Kategori Cerita

Honda Vario: Old 125 dan New 150 PGM-FI

Bunyi “Gemerincing” seperti besi beradu itu sempat bikin saya risih cukup lama, yah kalau sudah berurusan dengan bunyi-bunyian seperti ini emang ribet trial and error 😀

Ada tips untuk menelusuri sumber bunyi akibat getaran, biasanya getaran hanya terjadi pada rpm tertentu saja, maka kondisikan motor ada kondisi tersebut pada pada posisi di standar tengah, putar grip gas sampai bunyi itu muncul, agar leluasa bisa minta bantuan teman, bini, atau anak atau siapa saja untuk memegang grip gas di rpm tersebut, telusuri sumber bunyi sampai dapat, semoga beruntung 😀

Oke lanjut …

Khawatirnya itu bunyi-bunyian ciri kerusakan pada komponen mesin yang kalau dibiarkan akan berakibat fatal.

Masalahnya, sumber bunyi kadang suka mengecoh, saya coba telusuri, bunyi ini kuat dugaan saya berasal dari knalpot, karena posisi bunyinya berasal dari samping kanan belakang.

Tapi masa iya sih ?, soalnya saya pakai knalpot free flow, jadi mustahil ada sekat di dalam knalpot yang copot.

Saya sempat mengira bunyi itu berasal dari per slip-on yang bergetar, tapi setelah saya lepas, bunyi masih ada.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Tensioner Racing: Teardown

Dulu, saya pernah pakai Tensioner Racing seperti ini yang sudah dibranding H*M Racing, saat itu masih versi lama (Saat ini merek itu juga sudah pakai versi baru ini), tapi sudah PnP (Plug and Play) alias sudah bisa langsung dipasang tanpa perlu ubahan sedikit pun. Saya sudah tidak bisa melakukan perbandingan gimana sih Tensioner Racing yg PnP itu jika dibandingkan dengan yang baru ini, karena sudah saya buang, yang saya ingat cuma pada bagian sampingnya tidak ada ring kawat-nya.

Harganya cukup relatif mahal saat itu, sekitar Rp 150.000 😀

Kenapa saya beli lagi yang baru ?

Well, singkat cerita, Tensioner Racing dari H*M Racing itu cuma saya pakai sebentar saja karena pemasangan yang kurang tepat sehingga baut L penutupnya sangat sulit untuk saya buka, dan karena saya paksakan, akhirnya lubang bautnya slek, kunci L pun sudah tidak bisa membukanya lagi, padahal mustahil tensioner jenis ini dipasang kalau per di dalamnya tidak dikeluarkan dulu, bahkan tensioner standard pun harus ditahan pada posisi stut paling pendek sebelum dipasang.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



ASUS ROG Strix GL503VD: RGB Backlight Keyboard

Saya adalah Linuxer, dan setelah saya membeli laptop ASUS ROG Strix GL503VD, saya mendapati bahwa Touchpad pada Laptop ini kacau balau, liar tak terkendali.

Setelah saya telusuri, ini bukan masalah konfigurasi atau setting semata, tapi lebih dari itu, yakni Linux Kernel belum mendukung Touchpad yang digunakan laptop ini !

Kalau Anda googling, maka selain menemukan artikel ini, maka Anda juga akan mendapati situs-situs lain sedang mendiskusikan masalah ini.

Sampai artikel ini saya publish, belum ada solusi dari masalah ini kecuali dengan menggunakan Mouse tambahan, itu lucu bukan ? 😀

Bagi saya yang tipikal user yang lebih suka menggunakan Touchpad, karena ini Laptop, maka opsi itu bukan solusi bagi saya.

Kalau untuk Graphic Card NVidia GeForce yang digunakan laptop ini, itu sudah didukung oleh Linux, kita bisa menginstall Driver-nya dengan mudah, meski saat instalasi itu tidak bisa dilakukan, bahkan untuk booting ke Installer/Live Linux itu sendiri pun kita tidak bisa lakukan begitu saja, harus memodifikasi kode di GRUB-nya dulu.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



×
SSL Verified