Kategori Cerita

Property of Lukmanul Hakim Watermark V2

Nama saya Lukmanul Hakim, sejak awal di Akta Kelahiran saya tertulis nama Luqmanul Hakim, hingga pada akhirnya saya ubah secara resmi menjadi Lukmanul Hakim. Alasannya simple saja, karena sejak sekolah bahkan sampai terbit ijazah, nama saya tertulis Lukmanul Hakim, bukan Luqmanul Hakim.

Kalau Anda perhatikan, pembedanya cuma huruf “K” dan “Q” saja kan ?

Saya bahkan sempat menuliskan artikel pembahasan mendalam mengenai itu disini.

Secara lisan/pelafalan memang antara Lukmanul Hakim dan Luqmanul Hakim sama saja, tapi dalam administrasi resmi, satu huruf pun itu sensitif, atau istilahnya Case Sensitive.

Dulu, saya merasa tidak jelas bagaimana harusnya saya menuliskan nama saya, sampai pada suatu saat saya direkomendasikan untuk mengikuti ijazah saja, sehingga saya sejak kecil selalu menggunakan nama Lukmanul Hakim, bukannya Luqmanul Hakim yang sama seperti di akta kelahiran.

Kesalahan guru saya ketika menuliskan nama saya di ijazah itu sudah membuktikan kalau nama saya ini familiar ditulis menggunakan huruf “K”, bukannya menggunakan huruf “Q”.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



ASUS ROG Strix GL503VD: RGB Backlight Keyboard

Ketika saya membuka halaman resmi ASUS untuk Support and Drivers Notebook ASUS ROG Strix GL503VD saya, pada bagian kategori BIOS saya mendapati ada rilisan versi terbaru untuk BIOS/UEFI laptop saya ini, tapi ketika saya download, saya tidak familiar dengan file-nya 😀

Ternyata, cara flashing-nya tidak melalui Windows atau OS (Operating System) lainnya, tapi langsung pada BIOS itu sendiri menggunakan tool bernama EZ Flash. WOW !

Fitur itu dijuluki “Crashless Flasher”, mungkin diberi nama seperti itu memang sesuai namanya, tidak ada kegagalan karena crash ketika proses flashing BIOS berlangsung, seperti yang bisa saja terjadi jika menggunakan metode lain yakni flashing menggunakan OS tertentu seperti Windows, dsb.

Dan asiknya, ketika kita single boot pakai Linux saja, tidak pakai Windows, kita tidak ada masalah ketika ingin mengupgrade BIOS laptop kita, mengingat BIOS Upgrade biasanya cuma disediakan tool under Windows OS.

Saya tidak akan share tutorial penggunaannya disini karena tidak sesuai judul artikel ini, sebagai gantinya akan saya share link resmi tutorial dari ASUS, disini.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Xiaomi Mi A1: Stock Recovery

 

Masalah Burin-in ini atau yang biasa disebut Shadow, dulu saya kira cuma terjadi pada layar berteknologi LED seperti OLED dan khususnya AMOLED, karena dulu saya pernah mengalaminya juga.

Mohon maaf saya tidak bisa memberikan contoh bagaimana sebenernya burn-in pada layar tersebut, soalnya ketika saya capture fotonya, pantulan cahaya lampu di plafon kamar saya jadi ada di layar, takutnya itu yang dikira burn-in, padahal bukan, burn-in ini kalau saya deskripsikan sih berupa bekas tampilan gambar statis tertentu yang akan tampil di layar secara permanen, biasanya terjadi ketika kita lama membuka aplikasi tertentu, jadi meskipun aplikasi itu sudah ditutup, bekasnya akan tetap ada di layar, akan terlihat ketika kita membuka warna tertentu pada layar.

Dulu saya sempat bolak-balik service center untuk ganti layar smartphone high end mahal saya waktu itu yang dinobatkan sebagai smartphone android terbaik di dunia pada tahun 2011 karena masalah burn-in ini 😀

Sampai endingnya pihak vendor smartphone tersebut menyerah, dan mereka memilih melakukan refund/mengembalikan uang saya full sesuai di kwitansi pembelian baru, padahal smartphone itu sudah saya gunakan selama 6 bulan ?, apakah itu worth it ?, jelas tidak, karena saya rugi waktu, tenaga, pikiran, dan uang juga selama proses klaim garansi berulang-ulang tersebut.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



×
SSL Verified