L

Ternyata Inilah Cerita Sejarah Asal Mula Jargon “Kandangan Cingai !” di Kalimantan Selatan !


Bismillahirrohmanirrohim


Wanita Dayak

 

Kandangan Cingai !

 
Istilah ini Umum di Masyarakat Kalimantan Selatan, Seringkali menjadi semacam Guyonan ketika Orang yang bukan Orang Kandangan bertemu dengan Orang Kandangan lalu bercanda. Biasanya terjadi di Luar Kandangan, misalnya di Banjarmasin dan sekitarnya.
Saya yang lahir di Banjarmasin ini saja, karena Ibu saya Urang Kandangan Asli, maka saya sering mendengar Istilah itu yang ditujukan kepada saya sejak kecil, bukan Ejekan, bukan Hinaan, tapi apa ya lebih tepatnya ?, karena Istilah itu menunjukkan bahwa Urang Kandangan itu Jagoan 😀
Meskipun tidak semuanya …
 
Banyak Orang yang tau Istilah itu, tapi banyak yang justru tidak tau Sejarahnya, Unda (Saya) yang Blasteran Urang Kandangan (Ibu) + Urang Banjarmasin (Ayah) ini, dapat Informasi tentang Origin Story dari Istilah yang Melagenda ini.
Sumbernya adalah Kakek saya yang jelas-jelas Urang Kandangan Asli dan yang namanya Kakek, jelas bukan Orang Baru di Dunia ini, khususnya di Kandangan 😀
Bahkan Koleksi Lagu-lagu Banjar yang Arasemennya masih Original menggunakan Alat Musik Khas Banjar semua beliau punya, yang saat ini sudah langka.

 

Story Begin …

 
Berlatar belakang Zaman Penjajahan …
 

“Kandangan Cingai !”

Seringkali juga ditulis “Kandangan Cingae” …

Teriak seseorang yang gagah perkasa disuatu tempat yang kondisi Alamnya masih Asli (Hutan) …
Ketika Seorang Jagoan yang Punya Ilmu Kebal, dan Asli Urang Kandangan itu tidak bisa Show Off (Pamer) kepada Manusia, justru ketika itu hanya ada Kucing Hutan didekat dia, maka dia berkata sambil menepuk dadanya seperti King Kong: “Kandangan Cingai !”.
 
Artinya: “Aku tih Urang Kandangan Kucing ae !, tau lah ikam ?” (“Kamu tau tidak ?, Saya ini Orang Kandangan Loh Kucing !”
Ya, Cing itu singkatan dari Kucing 😀
Mengucapkan “Kandangan Cingai !” itu memang dengan Intonasi yang Tegas, Keras, dan Lantang ! (makanya pakai Tanda Seru jika ditulis dalam bentuk Teks).
 
Ceritanya, dia saat itu memang terkena Suatu Insiden yang membuat Ilmu Kebalnya Beraksi melindunginya, sehingga dia tidak luka sedikit pun !
 
Melihat ada Kucing yang menatapnya dengan ekspresi Heran, maka dia mengira Kucing itu penasaran, lalu dia jelaskanlah bahwa dia bisa seperti itu karena dia Urang Kandangan 😀
Mungkin dalam hati si kucing berkata: “Ya ampun nih orang gk luka, kenapa ya ?”, dan orang (Manusia) itu pun menjawan “Kandangan Cingai !”.

 

Tentang Kandangan

Kandangan adalah salah Kecamatan dan sekaligus Ibu Kota di Kabupaten Hulu Sungai Selatan di Provinsi Kalimantan Selatan yang terkenal bahwa para Pria-pria disana Jagoan, sampai hari ini …
Sudah umum diketahui di Kalimantan Selatan ini bahwa Orang Hulu Sungai adalah Para Perantau ke Berbagai belahan lain di Pulau Kalimantan ini, bahkan ke Provinsi lain di Indonesia. Selain karena Pertanian, Perkebunan dan Perdagangan, juga karena banyak Orang Hulu Sungai yang berprofesi menjadi PNS, khususnya Guru yang memang harus siap ditempatkan dimana saja, dan memang dulu untuk menjadi Guru tidak sesulit sekarang ini, asalkan harus siap ditempatkan di Daerah Pelosok saat awal-awal karir.
Itulah kenapa, di Kalimantan Selatan, jika ada suatu Perkampungan diluar Kandangan yang terkenal para Pemuda dan Pria disana Jagoan, maka bisa dipastikan Aksen atau Logat Bicara mereka seperti Orang Hulu Sungai, seperti Logat Urang Kandangan, Rantau, Barabai yang Khas itu.
Misalnya seperti Kecamatan Liang Anggang di Kabupaten Tanah Laut (Sebagian masuk Kota Banjarbaru) yang terkenal Jagoan, Jago Bela Diri SIlat Gaib dan Kuntau !
Jagau, Jagoan, atau Jawara, memang menjadi salah satu Ciri Khas Kalimantan, yang menjadikan Kalimantan ini disegani sejak dulu …
Dalam dan luar negri !
 
Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, juga ada Kecamatan Loksado yang terkenal dengan Masyarakat Dayak-nya dan Pariwisata Alam-nya.
 
Disitulah juga The Most Powerful Black Magic is Exist ! di Kalimantan Selatan. Karena di Kalimantan Tengah adalah di Sampit dan Palangkaraya.
 
Minyak Bintang, Ilmu Kebal, Parang Maya, dsb adalah beberapa Black Magic paling terkenal di Kalimantan !
Macam-macam dengan Wanita Dayak Kalimatan, “Burung” Pria tersebut akan lepas dari  tempatnya dan menjadi Koleksi dari Keluarga si Wanita tersebut, bisa dimasukkan ke Toples berisi Air, ataupun dipajang di Dinding/Tembok Rumah 😀
Pernah dengan Warning diatas ?
Percayalah, itu Nyata !, bukan Mitos …

 

Mangkuk Merah

Discalimer: Tidak ada maksud mengungkit luka lama, dan tidak bermaksud Offense dan Judgement. Pada bagian ini, memang menceritakan sebuah Sejarah Kelam yang semua sepakat agar tidak terjadi lagi di masa mendatang dengan melakukan Perjanjian Perdamaian di kedua belah pihak. Tidak ada Sensoring disini, Skip jika Disturbing.
 
Satu hal yang harus diwaspadai dari Suku Dayak adalah Ritual Mangkuk Merah, yang sempat mereka lakukan dengan Terpaksa karena Harga Diri mereka ditindas oleh Penjajah dari Tanah Madura di Sampit yang tidak menjunjung tinggi Prinsip “Dimana Bumi dipijak, disitu Langit dijunjung !”.
Jika Mangkuk Merah sudah dilaksanakan, maka Ghost Warrior dari Gunung-gunung Kalimantan berdatangan !, bergabung menjadi Prajurit Perang !
Prajurit yang hanya Pemuda Belasan Tahun saja berani Menggal Kepala Manusia segala Usia dengan mudahnya, karena pengaruh Black Magic.
Kehebatan Pendeteksian Musuh berdasarkan Identity tertentu sesuai Akar Masalah pun menjadi kehebatan Prajurit Dayak.
Agak Sedikit Disturbing
Seperti Tragedi di Sampit dulu yang menjadi Penyebab Masalah adalah Sebagian Orang dari Suku Madura disana, tapi “Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga”, maka hanya Digeneralisirlah semua Orang dari Suku Madura yang menjadi Target, dengan Identifikasi berupa Aroma Sapi, bahkan jika Prajurit Dayak yang memiliki tingkat kesaktian lebih tinggi, maka bukan Aroma/Bau Sapi lagi yang dia rasakan, tapi Kepala Musuh lah yang berubah menjadi Kepala Sapi yang terlihat olehnya.
Saat perang terjadi, Bus-bus yang Keluar dan Masuk Kota Sampit disweeping dengan cara “Diendus”, ya karena yang merka cari adalah Bau Sapi !
Dengan kehebatan itu, Perang yang dilakukan menjadi Efektif dan Efisien. Masalah Suku ya Suku dan suku yang Menyatakan Perang dengan merekalah yang jadi Target utama, bukan suku lain, tidak bisa dikecoh dengan Isu SARA lainnya seperti masalah Agama, karena kita tau Suku Dayak masih banyak yang menganut Kepercayaan Nenek Moyang yakni Kaharingan, sebuah Kepercayaan Animisme di Kalimantan.   Sedangkan lawannya saat itu adalah Mayoritas Beragama Islam, namun karena Sejarah asal mula pemicu Perang itu memang Isu Suku, bukan Agama, maka terjadilah Perang Antar Suku, itu terjadi karena Penduduk Asli Pemilik Tanah Nenek Moyang di Kalimantan Tengah itu merasa ditindas, diusik oleh Suku Pendatang, seperti Suku Indian di Benua Amerika yang dijajah oleh Kaum Pendatang dari Eropa. Kalimantan Tengah tidak ingin seperti Amerika yang ditindas oleh Cowboy !
Mereka tidak ada masalah dengan Islam, Masjid dan Rumah ibadah lainnya bersih tidak berani mereka sentuh. Suku Dayak memang sangat Toleransi, sudah sangat umum dan biasa ditemui satu Rumah Adat Dayak dihuni oleh Penghuni yang merupakan Anggota Keluarga yang masing-masing bisa memeluk Agama dan Kepercayaan masing-masing.
Kalimantan memiliki Ghost Guardian yakni para Pangkalima (Panglima Perang) dari Dimensi Lain yang bersemayam di Gunung-gunung Kalimantan, dipimpin oleh Pangkalima Burung yang siap berperang membantu Suku Dayak yang merasa tertindas. Pangkalima tersebut juga memiliki perwakilan dari bangsa Manusia, salah satunya adalah Pangkalima Kumbang di Palangkaraya.
 
Tenang saja, selama Prinsip “Dimana Bumi dipijak, disitu Langit dijunjung” dihormati dan ditaati, maka Suku Dayak adalah Suku yang sangat ramah, bahkan cenderung pemalu.
Tau kan ketika Orang Pendiam dan Pemalu ketika Marah ?, umumnya lebih Murka daripada Orang yang kesehariannya tidak Pendiam dan tidak Pemalu. Begitulah adanya, sudah umum.
“Tidak akan ada Asap jika tidak ada Api”

 

Just Another Story …

Kisah lainnya yang juga populer adalah ketika para pendatang dari Provinsi lain di Indonesia ini baru pertama kali datang ke Kalimantan, dengan membawa prespektif kengerian Pulau Kalimantan yang dulu terkenal juga dengan aktivitas “Ngayau” yakni Potong Kepala (Decapitary) dan konon juga Kanibalisme.
Sekilas Info …
“Ngayau” ini, sering menjadi Isu Kepanikan di Masyarakat, apalagi jika ada Project Pembangunan Jembatan, karena dulu, Kepala Manusia dijadikan Tumbal agar Jembatan yang dibangun bisa kokoh dan tahan lama. Mungkin agar menutupi Kekurangan Konstruksi dan Kualitas Material karena Dana Pembangunan yang dikorupsi 😀
Hell Yeah, Powered by Magic with Human Sacrefice !
Insya Allah, sekarang sudah tida terjadi lagi, karena Kepala Manusia itu diganti dengan Kepala Sapi atau Kambing. Itu pun jika masih melakukan Ritual Musrik tersebut, tapi kebanyakannya sudah tidak lagi karena Dakwah Sunnah sudah sedikit demi sedikit mengikis Adat Tradisi Khurofat dan Takhayul di Indonesia umumnya, di Kalimantan khususnya.
Lanjut ke Certia …
Maka, ketika orang tersebut baru sampai di Pelabuhan, karena perjalanan ditempuh dengan Kapal Laut.
Lalu ada Penduduk Asli yang menghampirinya dan berkata “Makan Kah ?!” dengan Intonasi Suara yang sama persis seperti ketika mengucapkan “Kandangan Cingai !” 😀
Maka dengan pontang panting orang tersebut lari ketakutan 😀
Dia mengira bahwa Penduduk Asli tersebut ingin memakannya 😀
Padahal, Penduduk Asli tersebut adalah Penjual Makanan yang ketika itu memang sedang menawari Pendatang tersebut apakah dia lapar ?, apakah dia mau makan ?
Hahahaha 😀
Ada-ada aja ….

Akhir Kata

Ini adalah sebuah Artikel Refreshing setelah akhir-akhir ini saya berjibaku dengan Aktivitas Webmaster yang melelahkan, hey .. saya tidak cuma Blogger saja, Blog ini adalah Self Hosted WordPress yang memerlukan Skill Webmaster, tidak hanya Administrator dan Writer sekaligus Editor saja 😀

Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified