Kategori Komputer

Property of Lukmanul Hakim Watermark V2

Saat artikel ini saya tulis, saya adalah Mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Teknik Informatika di Indonesia, dan kampus saya masih belum Go Open Source, tapi tentu saja secara bertahap ada dong arah ke situ, wajar saja karena memang Closed Source Proprietary Software masih mendominasi “Pasar” pekerjaan di Indonesia, tentu saja lembaga pendidikan mengikuti itu kan ?, saya yakin dan optimis bahwa nanti kampus saya itu akan Go Open Source lebih maksimal lagi suatu saat nanti. Go Open Source buan berarti Anti Closed Source.

Maka penggunaan software bajakan rasanya dimaklumi saja dalam rangka pendidikan, ya kan ?, aplagi itu sangat menguntungkan pihak pengembang software berlisensi tersebut.

Setidaknya ada dua kondisi dimana software bajakan itu diperbolehkan bahkan secara tidak langsung didukung oleh perusahaan besar dibalik software proprietary bersangkutan, yakni dalam rangka untuk Pendidikan dan untuk Penggunaan Pribadi (Personal). Tujuannya agar para lulusan dari lembaga pendidikan dan juga para pengguna personal itu akan ketergantungan dengan software berbayar, harapannya sih ya tentu saja beli lisensi-nya, karena untuk penggunaan komersial jelas dilarang keras, pihak perusahaan tidak main-main untuk memberantas penggunaan software bajakan untuk penggunaan komersial.[...]

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Property of Lukmanul Hakim Watermark V2

Setelah sekian lama saya single boot menggunakan Linux saja, kini saya terpaksa harus dual boot dengan Windows lagi, tentu saja menggunakan Windows terbaru yang saat artikel ini saya tulis adalah Windows 10, sedangkan Distro Linux yang saya gunakan adalah Mint. Alasannya ?, secara logika, jika Ubuntu lebih baik dari Debian karena turunannya, maka Mint tentu lebih baik dari Ubuntu karena turunannya 😀

Dan menurut pengalaman saya memang demikianlah adanya, beberapa bug dan ketidaknyamanan di Ubuntu diperbaiki dan disempurnakan oleh developer Linux Mint.

Alasan menggunakan Windows 10 karena ya menurut saya Windows 8.x dan 7 sudah tidak bisa mengalahkan Windows 10, tidak ada alasan saya untuk pakai versi Windows 7 dan 8.x :D, selain itu juga karena saya punya lisensi Windows 10 Retail.

Nah dalam proses menginstall OS (Sistem Operasi), tentu yang paling basic adalah kita harus bisa mempartisi harddisk, banyak pemula terkendala dengan prosedur ini dan sudah tidak bisa dihitung lagi yang keliru dalam penanganannya yang mengakibatkan seluruh data di harddisk hilang karena terformat semuanya, khususnya yang baru belajar install linux 😀[...]

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Ilustrasi Cloud Data Center

Mungkinkah menggunakan dua atau lebih mail server dalam satu domain ?

Jawabannya adalah mungkin, itu bisa dilakukan !

Tapi bukan dengan membuat MX Record dari beberapa Mail Server tersebut pada DNS Server Domain Anda 😀

Karena hal itu tidak akan bisa dilakukan, kenapa ?

Anda pasti tau mengenai Priority pada MX Record, nah itu berfungsi sebaimana namanya, misalnya ada 3 MX Record, maka MX Record dengan angka Priority terkecil yang didahulukan untuk digunakan, jika gagal, maka lanjut ke MX Record dengan angka Priority yang lebih besar, begitu seterusnya, bahkan bisa lebih dari 3 MX Record.

Biasanya angka Priority pada MX Record adalah 0, 10, 20, 50, dsb. Angka semakin kecil maka semakin High Priority.

MX sendiri berarti Mail eXchange, artinya MX adalah “Tempat Transit” untuk semua email yang dikirimkan pada Domain bersangkutan.

Tanpa MX Record, email tidak akan bisa masuk ke Mailbox di Mail Server !

Jadi, jika misalnya Anda menggunakan 2 Mailbox, lalu Anda buat MX Record dari keduanya di domain yang sama, maka hanya salah satu dari keduanya saja yang akan menerima email yang masuk tersebut. Meskipun Priority-nya Anda samakan angkanya. Misalnya sama-sama 10, tapi tetap saja akan masuk ke salah satunya saja, justru ini membingungkan, karena tidak ada kejelasan ke Mailbox mana email tersebut masuk, akibatnya nanti jadi random/acak 😀[...]

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



×
SSL Verified