L

Penasaran Mencoba Mika Headlamp KW Murah pada Old Vario 125 PGM-FI


Bismillahirrohmanirrohim


The Owl HID Projector by Lukmanul Hakim: Light Off

Gambar diatas adalah Mika Headlamp OEM dari Old Vario 125 PGM-FI saat masih baru (Copotan dari Headlamp OEM/ORI baru yang bagian Reflektornya jadi tidak terpakai), merk-nya adalah Stanley, produsen yang sama yang memproduksi Bohlam/Bulb Headlamp motor-motor produksi Honda pada umumnya.

OEM Honda memang begitu sob, misalnya untuk urusan Rem, seluruhnya diproduksi Nissin, bukan merk Biskuit loh ya 😀

Nah, kalau dibawah ini baru Headlamp KW yang ingin saya bahas disini:

Mika Headlamp KW: Old Vario 125 PGM-FI

Karena produk ini Clear (Bening), maka sangat sulit mengambil foto yang lebih detil pada setiap bagiannya, dan tidak perlu sampai segitunya juga 😀

Jadi saya akan review dengan kata-kata saja ya ?

Anggap saja ini Testimonial saya berupa Analisa terhadap produk ini 😀

 

Bagi yang belum tau, istilah “Mika” ini istilah umumnya sob, istilah tidak umumnya adalah Acrylic (Dibaca: Akrilik), bisa juga disebut Kaca Acrylic, meskipun bahannya sama dengan plastik yakni Polymer.

Padahal istilah Plastik Mika atau Mika itu salah besar sob !, jika ditujukan untuk Kaca Headlamp ini.

Tahukah Anda bahwa produk yang relevant disebut Platik Mika itu yang biasa digunakan pada kemasan makanan ?

Umumnya digunakan untuk pembungkus Kue, Cangkir/Cup untuk Minuman dan Jajanan lainnya. Silahkan googling deh 😀

Memang sama-sama transparan/bening/clear, tapi secara kimia, dan fisik sangat-sangat berbeda antara Akrilik dengan Mika. Intinya, mika itu lebih lemah seperti botol air mineral, sedangkan Akrilik itu solid dan keras seperti kaca.

 

Agar dari sisi SEO lebih optimal, maka dalam menulis artikel ini, saya akan tetap menggunakan istilah “Mika Headlamp”, meski yang lebih relevant adalah “Headlamp Acrylic” atau“Cover Headlamp”. Memang susah bro kalau sudah membahas dan meluruskan istilah yang salah yang beredar di masyarakat, misalnya istilah Komstir.

 

2x Kena Musibah !

Jadi sebenarnya, saat beli Mika Headlamp ini, bisa dikatakan saya kena tipu !

Iya, saya beli di salah satu Marketplace E-Commerce (Online Shop) terbesar di Indonesia yakni Tokopedia, tapi kesalahan bukan pada Tokopedia, melainkan Seller yang berjualan di Tokopedia, jika Anda mencari Mika Headlamp Vario 125 di sana, dan menemukan Review dari saya disana, berarti itulah sellernya 😀

Dia tidak tau kalau saya Blogger :D, makanya maklum saja jika review yang saya tulis di lapak dia juga bukan review asal posting dari kebanyakan Buyer lain.

Itulah kelemahan Buyer di Indonesia, bagaimana bisa diberikan pelayanan terbaik kalau fitur review digunakan untuk konfirmasi barang sudah sampai saja ?, seharus nya review diberikan sebagai feedback untuk seller !, karena untuk urusan konfirmasi barang sudah sampai sudah ada tombolnya di halaman status pesanan.

 

Jadi ceritanya saya hunting Mika Headlamp KW untuk Vario 125 saya yang mengalami Crash beberapa waktu yang lalau, gara-gara mobil di depan saya ngerem mendadak 🙁

Saya kira Headlamp aman-aman saja, karena ban depan motor saya kena bemper belakang mobil itu, dan jarak antara ban depan dan headlamp lumayan jauh, tapi ternyata hukum fisika berlaku, karena dorongan yang kuat yakni kecepatan ± 40 KM/J, maka ketika ban depan ditahan, bagian belakang motor saya pun ngangkat (Jumping), alhasil Headlamp pun nyeruduk buritan mobil itu 😀

Itulah kenapa hanya bagian moncong mika headlamp saja yang pecah 🙁

Saya tidak memperkarakan itu atau menuntut ganti rugi, karena sama-sama rugi, siapa sih yang mau kena musibah ?, bagian belakang mobil dia juga penyok dipatuk Mika Headlamp motor saya.

Alhamdulillah saya sebagai Rider masih selamat, dan Headlamp saya hanya mengalami pecah pada bagian mika-nya saja, pada bagian Reflektor, dan HID Projector masih aman 🙂

Mika Headlamp OEM: Old Vario 125 PGM-FI Pecah

Ban, Velg, dan Sparkbor masih aman, hanya baret sedikit pada Sparkbor, dan saya belum sempat poles 😀

 

Nah, saat saya hunting Mika Headlam KW, saya banyak mendapat masukan saran dan juga surfey ke beberapa Marketplace Online, brand atau merk apa yang terbaik.

Saya pun menemukannya, yakni merk W.I.N (Tidak bermaksud promosi), saya pun menemukan Seller yang menjual dengan harga yang murah di Tokopedia dengan Harga Rp 95.000.

Saya bukan mencari harga yang termurah ya sob, itu harga termasuk wajar lah, karena banyak seller yang melakukan markup pada berat paket, produk yang ringan ini banyak dimarkup menjadi 2 sampai 4 Kg loh oleh Seller nakal, meskipun harga bisa cuma Rp 60.000 saja.

Padahal 1 Kg pun tak sampai berat mika headlamp ini !

Jadi sob, di Marketplace Online itu ada dua trik nakal seller:

  1. Markup Berat Paket.
  2. Pakai Gambar Ilustrasi yang bukan gambar asli dari produk yang dia jual.

Jadi harga di lapak dia bisa sangat-sangat murah dibawah harga pasaran, tapi ketika buyer melakukan pembelian, harga bisa berkali-kali lebih mahal, karena ongkos kirim yang sangat-sangat mahal !

Bagi yang kurang jeli, bisa langsung checkout, tapi bagi yang jeli, karena heran kok harga jadi mahal, pasti batal 😀

Lalu selain markup berat paket, banyak sekali seller nakal yang membuat lapak tidak menggunakan gambar asli, bisa comot gambar di google, dengan alasan “hanya ilustrasi” !

Nah saya mungin sudah sadar mengenai trik pada point nomor 1 diatas, dan seller tersebut lulus, karena berat paket ditulis 1 Kg (meski saya yakin berat paket tidak sampai 1 Kg), padahal saya pakai POS Kilat Khusus, tidak pakai JNE, jadi seller dapat untung dari kelebihan ongkos kirim 😀

Tapi saya lengah mengenai trik pada point nomor 2 diatas !

Karena cukup sulit memang memastikannya, saya tidak ada curiga sama sekali, padahal saya tau trik macam itu sudah lama 😀

Saya senang dong, dapat Mika Headlamp KW merk W.I.N dengan harga Rp 95.000 saja, di seller lain yang jujur dijual diatas 100rb.

Dan betapa kagetnya saya ketika paket sudah datang, ternyata barang yang dikirim seller tidak akurat, tidak sama dengan gambar yang dia pasang merk W.I.N.

Memang masih benar, yakni Mika Headlamp KW untuk Old Vario 125, tapi tetap saja ini penipuan !

Tapi karena kualitas produknya masih acceptable (Bisa diterima), maka saya urungkan niat saya untuk retur barang, karena saya akan keluar ongkos kirim lagi dan menunggu proses yang tidak sebentar, yakni waktu pengiriman 3 hari, sehingga total 6 hari jika seller mengirimkan produk lagi yang benar.

Saya husnudzon saja bahwa seller tidak bermaksud menipu, seller hanya menyepelekan akurasi produk yang dia jual, karena secara teknis, pada judul iklan dia memang menjual Mika Headlamp KW untuk Old Vario 125.

Iklan dia itu juga tidak ada deskripsi produk sama sekali !, saya order karena sudah ada 6 orderan yang sukses atas produk itu, dan review dari buyer sebelumnya juga tidak ada yang aneh, biasa lah review cuma konfirmasi barang sudah sampai !

 

Branding Itu Perlu

Saya tidak brand oriented, hanya saja jika produk ini memiliki brand, misalnya W.I.N, maka review akan menjadi lebih spesifik. Karena brand mewakili produk bersangkutan, apalagi Mika Headlamp KW merk W.I.N memang benar-benar diproduksi untuk brand tersebut, ada logo W.I.N yang embossed pada unit Mika Headlamp.

Sedangkan logo di kardus dan bungkus plastik saya tidak peduli, dan saya memang tidak peduli dengan merk, tapi setidaknya merk mewakili kualitas produk, tentu orang akan merekomendasikan sebuah produk dengan menyebutkan merk-nya kan ?, mengingat prodik Mika Headlamp ini saja ada banyak brand, dan bahkan ada yang tidak ada brand sama sekali.

Tentu saya paham konsekuensinya, yakni brand juga memiliki harga, selain biaya/cost untuk mencetak logo brand tersebut pada kemasan 😀

 

Review Mika Headlamp KW Tanpa Merk untuk Old Vario 125

Baiklah, kali ini saya akan mereview produk ini, setelah sebelumnya bercerita panjang lebar mengenai sebab saya membeli produk ini dan pengalaman tidak mengenakkan saat membeli produk ini.

 

Build Quality

Sebab kenapa saya tidak melakukan pengembalian barang (Retur) karena kualitasnya masih acceptable.

Saya sudah melakukan inspeksi fisik headlamp kw ini dan cukup puas dengan build quality-nya, kecuali pada akses garis-garis pada sisi-sisi headlamp yang cetakannya kurang rapi.

Tapi masih bisa ditoleransi, mengingat bagian itu akan tertutup reflektor dan body motor dimana headlamp dipasang.

Setau saya, pola tersebut bukan hanya hiasan, tapi menjadi semacam “Tulang” penyangga yang akan memperkokoh mika headlamp itu sendiri, karena pada bagian itu akan menjadi lebih tebal. Itulah kenapa, meski posisinya tersembunyi, tapi tetap dibuat seperti itu.

Saya sudah memeriksa secara detail, bahwa kualitas headlamp ini tidak abal-abal, meskipun tidak pakai merk !

Tapi tetap dalam hal ini seller salah !, karena saya ingin beli merk W.I.N sesuai gambar di lapak dia, dan itu rasanya dongkol sekali di hati 😀

Ketebalan mika sama seperti OEM, dan kejernihan (Clarity) juga sangat baik, tidak buram.

Kualitas cetakan (Molding) juga bagus, tidak ada gelembung udara yang terjebak (Bubble Trap), dan bentuk secara keseluruhan sama persis dengan mika headlamp OEM produksi Stanley.

Dan ketika sudah saya pasang, benar-benar persis seperti OEM-nya, baik itu secara fisik maupun saat pemasangan tidak ada masalah sama sekali karena cetakannya presisi.

Mika Headlamp KW: Terpasang Beserta Eagle Eye COB

Eagle Eye COB yang baru pun sudah saya pasang, menggantikan Eagle Eye SMD yang sebelumnya saya gunakan.

Jadi sekali kerja langsung dua project terselesaikan, mengganti Mika Headlamp, dan mengganti Eagle Eye. Bahkan lapisan Cat Black Doff di dalam Headlamp pun sekalian diperbaharui, yakni disemprot lagi, tipis-tipis saja 😀

Alhasil, Headlamp saya terlihat seperti baru lagi 😀

Saat proses pemasangan kemaren, saya baru menyadari bahwa Headlamp OEM sebelumnya sudah berwarna Kuning.

Mika Headlamp OEM: Sudah Dilepaskan dari Headlamp

Mika Headlamp OEM tersebut sudah saya gunakan selama ± 2 Tahun !

Gambar saat Mika Headlamp OEM tersebut masih baru yakni gambar Headlamp yang saya jadikan Thumbnail Artikel ini di bagian paling atas pada Artikel ini.

 

Proses Penggantian Mika Headlamp

Saya lupa bawa kamera saat project itu berlangsung, dan saya tidak menyesalinya karena prosesnya begitu “Menyakitkan” !

Jadi, saya selama ini punya langganan untuk menghandle bongkar pasang Mika Headlamp untuk kebutuhan Maintenance Headlamp motor saya ini, tapi ongkos-nya mahal yakni 100rb.

Saya pun ingin mencoba jasa teknisi dari toko lain, dan saya pun menemukannya, dengan ongkos yang hanya 50rb saja.

Tidak ada kecurigaan apa pun, dan mereka juga berpengalaman lebih dari 3 Tahun, tapi …

Mereka berbeda pandangan !

Jadi, Teknisi yang mematok tarif 100rb itu adalah orang yang perfectionist dan idealis, sama seperti saya, sehingga proses pelepasang Mika Headlamp terjadi nyari sempurna, tidak ada yang patah, sobek, dsb

Tapi teknisi yang mematok tarif 50rb ini sebaliknya, wah pokoknya saya yang perfectionist dan idealis ini disiksa secara batin saat melihat dia memperlakukan Headlamp saya !

Dicongkel pakai obeng min panjang dan besar, dengan sesekali dipanasi pakai heatgun.

Kita semua tau lah betapa sulitnya melepaskan Mika Headlamp Old Vario 125i ini, perlu ketelatenan seperti yang dilakukan teknisi yang mematok tarif 100rb itu agar hasilnya bagus.

Sedangkan teknisi yang mematok tarif 50rb melakukannya secara paksa, sehingga pada sudut kiri dan atas Headlamp pun sobek, karena bagian itu memang yang paling sulit.

Belum lagi pengait-pengait Headlamp ke Mika Headlamp dipanasi sampai meleleh, parah !

Saya pun menghela nafas, mengobati sakit hati saya dengan mengatakan pada diri saya: “Tenang saja, masih bisa diatasi pakai Sealer kok dan bagian yang diobrak-abrik teknisi itu berada di belakang, tidak akan terlihat ketika dipasang di motor”.

Saya juga mencoba berdialog dengan teknisi tersebut yang pada intinya saya mengatakan:

Yah mau gimana lagi kan mang ?, resiko modif ya dirusak begini, toh yang penting bagian yang amburadul itu berada dibelakang dan tidak terlihat sama sekali jika Headlamp sudah dipasang ke Motor, dan yang penting Headlamp tidak bocor ketika terkena air karena sudah ditambal dengan Sealer

Teknisi itu pun menjawab:

Iya, memang begitu mas, yang namanya Seni itu harus ada yang dikorbankan, orang bikin Tatto saja perlu mengorbankan tubuhnya untuk dirusak kan ?, tapi hasilnya indah, begitu juga Headlamp ini, meskipun pada bagian sambungan antara Mika dengan Headlamp bagian belakang amburadul begini, yang penting tidak bocor ketika terkna air, Mika tidak copot dari dudukannya, dan posisi bagian yang amburadul itu juga tersembunyi jika sudah dipasang di Fairing Motor, kan bikin Projie ini saja kita harus bobok sana sini untuk bisa pasang Projie-nya kan ?, tambal sana sini pakai lem epoxy, seharusnya memang proses “Operasi” seperti ini tidak perlu dilihat oleh pelanggan, tapi kami terbuka saja

 

Nah, dengan bicara saja, saya sudah bisa merelakan hal itu terjadi, maklumlah saya ini perfectionis dan idealis, sehingga memerlukan masukan dan pertimbangan yang realistis, karena saya juga orangnya realistis.

Jadi, cuma beda 50rb saja, saya mengorbankan “Keperawanan” Headlamp saya !

Alhasil, next time untuk Headlamp itu, saya akan selalu pakai jasa teknisi yang mematok tarif 50rb itu, karena sudah terlanjur rusak disana, akan rugi jika saya menggunakan jasa teknisi yang mematok tarif 100rb, buat apa ?, sudah diobrak-abrik gitu 😀

Tapi itu sepadan kok, dengan harga cuma 50rb, tujuan project tercapai, dengan kerusakan yang bisa diperbaiki dan bagian yang tidak enak dipandang pun posisinya tersembunyi ketika Headlamp dipasang ke Motor.

Pada akhirnya itu sepadan 😀

Dan menurut saya itu lebih baik, karena ongkos 100rb hanya untuk bongkar pasang Mika Headlamp itu terlalu mahal !

 

Kenapa Saya Tidak Beli Headgun Saja Lalu Handle Sendiri ?

Saya memilih tidak perlu membeli heatgun agar bisa menghandle-nya sendiri meskipun saya bisa melakukannya, itu karena menurut saya uang untuk membeli heatgun itu tidak sepadan.

Mengingat, project ini sangat jarang saya lakukan, saya ingat betul, terakhir kali project itu saya lakukan adalah 2 Tahun lalu, jadi merogoh kocek untuk beli heatgun itu tidak sepadan 😀

 

Ketahanan Mika Headlamp KW Masih Misteri

Tentu kalau mengenai cetakan, yang namanya produk KW bisa sangat menyerupai aslinya, dan Mika Headlamp yang saya review ini bisa dikatakan KW Super.

Tapi, yang masih menjadi misteri adalah kualitas produk ini terhadap cuaca dan panas.

Penyakit Umum dari sebuah Mika Headlamp adalah:

  1. Buram.
  2. Kuning.
  3. Retak.

Dan itu terjadi seiring waktu pemakaian, disebabkan oleh faktor internal dan external.

Faktor Internal meliputi:

  1. Radiasi panas dari bohlam lampu yang menyebabkan buram, retak, dan kuning.

Faktor External meliputi:

  1. Paparan cuaca panas (sinar ultraviolet) dan hujan secara terus menerus yang menyebabkan buram, retak, dan kuning.
  2. Paparan debu berkecepatan tinggi saat motor digunakan yang menyebabkan terjadi goresan.

 

Jadi, review ini belum selesai 😀

Mungkin kira-kira pemakaian 6 Bulan sampai 1 Tahun kedepan baru akan saya share lagi kualitas Headlamp KW Super ini.

 

Akhir Kata

Ini adalah pengalaman baru bagi saya, yakni menggunakan mika headlamp kw, karena sebelumnya saya rela beli satu unit headlamp baru dan OEM dari dealer, yang saya gunakan hanya mika headlamp-nya saja 😀

Saat itu alasan saya mengganti mika headlamp cuma karena ada retak sedikit dan baret-baret, maklum sebelumnya saya melakukan riset untuk project pembuatan HID Projector untuk motor saya itu, sehingga sering sekali melakukan bongkar pasang, dan handling yang kurang tepat menyebabkan goresan dan bahkan retak pun terjadi 😀

Overall, produk Mika Headlamp KW bisa menjadi solusi yang murah jika yang perlu diganti hanyalah Mika Headlamp saja, entah apa pun penyebab atau alasan Mika Headlamp harus diganti.

Hanya saja, yang menjadi tanda tanya besar pada produk Mika Headlamp KW memang terkait soal ketahanan terhadap faktor internal dan external yang sudah saya sebutkan di atas, bahkan ada juga orang yang mengatakan, Mika Headlamp KW dapat menyebabkan kualitas output cahaya lampu menjadi tidak fokus dan kurang terang.

Tapi saya rasa, itu mitos saja dan propaganda dari ATPM agar orang-orang membeli satu unit penuh Headlamp OEM baru di dealer jika terjadi kerusakan pada Headlamp, bahkan cuma Mika saja 😀

Pengalaman saya mengenai belanja di Online Marketplace perlu Anda jadikan acuan, jika Anda hunting produk apa pun, pastikan gambar yang dipajang oleh seller adalah asli dari produk yang dia punya, dan perhatikan pula berat produknya, apalagi jika terdapat opsi pengiriman melalui POS, karena POS menghitung paket per Gram, bukan per Kg seperti JNE, TIKI, dsb


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified