Kategori Software

Property of Lukmanul Hakim Watermark V2

Saat artikel ini saya tulis, saya adalah Mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Teknik Informatika di Indonesia, dan kampus saya masih belum Go Open Source, tapi tentu saja secara bertahap ada dong arah ke situ, wajar saja karena memang Closed Source Proprietary Software masih mendominasi “Pasar” pekerjaan di Indonesia, tentu saja lembaga pendidikan mengikuti itu kan ?, saya yakin dan optimis bahwa nanti kampus saya itu akan Go Open Source lebih maksimal lagi suatu saat nanti. Go Open Source buan berarti Anti Closed Source.

Maka penggunaan software bajakan rasanya dimaklumi saja dalam rangka pendidikan, ya kan ?, aplagi itu sangat menguntungkan pihak pengembang software berlisensi tersebut.

Setidaknya ada dua kondisi dimana software bajakan itu diperbolehkan bahkan secara tidak langsung didukung oleh perusahaan besar dibalik software proprietary bersangkutan, yakni dalam rangka untuk Pendidikan dan untuk Penggunaan Pribadi (Personal). Tujuannya agar para lulusan dari lembaga pendidikan dan juga para pengguna personal itu akan ketergantungan dengan software berbayar, harapannya sih ya tentu saja beli lisensi-nya, karena untuk penggunaan komersial jelas dilarang keras, pihak perusahaan tidak main-main untuk memberantas penggunaan software bajakan untuk penggunaan komersial.[...]

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



ParticleJS Background

Sejak saya menerapkan efek partikel pada bagian header blog saya ini, rasanya blog saya terasa lebih “Hidup”, tidak membosankan 😀

Cukup lama saya mencari apa nama dari efek tersebut, terlihat seperti bintang-bintang di langit yang saling terhubung, saya pun menggunakan keyword “Link Star” dan tidak membuahkan hasil, hingga saya bertanya di Forum dan mendapatkan jawaban bahwa nama dari efek tersebut adalah Efek Partikel. Kata kunci pun sudah didapatkan dan saya pun dengan mudah menemukan nama skripnya yakni ParticleJS yang bisa diterapkan dengan mudah hanya menggunakan plugin di WordPress Self Hosted.

Pertamakali saya melihat efek ini ketika saya berkunjung di salah satu website penyedia web hosting di Indonesia dan melihat efek yang sangat unik pada header-nya, selain bergerak secara otomatis, partikel itu juga mengikuti arah kursor/pointer mouse ketika melakukan mouseover yakni meletakkan kursor di atasnya, dan masih tidak hanya sampai disitu saja, ketika mouse kita klik kanan maka partikel itu pun merespon.[...]

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Ilustrasi Perbandingan Dengan dan Tanpa Menggunakan CDN

Ketika menerapkan CDN (Content Delivery Network) pada website berbasis WordPress Self Hosted, kita membutuhkan plugin khusus yang berfungsi untuk menulis ulang (Rewrite) URL dari files konten yang didelivery oleh CDN tersebut.

Ubahan yang dilakukan adalah pada HTML Page yang digenerate oleh WordPress, sehingga URL dari CDN diterapkan hanya pada HTML Page yang diakses oleh pengunjung.

Mungkin Anda sudah tau dengan plugin CDN Enabler yang dikembangkan oleh KeyCDN yah 😀

Memang sudah biasa bahwa setiap provider CDN menyediakan plugin CDN Rewrite masing-masing sesuai “Branding” mereka, misalnya BunnyCDN yang juga menyediakannya, dan provider CDN lainnya, yah sekaligus promosi karena pasti ada branding pada plugin tersebut.

Tapi, apakah Anda penasaran, apakah ada CDN Rewrite pihak ketiga yang dikembangkan bukan oleh provider CDN ?

Jawabannya ada, dan lebih powerful daripada CDN Enabler bawaan provider CDN 😀

 

WP CDN Rewrite

WP CDN Rewrite: Settings

Ya, itulah nama plugin yang akan saya review kali ini, Anda bisa mengunjungi WP CDN Rewrite di Directory Plugins WordPress.org disini.[...]

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



×
SSL Verified