L

Inilah Faktanya !, Jangan Salah Kaprah Menganggap Center Electrode Busi Standard OEM Itu Berbahan Tembaga


Bismillahirrohmanirrohim


Busi Merah Bata

Busi (Spark Plug), adalah Komponen Vital pada Mesin yang menggunakan Bahan Bakar Bensin (Gasoline). Ada banyak jenis Busi, baik dari Spesifikasi, Merk, Desain, dan Material yang digunakan.

Ada kesalahpahaman mengenai Busi Standard atau OEM (Original Equipment Manufacturer) yang digunakan oleh Sepeda Motor Mainstream di Indonesia ini yang katanya adalah “Busi Tembaga”, Benarkah ?

 

Material Center Electrode Busi

Sebelumnya, saya ingin mengajak Anda mengenal apa itu Tembaga terlebihdahulu 😀

Tembaga

Tembaga

Tembaga adalah salah satu Unsur Kimia dalam Tabel Periodik. Memiliki lambang “Cu” dan Nomor Atom “29”. Lambangnya berasal dari bahasa Latin Cuprum.Tembaga merupakan Konduktor (Penghantar) Panas dan Elektron (Listrik) yang paling baik setelah Silver (Perak). Selain itu, unsur ini memiliki kelemahan yakni sifat korosi yang cepat sekali. Tembaga murni sifatnya halus dan lunak, dengan permukaan berwarna jingga kemerahan. Tembaga bisa dicampurkan dengan Timah untuk membuat Perunggu (Bronze), tau Senar Gitar Akustik ?, Nah itu Lilitannya menggunakan Bronze Alloy yakni Tembaga dicampur Timah dengan Rasio tertentu.

 

Kelemahan Tembaga atau bisa disebut Coper ini, adalah Melting Point (Titik Leleh) yang rendah sekali, yakni hanya 1.085°C.

Titik Leleh ini berbanding terbalik dengan Konduktifitas atau disebut juga Electrical Resistance.

Semakin rendah Resistensinya, semakin baik dalam menghantarkan listrik, namun semakin rendah Titik Lelehnya, misalnya Silver yang terbaik dalam hal menghantarkan listrik hanya memiliki Titik Leleh yakni 961,8°C.

Mustahil diterapkan pada Center Electrode Busi secara murni !

 

Lantas, Busi Standard Itu Sebenarnya Apa ?

Busi Standard, menggunakan Material lain yakni Nickel Alloy (Campuran) !

Nikel

Nikel

Kayak nama cewek yah, eh itu “Niken” 😀

Nikel (Nickel) adalah salah satu Unsur Kimia Metalik dalam Tabel Periodik yang memiliki Simbol “Ni” dan Nomor Atom “28“.

Nikel mempunyai sifat tahan karat. Dalam keadaan murni, nikel bersifat lembek, tetapi jika dipadukan dengan besi, krom, dan logam lainnya, dapat membentuk baja tahan karat yang keras.

Tau Stainless Steel ?, Nah itu Baja Tahan Karat yang salah satu unsurnya mengandung Nikel, Krom, dan Besi.

Besi Sendiri adalah salah satu Unsur Metalik juga yang bisa disebut “Iron”, di Indonesia saja yang mengeneralisir semua Unsur Metalik adalah Besi, istilah yang benar dan netral adalah “Logam” 😀

 

Iridium ?, Skip 😀

Soalnya tidak Relevant dengan Judul Artikel ini yakni “Standard OEM”, meski ada juga Busi OEM yang menggunakan Iridium, tapi Mostly belum pakai Iridium kecuali Aftermarket.

Agar tidak kecewa, saya kasih bonus nih 😀

 

Material Properties of Spark Plugs Center Electrode

Material Properties of Spark Plugs Center Electrode

Material Properties of Spark Plugs Center Electrode

Tau kan kenapa Busi Platinum itu sering tidak sesuai Ekspektasi ?

Padahal sering dikatakan “Lebih baik Platinum daripada Iridium yang Mahal, Toh Ujungnya sama-sama Lancip”.

Iya, Fokus Api Busi memang baik karena “Needle Tip” tersebut, wajar Platinum bisa karena Melting Point lebih tinggi dari Nickel. Tapi Strenght, Hardness dan Electrical Resistance jauh lebih baik Nickel daripada Platinum.

So, mending nambah dikit dapat Iridium, atau pakai Busi Nickel saja yang dimodif “Side Gapping” atau biasa disebut “Slant Ground Electrode”.

Agar mirip-mirip Busi Racing gitu 😀

Seperti ini yang beneran asli dari Pabrikan Busi 😀

Denso IU-24A Iridium Slant Ground Electrode

Denso IU-24A Iridium Slant Ground Electrode

 

Asal Mula Muncul Istilah “Busi Tembaga”

Spark Plug Anatomy

Spark Plug Anatomy

Fokuslah pada bagian “Copper Core” !

Dulu, Busi belum menggunakan Copper Core atau Inti Tembaga yang berada di dalam Insulator Ceramic.

Hingga Perusahaan Busi ternama di Amerika yakni Autolite memperkenalkan Teknologi terbaru mereka yakni “Copper Core Spark Plugs”, yang itu artinya, Autolite adalah Pionir dalam Teknilogi Busi Copper Core. Hinga pada akhirnya Teknologi itu bisa dipakai oleh Produsen lain, dan yang pertama mengadopsi Teknologi tersebut adalah NGK Spark Plugs.

NGK adalah Produsen Busi asal Jepang yang menjadi OEM Supplier terbesar dan utama untuk OEM Motor dan Mobil Jepang, itulah kenapa NGK adalah Produsen Busi dengan pilihan Desain yang paling lengkap (banyak). Dan saat itu Istilah “Copper Core” atau “Busi Inti Tembaga” menjadi nilai lebih dari Busi NGK, wajar menjadi “Trademark” karena sering disebtkan kelebihan itu, sampai Istilah tersebut menjadi samar, dan akhirnya berubah menjadi Istilah “Busi Tembaga”.

Sekarang ini, DENSO dan banyak Produsen Busi lainnya sudah seolah-olah menjadi suatu kewajiban menggunakan Teknologi “Copper Core” ini.

Baca Juga: Asal Mula Istilah “Komstir”

 

Tujuan Penggunaan Inti Tembaga

Seperti yang sudah saya jelaskan di awal artikel ini mengenai Material Tembaga yang memiliki kemampuan Konduktivitas atau Penghantar Listrik dan Panas terbaik, maka Material Tembaga ini digunakan pada Inti Busi adalah untuk meningkatkan Konduktivitas Elektron Listrik dari Ignition Coil (Koil) pada Center Electrode dan Menyalurkan Panas lebih baik ke Insulator Ceramic menuju Metal Shell Busi untuk selanjutnya panas itu disalurkan lagi ke Cylinder Block dan didinginkan menggunakan Hembusan Angin atau Radiator Coolant melalui Water Jacket di balik Drat Lubang Busi di Cylinder Block.

Spark Plug Heat Range

Spark Plug Heat Range

Penggunaan Material “Nickel Alloy” pada Center Electrode Busi, hanyalah pada Tip atau Ujung Center Electrode saja, selanjutnya dibalik Insulator Ceramic dilanjutkan oleh Copper Core sampai ke bagian Resistor, sampai ke Terminal.

 

Apakah ada Busi yang benar-benar menggunakan Center Electrode berbahan Tembaga ?

Jangankan Tembaga, Silver Alloy saja ada, bahkan Gold Alloy 😀

Tapi itu hanya untuk keperluan Racing yang tidak memerlukan Endurance yang tahan lama, karena meskipun tidak murni, hanya Alloy atau Campuran saja, tapi dengan adanya Silver bahkan Gold pada “Racikan/Campuran” Metal Alloy-nya, menjadikan Center Electrode Lunak, Mudah Patah, dan Titik Leleh menjadi Rendah, tapi memang, Electrical Resistance menjadi lebih rendah yang artinya kemampuan menghantarkan listrik semakin baik juga.

 

Kesimpulan

Busi Tembaga yang diidentikkan pada Busi Standard OEM sebenarnya hanyalah Busi dengan Inti Tembaga atau biasa disebut “Copper Core”, ini Teknologi lama yang membuat Penyebutan Istilah Busi ini pun menjadi Bias dan terserap ke Bahasa Lokal menjadi “Busi Tembaga”.

Padahal, sebenarnya Busi Standard OEM hanyalah Busi Nickel biasa yang menggunakan Inti Tembaga.

Akibat Mitos ini, banyak yang dengan Percaya Dirinya mengatakan:

Busi Standard OEM itu lebih baik dari Busi Iridium, karena Menggunakan Tembaga yang lebih baik dari Iridium dalam hal menghantarkan listrik

Padahal, Busi Iridium pun pasti pakai Copper Core 😀


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified