjadi fenomena “Odol” maka sangat disarankan menggunakan bahan kimia tambahan, minimal cuka makan dengan perbandingan 50:50 (50% air demineral ditambah 50% cuka makan).

 

Karena radiator coolant menggunakan zat pewarna, maka itu bisa dijadikan patokan eksistensi aditif lainnya seperti glycol, inhibitor, dsb. Sehingga pembilasan tidak bisa dilakukan sekedarnya saja, tapi benar-benar harus sampai bening !

Saya yakin, Anda sudah tau bagaimana cara menguras/drain coolant dari radiator sesuai tipe motor atau mobil Anda, jika belum tau silahkan cari di google atau youtube, artikel ini membahas secara umum saja.

 

Persiapan

Setiap pekerjaan yang dilakukan secara baik dan benar serta professional, perlu tahap persiapan.

 

Safety First !

Gunakan sarung tangan berbahan karet, kalau ada yang warna biru lebih baik karena bahannya lebih kuat terhadap paparan zat kimia, dan gunakan juga kaca mata safety dan masker respirator.

Haha,, bagi orang Indonesia memang hal itu lebay 😀

Minimal gunakan masker bedah aja deh yang mudah ditemui agar coolant tidak muncrat ke mulut dan uap coolant ketika terkena knalpot tidak terhirup oleh hidung, tapi untuk sarung tangan itu menurut saya perlu banget, Anda yang sensitif bakalan merasakan dampak zat kimia beracun bernama ethylene glycol itu kalau menyerap lewat pori-pori kulit ke dalam tubuh !

 

Equipment

Umumnya peralatan yang dibutuhkan adalah kunci torx (L Bintang) atau tang juga bisa meski bikin baut drain radiator lecet, kunci T8, kunci T10, dsb sesuai keperluan tiap motor/mobil.

Dan selanjutnya tentu saja Demineral Water !

Untuk Demineral Water, Anda bisa dapatkan versi food grade-nya yakni air minum dalam kemasan dengan mudah di toko minimarket, dsb. Tidak perlu nyebut merek, pokoknya jika di labelnya ada keterangan “Demineral Water”, maka bisa digunakan. Beli secukupnya, jika kurang beli lagi 😀

Jangan tanya butuhnya berapa banyak ?, karena ini relatif banget, toh kalau kurang tinggal beli lagi.

Sebenarnya kalau mau perfect, pastikan demineral water itu memiliki TDS (Total Dissolved Solid) 0 – 1 ppm dengan pH 6 – 8, tapi ini dibutuhkan alat ukur khusus yang tidak semua orang memilikinya.

 

Bisakah Menggunakan Air PDAM ?

Air PDAM itu ada dua yang saya tau, dibedakan dari jenis sumber airnya, jika dari air baku/permukaan, maka biasanya diolah lagi dan ditambahkan zat kimia kaporit/klorin ke dalamnya bahkan sampai didistribusikan ke pelanggan (Makanya mestinya penggunaan Water Treatment menggunakan Activated Carbon skala rumahan mesti disosialisasikan untuk menghilangkan zat kaporit dalam air PDAM untuk kebutuhan konsumsi).

Tapi jika air PDAM berasal dari sumber mata air/sumur bor, maka biasanya didistribusikan tanpa pengolahan lebih lanjut selama memenuhi standard air minum yakni pH 6 – 8.

Nah jika air PDAM di tempat Anda mengandung Kaporit, maka jangan digunakan !, saya yakin seluruh orang Indonesia tau bagaimana mengetahui air yang mengandung kaporit, dari bau aja udah ketahuan.

Kaporit itu Oksidator, maka sangat tidak ramah terhadap permukaan metal di dalam sistem radiator meskipun cuma sebentar, apalagi dalam tahap flushing ini kita akan menyalakan mesin agar thermostat membuka.

Bisakah Menggunakan Air Sumur ?

Ini paling aman, karena jelas tidak mengandung Kaporit, tapi sebaiknya gunakan air sumur yang sudah diendapkan di dalam toren/tandon minmal 24 jam, agar kandungan besi, mangan, dan hidrogen sulfida dalam air teroksidasi oleh oksigen di udara bebas lalu berubah menjadi endapan di dasar toren.

Dan pastikan air sumurnya jernih, jika tidak maka jangan gunakan.

Air Sumur ini juga mesti diperhatikan dari sumur galian atau sumur bor ?, jika sumur bor itu biasanya kandungan besi, mangan, dan hidrogen sulfidanya tinggi banget, ditandai dengan air yang semula bening setelah didiamkan beberapa saat berubah jadi berwarna karat, kalau kandungan mangan yang lebih tinggi maka air akan berubah jadi kehitam-hitaman.

 

Tapi meskipun Anda pada awalnya menggunakan air sumur, atau air PDAM tanpa klorin, tetap pembilasan terakhir wajib menggunakan Demineral Water !

Penggunaan air mineral dari sumur atau PDAM tanpa klorin dimaksudkan sebagai keringanan, karena Demineral Water itu beli dengan harga lumayan relatif mahal jika digunakan untuk membilas radiator yang harus sampai bening ini.

Tips: Ada solusi lain yang lebih murah dan aman yakni menggunakan air galon isi ulang di depot air minum. Lumayan 4 – 5rb rupiah dapat 19 liter air biasa yang sudah ditreatment. Karena di tahap finishing nanti toh kita pakai air demineral lagi bahkan pakai coolant 😀

 

Kuras Radiator

Pastikan mesin dalam kondisi dingin sesuai suhu lingkungan sekitar, biasanya 1 – 2 jam setelah mesin dimatikan. Ini adalah prosedur standard, karena sistem radiator memanfaatkan tekanan untuk meningkatkan titik didih dari 100°C menjadi 120°C pada tekanan 108 kPa/15 psi, sehingga ketika masih panas maka akan ada tekanan di sistem radiator, jika tutup radiator dibuka dalam keadaan masih panas, maka siap-siap kena “semburan ular kobra” alias coolant panas beracun muncrat ke muka 😀

Proses pendinginan ini juga agar ketika membuka baut drain di water jacket di cylinder block lebih aman dari potensi baut slek/dol.

Dan menghindari potensi coolant yang menetes terkena leher knalpot yang masih panas yang akan menguap dan tentu saja akan terhirup oleh hidung kita.

Ingat !, ini diasumsikan masih pakai glycol based coolant yang beracun itu, jadi penanganannya mesti hati-hati, yah Bio Hazard gitu lah, awas nanti bisa berubah jadi hulk 😀

Maaf kalau terkesan lebay soal safety, memang di Indonesia ini saya sering menemukan orang nyemprot rumput pakai Roundup aja gk pakai safety equpment, orang Indonesia seperti kebal dengan paparan zat kimia berbahaya yah 😀

 

Pengurasan coolant pada sistem radiator dilakukan pada radiator dan water jacket.

 

Definisi Radiator

Bagi yang masih belum tau, radiator itu sebenarnya salah satu bagian dari water cooling system, yang disebut radiator itu adalah yang nampak terlihat dari luar yakni alat yang berfungsi melepaskan panas dari coolant untuk didinginkan oleh hembusan angin 78% Nitrogen di udara bebas yang mengenai sirip-sirip heatsinknya. Pada radiator itulah terpasang radiator cap (tutup radiator) dan jalur selang dari reservoir.

Saya yakin Anda paham tanpa dikasih gambar ilustrsi, ini Internet sob, buka tab baru, googling juga udah ketemu gambarnya, ketika aja kata kunci: “Radiator” 😀

 

Membilas Radiator

Nah ini dia inti dari artikel ini 😀

Pembilasan dilakukan sampai benar-benar air yang keluar dari sistem radiator menjadi bening/clear !

Prosedur ini dilakukan dalam kondisi mesin dinyalakan untuk mempercepat dan memaksimalkan prosesnya, meskipun coolant sudah dikuras melalui baut drain di water jacket, apalagi yang tidak punya baut drain di water jacket.

Jadi ketika coolant beracun sudah dikuras dan diamankan di wadah khusus, selanjutnya tutup lagi baut drain di radiator dan di water jacket/cylinder block, lalu isi radiator dengan air biasa, mesin tidak perlu dinyalakan dulu, setelah sudah penuh, langsung buang lagi air tersebut, ulangi sampai maksimal 3x.

Tapi prosedur ini hanya membilas radiator saja, water jacket masih belum dibilas.

 

Membilas Water Jacket

Nah prosedur ini yang biasanya terlewatkan oleh kawan-kawan, karena antara radiator dan water jacket itu dipisahkan oleh water pump dan thermostat, jadi air di radiator dalam posisi mesin mati, itu tidak mengalir membilas coolant di water jacket.

Jika kondisinya diperlukan bahan kimia tambahan untuk flushing, lakukan pada tahap awal pembilasan, yang selanjutnya akan dibilas lagi dengan air bersih biasa.

 

Motor/Mobil yang Punya Fitur Baut Drain di Water Jacket

Berbahagialah karena prosedur pembilasan water jacket menjadi sangat cepat, yakni cuma semprot air langsung dari lubang drain di water jacket yang mana air itu akan keluar lagi dari lubang drain itu juga, lakukan berulang kali sampai air yang keluar berubah menjadi bening.

Meski demikian, prosedur dibawah ini yang untuk motor/mobil yang tidak punya baut drain di water jacket tetap dilakukan, hanya saja prosesnya akan lebih cepat dan air bersih yang dibutuhkan juga lebih sedikit, karena prosedur dibawah ini juga untuk membilas selang-selang, water pump, dan thermostat.

 

Motor/Mobil yang Tidak Punya Fitur Baut Drain di Water Jacket

Cukup disayangkan memang, karena pembilasan akan membutuhkan banyak air bersih dan waktu yang lebih lama.

Prosedur pembilasan water jacket sudah termasuk membilas water pump, thermostat, dan selang-selang yang menghubungkan radiator dengan water pump.

Cara membilas water jacket ya mengalirkan air ke water jacket melalui water pump, jadi air bersih tetap dimasukkan ke dalam radiator yang kemudian dialirkan oleh water pump ke water jacket.

Dalam proses ini, baut drain di water jacket ditutup, isi air bersih ke dalam radiator, lalu mesin dinyalakan, dalam kondisi seperti ini, tutup radiator tidak usah ditutup, agar air mendidih lebih cepat yakni 100°C pada tekanan udara bebas/atmosfer.

Tujuan mesin dinyalakan agar suhu air bersih itu meningkat sehingga membuka thermostat yang mulai membuka pada suhu 74 – 78°C dan membuka penuh sesuai standard pada suhu 100°C.

Ciri thermostat terbuka adalah air bersih di radiator berubah menjadi hijau sesuai warna coolant yang digunakan, jika coolant warna merah ya merah, dsb 😀

Ketika terlihat ada uap air yang keluar ke permukaan di radiator dan air yang semula bening berubah menjadi hijau, maka alirkan air bersih langsung ke radiator, sehingga air bersih yang bercampur dengan coolant akan mengalir ke luar. Lakukan ini dalam kondisi mesin masih menyala.

Ini analoginya seperti air teh di dalam gelas yang akan menjadi bening jika kita tuangkan air putih sampai luber.

Cara ini lebih mudah daripada harus melepas dan memasang baut drain di radiator dan water jacket secara berulang-ulang.

Jika air di radiator sudah bening, hentikan mengalirkan air bersih ke dalamnya, dan biarkan air bersih itu kembali dipanaskan oleh mesin dan disirkulasikan ke seluruh water jacket oleh water pump, karena ketika air bersih kita alirkan ke radiator, itu hanya menggantikan coolant di radiator dengan air bersih baru, dan thermostat akan menutup karena tentu saja air yang mengalir menjadi dingin. Kalau saat thermostat menutup dan air bersih tetap Anda alirkan, maka Anda hanya akan boros air saja dan prosedur ini akan lebih lama lagi.

Nah proses ini akan lebih cepat jika motor/mobil memiliki fitur baut drain di water jacket dan sebelumnya sudah disemprotkan air bersih secara langsung ke water jacket melalui lubang drain di water jacket tersebut.

Ingat: Bilas sampai air di sistem radiator menjadi bening !

Jadi kita disini berurusan dengan thermostat, ketika thermostat membuka, maka coolant di water jacket akan tergantikan oleh air bersih dari radiator, dan ketika air bersih bercampur coolant dan kembali ke radiator, disitulah kita kuras lagi dengan cara mengalirkan air bersih baru langsung ke radiator, yang mana proses ini akan mendinginkan air dan thermostat akan menutup lagi, dan akan membuka lagi ketika air bersih baru itu kembali dipanaskan oleh mesin yang dinyalakan.

Agar proses pemanasan lebih cepat, Anda bisa meninggikan putaran mesin dengan menarik throttle/grip gas/pedal gas tapi jangan dikejut/dihentakkan, karena air di radiator akan muncrat kemana-mana, pelan-pelan saja. Atau bisa juga settingan idle/langsam dinaikkan dari standard, setelah seluruh proses ini selesai tinggal dikembalikan/diturunkan ke standardnya.

 

Bilas Tabung Reservoir

Nah ini jangan dilupakan, karena meski sudah didrain, biasanya akan ada sedikit coolant lama tertinggal di dasarnya, tergantung desain bentuk tabung reservoir tersebut.

 

Caranya, lepas selang dari tabung reservoir menuju radiator, lalu alirkan air bersih ke dalam tabung reservoir berkali-kali sampai air yang keluar menjadi bening.

 

Finishing pakai Demineral Water

Ketika pembilasan menggunakan air bersih biasa/mineral sudah sampai pada hasil air di sistem radiator benar-benar bening, maka pembilasan dilakukan lagi dengan menggunakan Demineral Water.

Rumus dosis Demineral Water ini adalah sesuai jumlah coolant keseluruhan, misalnya coolant yang dibutuhkan radiator sampai ke water jacket itu 1 Liter, maka Demineral Water yang dibutuhkan adalah 1 Liter juga, jika ketika diisikan ke radiator tidak sampai 1 Liter, maka biarkan thermostat membuka yang artinya mesin dinyalakan dalam proses ini, lalu biarkan beberapa menit, isi lagi Demineral Water ke dalam radiator sampai memenuhi spesifikasi 1 Liter.

Spesifikasi jumlah coolant secara keseluruhan ini bisa Anda dapatkan di manual book kendaraan Anda masing-masing.

Diharapkan seluruh air bersih biasa/mineral pada sistem radiator sudah tergantikan seluruhnya oleh demineral water. Sehingga lebih dari spesifikasi itu pun justru lebih baik, misalnya 2 liter demineral water.

 

Finishing Lagi pakai Glycol Free Coolant

Ini haram hukumnya kalau menggunakan Glycol Based Coolant, karena ini kita menggunakan Glycol Free Coolant, dan biasanya itu beli kemasan galonan (Merek tertentu), maka finishing menggunakan coolant ini justru lebih baik dan lebih maksimal, tapi hanya opsional.

Bilasannya pun buang langsung aja tidak perlu diamankan, soalnya pakai Glycol Free Coolant.

Lakukan 3x bilas ?, silahkan 😀

Lagipula, Glycol Free Coolant itu biasanya harganya relatif lebih murah daripada Glycol Based Coolant.

 

Lakukan finishing menggunakan demineral water dan glycol free coolant ini juga pada tabung reservoir, karena sebelumnya juga dibilas menggunakan air bersih biasa.

 

Mengisi Glycol Free Radiator Coolant Baru ke Radiator

Ketika proses flushing dan finishing itu sudah selesai, diamkan dulu mesin dalam kondisi mati, dinginkan mesin, lalu buang sisa-sisa finishing yang ada di water jacket dan radiator, kemudian tutup dan kencangkan semua baut drain, baik itu di radiator maupun di water jacket.

Selanjutnya adalah mengisi coolant baru ke sistem radiator.

Caranya tinggal mengisi coolant baru langsung ke dalam radiator sampai penuh.

 

Prosedur Bleeding

Maksud dari istilah “Bleeding” adalah mengeluarkan udara yang terjebak di sistem radiator agar keluar ke permukaan dan dibuang ke udara bebas. Mestinya istilahnya “Farting” ya sob 😀

Prosedur ini wajib sob, kalau tidak dilakukan maka bisa merusak sistem radiator (Ini serius !) dan kinerja sistem radiator akan tidak maksimal.

Caranya, dalam kondisi tutup radiator belum dipasang, dan coolant baru sudah diisi ke dalam radiator, maka nyalakan mesin dan diamkan sampai thermostat terbuka, biasanya selama 15 menitan dan ditandai dengan mulai adanya uap air yang keluar melalui permukaan coolant di radiator dan coolant di radiator akan menyusut (Permukaannya menjadi lebih rendah).

Setelah yakin thermostat sudah menyala, hentakkan putaran mesin beberapa kalali menarik/menginjak lalu melepas grip/pedal gas secara cepat.

Nanti akan kelihatan gelembung air yang muncul ke permukaan lalu pecah, persis seperti ketika ada orang kentut di dalam kolam renang 😀

Lakukan prosedur itu beberapa kali sampai tidak ada lagi udara yang keluar ke permukaan.

Jika sudah selesai, tambahkan coolant baru lagi ke dalam radiator sampai penuh, dan pasanglah tutup radiator sampai kencang.

 

Terakhir, isi coolant baru ke dalam tabung reservoir maksimal sampai batas garis Upper.

Biasanya dalam penggunaan 1 – 2 hari sebaiknya diperiksa kondisi coolant di tabung reservoir, jika berkurang sampai menyentuh garis Lower, maka tambahkan lagi sampai batas garis Upper.

 

Akhir Kata

Saya tau prosedur flushing ini terkesan ribet banget, karena saya mencoba menjelaskannya secara detail, prakteknya mudah kok, karena konsepnya adalah bilas sampai bening, gimana-gimananya sebenarnya bisa Anda kondisikan sendiri dengan memperhatikan dan menyadari eksistensi water pump dan thermostat pada sistem radiator.

Karena yang perlu diflushing itu water cooling system, bukan cuma radiator saja !

Prosedur ini saya katakan harus dilakukan ketika mengganti coolant berbeda jenis aditif inhibitor,  yang mudahnya adalah jika ganti merek coolant jika tidak ada keterangan mengenai jenis aditif inhibitor.

Jika mengganti coolant tidak berbeda jenis aditif inhibitor, maka cukup dilakukan prosedur drain saja, tidak perlu flushing, kecuali telat ganti coolant sehingga sempat terjadi korosi yang menimbulkan endapan.

 

Semoga artikel ini bermanfaat 🙂

 

Oh ya, penggunaan gambar salah satu produk Glycol Free Coolant di artikel ini bukan pesan sponsor atau apa pun, itu hanya menunjukkan ke pembaca sekalian bahwa Glycol Free Coolant juga ada Racing-racingannya dan justru lebih baik daripada Propylene Glycol Based Coolant yang populer di Indonesia dan harganya relatif mahal itu 😀


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified