L

Ternyata Bendix Itu Kampas Rem Daur Ulang !


Bismillahirrohmanirrohim


Bendix

 

Bendix adalah Produsen Kampas Rem (Brake Pad dan Brake Soe) yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya oleh sebagian besar Rider di Indonesia, karena memberikan Teknologi Mutakhir dengan Harga yang relatif terjangkau.

Namun, ketika mendengar istilah “Daur Ulang“, “Recycle“, “Remanufacturer“, apa yang ada di benak sobat ?

Bendix yang merupakan Brand asal Amerika ini, memang tidak heran jika Bendix peduli dengan Lingkungan, di Amerika, produk berembel-embel Bio, Recycle, dan Remanufacurer tidak sejelek Stigma yang beredar di Indonesia.

Di Indonesia, kalau sudah tidak menggunakan Part Standard, sudah dicap jelek oleh sebagian orang yang masih berpikiran “Old School”.

Pada produk Barke Pad dan Brake Soe, bagian yang Habis tentu hanyalah bagian Liner atau “Dagingan” Kampasnya saja, sedangkan bagian Material Logam-nya masih Utuh.

Tentu sangat konyol sekali jika bagian Logam tersebut dilebur kembali, lalu dicetak kembali bukan ?

Nah, disini Bendix melihat potensi itu, dengan menggunakan Brake Pad dan Brake Soe bekas, mereka bisa memproduksi Brake Pad dan Brake Soe baru menggunakan Liner yang berkualitas tinggi produksi mereka, bahkan dengan kuliatas melebihi Liner OEM yang sebelumnya melekat pada Brake Pad dan Brake Soe tersebut.

Powered by Dewaweb


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai


Disqus Comments

  • Djuned Djuned

    Mas Lukman jg ganti kampus rem depan & belakang utk vario dan seluruh motor matic nya ….??? Pakai bendix kah??? Hehheheee

    • Hehe iya, pakai bendix 😀

      • Djuned Djuned

        Hehheheee….mantap mas….saya baru mau pesan bulan dpn…UD masuk dlm wish list…sekalian mau ganti busi iridium ke NGK CPR8EAIX-9 or denso IU24…xixixixi

        • Denso IU24 beda desain tapi om, dia Non-projected Insulator, kalau NGK CPR8EAIX-9 dia Projected Insulator.

          • Djuned Djuned

            Standar pabrik Yamaha utk Aerox 155 sebenarnya denso businya (U24EPR9),, saya seehh LBH prefer Denso Yaaa Krn referensi yg saya dpt mata nya LBH kecil (0,4) scr NGK 0,6 Jd LBH fokus pembakarannya …kalo Saia salah mohon di betulkan mas…oh ya Saia agak bingung mas antara protected insulator dgn NON Protected insulator (huruf P pada busi NGK),, mohon pencerahannya mas Lukman…CR7EIX saya pakai skrg tdk ada gejala knocking sama sekali, malahan enteng n bertenaga yg saya rasakan di bandingkan dgn dulu msh pakai busi standar pabrik (Denso U24EPR9),, slh nya Saia ganti busi bersamaan dgn ganti olie mesin dan olie gear jg bensin RON95 Jd ga bisa mendeteksi gejala knocking (sblm penggantian) n tenaga drop kalo sdh panas mesin nya disebabkan oleh penggantian yg mana di atas…hehehheee

          • Nah itu Denso U24EPR9, berarti desain insulator-nya Projected.

            Sedangkan Denso Iridium IU24 itu Non-projected Insulator.

            Sebenarnya, saya lebih suka 0,6 mm daripada 0,4 mm, karena sudah saya bahas juga di artikel tersendiri bahwa 0,4 mm itu masa pakai normalnya cuma 15rb KM saja, sedangkan 0,6 mm bisa sampai 40rb KM lebih.

            Saya sudah coba semua jenis Denso Iridium Power soalnya di motor yg standard-nya pakai Projected Insulator (merk Denso atau NGK) 😀

            Bedanya Projected dan Non-Projected Insulator itu dia lebih bersih Projected Insulator pembakarannya, dan kemampuan Self Cleaning juga lebih baik di RPM dan Suhu rendah (Membersihkan sendiri permukaan busi), kalau Non-Projected Insulator itu dia mesti sering dibawa kecepatan tinggi agar bersih.

            Gejala di performa, dsb gk bakalan terasa signifikan, dan karena kamu pakai RON95 jadi gk bakalan knocking 😀

            Sayang banget ya pakai NGK CR7EIX, padahal idealnya NGK CPR*EAIX-9. Simbol * maksudnya angka heat range, terserah mau pakai 7, 8, 9 dengan karakter masing-masing.

          • Djuned Djuned

            Hehehheee..nah dpt lg ilmunya neehh dr mas Lukman (Denso vs NGK)…mnrt mas saya LBH baik pakai heat range brp?? Saia akan coba balik ke pilihan ideal nya jg seehh NGK CPR*EAIX-9 spt yg mas Lukman bilang,, pemakaian Saia PP 70-100km sekali jalan dgn kondisi jalan variasi Dr macet, padat sampai lancar ngas pooll…hheehhehee…kadang bisa LBH jaraknya kalo sdh jalan Dr Bekasi ke Tangerang Serpong PP ….pertanyaan saya apa LBH bagus pakai busi panas or busi dingin?? Sori Jd panjang n salah lapak nehh…mohon pencerahannya …xixixixxi

          • Kalau kondisinya seperti itu lebih baik pakai NGK CPR8EAIX-9 om, tidak masalah kok diskusi dimana saja di blog saya ini 😀

            Busi dengan heat range lebih panas itu cocok untuk jarak pendek dan durasi yang cepat juga, misal dari rumah ke warung aja naik motor, atau riding dalam kota jarak pendek.

            Intinya jika ingin performa optimal mesin diraih lebih cepat karena suhu ideal mesin lebih cepat dicapai.

            Kalau mau pakai NGK CPR7EAIX-9 juga tidak masalah, karena sudah pakai RON 95 dan motor om kan sudah menggunakan teknologi water cooling system (Radiator).

          • Djuned Djuned

            Heheheheeee….makasih atas pencerahannya mas Lukman..



×
SSL Verified