Penulis: Lukmanul Hakim

Property of Lukmanul Hakim Watermark V2

Saya kehilangan passion untuk sharing, blog ini jarang update bukan karena saya jarang punya project atau kehabisan ide, ada banyak banget project dan ide dari yang sepele sampai besar, tapi tidak saya share di blog saya ini, malah banyak juga yang sudah saya tulis, tapi hanya menjadi draft saja tanpa saya publish.

Setelah saya menikah, dunia saya sudah lengkap, saya bahkan tidak perlu sharing dan update status di platform sosmed apa pun dan kepada siapa pun kecuali istri saya, saya sudah mendapatkan yang lebih baik dari social media dan internet dalam hal mengutarakan apa yang sedang saya pikirkan.

Sekarang saya fokus berbisnis, bekerja, dan belajar, tidak tertarik lagi dengan hal-hal terkait “Ngajarin Orang” dan “Berusaha Ngatasin Masalah Orang”. Banyak email dan chat masuk ke saya mengenai keluhan masalah teknis dia, tapi maaf saya gk bisa melayani, I don’t care anymore. Kecuali orang-orang yang care dengan saya dan dekat dengan saya dari dulu, tentu saja mereka saya bantu !, tapi jika orang yang tidak saya kenal, saya tidak bisa bantu banyak, bahkan tidak saya balas jika terlalu banyak tanya tanpa mau nyari solusi sendiri.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Service Knalpot R9 Misano: Final

Knalpot R9 Misano ini dulu saya beli pada tanggal 19 Mei 2015, dan terakhir kemaren diservice pertamakali pada tanggal 25 Desember 2019, artinya kurang lebih selama 4 tahun knalpot ini saya pakai tapi cuma satu kali diservice ganti gaspul setelah kurang lebih pemakaian selama 4 tahun.

Alasan kenapa sampai segitunya banget, itu bukan karena saya mau ngetest atau apa, tapi karena saya tidak tau kalau ternyata knalpot ini pakai gaspul, saya tidak pakai istilah “glasswool” karena memang knalpot ini tidak menggunakan bahan itu sebagai peredam suara, tapi versi sintetisnya, itulah kenapa masa pakainya lebih awet, dan itulah sebabnya terjadi kekeliruan saya dalam memahami ini, memang knalpot ini tidak pakai glasswool, tapi tetap saja pakai gaspul (istilah umumnya, karena tidak semua berbahan glasswool).

Dulu ketika hunting knalpot ini, pihak R9 juga tidak menggunakan istilah glasswool, saya lupa istilahnya, tapi memang sejak awal pihak R9 mengklaim bahwa knalpot ini menggunakan bahan peredam khusus yang berbeda dengan yang lain, sehingga diklaim lebih awet hingga lebih dari 5 tahun. Saat artikel ini saya tulis sekarang, saya kesulitan mencari product preview lama itu, sekarang sudah beda, nanti akan saya cari lagi.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Ming Shi Safety Razor: 2000S dan 3000S

Seumur hidup saya selama ini, sejak saya remaja hingga kemaren, sampai artikel ini saya tulis, saya selalu mengalami masalah iritasi pada kulit setelah cukuran, yakni in-grown hair/razor bump/razor burn.

Selama ini saya menggunakan produk yang ada-ada saja disekitar saya yakni Multi-blade Razor, kadang yang sekali pakai alias disposable, kadang yang berupa cartridge, ada yang dua mata pisau, ada yang sampai 5 mata pisau, mereknya pasti sudah familiar semua lah, di Indonesia ini, apa lagi kalau bukan itu 😀

Saya kemudian mencari solusi atas masalah yang selama ini saya derita, dan solusinya adalah beralih ke Single Blade Razor, opsinya yang paling bagus adalah DE/Double Edge Razor Blade seperti foto di atas.

Ya, masalah utamanya adalah ada pada jumlah mata pisau dari alat cukur/cangkulan yang selama ini saya gunakan, yakni paling sedikit ya dua mata pisau.

Silahkan tonton disini penjelasannya.

Saya beralih ke DE Safety Razor karena memang saya butuh, kulit saya tidak kompatibel dengan multi-blade razor yang umum dan mudah ditemui di pasaran Indonesia.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »