Kategori Informasi

Custom Memory RGB Lighting Controller V-GeN: Desktop Shortcut

Saya termasuk salah satu pengguna memory (RAM) V-Gen sejak dulu, apalagi kalau bukan karena produk varian murah alias “Value”-nya dengan jaminan Limited Lifetime Warranty (Garansi seumur hidup) yang sangat-sangat mudah dalam proses RMA (Return Merchandise Authorization) alias klaim garansi, bahkan kita bisa trade in alias tukar tambah untuk upgrade (tidak bisa untuk downgrade), asiknya harga RAM kita selalu dihargai harga baru, tidak ada hitungan penyusutan karena bekas pakai. Karena memang tidak ada yang namanya “RAM bekas”, mengingat dalam proses manufacturing modul RAM itu sendiri pasti dilakukan testing dan validasi entah itu soal kompatibilitas maupun stabilitas, apalagi untuk RAM high end yang biasanya dilakukan proses burn test, untuk V-Gen Tsunami X ini sendiri dilakukan burn in selama 168 jam atau 24 jam 7 hari penuh, non-stop.

Catatan: Beberapa dealer/service center tertentu mungkin mengenakan tarif untuk trade in, sekitar 50rb, 100rb, 150rb, dsb, khususnya bagi kita yang tidak beli RAM itu ditempat mereka sejak awal.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Property of Lukmanul Hakim Watermark V2

Saya cukup lama menggunakan laptop saja ketimbang PC (Dulu punya PC sampai dirusakin adik saya), karena memang kebutuhan saya selama ini adalah portable mobile computing, maklum saat itu masih kuliah dan ngekost, kalau untuk PC belum cocok untuk saya, tapi setelah selesai urusan kuliah, punya usaha, menikah, dan punya anak, saya pun sudah tidak nomaden lagi, mengingat usaha juga sudah di rumah saja, maka laptop high end sudah tidak relevant lagi, maka saya putuskan untuk merakit sebuah PC high end untuk mendukung kebutuhan pekerjaan saya di bidang IT, disamping usaha offline saya di bidang perdagangan.

Nah, dua hal yang kemudian terasa berbeda antara laptop dengan PC adalah soal Wireless Connection, yakni WiFi dan Bluetooth, karena simple-nya saya bisa saja cukup pakai kabel lan untuk menghubungkan PC saya ke IndiHome Fiber Optic yang sudah lama saya gunakan di rumah saya. Tentu saja IndiHome yang saya gunakan ini menggunakan Wireless Router, jadi di rumah saya tersedia WiFi.

Tapi, posisi pemasangan router IndiHome di rumah saya agak kurang ideal jika saya menggunakan kabel ethernet/LAN ke PC saya, dan saya tidak ingin mengubah posisi router itu. Routernya dipasang di tembok di sudut rumah.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Property of Lukmanul Hakim Watermark V2

Ketika saya sudah bersusah payah riset menentukan PSU (Power Supply) yang terbaik dan value of money atau price to performance terbaik, eh ketika sudah dapat, sudah saya beli, dan sudah saya gunakan/pasang ke PC saya, masalah timbul ketika saya riset untuk hunting UPS (Uninterruptible Power Supply).

Telah terjadi diskusi panjang dan lama bertahun-tahun soal UPS Simulated/Stepped/Synthesized Sinewave yang katanya tidak kompatibel dengan PSU yang sudah APFC (Auto Power Facor Correction).

Mudahnya, APFC itu bisa kita lihat dari spesifikasi PSU yang memiliki Input AC yang Full Range, misalnya 100-240V.

Anda yang sudah familiar dengan perangkat elektronik mungkin sudah tau bahwa input listrik di dunia ini umumnya ada yang 110V dan ada yang 220V, nah APFC ini tidak terpaku pada satu power factor saja.

Terus terang saja, jika Anda menggunakan perangkat elektronik apa pun yang sudah APFC, maka Anda tidak memerlukan Stavolt/AVR (Automatic Voltage Regulator) lagi, contoh paling umum ada pada charger smartphone Anda 😀

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



SSL Verified