Kategori Renungan

N2 Generator

Saya heran, Udara Biasa (78% N2, 21% O2, 1% Other) tidak terjadi Pressure Lose, tapi justru Nitrogen malah terjadi Pressure Lose.

Ketika Udara Biasa diisi 33 psi, besok paginya tetap 33 psi.

Berbeda dengan Nitrogen yang diisi 33 psi, besok paginya turun jadi 31 psi.

Hanya 1 hari 1 malam !

Sebelumnya sudah dipastikan pakai Pressure Gauge milik saya bahwa Nitrogen benar terisi 33 psi.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

 

Catatan: Saya menggunakan Nitrogen dari N2 Generator, dan Kondisi Ban masih baru, dipastikan tidak ada bocor halus.

 

Ukuran Molekul

Nitrogen: 300 picometer
Oxygen: 291 picometer

Perbedaan: 2.7%

 

Mohon maaf karena tidak ada foto-foto, soalnya tangan saya cuma dua, satu tangan pegang Tire Pressure Gauge bagian head, satu tangan lagi megang bagian yang dipasang ke valve pada ban, kalau tidak seperti itu, udara merembes kemana-mana, lagipula gambar hasil bacaan Tire Pressure Gauge bisa dipalsukan, bukti otentik cuma Video yang artinya saya harus Vlogging, nah saya Blogger, percaya atau tidak itu terserah Anda 😀

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Property of Lukmanul Hakim Watermark V2

Tak terasa sudah lumayan lama ya saya tidak mempublish artikel baru di blog ini 😀

Saya juga minta maaf jika komentar dan email yang masuk tidak bisa saya respon satu per satu dikarenakan kesibukan saya, Insya Allah akan saya reply secara bertahap.

Saya sebelumnya memang memutuskan untuk “Hiatus” dari dunia blogging saya ini (Hanya perihal konten, untuk maintenance dan security hardening tetap saya lakukan berkala), dikarenakan memang saat pembangunan blog ini saya melakukannya secara marathon yang tentu saja menguras banyak resource saya baik itu waktu, tenaga, pikiran, uang, dan banyak pengorbanan lainnya baik itu materi maupun imateri.

Alhasil saya mencapai titik jenuh dan lelah juga, hingga kemudian saya putuskan untuk rehat sejenak 😀

Ketika rehat alias hiatus, saya cukup merasa bosan juga, akhirnya saya putuskan untuk kembali aktif di Facebook dengan membuat akun baru (Membuat akun Facebook setelah lama hiatus dari blogging), karena akun lama saya dinonaktifkan oleh pihak Facebook secara sepihak tanpa alasan yang jelas, dan tidak mungkin diaktifkan kembali.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Nillkin Amazing H+ Pro: Xiaomi Mi A1

Gorilla Glass 3 dan Tempered Glass itu Hardness dalam Skala Mohs hanya 6 – 7H. Namun dengan Lapisan Oleophobic Hardness meningkat menjadi 8 – 9H karena Oleophobic = Friction Modiier. Less Friction = Less Scratch.

Tapi Oleophobic tetap tidak bisa melindungi Layar ketika memang terkena partikel atau benda dengan Hardness 8 – 9H secara intensif.

Artinya 9H pada Tempered Glass hanya Marketing Gimmick saja, karena hanya Shapire saja yang benar-benar memiliki Hardness 9H, itu pun jika Pure Shapire.

Ide penggunaan Tempered Glass adalah karena mengganti Tempered Glass itu lebih mudah dan murah daripada mengganti Digitizer Gorilla Glass.

Tempered Glass bisa gores ?, bisa !
Tempered Glass bisa retak/pecah ?, bisa !
Begitu juga halnya Gorilla Glass versi berapa pun !

Tapi hanya Tempered Glass yang mengalami itu, Digitizer Gorilla Glass dibaliknya tetap aman. Kecuali Tempered Glass yang tidak Full Edge to Edge maka Gorilla Glass masih rawan pecah/retak jika terjadi dan benturan terjadi di sisi-sisinya (Bagian 2.5 D).

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



×
SSL Verified