L

Saya Bersyukur Bukan Fanatik Cherry MX Switch Karena Memilih Mechanical Keyboard dari Bawah !


Bismillahirrohmanirrohim


Full RGB Mechanical Keyboard

Ketika saya “hunting” atau mencari mechanical keyboard, tentu orang-orang yang katakanlah “Expert” dalam hal Computer Pheripheral khususnya Mechanical Keyboard, selalu saja mengutamakan Cherry MX Switch. Tidak salah sih, tapi itu kan subjektif banget.

Saya pribadi pengguna Kailh Switch, dan puas sekali dengan karakternya dan saya cocok (Dalam hati saya bilang “Alhadulillah isi dompet saya selamat”), soalnya tau sendiri lah kalau selera sudah fix mesti cherry mx switch, ya saya mesti merogoh kocek lebih dalam.

Sebuah “Gift” atau “Anugerah” soal kepekaan/sensitifitas rasa/feel itu bisa jadi musibah buat dompet, sama seperti ketika saya sangat peka terhadap feel berkendara pada sepeda motor matic saya, getar dikit, bunyi dikit (yang aneh), bakalan saya service, lama-lama saya merasa pengeluaran semakin besar untuk itu, saya pun belajar service sendiri, tapi pengeluaran tetap besar karena riset trial and error menggunakan part-part tertentu untuk menghilangkan gejala getar, dan bunyi aneh di sepeda motor saya. Bandingkan sama pengguna motor yang sama yang bedanya, dia “Mati Rasa”, mereka enjoy aja pakai tuh motor, toh yang penting jalan, no problem.

Ini juga terjadi pada orang yang saya kenal di dunia Audio Portable, ribet banget, untuk sebuah IEM (In-Ear Monitor) atau Earphone saja, itu dia kabel mesti pakai Silver Plated, karena kabel biasa bahkan sekelas kabel Oxygen Free Very Purity Copper saja tidak cukup, bahkan Gold Plated saja masih belum cukup, harus Silver !, bahkan urusan Eartips saja juga gk bisa sembarangan, ribet !

Mau sepeda motor, audio, mechanical keyboard, itu sama saja ribetnya dan borosnya, jika kita punya “Gift” yang saya sebut di atas, Alhamdulillah saya tidak punya 😀

 

Lucunya, ada loh mereka yang sudah fanatik pada sebuah brand gaming, beli mechanical keyboard yang pakai kailh switch dengan harga di atas 1 juta juga mau, dan pada akhirnya dikomplain oleh sebagian penggunanya yang terbiasa menggunakan cherry mx switch 😀

Asal tau saja, saya sudah nyiapin budget 5 Juta Rupiah ketika hunting mechanical keyboard yang terkenal mahal itu, tapi pilihan-pilihan keyboard “mahal” itu tidak menarik perhatian saya. Karena beberapa ada yang cuma mementingkan menggunakan cherry mx switch, dan beberapa lainnya ada yang mahal cuma karena brand doang.

Nah, rupanya brand-brand lokal dan baru mulai masuk ke pasar mechanical keyboard itu bisa menjadi opsi terbaik, karena kita tidak beli brand, tapi beli produk yang mereka tawarkan (Mereka lagi cari pamor).

Bahkan ada loh yang meskipun katanya tidak menjual gimmick RGB, tapi lebih memilih menggunakan LED Backlight single color saja, tapi malah menjual gimmick lain seperti aluminium “Aluminium Aircraft Grade”, ayolah, siapa yang perlu Aircraft Grade untuk sebuah kesing keyboard ?, sekalian aja pakai Military Grade 😀

Tapi baru-baru ini saya lihat, brand itu sudah mengeluarkan versi RGB dari keyboard besutan mereka itu, haha 😀

Saya adalah pengguna komputer yang masih berpikiran “Cuma buat Keyboard doang, ngapain mahal-mahal”, beda dengan mouse/mice, yang saya termasuk tidak bisa sembarangan dalam memilih mouse, tapi masih berorientasi pada price to performance, meskipun budgeting saya cukup tinggi, tapi bukan berarti beli semahal-mahalnya 😀

Sekilas info saja, nama lain Kailh (Cara Bacanya: Kaile) Switch adalah Long Hua dan Kaihua, sering juga ditulis Kailh LH Switch. Kalau kamu menemukan housing switch yang bertuliskan Long Hua, maka itu berarti Kailh.

Itu secara tidak langsung membuka pikiran saya bahwa, bisa saja brand-brand switch diluaran sana apalagi yang branding menggunakan brand produsen mechanical keyboard bersangkutan, itu cuma re-branding doang, aslinya dibuat  oleh manufacture yang sama.

Yah beginilah ketika kamu punya produk yang sudah dipatenkan, lalu hak patennya berakhir/expired 😀

 

Saya bukan fanboy/fanatik Kailh Switch atau brand switches apa pun, apaan coba fanatik pada hal sepeti itu 😀

Awalnya saya skeptik juga soal brand Kailh Switch itu, tapi setelah saya tonton video profil pabriknya, saya tidak bisa anggap remeh !

Klik disini, untuk melihat videonya !

Setidaknya alat yang mereka pakai sangat-sangat professional.

Walau (Ini pendapat pribadi saya yah) memang kalau soal Automotive Engineering (Saya sedikit mengamati otomotif juga), German dan Amerika (yang notabene dimana Cherry MX berasal) itu ada kelebihan tertentu dibandingkan Jepang, dan juga China.

Nah itu bisa saja berlaku pada Engineering lain seperti Switches ini, itulah yang bikin orang fanatik dengan Cherry MX yang notabene dari German, lebih tepatnya German-America.

Klik disini untuk melihat pabrik Cherry MX di German.

 

Tahukah Anda bahwa Romer G Switches punya Logitech dibuat di pabriknya Omron ? 😀

Setelah melihat pabrik-pabrik yang memproduksi mechanical switches, termasuk relay dan sebagainya, satu hal yang saya simpulkan bahwa membuatnya tidak mudah dan murah, maka wajar saja jika harganya pun tidak murah.

Sebenarnya harga mechanical switch per unitnya yah tidak terlalu mahal, masih dibawah 10rb rupiah, tapi karena penerapannya pada sebuah keyboard yang menggunakan lebih dari 100 tombol/key, maka total harganya jadi relatif cukup mahal, hanya untuk cost/biaya mechanical switchesnya saja, belum yang lain dari sebuah mechancial keyboard.

 

Dari semua riset yang saya lakukan, saya berkesimpulan bahwa semua itu kembali lagi ke feel, karakter, dan personal preference dari si pengguna, sukanya yang mana ?

Di YouTube saya pernah nonton pengguna Mechanical Keyboard yang mencoba Head by Head, Apple to Apple antara Greetech, Gateron, Outemu, dan Cherry MX Switces berbagai color code, dan faktanya YouTuber tersebut tidak memilih feel dan karakter yang diberikan cherry mx switches.

Videonya bisa Anda lihat disini.

Video itu yang memberikan pencerahan kepada saya bahwa, urusan switch pada mechanical keyboard itu tidak mesti selalu cherry mx !

Apalagi saya tau diri lah, saya seumur hidup saya menggunakan Rubber Dome Keyboard, maka secara teori, apa pun mechanical keyboard yang saya beli, itu jauh lebih baik di semua aspek jika dibandingkan dengan rubber dome keyboard. Ini perlu dicatat oleh para pemula seperti saya.

Itulah kenapa, saya tidak gengsi memilih mechanical keyboard low budget yang menggunakan kailh switches dan keycap gk jelas dan sejuta umat.

Saya bela-belain beli secara online, dan tidak mencari orang-orang atau komunitas lokal yang bisa ngasih saya masukan dan testing menggunakan mechanical keyboard mereka yang tentu saja ada yang menggunakan cherry mx switches.

Saya benar-benar riset sendirian untuk hal ini, agar saya tidak terjebak dalam bias ketika memilih personal preference saya sendiri.

Saya menghindari pengaruh dari personal preference orang lain (Latah), dan saya ingin melakukan “Blind Choice” terkait mechanical keyboard switches ini.

Hasilnya, saya benar-benar no complain ketika menggunakan mechanical keyboard yang menggunakan kailh switch, bahkan lebih spesifik lagi yakni varian blue switch. Padahal sejauh penelusuran saya, banyak sekali orang-orang yang menganggap kailh switch itu jelek, nyatanya bagi saya tidak sama sekali.

 

Saya kemudian mencoba Cherry MX, Greetech, Gateron, Outemu, dan sungguh saya lebih suka Kailh Blue Switch yang notabene adalah Switches pertama yang saya pakai dari mechanical keyboard pertama saya sejak sekian lama saya menggunakan rubber dome keyboard.

Jadi teori saya terbukti oleh saya pribadi (Mungkin ya dan mungkin tidak terjadi pada orang lain), bahwa orang-orang yang mendewakan cherry mx switch ya karena mereka pada awalnya, menggunakan mechanical Keyboard yang menggunaakn cherry mx switch ketika semua mechanical keyboard masih menggunakannya yakni saat hak patennya masih berlaku, sehingga menjadi terbiasa, dan menjadi personal preference, sehingga ketika mereka menggunakan switch lain, mereka tidak nyaman, bisa saja sih menggunakannya, tapi feelnya beda, karakternya beda, seperti ada sesuatu yang hilang. Itu juga yang saya rasakan ketika mencoba switch lain selain kailh switch.

Terserah jika ada orang yang bilang bahwa selera saya jelek, dsb, itu personal preference saya, hargailah 😀

Ini yang saya katakan “Mencoba Mechanical Keyboard dari Bawah”, ujung jari saya dan telinga saya sudah kenal dan terbiasa menggunakan mechanical keyboard switches dan keycap murah sekelas kailh switches dan ABS doubeshoot sejuta umat (Biasa dipakai mechanical keyboard low budget).

Pada akhirnya saya bisa lebih bersyukur, dan menghemat uang saya 😀

Prinsipnya, selama kita menggunakan mechanical keyboard (secara spesifik memang menggunakan mechanical switches), maka itu sudah bisa dikatakan pengguna mechanical keyboard !

Tidak benar jika ada yang bilang jika kita belum pakai mechanical keyboard yang menggunakan cherry mx switches, maka belum bisa disebut pengguna mechanical keyboard.

 

Saya pribadi tidak bisa merasakan perbedaan antara Cherry MX, Greetech, Gateron, Outemu, Kailh Switches sama sekali, dengan catatan semuanya sama-sama blue switch, karena saya tidak suka varian lain seperti brown switch, apalagi red switch.

Ini menurut saya adalah keberuntungan saya yang “Mati Rasa” atau tidak peka terhadap perbedaannya terkait beberapa brand mechanical switch yang ada, alhasil lagi-lagi isi dompet saya selamat 😀

 

Makanya jangan salahkan saya jika saya beropini bahwa “Buat keyboard doang kok mahal-mahal”, karena yang membuat mechanical keyboard mahal adalah brand mechanical switches yang digunakan, dan brand/merek dari mechanical keyboard tersebut, terlepas dari desain, fitur dan build quality yang diberikan.

Disini saya tekankan bahwa saya bukan mechanical keyboard enthusiast, saya tidak penghobi mechanical keyboard.

Tidak ada habis-habisnya sob kalau kamu keracunan mechanical keyboard stuff, sama seperti ketika kita keracunan audio portable 😀

Saya membeli mechanical keyboard untuk digunakan, bukan untuk dikoleksi, dan bukan untuk seni-senian.

Mechanical Keyboard juga bukan mainan 😀

No offense yah, saya tidak bermaksud menyinggung orang-orang yang memang hobi banget semua tentang mechanical keyboard.

 

Fanatik Cherry MX

Saya mencoba membahas mengenai orang-orang yang fanatik dengan cherry mex yang saya dapati.

Para fanatik cherry mx switch biasanya adalah pengguna kawakan alias sudah menggunakan Mechanical Keyboard sejak patent cherry mx switch masih berlaku (Patent cherry mx berakhir pada tahun 2013 dimana saat itu mechanical keyboard tidak ada yang relatif murah) yang artinya mereka terbiasa dengan feel dan karakter cherry mx switch dan menjadi standard selera mereka, sejak dulu.

Setelah patent cherry mx berakhir pada tahun 2013, tentu clone-nya masih dalam tahapan R&D (Reasearch and Development), hingga sekarang saat postingan ini saya tulis, mechanical keyboard bukan barang relatif mahal lagi, bahkan kita bisa mendapatkan mechanical keyboard TKL yang menggunakan cherry mx switch dengan harga 700rb’an karena setiap pemain utama yang sudah memiliki kompetitor, maka harganya akan turun dan itu juga dipengaruhi dari harga sebuah desain dan brand dari produsen mechanical keyboard tersebut.

 

Biasanya, para fanatik cherry mx switches juga lebih suka desain simple seperti keyboard standard kantoran, tanpa backlight atau jika pun menggunakan backlight, mereka lebih suka yang single color misalnya warna putih saja, atau warna lainnya, padahal saya merasa lucu ketika LED yang digunakan justru jenis LED yang mudah rusak/mati.

Kalau pun RGB, tidak suka selain yang ada pada keycap (Tidak suka RGB Keliling). Mereka juga peka urusan keycap, lebih suka PBT/ABS double shoot yang menggunakan font standard (OEM).

Biasanya tipikal mechanical keyboard dengan cherry mx switches seperti itu harganya mahal, di atas 900rb. Aneh kan ? (Sebenarnya tidak, saya tau alasannya kenapa) 😀

Bahkan saya pernah menemukan mechanical keyboard yang menggunakan kailh switch tapi dibandrol dengan harga 900rb’an ke atas, mungkin mereka pengen biaya produksi murah tapi dapat untung gede, hanya karena harga sebuah brand.

Tidak seperti mechanical keyboard low budget yang sudah menggunakan cherry mx dengan harga 700rb’an, karena brand mereka masih baru, maka mereka ngambil untungnya juga sedikit sebagai pengenalan brand, karena memang sukses bikin hype/viral kemana-mana akan eksistensi mechanical keyboard tersebut. Hasilnya untuk tipe mechanical keyboard yang sama yang menggunakan cherry mx switch seringkali kehabisan stock, sebagai gantinya mereka menjual tipe mechanical keyboard yang sama tapi menggunakan switch lain dengan harga yang sedikit lebih murah.

 

Kenapa Mechanical Keyboard yang Relatif Mahal Memiliki Desain Biasa-biasa Saja ?

Alasan kenapa mechancal keyboard di atas 900rb’an memiliki desain biasa-biasa saja, karena untuk biaya produksi menggunakan cherry mx switches dan keycap berkualitas bagus saja itu sudah mahal, belum lagi biaya desain, dsb.

Apakah semua mechanical keyboard di atas 900rb’an begitu ?, oh tidak, kalau ke atas lagi kita bisa menemukan mechanical keyboard dengan desain futuristik yang keren. Karena cost untuk desain sudah termasuk.

Nah bagi yang ingin desain futuristik yang keren tapi tidak sanggup beli yang mahal, kita bisa temukan mechanical seperti itu di range harga di bawah 700rb. Tentu saja keyswitches yang digunakan bukan cherry mx dan keycap yang digunakan adalah keycap sejuta umat 😀

 

Jangan Subjektif

Saya tidak suka jika urusan switch mechanical keyboard ini digeneralisir, padahal semua kembali kepada selera yang sangat subjektif tergantung selera siapa yang ngomong.

Dan karena patent cherry mx switch sudah berakhir, maka menurut saya kurang tepat jika disebut Clone/KW, karena setiap manufacture tentu punya tim R&D masing-masing untuk mengembangkan teknologi ini (Untuk membuat tiruan yang semirip mungkin, hahaha), bahkan lahir teknologi baru seperti Optical Switches (LK = Light Strike) dan Romer G.

Bro, ibarat obat medis saja, kalau saja patent obat parasetamol tidak berakhir, maka mungkin harganya akan mahal, kita tidak bisa beli parasetamol versi generic. Tapi buktinya penyakit kita bisa sembuh kan meski minum obat parasetamol generic ?, sakit kepala misalnya 😀

Lagipula jika clone, maka mestinya di housingnya tertulis cherry mx, padahal bukan asli alias clone. Tapi kan seperti kita tau, switch yang beredar itu menggunakan brand masing-masing.

Menurut saya, yang bikin mahal harga Switch dan Mechanical Keyboard secara keseluruhan adalah tergantung brand dan tergantung cara dan seberapa banyak produsen ngambil untung.

Apalagi sob, untuk mempatenkan sebuah penemuan itu tidak murah !, sehingga berimbas pada harga jual.

Anggap saja, mechanical keyboard switches yang beredar sekarang ini adalah versi generic-nya 😀

 

Pada akhirnya semua kembali lagi kepada feel dan karakter yang ditawarkan setiap brand, meskipun secara desain mirip karena sudah menjadi produk generic.

BTW, jika pada artikel ini saya keceplosan subjektif, maafkan dan tolong koreksi saya 🙂

 

Hadirnya Mechanical Keyboard Low Budget

Range harganya di atas 400rb sampai dibawah 900rb itu menurut saya sudah masuk kategori low budget. Mulai dari 900rb ke atas itu sudah di luar kategori low budget.

Kalau saya perhatikan, munculnya pheripheral murah seperti mechanical keyboard dan mouse gaming itu seperti ada manufacture tunggal yang menerima “Pesanan” sesuai desain masing-masing brand.

Kita bisa lihat dari software yang disertakan (cuma beda desain unser interface dan logo), kombinasi tombol untuk mengatur RGB, dan bahkan pada mechanical keyboard low budget kita bisa lihat bahwa keycap yang digunakan sama, menggunakan font sejuta umat dengan material ABS double shoot.

Ini kabar bagus untuk para kere hore, karena yang penting kan adalah fungsinya, dan mengenai keyboard, yang penting mechanical keyboard 😀

Meski untuk mouse, saya tidak bisa asal-asalan, saya tidak berani pakai gaming mouse yang menjual gimmick gammy saja, yang terpenting adalah sensor yang digunakan. Eh bukankah ini sama saja dengan mechanical keyboard ?, yang penting kan switchesnya ?

Jadi gini sob, untuk mechanical keyboard, ketika sebuah keyboard menggunakan saklar/switch mekanik, maka sudah bisa disebut mechanical keyboard.

Makanya untuk mechanical keyboard, saya malah yang penting mechanical keyboard saja, dengan switch apa saja, karena seperti yang sudah saya katakan sebelumnya bahwa untuk keyboard, saya tidak muluk-muluk.

Sepertinya kedepannya mechanical keyboard akan semakin murah saja, yang tentu saja masih di atas rubber dome keyboard.

Atau bahkan kedepannya rubber dome keyboard akan tergantikan oleh mechanical keyboard ?

 

Sebagai Typer dan Casual Game Saya Tidak Repot Soal Keyboard

Saya pernah menggunakan Mesin Tik (Saat masih kecil) dengan karakter feel Tactile-nya dan Noise yang luar biasa itu yang bikin saya harus menggunakan satu jari saja yakni jari telunjuk dengan mengerahkan tenaga cukup besar untuk menekan satu per satu key ketika mengetik 😀

Tapi saya tidak lantas menginginkan sensasi dan karakter feel itu pada keyboard komputer 😀

Yah kali sob, dengan mechanical keyboard yang memberikan sesasi tactile dan noise berupa bunyi clicky saya bahkan tidak perlu menekan tombol keyboard sampai mentok ke bawah untuk meregister sebuah karakter ke komputer, tidak seperti ketika menggunakan rubber dome keyboard.

Kamu pernah melihat orang menekan tombol di keyboard komputer seperti orang ngetik di mesin tik ?, nah mungkin dia itu tidak bisa moving on dari kebiasaan menggunakan mesin tik 😀

Tapi meski mechanical keyboard sangat nikmat, saya juga biasa saja ketika menggunakan rubber dome membrane keyboard, scissor keyboard, dsb

Meski saya akui bahwa mechanical keyboard adalah keyboard terbaik, apa pun switch yang digunakannya, karena saya bisa menghemat energi saya, meningkatkan kecepatan dan akurasi dalam mengetik.

 

Saya merasa sangat beruntung karena urusan keyboard, saya tidak neko-neko, saya cocok dengan varian karakter mechanical switches apa pun yang tersedia.

Saya tidak perlu membawa mechanical keyboard kesana kemari, apa pun keyboardnya, saya nyaman-nyaman saja menggunakannya.

Saya masih memiliki tingkat toleransi yang tinggi dan masih bisa berkompromi kalau ursan keyboard 😀

 

Akhir Kata

Ini adalah pendapat saya pribadi saja, dan saya merasa kesal ketika ngomongin mechanical keyboard eh cherry mx lagi cherry mx lagi (Tanpa mengurangi rasa hormat kepada pemilik brand yang notabene penemunya).

Bukan berarti saya haternya cherry mx atau anti cherry mx, tapi saya merasa bahwa urusan switch itu adalah selera yang subjektif !

Itulah ribetnya mechanical keyboard, ketika kita mencari reviewnya yang terlalu subjektif.

Sebaiknya cukup pelajari perbedaan antara Blue, Red, Brown, Black, Green Switch, dsb bagaimana penjelasan karakternya, dan spesifikasi lainnya.

Selanjutnya coba sendiri saja, dari brand apa pun switch tersebut, coba dan nilai sendiri.

Memang sulit, apalagi sekarang apa-apa selalu online, bahkan untuk beli mechanical keyboard pun juga online.

Alhasil, dalam proses mencari referensinya pun secara online, tapi parahnya sampai hal yang subjektif pun dicari secara online !

Gini deh, bagi kamu yang selama ini bertahun-tahun menggunakan rubber dome membrane keyboard dan ingin beralih ke mechanical keyboard, langsung saja beli mechanical keyboard apa pun yang desainnya sesuai keinginan kamu dan switch dari brand apa pun. Palingan kamu cukup tentukan mau karakter Blue, Red, Brown, dsb saja.

Carilah toko komputer offline yang memperbolehkan kamu untuk mencoba produk-produk mechanical keyboard yang mereka jual, itu lebih baik.

Tidak perlu terlalu ribet jika kamu baru pertamakali menggunakan mechanical keyboard, karena mechanical keyboard apa pun, jauh lebih baik dibandingkan membrane/rubber dome keyboard.

 

Disclaimer

Saya tau untuk mechanical keyboard ini memang ada semacam seninya, teknikalnya, atau apalah itu yang menjadikannya “Hobi” oleh sebagian orang, karena mechanical keyboard benar-benar Customizable/DIY-able.

Artikel ini tidak saya tujukan untuk Mechanical Keyboard Enthusiast !

Artikel ini dari saya dan untuk siapa pun yang seumur hidupnya menggunakan Rubber Dome/Membrane Keyboard.

Meskipun saya pengguna mechanical keyboard, tapi saya tidak antusias, saya tidak hobi.

Saya tidak peduli dengan brand switch, keycap, bla bla bla dsb dari mechanical keyboard. Karena bagi saya, ini hanya keyboard.

Saya menggunakannya ya untuk mengetik dan apa pun aktivitas komputasi yang membutuhkan keyboard, seperti yang kamu lihat sendiri saya adalah blogger yang secara otomatis adalah typer, soal gaming, saya cuma casual gamer, bahkan cenderung jarang sekali gaming karena pekerjaan saya dan kesibukan saya.

Jika karena mengikuti antusiasme saya terhadap semua tentang mechanical keyboard lantas saya gonta ganti segala macamnya, maka tujuan awal saya untuk upgrade ke mechanical keyboard akan tidak tercapai, yakni saya memilih menggunakan mechanical keyboard untuk “sekali dan selamanya”, maksudnya ini investasi jangka panjang saya dengan harapan keyboard ini awet.

Sekali lagi saya tekankan, ini cuma keyboard, tidak lebih bagi saya, kalau ada yang murah, ngapain yang mahal ?, sebagai perbandingan, saya punya beberapa barang-barang mahal karena memang saya mau dan perlu, misalnya untuk laptop, saat artikel ini saya tulis, saya menggunakan Gaming Laptop ASUS ROG Strix GL503VD yang sudah saya upgrade ke SSD NVMe dan Dual Channel RAM. Saya juga punya Earphone berjenis IEM (In-ear Monitor) yang harganya sama atau bahkan lebih mahal dari mechanical keyboard, padahal bentuknya kecil, tapi sound quality-nya bikin “Eargasm” 😀

 

Lagipula mechanical keyboard yang saya gunakan tidak terlalu low budget juga, di luaran sana masih banyak mechanical keyboard yang dijual lebih murah. Tapi tidak saya pilih karena saya tidak suka (Nah kan personal preference lagi).

 

Sekali lagi saya tekankan, jika Anda adalah pengguna Rubber Dome Keyboard yang bahkan sekalipun tidak pernah menggunakan mechanical keyboard, maka belilah mechanical keyboard dengan harga semurah mungkin dengan desain dan fitur yang Anda suka, itu sebagai permulaan.

Selanjutnya, silahkan nilai sendiri apa yang kurang, dan semoga tidak keracunan 😀

 

Semoga Bermanfaat 🙂


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified