L

Membahas Tuntas Fakta Tentang Eagle Eye LED: COB VS SMD


Bismillahirrohmanirrohim


Eagle Eye: Dengan Lensa

Sesuai judul, saya kali ini benar-benar mengupas tuntas aksesoris sejuta umat ini 😀

Ya, produk ini disebut “Eagle Eye”  atau bisa juga disebut “Accent Light”.

Eagle Eye dipasaran saat ini hanya terdiri dari dua jenis teknolog LED, yakni SMD (Surface Mounted Device) dan COB (Chip on Board).

Bahkan yang terbaru ada desain Eagle Eye yang memiliki Angle Eye seperti pada Shroud Projector, sehingga ada dua warna dan tiga kablel, kesannya seperti “Mini LED Projector”, hanya saja tidak Hi/Low Cut Off, ada juga Eagle Eye yang menggunakan lensa berjenis “Frosted Ice” tapi sayang jenis LED yang digunakan keduanya adalah SMD.

Memang LED SMD lebih variatif daripada COB, jenis desain Eagle Eye lebih bervariasi, selain dua varian yang saya sebutkan diatas, ada juga Eagle Eye SMD yang mengkombinasikan beberapa output warna berbeda, yang masing-masing memiliki kabel plus (+) khusus, jika dua warna maka ada 3 kabel, dan yang satunya adalah kabel minus (-), bahkan ada Eagle Eye SMD yang memiliki fitur Strobo.

Kali ini saya akan mengupas tuntas Eagle Eye yang menggunakan LED berjenis COB dan SMD, saya akan coba perbandingkan antara keduanya. Mana yang lebih baik ?

Sebenarnya untuk jenis SMD mudah saja mencari spesifikasi teknisnya, karena tipe LED SMD-nya bisa diketahui dengan mudah (SMD 5730) dan bahkan diinformasikan di lapak penjual, yang susah itu COB, perlu Keyword yang jitu agar bisa dapat spesifikasi-nya, karena saya pribadi pun awam dalam hal ini.

The Owl HID Projector by Lukmanul Hakim

The Owl HID Projector by Lukmanul Hakim

Eagle Eye SMD LED menurut pengalaman saya sih kurang bagus ya sob 😀

Karena lebih cepat flixering dan kemudian tewas 🙁

Itu karena LED jenis SMD menghasilkan panas lebih tinggi, namun tidak diimbangi dengan kemampuan pelepasan panas (Heat Exchange) yang baik, sehingga kurang optimal.

Tidak seperti LED jenis COB yang menghasilkan panas lebih minimal dengan konsumsi listrik yang sama, padahal dengan konsumsi listrik yang sama pula, COB dapat menghasilkan cahaya yang lebih terang daripada SMD.

Secara milestone sendiri, SMD itu lebih usang daripada COB. Ya, COB adalah penyempurnaan dari LED berjenis SMD.

Salah satu peningkatannya adalah panas yang dihasilkan pun lebih minimal, karena pada desain-nya sendiri sudah memungkinkan pelepasan panas yang lebih optimal.

 

Eagle Eye: Dengan LapisanEagle Eye: Tanpa Lapisan

Gambar disamping adalah Eagle Eye yang lensa-nya sudah saya lepas dan khusus gambar sebelah kiri adalah LED yang masih dilapisi gel yang mengandung Phosphor yang sudah umum digunakan pada LED berjenis SMD, dan COB, sedangkan gambar sebelah kanan adalah tanpa lapisan.

Lapisan itu sangat penting pada sebuah LED, karena dapat meningkatkan efisiensi, kualitas cahaya, dan stabilitas LED itu sendiri, dan juga berfungsi sebagai pendingin agar hawa/radiasi panas tidak banyak mengenai lensa yang hanya terbuat dari plastik mika itu.

Eagle Eye: Lapisan

Warna dari lapisan itu bisa berbeda-beda tergantung dari warna cahaya yang dihasilkan oleh LED itu sendiri. Sample yang saya miliki ini adalah Eagle Eye COB LED dengan output cahaya berwarna Putih, atau disebut “Cool White” 6000 K (Kelvin).

Kenapa saya katakan desain dari Eagle Eye yang menggunakan LED jenis COB ini lebih baik dalam hal pendinginan ?

 

 

Eagle Eye: ResistorEagle Eye: CangkangEagle Eye: Tanpa Cangkang

Itulah alasannya 😀

Bisa sobat liat bahwa LED berjenis COB ini sesuai namanya, adalah Chip yang dipasang pada Penampang (Chip on Board). Jadi tidak seperti SMD yang merupakan sebuah perangkat (Device) yang dipasang ke permukaan (Surface Mounted), yang dimaksud perangkat adalah SMD LED itu sendiri, dan yang dimaksud Sufrace Mounted adalah perangkat SMD LED itu dipasang ke permukaan PCB (Printed Circuit Board) dengan cara disolder.

Tentu SMD berbeda dengan COB, dari nama/istilah-nya saja sudah menggambarkan perbedaan yang mendasar, jika SMD itu sebuah perangkat yang dipasang di permukaan, maka COB itu adalah sebuah Chip yang memang sudah berada pada sebuah penampang saat proses manufacuring, itulah bedanya “On” dengan “Mounted”.

Kalau gambar-gambar diatas sudah menunjukkan bagaimana COB dari posisi atas, maka dibawah ini adalah COB pada posisi bawah:

Chip On Board LED: Zoom In

Nah bagian yang hitam itulah yang menyatukan LED dengan Board, dalam hal ini Board-nya adalah lempengan logam berbahan aluminium, ditambah lagi bahan Shell/Cangkang dari Eagle Eye ini juga aluminium alloy yang dilapisi pewarna Anodize, setau saya ada juga yang dijual tanpa anodize, sehingga polos warna aluminium.

 

Ini berbeda dengan LED jenis SMD yang Mounted pada PCB saja yang belum tentu berbahan aluminium, mostly hanya menggunakan PCB biasa saja berbahan dasar Fiber.

Eagle Eye: Pemasangan Rangkaian SMD pada Cangkang

Satu-satunya jalan rambatan/penghantar panas hanyalah pada papan PCB itu saja, karena sifat rangkaian yang hanya “Numpang” di Cangkang Eagle Eye, sangat longgar.Berbeda dengan Eagle Eye COB yang mana antara Cangkang dan Penampang LED COB benar-benar solid menyatu, sehingga panas yang dihasilkan LED COB akan disalurkan dari Penampang terbuat dari aluminium ke Cangkang Eagle Eye yang juga terbuat dari aluminium (Lihat lagi gambar LED COB yang terpasang di Cangkang Eagle Eye diatas).

 

Eagle Eye: Rangkaian SMD LED pada PCB

Memang Shell akan terasa lebih dingin daripada Eagle Eye COB (Ini menjadi efek psikologis kalau LED SMD itu lebih dingin daripada COB), tapi pada lensa akan sangat terasa panasnya, artinya Eagle Eye SMD menghantarkan panas lebih banyak ke lensa daripada ke Shell/Cangkang/Casing yang yang notabene berbahan aluminium yang memiliki kemampuan Heat Exchange lebih baik.

Eagle Eye: SMD LED Merusak Lensa

Hasilnya, lensa Eagle Eye pun akan meleleh, dan lepas dari cangkangnya karena lem adhesive-nya sudah kehilangan kemampuannya merekatkan lensa pada shell.

 

Ini berbeda dengan Eagle Eye COB yang memang shell akan terasa lebih panas daripada Eagle Eye SMD, namun lensa lebih aman, bahkan saking panasnya shell, lama kelamaan lapisan warna anodize pada shell akan memudar dan berubah warna, tapi tidak ada kerusakan berarti pada lensa.

 

Eagle Eye: Anodize Buran karena Panas

Eagle Eye: Lensa Meleleh

Tapi, konsekuensi panas yang dihantarkan ke Cangkang, maka akan berdampak pada Lensa yang akan terpapar panas, mengingat pemasangan Lensa Eagle Eye ini adalah pada cangkang-nya. (Lihat gambar sebelah kiri, klik untuk memperbesar gambar)

Anda pasti sudah tau hebatnya kemampuan aluminium dalam hal menghantarkan panas, sehingga banyak digunakan sebagai bahan pembuatan Heatsink, meski tidak sebagus tembaga 😀

Eagle Eye: SMD LED Radiasi Panas pada Lensa

Tapi Eagle Eye yang menggunakan SMD LED bukan berarti tidak menyebabkan Lensa Acrylic meleleh ya sob 😀

Karena pada dasarnya meskipun PCB tidak sempurna mengalirkan panas ke cangkang, tapi tetap saja hawa panas akan diserap oleh cangkang berbahan aluminium itu, karena hawa panas berada di dalamnya. Jadi, tetap ada dampaknya pada Lensa Eagle Eye berbahan “Kaca Tiruan” Plastik Acrylic tersebut. Dan dampaknya parah loh sob, tidak cuma meleleh saja, tapi Lensa terlepas dari cangkangnya 😀

Lebih parah, dengan jarak SMD LED dengan Lensa yang dekat tanpa dibarengi dengan pendinginan yang baik, alhasil Lensa pun menjadi buram karena paparan panas yang tinggi dari SMD LED tersebut. Hal ini tidak tejadi pada Eagle Eye yang menggunakan COB LED.

 

Fitur Utama Eagle Eye COB

Eagle Eye: Fitur Utama

Saya rasa tidak ada yang perlu saya jelaskan dari gambar diatas, karena gambar sudah menjelaskan secara singkat.

Di bagian lain artikel ini juga sudah sepintas saya jelaskan mengenai beberapa point penting pada Key Feature diatas.

 

Spesifikasi Eagle Eye COB

Hayo ngaku, Anda yang sampai ke artikel ini pasti sudah mencari-cari kesana kemari spesifikasi teknis dari Eagle Eye ini 😀

Saya juga loh, dan karena saya Blogger, ya jelas saya posting di Blog saya ini dong ketika saya dapat 😀

Baiklah, silahkan dinikmati 🙂

Eagle Eye: Spesifikasi LED Jenis COB

Spesifikasi LED COB diatas adalah total keseluruhan LED COB yang ada pada Eagle Eye.

 

Spesifikasi LED SMD 5730

Datasheet: SMD LED 5730

Spesifikasi LED SMD 5730 diatas adalah untuk 1pcs, pada Eagle Eye, jika terdapat 3pcs, berarti Spesifikasi diatas dikalikan 3. Secara garis besar, LED SMD 5730 mengkonsumsi daya sebesar 0,5 Watt, artinya jika menggunakan 3pcs, berarti totalnya adalah 1,5 Watt. Masalahnya 1pcs LED SMD 5730 saja sudah menghasilkan panas 40 sampai 85°C, bagaimana jika 3pcs ?, ditambah lagi sistem pendinginan yang kurang baik.

Itulah kenapa, Eagle Eye yang menggunakan SMD LED lebih cepat tewas daripada yang menggunakan COB LED !

 

Jenis Mounting dan IP Rating

Eagle Eye ini ada dua jenis Shell ya sob, yang Adhesive Backing dan Mounted/Bolt Backing, nah yang populer di Indonesia adalah Bolt Backing, itu loh yang bagian belakangnya ada seperti baut ukuran 10 mm 😀

Saya tau kok, informasi teknis yang beredar paling-paling cuma Power Comsumptin, Voltage, dan Waterproof saja, tanpa kejelasan Rate IP (International Protetion Marking) berapa 😀

Sebebenarnya, kurang tepat jika hanya dikatakan Waterproof (Anti Air), karena Eagle Eye ini juga memiliki kemampuan Dustproof (Anti Debu) dengan Standard IP65.

IP65 itu artinya Eagle Eye ini memiliki ketahanan sangat tinggi terhadap debu (Dust Tight), hampir vaccum, itu diwakili angka 6 diawal kode, dan angka 5 pada kode itu berarti Eagle Eye ini memiliki ketahanan yang tinggi terhadap air, khususnya ketika menghadapi air dalam kondisi terkena Water Jet di berbagai sisi tanpa ada kerusakan pada Unit LED di dalamnya. Jadi Eagle Eye ini tidak masalah dipasang diluar Headlamp, terkena hujan, debu jalanan, bahkan ketika kendaraan dicuci menggunakan Water Jet (Water Compressor).

 

Apakah Bisa Digunakan untuk Kendaraan Bermotor ?

Yah meski selama ini cuma sedikit yang diinformasikan mengenai Eagle Eye ini, tapi bisa dikatakan info yang beredar selama ini akurat, yakni Power Comsumption 1,5 Watt dan Voltage hingga 15 VDC, cocok kan untuk pemakaian pada Sepeda Motor/Mobil ?

Jelas saja cocok, karena Motor/Mobil biasanya menggunakan OEM Battery/Aki jenis AGM (Absorbent Glass Matt) yang normalnya saja Regulator maksimal memberikan Output bisa sampai 14,8 Volt !, itulah kenapa produk ini Suitable for Vehicle.

 

Hati-hati dalam Melakukan Dimming

Satu-satunya potensi terbesar yang dapat merusak Eagle Eye COB dan/atau SMD LED ini diluar faktor Overheat hanyalah Undevolt dibawah 9 VDC, karena Eagle Eye ini hanya menggunakan Resistor sebagai regulator, karena menggunakan resistor, Eagle Eye ini juga tidak bisa dipasang dengan wiring seri, hanya bisa wiring paralel saja.

Eagle Eye: SMD LED ResistorEagle Eye: ResistorSaya pernah mengalami sendiri Eagle Eye COB dan SMD ini tewas dalam waktu singkat, ketika saya menggunakan Analog/Liner LED Dimmer yang hanya menggunakan IC dan Potensio Liner, jelas tidak ideal, karena untuk urusan Dimming LED, yang terbaik adalah menggunakan PWM (Pulse Width Modulation) Dimmer. Sebenarnya tidak hanya COB saja, SMD pun begitu, bahkan SMD lebih cepat tewas jika mengalami Undervolt 😀

Oh ya, coba perhatikan resistor yang digunakan pada SMD LED diatas (Gambar sebelah kiri), dengan posisi seperti itu, maka resistor berjenis yang sama (SMD Resistor) tersebut cepat mengalami kerusakan akibat terpapar panas yang dihasilkan SMD LED saat menyala.

PWM: Duty Cycle

Padahal Eagle Eye ini sangat mendukung Dimming (meredupkan intensitas cahaya) alias Dimmable !

 

PWM juga secara dramatis memperpanjang usia LED, tergantun Duty Cycle yang kita gunakan. Misalnya dengan Duty Cycle 50%, Eagle Eye ini bisa lebih awet 2x Lipat yakni hingga 100.000 Jam (Normalnya 50.000 Jam), dengan konsekuensi cahaya lebih redup 50% 😀

 

Kesimpulan

Eagle Eye ini menggunakan LED berjenis COB, dan SMD, tidak ada LED berjenis Luxeon, karena Luxeon adalah Merk/Brand dari LED berjenis COB, ini sudah umum terjadi sob, ibarat air mineral saja, semua air mineral dalam kemasan disebut Aqua, begitu juga semua pasta gigi disebut Odol, bahkan di beberapa daerah, semua Motor disebut Honda, padahal merk-nya Yamaha/Suzuki 😀

Secara garis besar, COB lebih baik dari SMD disemua aspek, namun SMD memiliki kelebihan yakni cahaya yang tidak terlalu terang jika dibandingkan COB, loh kok kelebihan ?, karena ada beberapa pengguna yang memilih Eagle Eye SMD karena merasa Eagle Eye COB terlalu terang.

Mengingat, Eagle Eye ini biasa digunakan sebagai Accent Light (Hiasan) saja, saya pun ketika menggunakan Eagle Eye COB jadi harus memikirkan bagaimana caranya agar intensitas cahanya lebih redup, makanya saya nekat pakai LED Dimmer, dan sialnya saya salah pilih LED Dimmer, seharusnya pakai yang berbasis PWM.

Modifikasi High/Low Beam Eagle Eye

Saya bahkan berhasil memodifikasi Eagle Eye ini sehingga kesannya seperti mendukung High/Low Beam 😀

 

Sebaiknya Eagle Eye SMD dipasang diluar, jangan seperti yang saya lakukan, memasang Eagle Eye SMD di dalam Headlamp, jebol kan akhirnya ?, karena kepanasan tidak terkena hembusan angin ketika motor digunakan 😀

Saya menggunakan Eagle Eye SMD karena cahayanya lebih redup daripada Eagle Eye COB, sehingga tidak terlalu mengganggu pengguna jalan lawan arah, bayangkan sob, saya pasang 6pcs Eagle Eye di Headlamp 😀

Tapi, karena saya muak dengan pendeknya usia pakai Eagle Eye SMD, maka saya putuskan untuk kembali lagi menggunakan Eagle Eye COB !

Untuk mengurangi intensitas cahanya, tinggal dilakukan Dimming menggunakan LED Dimmer yang menggunakan konsep Digital PWM seperti yang sudah saya jelaskan diatas yang hanya aktif ketika mode Low Beam, ketika mode Hi Beam, maka Eagle Eye COB akan menggunakan 100% potensi intensitas cahayanya 😀

Semoga artikel ini memuaskan rasa penasaran Anda, khususnya mengenai produk Eagle Eye ini, dan umumnya mengenai LED SMD VS COB. Logikanya, teknologi yang lebih baru tentu lebih unggul daripada teknologi yang lebih lama kan ?

Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dalam hal penggunaan LED, bahkan sampai saat ini LED berjenis DIP yang sudah sangat-sangat lama itu masih saja digunakan sampai sekarang bukan ?, apalagi jenis SMD yang notabene tidak terlalu usang. Hanya saja, masalah pendinginan yang buruk menjadi kekurangan telak dari SMD LED jika dibandingkan dengan COB.

Satu-satunya alasan saya menggunakan Eagle Eye SMD saat itu adalah saya ingin LED yang memiliki intensitas cahaya lebih redup dari COB, itu saja, tapi ternyata cepat tewas karena unit SMD LED-nya mengalami Overheat, bahkan SMD Resistor juga mengalami degradasi sampai mengalami kerusakan, sehingga SMD LED langsung tewas akibat Overvoltage.

Dengan harga Eagle Eye yang sama antara SMD dan COB, dan berdasarkan “Riset” yang saya lakukan diatas, tentu saya lebih memilih COB dan saya sangat merekomendasikan Anda untuk menggunakan Eagle Eye COB atau para penjual biasanya menyebutnya Eagle Eye Luxeon.


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified