Kategori Troubleshooting

Ramp Plate Dipoles: Roller Awet

Kondisi roller seperti foto di atas itu padahal setelah pemakaian lebih dari 15.000 KM, tapi masih bulat sempurna.

Seperti yang kita tau selama ini, masalah umum pada roller motor matic adalah oblak karena keausan tidak merata, sehingga roller tidak menggelinding, tapi malahan sliding, padahal pakai round roller, bukan sliding roller atau flying roller.

Masalah itu disebabkan karena ujung-ujung Ramp Plate yang menahan roller ternyata tidak dipoles oleh pabrikan !

Sayangnya saya belum punya Ramp Plate yang belum dipoles, sehingga tidak bisa menunjukkan foto ujung-ujung ramp plare yang tidak rata itu.

Jadi sob, di ujung-ujung ramp plate itu permukaannya kasar bekas pemotongan dengan metode press cutting.

Kita bisa menghaluskannya dengan cara memoles bagian itu dengan menggunakan abrasif, yakni yang paling mudah adalah menggunakan gerinda, bisa saja menggunakan amplas, tapi cukup menguras tenaga dalam prosesnya 😀

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

 

Ramp Plate yang Sudah Dipoles

Polished Ramp Plate

Ramp Plate Dipoles

Bagian ujung-ujung ramp plate yang saya maksud adalah seperti pada foto di atas.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Property of Lukmanul Hakim Watermark V2

Sebelumnya saya sudah membahas dari sudut pandang blogger mengenai pentingnya penerapan Page Break atau Halaman pada setiap artikel yang kita buat.

Singkatnya, Page Break adalah solusi bagi blogger agar Bouce Rate pada statistik berkurang dan jumlah Page Views meningkat !

Bounce Rate adalah rating rata-rata persentase pengunjung yang “Mental” alias cuma baca satu artikel saja, lalu kemudian close tab, keluar dari situs/blog kita. Zaman Now ini ya sob, ini seringkali terjadi, apalagi pada Blog baru, dan Blog yang promosinya dilakukan di Social Media.

Sedangkan Page Views sesuai namanya adalah jumlah halaman yang dibuka oleh pengunjung situs.

Kali ini saya ingin membahas masalah ini khusus saya tujukan pada pembaca sekalian yang budimaan dan tidak malas membaca 🙂

 

Alasan kami para blogger memisahkan artikel yang kami buat ke dalam beberapa halaman, itu seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya adalah demi kebalikan blog kami agar bisa SEO Friendly dan berkualitas baik, karena Bouce Rate itu bencana bagi kami.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Team Elite SO-DIMM: DDR3 4GB

Gambar di atas adalah RAM Laptop SO-DIMM DDR3 yang sampai saat ini nganggur karena laptop-laptop baru saya yang menggunakan RAM DDR3 selalu menggunakan DDR3L 😀

Kalau minat beli bisa hubungi saya 😀

Karena pengalaman itu saya ingin share kepada pembaca sekalian apa sih bedanya RAM DDR3 dan DDR3L ?

Jadi, huruf “L” pada akhirannya itu adalah kode yang berarti “Low Voltage”.

Sesuai namanya, jika pada DDR3 kebutuhan power/daya-nya adalah 3.50V (Biasa ditulis 3.5V saja) maka pada DDR3 hanya 3.35V (Volt).

Tentu saja upgrade terbaru pada teknologi DDR3L ini berdampak pada konsumsi baterai pada laptop yang biasanya menggunakan RAM jenis ini yang akan lebih hemat daya daripada laptop yang menggunakan RAM DDR3 biasa.

Saat artikel ini saya tulis, teknologi RAM sudah sampai pada DDR4, seperti yang digunakan oleh ASUS ROG Strix GL503VD saya.

RAM SODIMM OEM ASUS ROG Strix GL503VD

Pada DDR4, voltase yang dibutuhkan untuk menjalankan RAM ini lebih kecil lagi, yakni 1.20V saja.

 

Apa Jadinya Jika RAM DDR3 Dipasang di PC Laptop yang Menggunakan DDR3L ?

Jika itu dilakukan, Laptop atau Notebook tidak bisa dinyalakan sama sekali, bahkan sekedar untuk masuk BIOS/UEFI sekalipun.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



×
SSL Verified