Kategori Sepeda Motor

Ramp Plate Dipoles: Roller Awet

Kondisi roller seperti foto di atas itu padahal setelah pemakaian lebih dari 15.000 KM, tapi masih bulat sempurna.

Seperti yang kita tau selama ini, masalah umum pada roller motor matic adalah oblak karena keausan tidak merata, sehingga roller tidak menggelinding, tapi malahan sliding, padahal pakai round roller, bukan sliding roller atau flying roller.

Masalah itu disebabkan karena ujung-ujung Ramp Plate yang menahan roller ternyata tidak dipoles oleh pabrikan !

Sayangnya saya belum punya Ramp Plate yang belum dipoles, sehingga tidak bisa menunjukkan foto ujung-ujung ramp plare yang tidak rata itu.

Jadi sob, di ujung-ujung ramp plate itu permukaannya kasar bekas pemotongan dengan metode press cutting.

Kita bisa menghaluskannya dengan cara memoles bagian itu dengan menggunakan abrasif, yakni yang paling mudah adalah menggunakan gerinda, bisa saja menggunakan amplas, tapi cukup menguras tenaga dalam prosesnya 😀

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

 

Ramp Plate yang Sudah Dipoles

Polished Ramp Plate

Ramp Plate Dipoles

Bagian ujung-ujung ramp plate yang saya maksud adalah seperti pada foto di atas.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



V-Belt Double Cog Rusak

Ketika saya mengendarai sepeda motor saya, kok feelnya beda dibandingkan biasanya yang tarikannya enteng, saya merasa tarikan agak berat.

Saya pun memutuskan untuk melakukan DIY maintenance pada sepeda motor saya.

Ketika saya cek semuanya, ada beberapa yang menjadi masalah, jadi saya tidak bisa menyalahkan masalah penurunan performa sepeda motor saya cuma karena masalah V-Belt yang kondisinya seperti pada foto di atas.

Awalnya saya coba bongkar busi dulu, saya melihat warna busi yang hitam tapi kering, bukan Dry Carbon Fouling, saya pun mengira bahwa O2 Sensor yang tempo hari sudah saya ganti rusak lagi, saya pun tidak berani langsung menyimpulkan.

Saya kemudian memeriksa celah kerenggangan klep, dan ternyata klep Ex sudah berubah celahnya, lebih renggang dari seharusnya, oke celah klep sudah disetting ulang.

Selanjutnya saya langsung beralih ke sektor CVT, karena saya curiga Rollernya oblak, tapi saya mendapati kondisi Roller yang perfect banget padahal sudah digunakan lebih hdari 10.000 KM, biasanya dalam jarak pemakaian segitu sudah agak oblak, meski tidak parah minimal ada coakan di rollernya, tapi ini tidak, dan itu saya tau sebabnya, nanti saya share di artikel selanjutnya 😀

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Liquid Performance: Glycol Free Racing Coolant

Artikel ini semoga menjadi pelengkap dari artikel sebelumnya yang mensosialisasikan penggunaan coolant tanpa glycol pada kendaraan kita.

Ada banyak saran yang masuk ke saya terkait artikel itu, yakni agar saya mencantumkan daftar merek coolant apa saja yang bebas glycol.

Masalahnya saya tidak bisa melakukan itu karena begitu banyaknya merek yang ada, bukankah memberikan ciri-cirinya lebih baik daripada membuat list yang bisa saja ada produk yang seharusnya masuk daftar malah tidak termasuk ?

Nah karena itulah disini saya mencoba membahas ciri-ciri produk radiator coolant bebas glikol agar tanpa perlu tanya merek ini itu pun Anda sudah tau bahwa produk itu bebas glikol.

 

Perhatikan Labelnya

Cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan melihat labelnya, disitu akan ada berbagai informasi terkait produk, biasanya juga penggunaan istilah-istilah marketiing.

Pada Glycol Free Radiator Coolant, biasanya ada istilah “All Season” dan istilah yang menunjukkan bahwa produk itu diperuntukkan untuk iklim tropis, dan juga tidak adanya penggunaan istilah “Anti-freeze” pada label.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



×
SSL Verified