L

Fakta Mengenai CPU Core pada CloudLinux Shared Hosting yang Wajib Anda Ketahui !


Bismillahirrohmanirrohim


CloudLinux Web Hosting

Mungkin banyak yang masih mengira jika sudah menggunakan CloudLinux Hosting, itu artinya sudah mendapatkan Dedicated Resource layaknya VPS (Virtual Private Server).

Jangankan Shared Hosting, VPS saja sebenarnya tidaklah Dedicated Resource. Anda yang pernah melakukan Virtualisasi di Komputer, misalnya VirtualBox pasti tau bahwa Resource yang ada pada VPS itu masihlah Shared dengan Host dan Guest-guest Virtualisasi lain di Node Server (Host) yang sama dan dalam posisi Running.

Dengan menggunakan CloudLinux Shared Hosting, pihak Penyedia Hosting berarti menyediakan Resource yang digaransi untuk Anda.

Kalau VPS itu kita diberikan Virtualisasi Limit Resource Server, sedangkan Operating System, Software, dan Konfigurasi didalamnya bisa kita atur sesuka hati kita, maka CloudLinux sama-sama memberikan kemampuan Virtualisasi Limit Resource Server, hanya saja Operating System, Software, dan Konfigurasi saja yang sama untuk semua User. Dengan CloudLinux, kita bisa mendapatkan manfaat VPS dari sisi Resource, namun kita bisa memanfaatkan Lisensi Software berbayar yang digunakan pada Server yang sama, misalnya BitNinja, Imunify360, Integrasi Patchman, cPanel, Integrasi SpamExperts, Softaculous, Site Builder, Integrasi R1Soft Backup, dsb. Artinya CloudLinux Shared Hosting adalah VPS dari sisi Resource, namun Shared dari sisi Software dan Konfigurasi.

Statement “VPS dari sisi Resource” itu kembali kepada kebijakan dari Provider CloudLinux Hosting bersangkutan, apakah memberikan Garansi tersebut atau cuma Gimmick Marketing ?

Perhatikan dan Hati-hati mengenai itu, silahkan baca Term of Service dari Provider bersangkutan, takutnya nanti “Nyangkut” di TOS mengenai kebijakan resource 😀

Karena ada Provider yang meskipun menggunakan CloudLinux, masih saja mengancam melakukan Suspend jika Anda menggunakan misalnya 25% dari Resource CPU dalam sekian detik/menit.

Dan nanti dibawah akan saya share mengenai Throttling yang menjadi Limit lain diluar CPU Core !

 

LVE (Lightweight Virtual Environment)

Adalah fitur Proprietary utama dari CloudLinux, yang mampu memberikan Limitasi pada setiap Client (User). LVE inilah yang menjadikan Shared Hosting mampu memberikan kemampuan VPS dari sisi Resource, namun dari sisi Software dan Konfigurasi masih Shared.

Salah satu yang menjadi kemampuan LVE Limit adalah CPU Speed Limit.

 

Penjelasan dari CloudLinux

CPU SPEED limit allows to set CPU limit in terms of % of a single core, or as a fixed number of Hz.

 

–speed=XX% would set performance relative to one core. For example:

–speed=50% would mean 1/2 core.

–speed=100% would mean 1 core,

–speed=150% would mean 1.5 cores

 

–speed=XXmhz would automatically detect CPU speed of each core, and adjust the CPU scheduler to make sure user cannot go over that limit.

For example on 1ghz CPU, setting of –speed=2ghz would mean 2 cores, while on 4ghz CPU same setting would mean 1/2 of a core.

This should allow hosting companies to set same approximate performance level limits across different hardware using single setting.

 

Penjelasan dari Saya

Jadi, CPU Speed ada 2 macam:

  1. Persentase (%) CPU Speed dari kelipatan 1 Core CPU Server (Fisik Prosessor).
  2. Langsung menentukan Frekuensi Prosessor Server (Satuan GHz).

Dalam praktiknya di CloudLinux Shared Hosting, yang digunakan adalah CPU Speed dalam bentuk Persentase (Point No. 1 diatas). Maka disebutlah CPU Core !

 

Dimana 1 Core CPU = 100% Speed.

Maka 50% = 0,5 Core, begitu seterusnya.

Jika 300%, maka Anda berhak menggunakan 3 Core dari keseluruhan CPU Core Fisik di Server.

Sedangkan jika diisi langsung Frekuensi Processor, maka semakin tinggi GHz-nya, maka semakin kecil jumlah Core-nya.

Misalnya Processor Intel Xeon E5-2660v2 (25M Cache, 2.20 GHz, 8.00 GT/s Intel® QPI) yang digunakan Indoworx dan Dewaweb memiliki 10 Core dan 20 Threads.

Maka 2,20 GHz = 1 Core, sedangkan 4,20 GHz = 0,5 Core.

Karena CPU Speed dari Processor sendiri maksimal adalah 2,20 GHz 😀

Bahkan Processor tersebut jika dalam mode Max Turbo Frequency mampu menghasilkan kecepatan 3.00 GHz !

Dengan catatan, jika Provider Hosting menggunakan Virtual Server, maka Provider yang digunakan haruslah menjamin Dedicated CPU Core, misalnya seperti NewMediaExpress yang digunakan Indoworx dan Dewaweb.

Jika CloudLinux Shared Hosting itu dibangun diatas Dedicated Server, ya tentu saja 😀

Mana yang terbaik ?, Tentu saja berdasarkan Persentase, karena lebih akurat. Lagipula tujuannya sama saja.

 

Dan jika Paket Cloud Hosting yang kita gunakan terspesifikasi 1 Core CPU, kita berhak menggunakan 1 Core CPU yakni dengan Frekuensi Speed sebesar 2.20 GHz !, yang bisa disebut “Fully Burstable”.

Seharusnya 😀

Itu kembali lagi pada Provider bersangkutan !

 

Dan jika CPU Load (Server Load) pada CPU yang ada di halaman Server Information sudah Overload, itu adalah kewajiban Provider untuk menambah 1 Hypervisor (Server) baru yang digunakan untuk menampun pelanggan baru lainnya. Maka, meskipun pada Server Information terlihat CPU Load sangat tinggi, maka kita tidak akan merasakan Website kita menjadi lambat. CPU Load di Server Information itu selain ditujukan untuk kita sebagai Client melihat kinerja Server, juga ditujukan untuk Provider Hosting untuk monitoring kinerja CPU Load.

16 CPUS artinya Maksimal Idealnya 16.0 CPUS, angka di dalam kurung adalah angka maksimal CPUS. Bisa lebih dari itu, tapi Process yang dilakukan akan semakin lambat dan akhirnya akan terjadi Bottleneck serius.

Itulah kenapa, CPU Core adalah Resource paling mahal di Web Hosting, karena yang paling terbatas dibandingkan yang lainnya.

Meskipun dengan Teknologi Cloud Computing sekarang setiap Hypervisor bisa menggunakan minimal 40 CPU cores, 256 GB RAM, dan 8 x 800 GB HP SSD drives dengan konfigurasi RAID-50.

Tetap saja, Alokasi CPU Core lebih sedikit daripada RAM dan Storage. Sehingga jika CPU Core dihargai lebih mahal, misalnya Rp 100.000,-/Bulan atau lebih untuk alokasi per tambahan 1 Core CPU yang kita gunakan, itu adalah Fully Burstable CPU Core tanpa Throttle dari sisi I/O Speed Limit, IOPS, NPROC, Network, dsb

CPU Load Dewaweb Singapore

CPU Load Dewaweb Singapore

Note: Sample dari Dewaweb karena artikel ini saya buat saat berlangganan di Dewaweb, jadi kedepannya bisa saja berubah.

16 CPUS  itu adalah 20 Core CPU yang dipotong 3 Core untuk OS dan Pheripheral lainnya.

Setiap Core CPU tersepsifikasi sama GHz-nya. Jadi jika ada 20 Core, berarti ada 20 CPU dengan Spesifikasi Speed yang sama, misalnya 2,20 GHz.

 

Apakah berarti dalam 1 Server dengan jumlah Core yang bisa digunakan adalah 16 Core, Server tersebut hanya mampu diisi 16 Client saja jika masing-masing menggunakan 1 Core CPU ?

Pada praktiknya, ketika kita membeli paket Hosting dengan 1 Core CPU, kita tidak menggunakannya sampai 100% CPU Usage bukan ?, nah “Free CPU Usage” yang tersedia itulah yang digunakan secara Shared/Berbagi untuk semua Client didalamnya.

Ingat, CPU Speed itu berdasarkan Frekuensi yang saat ini sudah dalam hitungan GHz (Gigahertz) !

Nah sisa GHz yang “Free” itulah yang dipakai rame-rame 😀

Jika “Free GHz” tidak sebanding dengan banyaknya jumlah User, maka akan terjadi “Bottleneck”, untuk mengatasi itu, Provider Hosting melakukan “Throttling” dari sisi I/O Speed dan IOPS, bahkan dari sisi Network, dan bahkan ada yang melakukan Trottling dari sisi Number of Process NPROC.

 

Juga penting untuk kita memastikan apakah ada kebijakan batasan penggunaan CPU Load berdasarkan waktu, misal 25% CPU Usage dalam waktu 1 Menit akan disuspend, dsb. Pastikan tidak ada kebijakan itu !

Kebijakan itu untuk menjaga agar “Free GHz” selalu cepat kembali tersedia.

 

Sudah terasa seperti VPS dari sisi Resource Server ?

Tujuan CloudLinux LVE memang itu sob !

Jadi untuk 3rd Party Application/Software dan Configuration saja yang Shared, sehingga akan menghemat biaya Lisensi sangat signifikan. Toh tujuannya penggunaan Software itu sama kan ?

Misalnya BitNinja Server Security atau Imunify360.

Bukankah yang kita butuhkan untuk Website kita adalah Resource ?

Hari gini sob, SSL Certificate saja bisa Shared kok 😀

 

Hanya Dedicated Server saja yang benar-benar Dedicated Resource, itu pun dari sisi Network belum tentu Dedicated.

Kita saat ini memasuki era dimana memiliki Website sudah semakin mudah dan murah segala sesuatunya, sehingga Konsep Shared Server Side Software dan Configuration namun untuk Resource Hardware Server kita mendapatkan Garansi/Kepastian layaknya VPS bukan hal yang aneh lagi 😀

Saat ini VPS bukan melulu Hardware Resource, melainkan untuk kebutuhan Custom, seperti kebebasan menentukan Sistem Operasi, 3rd Party Application/Software, dan Konfigurasi. VPS juga menjadi solusi murah untuk mendapatkan Guaranteed Resource, khususnya pada Unmanaged VPS.

Kalau yang menjadi pembeda kebutuhan hanya Kebutuhan Resource sedangkan sisanya memiliki kesamaan kebutuhan dari sisi Software dan Konfigurasi, kenapa harus pakai VPS ?

 

Tujuan utama CloudLinux itu yang banyak tidak direalisasikan Hosting Provider hanya karena ingin mengejar Tarif Sewa yang semura-murahnya !

Sehingga CPU Core yang kita dapatkan tidak Guaranteed, hanya Gimmick Marketing semata, wow CPU Core-nya sampai 8 (Misalnya) dengan harga sewa yang relatif murah !

Wajarkah ?, Baca lebih lanjut artikel ini 🙂

 

Baca Juga: Mengenai Number of Process Limit !

 

LVE Manager Settings

Untuk mengkonfigurasi LVE Limit, dilakukan di WHM (Web Hosting Manager) dari cPanel pada Menu LVE Manager.

Contoh: NiagaHoster

Limit LVE NiagaHoster

Limit LVE NiagaHoster

Note: LVE Options di atas sangat mungkin tidak relevant lagi di kemudian hari dan saya tidak akan mengupdate-nya lagi, silahkan tanyakan langsung ke pihak NiagaHoster untuk informasi lebih update.

Artinya maksimal paket tertinggi di NiagaHoster yakni Paket Bisnis adalah 1 Core CPU, dan yang terendah adalah 0,5 Core CPU pada Paket Bayi.

 

Mengenai CPU(S)

Maka dari itu, penting bagi kita untuk memastikan CPUS dari Server yang kita gunakan berapa ?

CPUS di IDCloudHost Singapore

CPUS di IDCloudHost Singapore

Note: Sample dari Dewaweb karena artikel ini saya buat saat berlangganan di Dewaweb, jadi kedepannya bisa saja berubah.

Karena setiap Node Server menggunakan Processor yang berbeda-beda.

Semakin banyak CPUS, maka semakin baiklah kemampuan Server tersebut menghandle banyaknya User didalamnya. Karena semakin banyak “Free GHz” yang tersedia.

 

Throttling pada Multiple Core Shared Hosting

Di pasaran saat ini, ada 2 Jenis CloudLinux Shared Hosting, yakni Single Core dan Multiple Core CPU.

Biasanya pada Single Core CPU Shared Hosting, itu dihargai sangat mahal per 1 Core CPU-nya, berkisar Rp 100.000,-/Bulan bahkan lebih. Jika Anda jeli mengkakulasikan perbedaan harga dari setiap paket yang disediakan.

Karena yang kita dapatkan bernar-benar 1 Core CPU tanpa Throttling !

Jadi, jika toh Blog kita menghabiskan sampai 100% CPU Usage, itu adalah hak kita, karena sejatinya kita membayar sewa untuk tiap Core CPU yang kita gunakan.

Makanya disebut “Guaranteed Resource”. Berapa yang Anda sewa, itulah yang menjadi hak Anda untuk Anda gunakan sepenuhnya.

 

Apa itu Throttling ?

Thottling adalah “Trick” untuk “Mencekik” Limit dari aspek lain, dalam hal ini CPU Core bisa dithrottling dari sisi I/O Speed Limit dan IOPS Limt di LVE Manager.

 

Apa itu I/O Speed Limit ?

I/O limits restrict the data throughput for the customer. They are in KB/s. When limit is reached, the processes are throttled (put to sleep). This makes sure that processes within LVE cannot go over the limit,. Yet don’t stop working, nor getting killed — they just work slower when the limit is reached.

 

IO limits are available with kernels el6.lve1.x and higher.

 

The IO limits will only affect DISK IO, and will have no effect on network. It also doesn’t take into consideration any disk cache accesses. So, even if file is loaded from disk cache 1000 times — it will not be counted towards IO limits.

 

Pada Single Core CPU Shared Hosting, I/O Speed Limit diberikan lebih besar, sebanding dengan jumlah CPU Core. Dan biasanya diberikan Unlimited IOPS. Agar tidak mentok di I/O dan IOPS saat terjadi Peak Load dari Website karena lonjakan High Volume Traffic.

Sedangkan pada Multiple Core Shared Hosting, I/O Speed Limit diberikan sangat kecil dan IOPS pun dilimit juga. Agar sebelum CPU Usage naik drastis, Resource sudah mentok di I/O dan IOPS !

 

Kata “Biasanya” artinya saya mengamati bukan pada satu atau dua Hosting Provider saja sob, namun tidak saya sebutkan semuanya disini.

 

Apa yang Terjadi Jika I/O Speed Mencapai Limit ?

Maka Website kita akan sangat lambat, padalah CPU Usage masih rendah !

Ketika Website diakses, status di Browser selalu dalam posisi Waiting …

Dan jika itu terjadi saat kita menulis artikel, koneksi akan terputus, padahal tidak ada masalah dengan koneksi Internet yang kita gunakan. Dan ketika IP Address atau Hostname Server diping pun masih bisa. cPanel pun masih bisa diakses.

 

Kesimpulan

Jadi, jika Anda melihat ada Provider CloudLinux Shared Hosting cuma menawarkan Single Core CPU saja, tanyakan I/O Speed dan IOPS Limit-nya berapa, jangan langsung mengatakan mahal dan jelek. Dan tanyakan/pastikan juga apakah dari sisi Network dilakukan Limit atau tidak, jika tidak maka itu disebut “Fully Burstable” Network, dan itu yang terbaik.

Begitu juga ketika Anda melihat ada Provider CloudLinux Shared Hosting yang dengan hebatnya menawarkan Multiple Core CPU apalagi dengan harga yang sangat murah, jangan langsung berdecak kagum, lakukan hal yang sama.

 

Ingat, CPU Core adalah Resource yang paling mahal di Shared Hosting !

Satu Unit Processor Intel Xeon E5-2660v2 saja dihargai $1389.00 – $1393.00 per Unit-nya, silakan dikonversi sendiri ke Rupiah 😀

 

Jadi, ketika Provider Show Off/Pamer mengenai Processor yang digunakan pada Server mereka, dan Provider tersebut menggunakan CloudLinux, informasi tersebut sudah memiliki tujuan atau arti bagi Client/Customer kan ?

Jangan cuma keren-kerenan saja bahwa Server tersebut menggunakan Processor tersebut 😀

 


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified