Kategori Troubleshooting

Ming Shi Safety Razor: 2000S dan 3000S

Seumur hidup saya selama ini, sejak saya remaja hingga kemaren, sampai artikel ini saya tulis, saya selalu mengalami masalah iritasi pada kulit setelah cukuran, yakni in-grown hair/razor bump/razor burn.

Selama ini saya menggunakan produk yang ada-ada saja disekitar saya yakni Multi-blade Razor, kadang yang sekali pakai alias disposable, kadang yang berupa cartridge, ada yang dua mata pisau, ada yang sampai 5 mata pisau, mereknya pasti sudah familiar semua lah, di Indonesia ini, apa lagi kalau bukan itu 😀

Saya kemudian mencari solusi atas masalah yang selama ini saya derita, dan solusinya adalah beralih ke Single Blade Razor, opsinya yang paling bagus adalah DE/Double Edge Razor Blade seperti foto di atas.

Ya, masalah utamanya adalah ada pada jumlah mata pisau dari alat cukur/cangkulan yang selama ini saya gunakan, yakni paling sedikit ya dua mata pisau.

Silahkan tonton disini penjelasannya.

Saya beralih ke DE Safety Razor karena memang saya butuh, kulit saya tidak kompatibel dengan multi-blade razor yang umum dan mudah ditemui di pasaran Indonesia.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Property of Lukmanul Hakim Watermark V2

Kebetulan motherboard yang saya gunakan adalah Gigabyte B450 Aorus Pro WiFi yang memiliki fitur Dual BIOS.

Asiknya, saya bisa dengan leluasa melakukan Upgrade maupun Downgrade BIOS. Ya, kita bisa melakukan Downgrade BIOS di motherboard yang memiliki fitur Dual BIOS !

Sejak menggunakan motherboard ini, saya disibukkan dengan memory overclocking, karena RAM yang saya beli itu XMP 3600Mhz, tapi tidak bisa jalan di mobo ini dengan prosesor AMD Ryzen 5 2600 (Zen+), paling tinggi itu di 3400Mhz CL14, saya rasa itu worth it saja, mengingat 3600Mhz paling ketat timing-nya di CL16.

Itu pun, hanya bisa berjalan di BIOS versi F5, saya sudah coba semua versi yang ada, tidak bisa stabil di 3400Mhz CL14 !

Ternyata ada sebabnya sob, jadi BIOS versi F5 itu versi AGESA-nya masih murni yakni 1.0.0.6 khusus Pinnacle Ridge yakni prosesor yang saya gunakan, sedangkan versi di atasnya sudah COMBO dengan AGESA untuk prosesor tipe lainnya sehingga tidak optimal.

Oke, saya sudah menemukan versi BIOS yang optimal dan kesimpulan saya tidak selalu versi terbaru itu lebih baik, tapi…

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Adobe Photoshop Error Missing Marker

Teman saya yang punya usaha studio dan editing foto mengeluhkan masalah ketika client-nya mengirimkan file gambar melalui Whatsapp, ketika file itu dibuka di Adobe Photoshop, ternyata error seperti gambar di atas.

“Could not complete your request because a SOFn, DQT, or DHT JPEG marker is missing before a JPEG SOS marker”

Begitu pesan errornya !

Memang sudah ada solusinya, yakni buka saja file gambar tersebut di MS Paint, atau di software image editing lainnya yang bisa membuka file tersebut, lalu klik Save.

Iya, simple, tapi gimana kalau jumlah filenya ada banyak ?, puluhan, ratusan, ribuan ?

Nah disinilah perlu yang namanya software yang bisa melakukan itu semua secara sekaligus, istilahnya “Batch/Bulk Process”.

Alhamdulillah, ada seorang programmer dengan nick name 0xSauel yang berbaik hati membuatkan software simple untuk mengotomatisasi prosedur sederhana tersebut.

Software/Program/Aplikasi/Tool tersebut diberi nama “JPEG Marker Repair”.

JPEG Marker Repair

Anda bisa mendapatkannya secara gratis disini.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



SSL Verified