L

Sadarlah Sejak Dini !, Optimasilah Gambar Website Sebelum Terlambat !


Bismillahirrohmanirrohim


Imagify

Jadi saya ceritanya baru sadar kalau saya selama ini kurang optimal dalam penggunaan konten gambar di Blog saya 😀

Padahal saya bukan tipikal orang yang terlalu suka dengan sesuatu yang Otomatis dan Praktis, apalagi jika itu Berbayar 😀

Tapi gambar-gambar di Blog saya sudah mencapai lebih dari 450 saat saya mulai ingin mengoptimasinya lebih extreme 😀

 

Ukuran Resolusi Maksimal yang Ideal ?

Selama ini sebenarnya saya sudah melakukan optimasi gambar baik SEO maupun Performance, tapi masih level biasa 😀

Optimasi yang saya lakukan dari sisi Performance selama ini hanyalah Loseless Compression saja, dan tidak ada Optimasi apa pun pada Scale/Resolusi Gambar !

Masa saya mengupload gambar dengan resolusi 3000’an ke atas ?, parah kan 😀

Pokoknya settingan tertinggi di Kamera Gadget saya apa adanya langsung saya Upload jika tidak ada yang perlu Crop atau Highlight 😀

Tau sendiri kan kamera gadget saat ini canggihnya sudah seperti apa ?, baik Pixel maupun Resolusi.

Padahal resolusi tertinggi yang ideal di WordPress adalah 1320p atau biasa disebut Thumb XXLarge dengan resolusi 1320×500 pixel (Default), tapi kita bisa mengacu pada ukuran Width/Lebar saja yakni 1320 pixel, sedangkan High/Tinggi bebas saja alias menyesuaikan, agar tidak merubah bentuk gambar didalamnya. Misalnya 1320×728, maka sistem akan otmatis generate Thumbnail dengan ukuran XXLarge yakni 1320×500 meski gambarnya menjadi sedikit terlihat aneh (Cropped).

Nah, perlu diingat point diatas, yakni Uploadlah hanya File Gambar dengan Resolusi Maksimal 1320p !

Artinya jika dibawah 1320p, ya biarkan saja meskipun angkanya tidak menentu. Apalagi jika gambar-gambar hasil Screenshoot dan Cropping biasanya tidak menentu angka Width dan High-nya. Intinya adalah ukuran Width maksimal adalah 1320 pixel.

 

Loseless, Lossy Compression, dan Format *.Webp

Setidaknya ada dua jenis kompresi yang ada pada optimasi file gambar/foto, yakni Loseless dan Lossy Compression.

Yah, seperti file compression media lainnya lah sob 😀

Misal untuk Audio File, kita mengenal format *.FLAC yang merupakan Loseless Compression, maka ada juga *.MP3 yang merupakan Lossy Compression.

Tapi pada File Gambar, file extension sama sekali tidak berubah, kecuali yang terbaru, Google merilis format File Optimization *.webp yang umum digunakan pada Google PageSpeed Module (Auto Generate *.webp) yang versi komersialnya bisa kita temukan pada JagoanHosting/Beon Web Accelerator.

Tapi nampaknya format *.webp sudah mulai diterapkan diluar Google PageSpeed, karena beberapa Plugins Image Optimizer seperti ShortPixel sudah mendukung konversi ke format *.webp yang penggunaannya didukung oleh Plugins Cache seperti LiteSpeed Cache, CacheEnabler, dsb. Dan format ini sudah mulai didukung beberapa Provider CDN (Content Delivery Network).

Jika implementasinya sudah umum, maka kedepannya meskipun Blog kita menggunakan format gambar *.jpg, *.png, *.gif, dsb, tapi setiap halaman yang dihasilkan oleh Cache Plugins tersebut akan menggunakan format gambar *.webp. Itulah kenapa, meskipun menggunakan format *.webp, tapi file gambar yang sama dengan format lain yang sudah umum seperti *.jpg, *.png, dan *.gif akan tetap ada di Server, tidak lantas digantikan begitu saja, karena format *.webp ini sejauh percobaan saya sulit dilakukan editing maupun optimasi, jadi harus berupa hasil akhir yakni file dengan format umum dioptimasi dan diedit dulu, baru akhirnya dikonversi ke format *.webp. Yah, anggap saja format gambar yang fungsinya hanya untuk Read Only untuk Web View, sesuai namanya (Web Picture).

Bahkan format *.webp ini saat artikel ini saya tulis, belum didukung oleh Image Viewer umum, bahkan oleh Plugins Lightbox.

 

Untuk Loseless Compression, ada banyak sekali Tools Gratisan yang bisa digunakan, dan bahkan sudah ada yang Batch Mode (Simultan), ada Versi Plugin (Beberapa Plugins Image Optimizer memberikan fitur Loseless Compression secara gratis) dan ada Versi Desktop Application/Software. Di Linux, ada software bernama Trimage yang bisa mengkompresi gambar dengan format .jpg, .png, dan .gif secara Loseless.

Tapi, untuk Lossy Compression lain ceritanya !

Karena kehebatannya, jenis kompresi ini pun menjadi komersial 🙁

Lebit tepatnya versi Batch Processing-nya yang dikomersialkan.

Saya pribadi masih belum dapat algoritmanya, hehe 😀

 

Batch Process ?, Perlu Biaya Lebih !

Jika Anda ingin mengoptimasi banyak file gambar secara simultan, maka akan sangat sulit menemukan Tools untuk melakukan itu dengan jenis Lossy Compression !

Banyak yang Free Lossy Compression, tapi bersifat Demo versi Website saja, yakni kita mengupload satu gambar saja, kemudian diproses, dan hasilnya kita download, sangat merepotkan dan membuang-buang waktu kan ?, tapi itulah konsekuensi gratisan, saya yakin ada banyak orang yang punya banyak waktu yang rela melakukan itu 😀

Itulah kenapa, banyak penyedia layanan Lossy Image Optimization menyedian One-time Plan, karena biasanya untuk New User yang masih “First Optimization” akan memerlukan Resource yang besar untuk melakukan Batch Optimization dari file gambar yang pertama diupload sampai file gambar terakhir, sisanya bisa menggunakan Free Plan yang disediakan oleh penyedia layanan Plugin Image Optimizer.

 

Saya pribadi terpaksa merogok kocek saya sebesar $10 loh untuk kebutuhan itu 😀

Saya tidak ingin membuang-buang waktu saya yang lebih berharga daripada uang senilai $10, bahkan lebih dari waktu, saya juga tidak ingin mengorbankan Resource tubuh saya yakni Tenaga dan Pikiran hanya untuk melakukan Lossy Compression secara Manual untuk file gambar berjumlah ratusan files !

Padahal saya belum bisa dikatakan telat loh melakukan optimasi gambar, karena tanpa Thumbnail, seluruh gambar di Blog saya hanya berjumlah sekitar 450’an files saja dengan ukuran kisaran 80’an MB saja, kecil sekali kan ?

Tapi, sekali lagi saya juga harus efisiensi/optimasi waktu, tenaga, dan pikiran saya dong ya ?, lagipula One-time Plan yang disediakan paling kecil 500 MB dengan harga kisaran $6, itu cukup murah atau lebih tepatnya Worth It (Sepadan) lah.

Saya pun berpikiran bahwa daripada tanggung mending saya order saja One-time Plan sebanyak 1 GB senilai $10, toh Quota saya itu tidak ada Expired Time-nya, artinya sampai Quota itu habis saja. Tau deh sampai kapan, anggap saja Desosit 😀

Oh ya, saya memilih Imagify untuk keperluan Lossy Compression ini (mereka menyebutnya Ultra Compression Mode).

Sebenarnya ada yang lebih mantap yakni ShortPixel yang pola perhitungan layanannya berdasarkan Inodes, yakni Jumlah File, bukan Ukuran File seperti Imagify, dan hasil Lossy Compression-nya juga bisa lebih kecil dari Imagify, dan sudah mendukung format *.webp. Imagify belum mendukung format *.webp. Tapi saya sudah dikonfirmasi oleh pihak Imagify bahwa kedepannya Imagify akan mendukung format *.webp generator/converter.

Saya lebih tertarik dengan Imagify dan pada akhirnya memilih Imagify dengan melakukan pembelian One-time Plan 1 GB senilai $10 (lebih tepatnya sih $9,99). Karena saya pikir lebih hemat pola perhitungan File Size daripada Inodes. Bayangkan saja 1 File Gambar utama bisa memiliki 10 File Thumbnails berbagai ukuran, bahkan bisa lebih dari itu jumlah Thumbnails-nya. File Gambar saya selama ini sampai saya lakukan optimasi untuk pertama kali saja berjumlah 4000’an File, padahal File utamanya cuma 250’an saja dengan ukuran file sekitar 80’an MB saja !

Apalagi untuk selanjutnya, saya ingin mengoptimasi juga setiap Thumbnail yang digenerate ketika saya mengupload gambar baru, karena saya ingin praktis, agar saya bisa fokus membuat konten artikel berkualitas saja tanpa repot-repot melakukan optimasi gambar secara manual yang lumayan menguras passion saya karena ribet. Meskipun saya bukan tipikal yang suka serba otomatis, tapi jika otomatiasi itu berarti optimasi dan efisensi, maka kenapa tidak ?, saya selama ini seringkali mikir panjang untuk bikin artikel, karena saya udah terbayang betapa ribetnya optimasi gambar secara manual.

User Interface Imagify yang lebih Eye Catching, Modern, dan Canggih, serta sangat User Friendly 😀

Oh ya, fitur Resize On The Fly-nya lebih baik dari Plugins sejenis lainnya sejauh pengujian saya, karena saya cukup mengisi Max Widht Size saja, maka High Size akan mengikuti secara dinamis.

Dan yang paling saya suka, sistem/algoritma Imagify ini “Smart”, karena dia bisa menilai sebuah file gambar apakah layak dioptimasi atau tidak. Maksudnya jika file dianggap sudah Optimal, maka tidak perlu dilakukan Optimasi, tentu ini menghemat Resource, baik itu waktu, maupun Quota kita kan ?, dan tentu saja file yang sudah optimized tidak malah jadi rusak karena dilakukan optimasi lagi. Plugins sejenis ini juga melakukan proses secara penuh di Server milik mereka, sehingga Server Hosting yang kita gunakan tidak terbebani. Sepengalaman saya ya sob, untuk melakukan Loseless Compression saja membutuhkan Resource Server yang sangat-sangat besar, khususnya CPU Usage !, berdasarkan engalaman menggunakan Trimage di Laptop saya, 4 Core CPU habis digunakan cuma untuk Batch Process, padahal cuma Loseless Compression, apalagi Lossy Compression ?

Maka jangan heran dan protes jika layanan Batch Lossy Compression Process ini berbayar ya sob, karena Worth It lah 🙂

Saya dulunya bisa dikatakan pelit loh untuk urusan ini, karena saya belum melihat value-nya 😀

 

Meski Lossy Compression, Tapi Kualitas Gambar Tidak Berubah

Dengan Catatan: Menurut Mata Manusia Normal !

Ya, mau lihat hasil nyatanya ?, buka artikel dengan penggunaan gambar yang banyak seperti disini.

Maka Anda bisa melihat kualitas gambar yang sangat bagus, padahal perlu diketahi bahwa ukuran file tersebut sudah direduksi sebanyak lebih dari 80% dari ukuran aslinya dengan resolusi gambar yang tetap sama !

Itulah yang saya suka dari Lossy Compression, karena resolusi gambar tetap, tapi ukuran file bisa sangat signifikan berkuran, tanpa penurunan kualitas yang berarti menurut mata manusia.

Apalagi saya bukan Blogger Photography ya sob 😀

 

Jangan Berharap Banyak Mengurangi Disc/Storage Usage di Hosting

Ya, jangan berharap bisa dengan signifikan mengurangi jumlah penggunaan Storage di Web Hosting yang digunakan 😀

Kecuali jumlah gambar di Website Anda sudah sangat-sangat banyak dan ukuran file-nya besar-besar, maka dengan melakukan optimasi Lossy Compression akan cukup signifikan mengurangi Disc/Storage Usage.

Tujuan utama optimasi ini adalah menjadikan waktu load website yang lebih cepat dan ringan ketika mengakses Website kita, itu saja, sehingga secara SEO (Search Engine Optimization) juga akan lebih baik lagi.

 

Metode Pembayaran

Ini pasti menjadi pertanyaan juga, karena banyak kok yang mampu membayar, tapi terkendala di Payment Gateway/Methods. Karena provider dari luar negri, tentu tidak menerima Local Bank Transfer, melakukan Wire Transfer rasanya tidak worth it.

Maka disini saya katakan, hari gini masih bingung ?

Sekarang (Sudah lama sebenarnya) ada yang namanya VCC (Virtual Credit Card) yang bersifat Pre-paid dan Burned (Sekali Pakai), jadi seperti yang saya lakukan yakni membeli One-time Plan senilai $10 maka saya tinggal beli VCC tersebut dengan Saldo sebesar $10. Tentu Cost yang dikeluarkan untuk itu lebih besar untuk beli VCC dan Biaya Setup serta Fee lainnya, tapi tidak banyak, anggap saja biaya transfer online beda bank 😀

Sesuai kan ?, One-time Plan, maka gunakan VCC Sekali Pakai juga.

Saya lebih suka menggunakan VCC daripada Paypal karena lebih praktis, karena Balance Paypal saya selalu kosong, belum ada Income yang mengalir via Paypal soalnya 😀

Solusi lain ada yang namanya VCN (Virtual Credit Number), ini sama seperti VCC, dan ini merupakan fitur dari Bank Lokal seperti BNI46, CimbNiaga, dsb.

 

Kesimpulan

Optimasilah file gambar di website Anda sebelum terlambat, karena dengan Free Plan dari Plugins Image Optimizer seperti Imagify dan ShortPixel bisa saja sudah memenuhi kebutuhan optimasi file gambar bulanan Anda, tapi jika Anda tidak melakukannya dari awal, maka Anda berpotensi perlu mengeluarkan Budget lebih untuk membeli Resource yakni untuk melakukan Batch Processing.

Karena resource yang kita beli itu sepadan dengan efisiensi waktu, tenaga, dan pikiran yang bisa kita hemat.


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified