Kategori Troubleshooting

Service Knalpot R9 Misano: Final

Knalpot R9 Misano ini dulu saya beli pada tanggal 19 Mei 2015, dan terakhir kemaren diservice pertamakali pada tanggal 25 Desember 2019, artinya kurang lebih selama 4 tahun knalpot ini saya pakai tapi cuma satu kali diservice ganti gaspul setelah kurang lebih pemakaian selama 4 tahun.

Alasan kenapa sampai segitunya banget, itu bukan karena saya mau ngetest atau apa, tapi karena saya tidak tau kalau ternyata knalpot ini pakai gaspul, saya tidak pakai istilah “glasswool” karena memang knalpot ini tidak menggunakan bahan itu sebagai peredam suara, tapi versi sintetisnya, itulah kenapa masa pakainya lebih awet, dan itulah sebabnya terjadi kekeliruan saya dalam memahami ini, memang knalpot ini tidak pakai glasswool, tapi tetap saja pakai gaspul (istilah umumnya, karena tidak semua berbahan glasswool).

Dulu ketika hunting knalpot ini, pihak R9 juga tidak menggunakan istilah glasswool, saya lupa istilahnya, tapi memang sejak awal pihak R9 mengklaim bahwa knalpot ini menggunakan bahan peredam khusus yang berbeda dengan yang lain, sehingga diklaim lebih awet hingga lebih dari 5 tahun. Saat artikel ini saya tulis sekarang, saya kesulitan mencari product preview lama itu, sekarang sudah beda, nanti akan saya cari lagi.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Ming Shi Safety Razor: 2000S dan 3000S

Seumur hidup saya selama ini, sejak saya remaja hingga kemaren, sampai artikel ini saya tulis, saya selalu mengalami masalah iritasi pada kulit setelah cukuran, yakni in-grown hair/razor bump/razor burn.

Selama ini saya menggunakan produk yang ada-ada saja disekitar saya yakni Multi-blade Razor, kadang yang sekali pakai alias disposable, kadang yang berupa cartridge, ada yang dua mata pisau, ada yang sampai 5 mata pisau, mereknya pasti sudah familiar semua lah, di Indonesia ini, apa lagi kalau bukan itu 😀

Saya kemudian mencari solusi atas masalah yang selama ini saya derita, dan solusinya adalah beralih ke Single Blade Razor, opsinya yang paling bagus adalah DE/Double Edge Razor Blade seperti foto di atas.

Ya, masalah utamanya adalah ada pada jumlah mata pisau dari alat cukur/cangkulan yang selama ini saya gunakan, yakni paling sedikit ya dua mata pisau.

Silahkan tonton disini penjelasannya.

Saya beralih ke DE Safety Razor karena memang saya butuh, kulit saya tidak kompatibel dengan multi-blade razor yang umum dan mudah ditemui di pasaran Indonesia.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Property of Lukmanul Hakim Watermark V2

Kebetulan motherboard yang saya gunakan adalah Gigabyte B450 Aorus Pro WiFi yang memiliki fitur Dual BIOS.

Asiknya, saya bisa dengan leluasa melakukan Upgrade maupun Downgrade BIOS. Ya, kita bisa melakukan Downgrade BIOS di motherboard yang memiliki fitur Dual BIOS !

Sejak menggunakan motherboard ini, saya disibukkan dengan memory overclocking, karena RAM yang saya beli itu XMP 3600Mhz, tapi tidak bisa jalan di mobo ini dengan prosesor AMD Ryzen 5 2600 (Zen+), paling tinggi itu di 3400Mhz CL14, saya rasa itu worth it saja, mengingat 3600Mhz paling ketat timing-nya di CL16.

Itu pun, hanya bisa berjalan di BIOS versi F5, saya sudah coba semua versi yang ada, tidak bisa stabil di 3400Mhz CL14 !

Ternyata ada sebabnya sob, jadi BIOS versi F5 itu versi AGESA-nya masih murni yakni 1.0.0.6 khusus Pinnacle Ridge yakni prosesor yang saya gunakan, sedangkan versi di atasnya sudah COMBO dengan AGESA untuk prosesor tipe lainnya sehingga tidak optimal.

Oke, saya sudah menemukan versi BIOS yang optimal dan kesimpulan saya tidak selalu versi terbaru itu lebih baik, tapi…

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »