L

Bersihkan FISV/IACV Agar Motor Tidak Ngempos Ketika Mesin Masih Dingin


Bismillahirrohmanirrohim


Old Vario 125i: IACV

Masalah tarikan yang tersendat alias ngempos yang terjadi hanya ketika mesin masih dingin ini menjadi misteri yang seakan-akan tidak terpecahkan selama ini dalam kurun waktu 5 tahunan ! (Sampai artikel ini saya tulis).

Awalnya, masalah itu diklaim teratasi di Old Vario 125i Gen 2 yang memiliki perbedaan pada posisi injector di intake manipul yang lebih dekat dengan intake valve, bahkan posisi dudukan injector pun sudah berbeda.

Tapi, faktanya diluaran sana masih banyak yang mengaku masih mengalami gejala ngempos itu padahal sudah Gen 2, dan bahkan All New Vario 125i dan 150i pun tidak luput dari masalah ngempos ketika mesin dingin ini !

Saya dan mungkin banyak pengguna Vario lainnya sudah menganggap itu adalah “Penyakit Bawaan” yang tak ada obatnya, sudah lelah mencari solusi namun tak kunjung sembuh, dan pada akhirnya berhenti berusaha, pasrah, dan menerima apa adanya dan menjadi kebiasaan.

 

Tak Sengaja Menemukan Solusi

Old Vario 125i: Trik Membuka Baut Bintang Sensor Injeksi

Saya mengalami masalah pada motor saya ini yakni TPS (Throttle Position Sensor) mengalami kerusakan, mengenai itu sudah saya bahas disini, dan artikel penggantian TPS bisa dibaca disini.

Nah pada saat itu saya juga terpikir untuk sekalian saja IACV (Idle Air Control Valve) dibersihkan dengan cara dibongkar, karena biasanya setiap saya membersihkan Throttle Body (TB) itu cuma dibongkar lalu disemprot dari lubang-lubang kecil jalur udara ke IACV, tanpa melepas IACV tersebut untuk dibersihkan.

Alat ini juga punya nama lain yakni FISV (Fast Idle Solenoid Valve), dan secara teknis nama yang tepat adalah FISV, bukan IACV.

Old Vario 125i: TB dengan TPS Baru

Maka kali ini beda, IACV benar-benar dibongkar dan dibersihkan.

Old Vario 125i: Selenoid IACV

Sampai disini, saya tidak terpikir bahwa membersihkan IACV seperti ini akan menyelesaikan masalah ngempos yang sudah saya rasakan selama menggunakan motor saya ini.

Saya rakitlah semuanya, dan ketika motor saya gunakan, saya heran, ini kok bisa langsung ngacir yah tanpa ada gejala tersendat ?, padahal mesin dalam kondisi dingin 😀

Efek ganti TPS baru atau IACV yang dibersihkan dengan cara dibongkar ?

 

Kemudian saya bawa kebingungan saya ini ke salah satu forum/group di Facebook yakni Mekanik Mesin Injeksi Sedunia (MMIS) yang threadnya bisa Anda baca disini.

Ketika saya mengganti TPS, masalah tidak bisa setting mode altitude teratasi dan gejala lain yang menyertainya juga sudah tidak terjadi lagi.

Nah tadi saya sekalian bongkar juga IACV dan membersihkannya. Jadi IACV juga dibersihkan.

Ketika semua sudah dirakit kembali dan dilakukan reset TPS dan setting mode altitude, motor pun siap digunakan lagi.

Nah saya mendapati masalah lama pada motor Old Vario 125i saya yakni kalau mesin dingin ngempos, tenanga tertahan (Kalau mesin panas, dipanasi dulu tidak terjadi masalah itu), itu sudah tidak terjadi lagi.

Artinya masalah ngempos ketika mesin dingin itu sudah teratasi, dari dulu memang saya ketika membersihkan TB tidak bongkar-bongkar IACV untuk dibersihkan, hanya disemprot dari lubangnya di TB saja pakai TB Cleaner.

