L

Mengoptimalkan Kampas Kopling Standard Motor Matic


Bismillahirrohmanirrohim


Scooter Matic Motorcycle: CVT Overhaul

CVT Motor Matic yang Vibrasi (Getar) saat berakselerasi dari Stop to Go, bahkan saat Kecepatan mencapai 40 KM/J yang Vibrasi tersebut hilang ketika sudah melebihi kecepatan tersebut.

Itu semua adalah kelemahan Liner Kampas Kopling Standard bawaan Motor Matic, khususnya Honda Vario 125 PGM-FI. Saya yakin juga terjadi di beberapa Motor Matic lainnya.

 

Penyebab Vibrasi pada CVT Motor Matic

Penyebabnya adalah karena Slip (Tergelincir) pada V-Belt dan Kampas Kopling. Penyebab lain adalah Unbalance Spinning Part (Part yang Berputar Tidak Seimbang) yakni pada Clutch Bell (Mangkuk Kopling).

Lainnya …

  • Rubber Clutch Damper yang sudah Peyang (Tidak bulat lagi)
  • Roller yang sudah Peyang (Tidak bulat lagi)
  • Slide Piece yang Aus (Longgar)
  • V-Belt Kendor dan Slip
  • Per CVT Letoy (Lemah)
  • Per Sentri Letoy (Lemah)
  • Variator Aus (Sudut kemiringan Primary Sheave diluar Toleransi)
  • Membersihkan Part-part CVT dan Ruang CVT menggunakan Bensin
Powered by Dewaweb


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai


Disqus Comments

  • Vemonania2

    Bermanfaat

  • Rahmat Romadhan

    Mas Luqman, motor scoopy fi saya pernah berasap bagian cvt nya karena nanjak gunung (trek tanah batu) dengan posisi berboncengan, tenaga motor jd loyo tidak mau naik walaupun sudah gas poll dan tercium bau hangus (mungkin bau kampas gosong)
    Jd singkat cerita teman saya terpaksa turun dri motor, tenaga motor mulai kembali walaupun tdk seperti biasanya.
    Yg saya tanyakan, apakah part yg harus di cek atau di ganti akibat kejadian diatas. Klo Sekarang sih saya pakai dijalan aspal berboncengan dengan istri normal2 aja rasanya.

    Owh iya, motor getar saat akselerasi itu berarti ada yg bermasalah di bagian cvt yah?

    • Asap itu bisa timbul dari Kampas Kopling yang Overheat (Kepanasan), bisa juga dari V-Belt yang Slip lalu menjadi Panas.

      Memang saat nanjang gunung itu bisa saja terhadi hal itu, dan itu terkait dengan kondisi Kampas Kopling dan V-Belt. Bisa karena Kampas Rem yang sejak lama sudah tidak normal seperti Mengeras misalnya, maupun V-Belt yang sudah kendor.

      Part yang harsu diganti itu tergantung hasil pemeriksaan, tapi jika berdasarkan cerita yang bro Rahmat ceritakan, saya yakin part yg kena itu Kampas Kopling. Gejalanya adalah saat Akselerasi menimbulkan Getaran. Itu karena Kampas Kopling mengeras, bahkan Gosong.

      • Rahmat Romadhan

        Siiip mantappp mas Luqman, nanti tak bawa ke bengkel utk check terlebih dahulu, syukron.

  • Sucahyo Aji

    Sip juga triknya. kalau pakai bensin mungkin bakalan ada aditif bensin yang tersisa di kampas kopling memang. selain optimasi kampas, cara pakai juga perlu diperbaiki

    kupasmotor dot wordpress dot com/2017/03/30/cara-mengemudi-agar-kampas-kopling-motor-matik-atau-manual-bisa-lebih-awet-dan-cara-pasang-quick-shift-up-di-motor/

    • Iya, Aditif Bensin, dan Residu Minyak dari Bensin itu sendiri akan mengendap di Kampas Kopling. Lagipula, Bensin dapat mengurangi kualitas Seal Karet.

  • Bangkit Hentrysyah P
    • Riset kan om ?

      Wajar, saya juga saat masih Riset Racikan CVT 😀

      Nah itu sampai bisa Standing 😀

  • angga

    keren nih blognya,, selalu ada riset bukan hanya wacana .
    mau tanya kalau warna mangkok kopling yg berubah jadi seperti pelangi itu efek dari apa om?

    • Terimakasih 🙂

      Mengenai warna mangok kopling yang berubah menjadi seperti pelangi kebiru-biruan itu efek dari overheat (kelewat panas), atau biasa disebut “Pijar”, biasanya karena tuas handle rem ditarik/dicengkram sambil ngegas saat kemacetan.

      Itu bisa juga karena kampas kopling yang slip akibat dagingan/liner kampas sudah keras tapi dipaksakan digunakan, khususnya penggunaan berat seperti naik turun pegunungan/perbukitan dengan beban yang berat, sehingga mangkok kopling jadi kelewat panas.

      Akibatnya kalau dibiarkan mangkok kopling bisa berubah bentuk sehingga mempengaruhi balancing, jadi gk balance lagi, akibatnya getar.

  • angga

    artinya ada 2 penyebab getar ya,, bisa karena kampas kopling yg sudah terkontaminasi bensin atau rumah kopling yg sudah tdk balance dari efek pelangi tsb?

    klo untuk pantek kopling di daerah jakarta dmn ya?

    • Getar di CVT paling sering disebabkan area Kampas Kopling mas, penyebab utamanya sebenernya Liner/Dagingan Kampas Kopling yang sudah mengeras, salah satu penyebabnya karena terkontaminasi bensin, sehingga terjadi slip.

      Mangkok Kopling jadi kebiru-biruan efek pelangi itu dampak jangka panjangnya (dan bisa jadi jangka pendek kalau sehari-hari dipakai dengan kondisi extreme seperti kemacetan dan riding style yg salah), dan karena overheat, bentuk mangkok kopling bisa berubah sehingga tidak balance lagi.

      Tapi ada beberapa kasus, mangkok kopling yang tidak balance adalah cacat produksi (proses balancing di pabriknya terjadi kesalahan), atau karena modifkasi mangkok kopling yang tidak tepat pengerjaanya.

      Pantek kopling di daerah jakarta yang saya rekomendasikan ada di RI Matic (Om Ikim). Karena saya juga pake sampai sekarang masih tebel aja, udh lebih dari 3 tahun 😀

  • Kuncono Liem

    om luxman, mau nebeng diskusi nih.
    motor saya vario 110 esp yg 2016. dari awal beli ada getaran berirama di kecepatan 40-60 km/h. itu penyebabnya karena apa ya?
    yang sudah dilakukan, ganti pulley depan belakang 1 set, kampas kopling berikut mangkoknya, as pulley belakang jg sdh diganti, bearing yg ada di gearbox jg sdh coba diganti semua, tapi masalah tetap ada.
    sdh coba triknya om luxman, pake sayatan di kampas kopling jg masih blm menyelesaikan masalah.
    oh ya sebelum penggantian semua sdh dibersihkan pake carb cleaner, kecuali karet2 seal ditutup smua waktu proses pembersihan.
    yang saya heran kenapa kadang2 getaran itu jg ilang dan motor serasa halus bgt. klo sudah posisi ga ada getaran gitu kita turunin gas smp kampas kopling lepas dari gigitannya ke mangkok, lalu kita gas lagi kadang tetap halus, tapi yg sering getaran timbul lagi.
    mohon dibantu solusinya om, udah habis banyak nih.
    terima kasih sebelumnya.

    • Masalah itu pernah saya alami dulu om, di range kecepatan segitu terjadi getar berirama, kita bisanya ilustrasikan jadi “greet,,,, greet,,,, greet,,,,”, diluar range kecepatan itu, getar itu tidak ada, apakah seperti itu ?

      Saya pernah melakukan riset tentang itu, dan penyebabnya adalah V-Belt yang tensi/ketegangannya sudah tidak ideal, atau lebih tepatnya kendor.

      • Kuncono Liem

        ya betul om kyk gitu, tp sudah saya ganti vbelt gejalanya tetap. apa vbeltnya memang cacat ya? atau karena apa lagi klo symptomnya kyk gitu?
        bahkan di motor2 yg baru turun dari dealer pun ternyata banyak yang ngalami gitu.
        apa bisa dari crankcase yang cacat?
        bingung jg nih om

        • Kalau di saya, setelah ganti V-Belt, problem sovled sih om 😀

          Dan dari beberapa pengguna Vario, masalah itu hilang dengan sendirinya.

          Slide Piece sudah diganti baru ?

          • Kuncono Liem

            gitu ya, slide piece sudah baru.
            semua sektor cvt sudah diganti baru om.
            tanya di ahass ngga ada jawaban yg masuk di logika saya.
            makanya jadi galau nih om. 😀

          • Motornya masih baru ?, tahun berapa om ?

            Saya gk sempat meneliti dengan serius karena sudah hilang sendiri gejala getar di range kecepatan itu, dan hilangnya pas saya ganti V-Belt.

          • Kuncono Liem

            iya masih baru om, 2016.
            masih 1 tahunan.
            atau jangan2 ada kesalahan di partnya, soalnya saya lihat pulley belakang itu kodenya K16 semua, kampas kopling, mangkok jg K16.
            lalu pulley depan K44, vbelt jg K44.
            saya sudah searching yg pake kombinasi seperti itu scoopy esp. beltnya nggak pake K44 tp K16 juga.
            apa perlu dicoba diganti dgn belt K16 ya om.
            mohon pertimbangannya om yg sdh banyak pengalamannya.

          • Bukannya sudah diganti semua part di CVT ?

          • Kuncono Liem

            iya om sudah diganti smua, maksud saya gantinya ya sama persis dgn yg nancep di motor.
            yg nancep di motor ya itu tadi om.
            pulley belakang set k16, pulley depan set k44, vbelt k44 jg.
            nah saya cari kombinasi seperti itu nggak nemu.
            yg paling persis punya scoopy esp, cm beda di vbeltnya, klo scoopy esp pake k16.
            maksud saya apakah mungkin bisa tertukar gitu waktu assembling

          • Kuncono Liem

            tp klo dilihat spek dari honda zoomer x 2015 sama persis.
            smuanya kodenya bener. jadi tambah bingung.

          • Maksudnya ?, bukannya vario ?

            Biasanya om spare part ada juga yang berupa common part, jadi kode bisa sama, intinya pastikan sama kode-nya dengan yg tercantum di katalog spare part motor om 🙂

            Kenapa diganti semua part-part CVT-nya ?, dan apa saja yg diganti ?

          • Kuncono Liem

            Sdh sama persis om, cm ttp ada di gret gretnya. Apa karena kampas koplingnya krg menggigit atau gmn ya?
            Iya om pny saya vario, part catalogue cvtnya sm persis dgn zoomer x 2015.
            Diganti kan karena itu td ada getar2.
            Mohon pencerahannya om.

          • Diganti oleh pihak AHASS ya (garansi) ?

            Crankshaft sepertinya tidak deh om, soalnya banyak kok yg ngalamin, dan sembuh sendiri 😀

            Dan menurut saya bukan karena kampas kopling, kampas kopling itu ngaruh saat stop to go aja biasanya.

            Bisa dibilang sih om, yang namanya motor baru itu ada ada bunyi-bunyian, getar-getaran, karena proses break in masih berjalan di semua part yg ada pada motor.

            Misal nih, Slide Piece itu kalau Variator masih baru, wah cepet aus om, jadi sering ganti, tapi kalau jalur Slide Piece di Variator udh mulus, jadi awet kedepannya.

          • Kuncono Liem

            Iya sih om, cm break in kok lama bgt smp 16rb km odometernya. Makanya sy jd gregetan jg, klo slide piece sm variator tuh harusnya longgar atau seret ya om? Dari posisi variator diisi roller lalu ditutup pake plate yg ada slide piecenya itu ditarik&ditekan pake tangan harusnya mulus atau klo ditekan makin seret? Klo logikanya gmn ya om slide piece sm gret gret? Sorry ya om sy sambil belajar. Hehehe

          • Slide Piece ini memang masih jadi misteri dapat menyebabkan dampak negatif apa saja, kalau pada Sliding Roller/Flying Roller, Slide Piece yang aus sedikit saja bisa bikin roller itu jungkir balik 😀

            Slide Piece dengan Variator harusnya seret, dan Slide Piece pada dudukannya di Ramp Plate harusnya juga seret.

            Biasanya motor baru ya itu, Slide Piece aus dini, bahkan dipake beberapa ribu km saja, saya saja sampai nyetok banyak banget Slide Piece 😀

            Mengenai teori/logika hubungan Slide Piece dengan gejala yg motor om alamin, saya gk bisa jelasin karena gk tau juga apakah itu penyebabnya ?

            Yang jelas, Slide Piece itu bertanggungjawab atas stabilitas naik turun Ramp Plate pada Variator, kalau salah satu dari 3, atau 2 dari 3 atau bahkan semua Slide Piece itu aus, maka Ramp Plate jadi tidak normal naik turunnya, tidak stabil di bukaan tertentu.

          • Kuncono Liem

            klo punya saya slide piecenya yg longgar bukan di sisi yg bergesekan dgn variator, tp yg nempel di ramp plate.
            jadi terpaksa saya ganjel pake seng bekas.
            karena klo hbs diganti pun ga lama kemudian jg gitu lagi.
            bener2 bikin stres dah nih motor om, tp dgn situasi seperti ini ada hikmahnya jg, saya jd agak ngerti konsep kerjanya cvt. hehehe

          • Nah itu yg disebut “Slide Piece Oblak” 😀

            Diganjel cukup membantu kok, apakah masih muncul gejala getar sebelumnya ?

            Iya, kalau motor banyak trouble, sebenernya jadi bikin kita sebagai pengguna jadi lebih “Melek” Otomotif, tapi khusus yg punya banyak waktu, kalau gk ada waktu riset, lebih baik jual, trus beli merk lain yg siap pakai saja gk perlu riset-riset mandiri segala.

            Tapi biasanya susah, karena secara alami, seorang pria itu selalu punya “Ikatan” dengan tunggangannya, baik itu mobil, motor, bahkan kuda (hewan) di zaman dulu sebelum ada kendaraan mesin.

          • Maksudnya tetap diganti OEM ya ?

            Sudah dipastikan kode-nya benar sesuai di Katalog Spare Part ?

  • Luthy Apriadi

    Sore Om Lukman…
    Vario saya stlh servis CVT ada gejala gret..gret..gret di kecepatan >40Km/Jam. trs juga saat kita melewati polisi tidur otomatis kurangi kecepatan dan begitu nge-gas tenaga motor serasa serasa tertahan 1-2 detik baru bisa melaju lancar sprt di gas normal. apakah itu bisa dikatakan slip? dari faktor apa ya Om?

    terus apakan benar klo roller di peringan maka per CVT harus diperkeras agar lbh dapat accelerasinya. karena saya pernah coba dengan memakai roller std dan per dibuat lbh keras motor rada berat di tarikan awal, tapi seep di atas 40Km/jam.

    begitu roller di ganti dengan yg lbh ringan dan per CVT tetep menggunakan yg keras, hasilnya lbh responsif, saya kurangi kekerasan per CVT dengan harapan lbh responsif lagi tpi hasilnya malah sedikit lbh labat dari per CVT yg keras. mohon penjelasannya ya Om, saya gak pny teori dasar cm dengan feel aja.

    • Gejala getar di range kecepatan segitu memang banyak yg ngalamin dan masih misteri saja bagi saya, tapi bisa saja itu karena kampas kopling terkena bensin saat service, entah sengaja dicuci pakai bensin atau tidak.

      Getar itu kalau di area CVT itu banyak sebabnya, dan yg paling umum adalah slip.

      Kalau gejala pas polisi tidur (speed trap), itu bisa juga karena penggunaan bensin dibawah RON 92 (90, 88), bisa juga karena busi sudah minta ganti baru, dsb

      Mengenai racikan per cvt dan roller, itu sudah benar teori dan praktiknya, jadi main di berat roller saja, per cvt tetap pakai yg keras.

      Saya pribadi lebih suka per keras dengan roller standard (beratnya), dan sesuai dengan yg kamu bilang, berat di awal, tapi menegah ke atas mantap 😀

      Soalnya saya jarang banget stop and go, lebih sering lancar jaya 😀

      • Luthy Apriadi

        Oke trims Om Lukman…
        sekalian tanya. penggunaan MTF Oil utk Final Gear ternyata besar juga ya pengaruhnya. kemaren saya baru cobain pake RORED MTF (sebelumnya pke oli mesin biasa). dab begitu di rasa jalan 5 Km baru tau bedanya.

        klo boleh tau bs brp KM ya MTF Oil di Final Gear Matic Vario?

        untuk masalah Speed Trap, mmg saya pake Pertalite, dan saya juga curiga ke busi sebelumnya. krn motor dah jalan 1 tahun (13.000-an KM).

        oke nti saya coba ganti busi dulu deh. oh iya utk Vario 150 busi yg coco pke merk dan type apa ya Om Lukman. mohon infonya ya 🙂 Trims

        • Sama-sama 🙂

          Iya, mengenai penggunaan MTF itu saya hanya mengajak semua orang pengguna motor matic kembali ke jalan yang lurus 😀

          MTF sebenarnya bisa sampai 25.000 KM atau 2,5 Tahun om, dengan catatan tidak tercampur air.

          Potensi besar tercampur air:

          1. Menerabas genangan air yang tinggi seperti banjir.
          2. Selang pernafasan gardan lepas dari box filter udara/CVT dalam waktu yang lama (tidak sadar), dan motor dicuci/kehujanan.

          Kalau mengalami 2 kondisi diatas, segera periksa kondisi MTF di gardan dengan cara dikeluarkan ke wadah yang bersih, boleh dikembalikan lagi ke gardan jika kondisi masih bagus.

          Mengenai gejala knocking (ya itu knocking), memang karena pakai pertaite/premium.

          Saya pun pernah mengalaminya 😀

          Busi yang cocok dan saya rekomendasi untuk Vario 150 itu NGK CPR7EAIX-9.

          • Luthy Apriadi

            oke..trims om…
            jd panjang nih. klo utk air radiator vario seandainya mau ganti bagus pake merk apa ya? dan tata caranya apa harus di bilas dulu atau gmn Om? krn klo ganti merk hrs bnr2 bersih kan dari cairan merk sblm’a. trs apakah bisa dibilas tangki air radiatornya pake air AC (distilasi) supaya sisa air dr mrk sebelumnya terlarut ikut kebuang. maaf nih Om jadi panjang diskusinya 😀

          • Sama-sama, tidak masalah 🙂

            Kalau air radiator (coolant) lebih baik pakai yg Glycol Free, bisa pakai Prestone yang kemasan merah, Top 1 Super Coolant.

            Masa pakai bisa sampai 5 Tahun !

            Sebaiknya dibilas pakai air non-mineral (destilated), paling mudah dicari adalah air minum kemasan merk Cleo. Jangan air bekas AC, itu bukan destilasi.

            Saya suka diskusi panjang kok, tenang saja 😀

          • Luthy Apriadi

            oh berarti air AC bukan tipe distilasi ya…
            selain Cleo merk Amidis berarti bisa jg ya Om.

            waduh klo yg Prestone merah adanya kemasan galon Om. klo seandainya pakai yg Hijau msh worth it ga? secara dia ada kemasan literan dan harga jg 35rb. klo yg merah kemasan galon harga 95rb. klo TOP 1 Merah klo gak salah 75rb utk kemasan galon.

            pertanyaan saya dibanding Prenstone Hijau, apakah TOP 1 Merah lbh worth it klo utk air radiator?

            sama satu lagi buku panduan service manual yg di menu download sdh gak ada ya Om? saya mau coba download tp keterangan’a sdh tidak tersedia lg.

          • Amidis itu destilasi juga kan yah ?, bisa 😀

            Air AC itu kotor loh mas, berani gk meminumnya ?

            Alternative lain bisa pakai air destilasi yg biasa disebut “Air Aki Tutup Botol Biru”.

            Prestone merah yg saya maksud itu warja jerigennya om, bukan cairannya :D, cairannya ada yang merah ada yang hijau, tapi jerigennya tetap merah. Memang sih gk ada yang kemasan 1 Liter-nya.

            Kalau Prestone yang ready to user import canada yang sudah umum, itu Glycol Based, ada kemasan 1 Liter, tapi tidak saya rekomendasi.

            Top 1 yg Super Coolant, jangan yang Power Coolant.

            Mengenai maual, nanti saya cek.

          • Luthy Apriadi

            sore Om Lukman, TOP 1 Super Coolant jauh lbh murah dari yg Power Coolant ya? kemasan galon cm 26rb. Bener yang ini kan’ Om coolan-nya?

            https://uploads.disquscdn.com/images/301878623e41fd4892f3cf476da2bf62bfdd67752c720d5843315bceff65fa06.jpg

          • Yupz bener banget om, itu dia yang saya maksud, murah kan ? 😀

            Nah kalau ini, om mau ngebilas radiator pakai coolant pun tidak masalah (tidak merusak lingkungan), karena ini glycol free, berbeda dengan glycol based coolant yang akan merusak lingkungan jika dibuang begitu saja ke tanah, apalagi jika om punya hewan peliharaan, bisa keracunan.

            Jadi urutannya:

            1. Kuras coolant lama di radiator.
            2. Bilas pakai air demineral yg sebelumnya kita diskusikan sampai air yang keluar menjadi bening. Ini penting !, jika tindak coolant baru ini akan rusak jika coolant lama tidak bersih tuntas, yakni coolant akan berubah jadi putih seputih air susu.
            3. Jika air bilasan sudah bening, maka bilas pakai coolant ini 1x saja. Ini opsional saja, jika dilakukan lebih baik lagi.
            4. Isi coolant ini untuk dipakai sampai 5 tahun ke depan 😀

            Ya, beneran coolant ini masa pakainya 5 tahun om, karena sudah Organic Inhibitor 😀

            Oh ya om, di head (cylinder) ada baut 10 mm yg pakai ring/washer tembaga, itu gunanya untuk menguras coolant yang ada di water jacket area block cylinder, sebaiknya kuras juga coolant yg di situ ya, biar tuntas 😀

            Biar jelas, cara membilas yang benar:

            1. Masukkan air demineral (setelah coolant lama dikuras, termasu di block cylinder), isi sampai penuh.
            2. Nyalakan mesin kira-kira sampai 15 menit, agar thermostat membuka penuh, sehingga air demineral mengalir ke water jacket di cylinder.
            3. Dinginkan mesin kira-kira 5 menit.
            4. Ulangi langkah 1 dan 2 di atas sampai air yang keluar berubah jadi bening seperti warna air demineral-nya.

            Cara membilas ini penting ya om, karena coolant lama bawaan pabrikan itu Inorganic Inhibitor, sedangkan coolant baru ini organic inhibitor.

            Coolant lama cuma bisa dipake 1 – 2 Tahun, Coolant baru bisa dipakai 3 – 5 Tahun.

          • Luthy Apriadi

            wah mantap nih, cm blm prnh coba sih bongkar sendiri. klo lht di youtube mmg ada yg di buka dibagian bawah mesin utk ngeluarin sisa air radiator yg terperangkap. klo di bengkel resmi gak bakal telaten ya Om bwt ngelakuin hal tsb?

            sekalian utk oli shock depan kira2 perlu di ganti pada pemakaian brp KM dan ada rekomendasi oli shock yg bagus gak buat vario 150? apa cukup pke oli shock OEM aja?

            Trs tune up stnd. yg Om lukman terapin bwt vario-nya. intinya biar tambah nyaman dan enak Om.

            mulai dari sector CVT, engine, dan lain2 yg effectnya positif dah 🙂

          • Waduh bengkel ?, jangan deh, gk telaten, kejar target 😀

            Ganti coolant yang berbeda jenis inhibitor-nya gk bisa sembarangan. Mesti seperti yg saya share itu langkah-langkahnya.

            Kalau oli shock, ciri saatnya diganti adalah ketika bocor melalui seal shock-nya. Seal yang bocor karena oli shock sudah “mati”, jika seal gk bocor, berarti belum saatnya ganti oli shock.

            Jadi kalau ganti oli shock sekalian ganti seal-nya juga.

            Rekomendasi oli shock kalau dari saya merk Maxima, kalau ditanya apakah cukup pakai oli shock OEM ?, cukup.

            Saya pakai Maxima sudah 3 tahun masih bagus olinya, seal shock awet karena oli shock maxima juga awet banget, karakter juga gk berubah selama ini.

            Tapi ketika saya pakai oli shock OEM, kurang dari 1 tahun atau maksimal 1 tahun sudah bocor seal shock-nya.

            Shock belakang sebenarnya perlakuannya sama, tapi karena keterbatasan tools dan desain yang memang rumit, jadinya kalau rusak ganti baru, tapi bengkel shock saat ini udh bisa ganti seal dan oli shock belakang.

            Kalau hasil riset motor saya biar enak, mohon maaf gk bisa saya share 😀

            Soalnya saya paling gk suka ketika saya riset mengeluarkan resource tenaga, pikiran, waktu, dan uang yang banyak, tapi orang lain enak banget nyontek hasil riset saya yang sebenernya belum tentu cocok juga dengan kondisi motor dia (trek jalan, berat badan, berat bawaan, riding style, dsb).

            Saya selalu mengajak siapa pun yg ingin mantap ya riset sendiri, para blogger siap share teori-nya.

            Saat ini sudah ada kok bengkel khusus motor matic yg siap bantu riset-kan sesuai konsultasi pelanggannya.

          • Luthy Apriadi

            oh oke om seep..seep. 🙂
            klo penggunaan piggy back itu katagorinya perlu gak sih untuk motor matic? apa aja sih tujuan pencapaian yg bisa di maksimalkan dengan device tsb.

            untk masalah file service manual yg om lukman share msh bisa di download gak ya? trs apakah itu berbeda dengan buka manual service kebanyakan? saya mmg blm pernah baca buku service manual motor apapun sih. krn keseringan masuk bengkel aja 😀

          • Piggyback itu relatif, mengenai perlu atau tidak hanya pengguna motor itu yang bisa menilai sesuai kebutuhannya, tergantung dari fitur Piggyback apa yang dia ingin gunakan.

            Misal: Bikin derajat pengapian jadi advanced, yang aslinya diretard oleh pabrikan motor agar bisa pakai bensin premium RON 88.

            File service manual sudah saya cek tidak ada masalah om, bisa didownload.

            Maksudnya “manual service kebanyakan” ? 😀

          • Luthy Apriadi

            Siang Om lukman, utk setelan klep di Vario 150 IN & EX yg ideal dan enak pake ukuran berp ya. Mohon infonya ya Om biar nti pas mau service bisa kasih tahu ke mekaniknya yg sesuai dengan keinginan kita sendiri. 🙂

          • Standard-nya In 0,10 mm dan Ex 0,24 mm, toleransi 0,02 mm untuk In dan Ex.

            Saya kalau celah klep handle sendiri, soalnya di bengkel ada beberapa yang pakai feeler klep mobil, jadinya distel In 0,15 mm dan Ex 0,25 mm. Untuk ini dipastikan saja feeler gauge yang digunakan adalah khusus motor.

            Dan masalah lainnya kalau mengatur celah klep di bengkel adalah perjalanan dari rumah ke bengkel saja sudah bikin mesin panas, mendinginkannya lama banget, kalau masih panas atau hangat dilakukan penyetelan celak klep, dipastikan tidak akan akurat.

            Saya biasanya atur celah klep pagi-pagi saat mesin benar-benar dingin karena semalaman tidak dihidupkan.

          • Luthy Apriadi

            oke seep baru tahu saya om, jadi walau bisa di stel dlm kondisi mesin panas atau hangat tp masalahnya gak bakal akurat bisa 100% krn faktor pemuaian yg kita gak tau sampai brp kadarnya ya Om.

            klo manipulasi sensor O2 dengan resistor apa Om lukman pernah ngelakuin? gmn Om bisa bantu jelasin gak sistem kerjanya di pakein resistor bisa manipulasi?

          • Yupz, karena pemuaian, yang paling ideal itu ketika suhu lingkungan udah mencapai kurang lebih 30 – 40 derajat celsius, sekitar jam 8 – 10 pagi, dan motor belum pernah dinyalakan mesinnya sejak sehari sebelumnya (semalaman).

            Mengenai manipulasi o2 sensor sudah saya jawab di komen yang satunya 😀

          • Luthy Apriadi

            klo di bagian sensor O2 apa bisa di pasang resistor bwt manipulasi datanya Om? sejauh mana sih efektifnya. saya mau coba2 klo blm jelas sumbernya rada ragu. klo Om Lukman sprtnya sudah expert klo saya lht jd pling tidak bisa memberi masukan yg baik.

          • Saya pernah pakai resistor, ribet riset resistance yg cocok, lalu ada opsi lain yg lebih mudah yakni O2 Manipulator, bagus risetnya mudah.



×
SSL Verified