Kategori Informasi

window.fbAsyncInit = function() { FB.init({ appId : '1624175884355116', cookie : true, xfbml : true, version : 'v3.1' }); FB.AppEvents.logPageView(); };(function(d, s, id){ var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) {return;} js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));

ASUS ROG Strix GL503VD: RGB Backlight Keyboard

Kali ini saya ingin meluruskan mitos yang saya tau sudah beredar sangat luas dan diyakini oleh banyak orang, yakni Jika Ngecharge Baterai Laptop Sudah Penuh 100%, Maka Cabutlah Charger Itu Agar Baterai Laptop Tahan Lama Tidak Cepat Drop.

Mitos itu adalah salah satu contoh logika terbalik, karena faktanya justru sebaliknya, yakni Jika Ngecharge Baterai Laptop Sudah Penuh 100%, Maka Jangan Cabut Charger Itu Agar Baterai Laptop Tahan Lama Tidak Cepat Drop.

Saya sering melihat teman-teman saya yang sedang menggunakan laptopnya di dalam ruangan/indoor, awalnya dia ngecharge laptopnya sampai ketika sudah full 100%, maka charger itu pun dia cabut, sehingga laptop kembali menggunakan baterai sebagai sumber daya listriknya. Ironisnya, power adaptor dari charger masih terpasang ke stop kontak listrik di rumahnya, agar ketika baterai laptop sudah low/lemah lagi, maka dia pasang lagi charger ke laptopnya, begitu seterusnya.

Kalau saja alasan tindakan yang menjadi kebiasaan itu dilakukan karena alasan Penghematan Biaya dan Sumber Daya Listrik Rumah, maka bisa saya terima, dengan konsekuensi usia pakai baterai menjadi lebih singkat. Meski saya ragu jika dia mengatakan itu alasannya karena ketika charger dia cabut dari laptop, charger masih terpasang di stop kontak listrik rumahnya.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



DD-WRT: Proses Upload Firmware ke Router sedang Berlangsung

Saya sudah punya TP-Link MR3020 ini sudah sejak lama, dan sejak itu pula saya selalu menggunakan DD-WRT karena Router ini saya gunakan sebagai MiFi yang menggunakan USB Modem 4G LTE (Dulunya USB Modem 3G saat 4G di Indonesia belum ada). Tapi tidak portable karena pada dasarnya memang router ini untuk penggunaan indoor, maka sekalian saja saya modif antena external menggunakan antena bekas router TP-Link saya lainnya yang sudah rusak.

Seiring berjalannya waktu, kebutuhan saya sudahh tidak perlu MiFi lagi, maka router ini cukup lama nganggur tidak terpakai.

Sampai pada akhirnya, saya membangun sebuah toko disamping rumah utama saya yang jaraknya lumayan jauh untuk ukuran jangkauan signal WiFi.

Maka saya pun membutuhkan WiFi Range Expander/Extender.

Sempat Hunting produk WiFi Range Extender, pilihan saya kuat ke TP-Link lagi, yakni tipe TL-WR840N yang Versi 6.20 terbaru saat artikel ini saya buat.

Karena selama ini saya menggunakan DD-WRT pada MR3020 untuk sebagai WiFi Access Point saja, saya lupa kalau MR3020 ini juga bisa sebagai WiFi Extender, atau yang bisa disebut WISP (Wireless Internet Service Provider). Saya baru sadar ketika melihat switch di kesing MR3020 ternyata ada mode WISP. Alhasil batal beli TL-WR840N, Alhamdulillah 😀

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Piston OEM STD Vario 125

Dalam hal ini, motor saya adalah Honda Old Vario 125i yah bro, dan saya mendapati bahwa meski produsen piston sama-sama FIM (Federal Izumi Manufacture) tapi antara Piston FIM OEM dengan FIM Aftermarket ternyata berbeda desain loh.

Keduanya menawarkan keunggulan masing-masing yang bikin saya galau mau pilih yang mana 😀

Kata pihak penjual resminya sih (ProLine Parts), perbedaan desain ini karena adanya patent pada desain piston OEM Honda itu.

Masa ?, karena setau saya, Piston Aftermarket merek NPP itu desainnya mirip Piston FIM OEM. Tapi wajar saja yah, kan yang bikin OEM-nya kan FIM, masa FIM jual Aftermarket-nya yang sama juga desainnya ?

Sudah banyak artikel yang membahas kelebihan piston OEM Honda yang disebut menganut teknologi ESP (Ehnaced Smart Power) ini, piston ini dijuluki sebagai Light Weight Piston (Piston Ringan).

Berikut saya kutip salah satu statement-nya:

ESP Piston

Sesuai namanya piston yang dipakai lebih ringan bila dibandingkan dengan komponen terdahulu. Pin dan rumah pin piston dibuat lebih kecil, selain ringan juga mengurangi bidang gesek antara piston dan dinding silinder.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



×
SSL Verified