Yang ingin saya tanyakan, teratasinya masalah ngempos ketika mesin dingin di motor saya ini pakah karena IACV dibersihkan atau karena ganti TPS baru ?

Masalah ngempos itu terus terang saja sudah terlanjur saya anggap “Penyaki bawaan” motor saya, karena segala upaya sudah dilakukan, dan Old Vario 125i saya juga termasuk Gen 2 yang kata orang-orang gk terjadi gejala ngempos, tapi nyatanya masih terjadi. Udah 5 tahun itu terjadi sampai jadi kebiasaan 😀

 

Terjadi pembahasan yang seru sekali dengan member-member disana, dan ada satu member disana yang rupanya galau juga mengenai masalah ngempos pada Old Vario 125i Gen 2 miliknya 😀

Beliaulah yang mengkonfirmasi kepada saya bahwa setelah membersihkan IACV, masalah ngempos sembuh, sehingga bukan TPS baru yang menyebabkan masalah ngempos itu sembuh. Saya minta kepada beliau agar TPS tidak dibersihkan dulu, cukup IACV saja, agar tidak rancu.

Kalau penasaran dengan jalan diskusi disana dan siapa saja yang terlibat, buka saja link thread/postingan di Group MMIS yang sudah saya berikan di atas, karena saya tidak akan merekapnya di artikel ini disertai screenshoot, terlalu panjang sob, diskusi itu berlangsung sambil begadang, banyak yang terlibat sehingga saya tidak bisa sebut namanya satu per satu.

 

Cara Membersihkan IACV

Mudah saja, tinggal gunakan kunci L Bintang/Torx ukuran 25 untuk membuka dua buah baut bintang yang mengunci IACV.

Baca Juga: Trik Membuka Baut Bintang TPS dan IACV Agar Tidak Dol

Ketika IACV sudah dibongkar, ya bersihkan dengan cairan solvent, seperti aseton yang umum kita sebut TB/Carb Cleaner, kemudian pasang lagi seperti semula.

Kalau bisa jangan pakai bensin, karena bensin itu pada dasarnya adalah minyak, meskipun mudah menguap/mengering, tapi tetap akan meninggalkan residu minyak, yang mana itu akan mempercepat komponen IACV kotor lagi.

Sebaiknya IACV dibersihkan dengan cara dibongkar setiap kali membersihkan TB, bisa lakukan tiap 10.000 KM. Bahkan IACV bisa dibongkar tanpa perlu membongkar TB dari mesin, meski sebaiknya sekalian saja seluruh komponen TB dan Intake Manipul dibersihkan.

Dan jangan pernah membersihkan TB dengan cara disemprot langsung sambil mesin dihidupkan dan gas diblayer-blayer, itu salah total ! (Itu prosedur gimmick ala-ala produsen produk TB Cleaner untuk menunjukkan produk mereka mudah digunakan/praktis, tapi faktanya tidak efektif dan optimal membersihkan, dan justru berbahaya jika dilakukan).

 

Kok Bisa dengan Membersihkan IACV Masalah Ngempos Bisa Sembuh ?

Terus terang, mengenai ini sama sekali tanpa sengaja saya “Temukan”, sehingga landasan teorinya masih menjadi tanda tanya. Kalau berteori dulu, mungkin IACV tidak akan pernah menjadi komponen yang saya curigai penyebab gejala ngempos terjadi, dan memang tidak pernah saya curigai selama ini, saya benar-benar tidak sengaja menemukan solusi ini.

Jika diperhatikan, cara kerja IACV tersebut sama seperti Solenoid yakni terjadinya medan magnet yang mampu menarik tuas penutupnya (Valve) sehingga udara bisa masuk melalui lubang kecil disana dan mensuply udara lebih banyak ke mesin disertai asupan bensin yang lebih banyak yang diatur oleh ECU.

Secara teknis, IACV hanya berfungsi sebagai peninggi putaran mesin, lalu apa yang meningkatkan supply bensin ke ruang bakar ?, ya ECU 😀

Maka perpaduan semuanya itu menghasilkan fungsi yang sama seperti Choke pada motor yang masih karburator, namun berfungsi secara otomatis dan elektronis.

Ingat, dalam posisi idle/stasioner/langsam, itu katup kupu-kupu di TB dalam posisi menutup penuh !

Itulah sebabnya kenapa ketika IACV berfungsi, putaran mesin ketika idle akan lebih tinggi, padahal grip gas tidak kita putar, dan ketika IACV sudah berhenti berfungsi, maka putaran mesin ketika idle akan kembali normal.

Dalam tugasnya, IACV dikendalikan oleh ECU, dimana ECU mengaktifkan IACV sesuai laporan suhu mesin oleh Sensor ECT (Engine Coolant Temperature) atau EOT (Engine Oil Temperature), jika mesin sudah mencapai suhu ideal, khususnya pada area Cylinder Block, maka IACV berhenti berfungsi, katupnya menutup, udara tidak bisa lewat dari IACV.

Maka satu-satunya masalah yang terjadi pada IACV ketika kotor adalah proses buka tutup tuasnya terhambat dan/atau sealing capability dari karetnya menjadi buruk karena tumpukan debu, maka dari itu komponen IACV tidak boleh diaplikasikan oli atau grease, karena akan mudah menangkap debu.

Sampai disini, saya pribadi tidak habis pikir, kok bisa ngaruh ke ngempos ketika mesin dingin ?

Jika Anda bisa menjawabnya, silahkan kasih tau saya di form komentar di bawah artikel ini 🙂

Mari kita diskusikan bersama, mari kita uji dan buktikan bersama, sampai artikel ini saya tulis, sudah ada beberapa yang mencoba membersihkan IACV dengan cara dibongkar, dan hasilnya memuaskan, masalah ngempos pun sembuh, dalam hal ini, cuma IACV yang dilakukan pembersihan, maka kerancuan akibat komponen lain dilakukan pembersihan atau pergantian tidak terjadi.

 

IACV selalu lolos dari kecurigaan, karena secara teori, mustahil IACV yang menyebabkan masalah ngempos ketika dingin itu.

Tapi saya mendapati ternyata IACV mempengaruhi gejala ngempos ketika mesin dingin tersebut, dan tindakan itu tidak disengaja oleh saya, hanya terpikir “Sesekali bersihin IACV dengan cara dilepas dari TB deh”. Karena biasanya saya membersihkan IACV dengan cara menyemprotkan TB Cleaner langsung dari lubang-lubangnya di Throttle Body, saya pikir, seperti itu saja sudah cukup, ternyata tidak cukup maksimal membersihkan IACV selama ini.

Namun, ketika saya perhatkan lagi, cara seperti itu cuma membersihkan jalur lubang IACV di TB saja, namun tidak masuk ke dalam mekanisme IACV yakni tuas valve-nya, karena ketika TB dibersihkan, IACV dalam posisi tidak aktif, yang artinya valve-nya menutup, cairan TB Cleaner tidak akan masuk ke dalam IACV untuk membersihkan as solenoidnya, sehingga pergerakannya menjadi tidak lancar akibat akumulasi debu halus pada as solenoidnya.

Sampai disini, maka jika as solenoid IACV kotor, maka tentu masalahnya cuma mentok terbuka terus atau susah terbuka katup IACV-nya. Saya masih tidak habis pikir, kenapa ngaruh pada gejala ngempos ketika mesin masih dingin ?

Secara teknis, IACV bukanlah sensor, namun hanya solenoid peninggi putaran mesin, bahkan motor karburator pun bisa menerapkan IACV. Makanya pada alat scanner/diagnosis, IACV tidak ada.

Apakah cuma sugesti/placebo effect ?, mustahil !, karena gejala ngempos itu nyata, maka ketika gejala ngempos itu sembuh ketika IACV dibersihkan, maka akan terasa dan nyata.

Saya bisa memastikan IACV karena semua komponen di motor sudah dipastikan normal, namun gejala ngempos ketika mesin dingin itu tetap terjadi, namun ketika cuma IACV yang dibersihkan dengan cara dibongkar, masalah gejala ngempos ketika mesin dingin itu pun sembuh.

 

Akhir Kata

Saya ingat betul bahwa motor saya tidak mengalami masalah ngempos ketika mesin dingin saat motor saya baru turun dealer alias benar-benar baru, artinya sebenarnya masalah itu bukanlah “Bawaan Lahir”.

Karena teori yang tidak nyambung, tidak masuk akal, maka IACV tidak dicurigai sebagai menyebab masalah ngempos ketika mesin masih dingin ini.

Buktinya, di artikel ini sudah saya coba menganalisa secara teori, dan saya benar-benar heran, kok bisa ?

Maka, yang seperti inilah yang disebut praktek tidak melulu bisa dijelaskan dengan teori, praktek dan teori sangat mungkin berbeda karena suatu sebab yang tidak diketahui karena keterbatasan pengetahuan saya sebagai penulis artikel ini, semoga ada yang bisa menjelaskan secara ilmiah/teori kenapa hal ini bisa terjadi, hanya untuk menjawab rasa penasaran saja, karena misi utama sudah tercapai yakni ngempos ketika mesin masih dingin sudah tidak terjadi lagi.

 

Ayo Coba !

Disini saya mengajak semua pengguna motor Old Vario 125i atau yang lebih baru untuk mencoba membersihkan IACV dengan cara membongkarnya, jika berhasil, mohon agar konfirmasi ke saya melalui form komentar.

Tapi sayangnya, IACV termasuk komponen PGM-FI yang tercover garansi, sehingga jika membongkarnya maka garansi akan hangus, maka untuk motor yang lebih baru yang masih tercover garansi, bisa dibicarakan dengan AHASS untuk melakukan prosedur pembersihan IACV ini, jangan lakukan sendiri.

Experiment ini tidak membutuhkan penggantian komponen apa pun dan tidak mengeluarkan biaya, kecuali dilakukan oleh bengkel (Ongkos Jasa), belum punya tools, dan belum punya TB Cleaner.

 

Disclaimer

Do It With Your Own Risk, karena saya hanya sharing pengalaman saya saja, sudah dibuktikan pengguna lain pada motor miliknya sendiri, dan hasilnya memuaskan 🙂

Jika setelah membersihkan IACV masalah ngempos ketika mesin masih dingin masih terjadi, maka ada masalah dari komponen lain yang menyebabkannya, karena kami yang melakukan pembersihan IACV berhasil menghilangkan gejala ngempos, itu sudah melakukan maintenance pada part-part lain yang dicurigai, dan semua itu sudah dipastikan normal, hanya saja IACV luput dari “Jamahan” kami karena secara teori tidak nyambung itu tadi.

Perlu diketahui, tidak semua motor Old Vario 125i Gen 2 atau yang lebih baru mengalami gejala ngempos itu, hanya segelintir saja, tapi masih belum jelas, apakah unit motor yang tidak mengalami gejala ngempos itu rutin membersihkan IACV dengan cara dibongkar ketika membersihkan TB secara berkala, jika Anda tipikal pengguna yang ketika membersihkan TB selalu membongkar IACV untuk dibersihkan, bagaimana ?, apakah mengalami masalah ngempos ketika dingin ini ?, share ke saya yah 🙂

 

Update

Saya masih yakin, bahwa sebenarnya IACV hanya mengurangi gejala ngempos ketika dingin itu sampai level tidak terasa lagi oleh pengguna, sehingga ketika IACV kurang efektif kinerjanya dalam menunaikan tugasnya, maka gejala ngempos ketika mesin dingin pun bisa dirasakan lagi, yakni ketika IACV kotor lagi, durasinya bisa relatif tergantung suhu lingkungan yang mempengaruhi suhu mesin ketika mesin dalam kondisi mati dalam waktu yang cukup lama (Sampai suhu di mesin sama dengan suhu di lingkungan). Karena masalah ngempos ini ada kaitannya dengan rasio kompresi, mengingat motor Honda PGM-FI lain milik saya yakni Honda Scoopy Fi yang notabene memiliki rasio kompresi lebih rendah, tidak mengalami masalah ngempos ketika dingin ini.

Maka teori yang paling masuk akal menurut saya adalah IACV hanya bertindak sebagai pencegah gejala ngempos itu terjadi, bukan penyebab gejala itu terjadi, karena gejala ngempos itu ada hubungannya dengan kinerja pembakaran di combustion chamber (Ruang Bakar).

Ada berbagai solusi lain mengenai masalah ngempos ketika mesin dingin pada Vario, yakni mengganti injector dengan injector milik CBR150 yang memiliki durasi lebih pendek, dan/atau menggunakan Piggyback minimal Fuel Controller. Karena gejala ngempos itu adalah konsekuensi dari efisiensi bensin yang diterapkan, yakni dalam hal ini adalah injector dengan durasi panjang.

Tapi saya pribadi masih ingin memfollow up mengenai hasil dari experiment kali ini yakni mengenai pengaruh IACV terhadap performa mesin ketika masih dingin, memang berkali-kali saya coba ketika mesin dingin, khususnya dipagi hari dimana mesin dalam kondisi mati semalaman, dan mesin dinyalakan tanpa pemanasan, dengan atau tanpa menunggu IACV berhenti beroperasi (Putaran mesin meninggi lalu kembali turun ke normal), maka gejala ngempos tetap tidak terjadi lagi.

 

Update Lagi

Tidak semua bisa sembuh masalah ngempos ketika mesin dingin cuma dengan membersihkan IACV, maka teori bahwa IACV cuma mencegah gejala itu terasa oleh pengguna jadi lebih masuk akal.

Motor yang tidak ngefek adalah yang sudah tidak standard lagi, dan kalau pun masih standard tapi komponen air flow, ignition, dan exhaust sudah tidak normal lagi.

Ada solusi lain yang lebih ampuh yakni mengganti Injector, jika Vario 125i maka upgrade ke injector punya Vario 150i, jika Vario 150i maka upgrade ke injector CBR150.

Solusi itu digunakan jika motor sudah tidak standard yang mengakibatkan mixture AFR menjadi terlalu lean, misalnya menggunakan filter udara stainless steel, karet intake lebih besar, koil racing, busi iridium, dan knalpot free flow/racing.

Dari sini saya bisa simpulkan bahwa masalah ngempos ketika mesin dingin ini tidak banyak sekali penyebabnya, namun semua menuju pada satu sebab yakni masalah pada ruang bakar.

Ada beberapa teori mengenai itu, yakni rasio kompresi yang tinggi menyebabkan ketika mesin dingin, maka kabut bensin masih mudah terkondendasi menjadi cairan kembali sampai suhu ruang bakar mencapai suhu ideal minimal 60ºC.

Ada juga yang mengatakan bahwa itu adalah kekurangan dari PGM-FI Step 4 dimana sensor MAF (Mass Air Flow), MAP (Manifold Absolute Pressure) dan IAT (Intake Air Temperature) dihilangkan dan semua fungsinya dibebankan seluruhnya kepada O2 Sensor, masalahnya adalah O2 Sensor yang digunakan berjenis Narrowband yang aktif efektif pada suhu idealnya saja, artinya ketika mesin masih dingin, mapping AFR masih tidak optimal karena O2 Sensor masih belum aktif.

Maka, jika berdasarkan teori diatas, maka wajar saja IACV yang bersih dan berfungsi normal akan mengurangi gejala ngempos ketika mesin masih dingin bahkan sampai kondisi dimana pengguna tidak merasakan lagi lag yang terjadi, tapi jika IACV sudah dibersihkan namun masih terjadi ngempos ketika mesin dingin, ada yang tidak normal pada komponen lain di motor tersebut.


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified