Kategori Linux

Xiaomi Mi A1: Stock Recovery

Enaknya Xiaomi Mi A1 sepenuhnya menggunakan Fastboot untuk urusan Flashing, sehingga Multi Platform, di Linux pun bisa.

Jika kamu buka Fastboot Flashable Rom yang dishare di Internet, kamu pasti melihat Scripts dengan ekstensi *.bat dan *.sh.

Nah *.bat itu untuk Windows sedangkan *.sh itu untuk Linux (Semua Distro Linux).

Di Windows ada software bernama MiFlash yang berfungsi sebagai GUI untuk menjalankan Fastboot dalam hal ini khusus untuk Flashing Factory Rom.

Di Linux ?, well, seperti biasa, urusan GUI GUI gitu gk ada, kasih tau saya kalau ada ya, lumayan kan mata gk liat “Dunia Kegelapan” mulu bernama CLI (Command Line Interface) 😀

Sedangkan seluruh file *.img, dsb berada di folder Images.

Untuk setup Fastboot, ADB, dsb di Ubuntu dan semua turunannya, ikuti petunjuk disini.

Enaknya di Linux tuh Fastboot dan ADB terinstall di System, jadi mau di folder apa pun perintah fastboot dan adb berfungsi.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

 

Cara Flashing di Linux ?

Gampang, jika Fastboot sudah siap dan berfungsi serta Xiaomi Mi A1 sudah dalam Fastboot Mode, kamu tinggal buka Terminal/Konsole dan jalankan perintah:

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Property of Lukmanul Hakim Watermark V2

Saat artikel ini saya tulis, saya adalah Mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Teknik Informatika di Indonesia, dan kampus saya masih belum Go Open Source, tapi tentu saja secara bertahap ada dong arah ke situ, wajar saja karena memang Closed Source Proprietary Software masih mendominasi “Pasar” pekerjaan di Indonesia, tentu saja lembaga pendidikan mengikuti itu kan ?, saya yakin dan optimis bahwa nanti kampus saya itu akan Go Open Source lebih maksimal lagi suatu saat nanti. Go Open Source buan berarti Anti Closed Source.

Maka penggunaan software bajakan rasanya dimaklumi saja dalam rangka pendidikan, ya kan ?, aplagi itu sangat menguntungkan pihak pengembang software berlisensi tersebut.

Setidaknya ada dua kondisi dimana software bajakan itu diperbolehkan bahkan secara tidak langsung didukung oleh perusahaan besar dibalik software proprietary bersangkutan, yakni dalam rangka untuk Pendidikan dan untuk Penggunaan Pribadi (Personal). Tujuannya agar para lulusan dari lembaga pendidikan dan juga para pengguna personal itu akan ketergantungan dengan software berbayar, harapannya sih ya tentu saja beli lisensi-nya, karena untuk penggunaan komersial jelas dilarang keras, pihak perusahaan tidak main-main untuk memberantas penggunaan software bajakan untuk penggunaan komersial.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Kubuntu KInfocenter

Akhir-akhir ini saya sibuk melakukan optimasi gambar di Blog saya ini, sempat mencoba banyak cara Manual, tapi akhirnya saya merasakan bahwa melakukan cara manual itu tidak efisien baik itu Waktu, Tenaga, dan Pikiran.

Hingga saya memutuskan untuk menggunakan Tools yang memang dirancang untuk itu, ada banyak pilihan, dan pilihan saya jatuh kepada Imagify, dan saya tentu saja membutuhkan Resource besar untuk mengoptimasi seluruh gambar mulai dari gambar yang pertama saya upload ke Blog ini, sampai gamabar terakhir yang saya upload. Makanya jika ingin Optimasi Gambar itu lakukan sejak awal !, agar layanan Free pun sudah cukup.

Alhamdulillah, tidak terlalu banyak Resource yang dihabiskan, sekitar 80’an MB saja, karena Opsi Optimize Thumbnail saya Disable. Jika Thumbnail ikutan dioptimasi, jumlahnya bisa sampai 250’an MB 😀

Itu Trick dari saya saja sebenarnya, untuk mengoptimasi Thumbnail, gampang sekali, saya hanya perlu memanfaatkan Plugin Gratisan bernama “Regenerate Thumbnails”.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



×
SSL Verified