Kategori Linux

ASUS ROG Strix GL503VD: RGB Backlight Keyboard

Saya adalah Linuxer, dan setelah saya membeli laptop ASUS ROG Strix GL503VD, saya mendapati bahwa Touchpad pada Laptop ini kacau balau, liar tak terkendali.

Setelah saya telusuri, ini bukan masalah konfigurasi atau setting semata, tapi lebih dari itu, yakni Linux Kernel belum mendukung Touchpad yang digunakan laptop ini !

Kalau Anda googling, maka selain menemukan artikel ini, maka Anda juga akan mendapati situs-situs lain sedang mendiskusikan masalah ini.

Sampai artikel ini saya publish, belum ada solusi dari masalah ini kecuali dengan menggunakan Mouse tambahan, itu lucu bukan ? 😀

Bagi saya yang tipikal user yang lebih suka menggunakan Touchpad, karena ini Laptop, maka opsi itu bukan solusi bagi saya.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kalau untuk Graphic Card NVidia GeForce yang digunakan laptop ini, itu sudah didukung oleh Linux, kita bisa menginstall Driver-nya dengan mudah, meski saat instalasi itu tidak bisa dilakukan, bahkan untuk booting ke Installer/Live Linux itu sendiri pun kita tidak bisa lakukan begitu saja, harus memodifikasi kode di GRUB-nya dulu.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Xiaomi Mi A1: Stock Recovery

Enaknya Xiaomi Mi A1 sepenuhnya menggunakan Fastboot untuk urusan Flashing, sehingga Multi Platform, di Linux pun bisa.

Jika kamu buka Fastboot Flashable Rom yang dishare di Internet, kamu pasti melihat Scripts dengan ekstensi *.bat dan *.sh.

Nah *.bat itu untuk Windows sedangkan *.sh itu untuk Linux (Semua Distro Linux).

Di Windows ada software bernama MiFlash yang berfungsi sebagai GUI untuk menjalankan Fastboot dalam hal ini khusus untuk Flashing Factory Rom.

Di Linux ?, well, seperti biasa, urusan GUI GUI gitu gk ada, kasih tau saya kalau ada ya, lumayan kan mata gk liat “Dunia Kegelapan” mulu bernama CLI (Command Line Interface) 😀

Sedangkan seluruh file *.img, dsb berada di folder Images.

Untuk setup Fastboot, ADB, dsb di Ubuntu dan semua turunannya, ikuti petunjuk disini.

Enaknya di Linux tuh Fastboot dan ADB terinstall di System, jadi mau di folder apa pun perintah fastboot dan adb berfungsi.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



NetBeans Installation Wizard

Banyak yg mengira, menginstall Software di Linux itu selalu melulu pakai Terminal berbasis Teks kan ya ?Installation Wizard memang menjadi salah satu “Keunggulan” Sistem Operasi Windows yang melagenda itu, namun apakah cara itu yang terbaik ?, dan apakah Linux bisa ?

Faktanya …

Bro, jauh sebelum “Windows Store” ada, Linux udah kapan tau pakai Software sejenis itu yang disebut “Software Center”, yang paling powerful itu OpenSUSE dengan “YaST” yang diperkuat OBS (Open Build Service) dan Ubuntu dengan “Ubuntu Software” dulu namanya “Ubuntu Software Center”. Itu yang menyebabkan kenapa Android juga menggunakan Tool sejenis itu, yang awalnya disebut “Android Market” sampai sekarang jadi “Google Play”.Bahkan ada juga “Black Market” 😀 Pada Intinya: Memusatkan File-file Software dalam wadah khusus yang disebut Repository ! Itu sudah Linux banget pokoknya, makanya Android yg salah satu Distro Linux, juga demikian. Nah, Software Center semacam itu, sebenarnya dibuat adalah sebagai Versi Tampilan Antar Muka Grafis (GUI = Graphical User Interface) dari cara Manual berbasis Teks (CLI = Command Line Interface). Seperti: sudo apt install nama-paket .Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



SSL Verified