Kategori Renungan

Ming Shi Safety Razor: 2000S dan 3000S

Seumur hidup saya selama ini, sejak saya remaja hingga kemaren, sampai artikel ini saya tulis, saya selalu mengalami masalah iritasi pada kulit setelah cukuran, yakni in-grown hair/razor bump/razor burn.

Selama ini saya menggunakan produk yang ada-ada saja disekitar saya yakni Multi-blade Razor, kadang yang sekali pakai alias disposable, kadang yang berupa cartridge, ada yang dua mata pisau, ada yang sampai 5 mata pisau, mereknya pasti sudah familiar semua lah, di Indonesia ini, apa lagi kalau bukan itu 😀

Saya kemudian mencari solusi atas masalah yang selama ini saya derita, dan solusinya adalah beralih ke Single Blade Razor, opsinya yang paling bagus adalah DE/Double Edge Razor Blade seperti foto di atas.

Ya, masalah utamanya adalah ada pada jumlah mata pisau dari alat cukur/cangkulan yang selama ini saya gunakan, yakni paling sedikit ya dua mata pisau.

Silahkan tonton disini penjelasannya.

Saya beralih ke DE Safety Razor karena memang saya butuh, kulit saya tidak kompatibel dengan multi-blade razor yang umum dan mudah ditemui di pasaran Indonesia.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Property of Lukmanul Hakim Watermark V2

Selama ini saya menggunakan Gas ELPIJI 3 Kg bersubsidi, karena alasan lebih murah/ekonomis.

Tapi lama kelamaan tulisan “Hanya Untuk Masyarakat Miskin” di tabung gas tersebut membuat saya berfikir lagi mengenai penggunaan gas melon bersubsidi tersebut.

Itu menjadi pertanyaan tersendiri buat saya, apakah saya termasuk kategori tersebut ?

Pada awalnya saya pikir saya termasuk, karena saya bukan orang kaya, saya baru membangun keluarga kecil saya.

Tapi, kemudian kaki saya melangkah ke lingkunan yang berbeda dari lingkungan saya, di suatu desa yang jauh disana, ternyata mereka mayoritasnya menggunakan kayu bakar untuk memasak, bahkan wc dan kamar mandi pun posisinya di luar rumah.

Disana memang sudah masuk program pemerintah agar masyarakat beralih ke kompor gas, itu lucu juga, karena mereka mayoritas pakai kayu bakar, bukan minyak tanah.

Benar saja, banyak yang tidak bertahan menggunakan kompor gas, selain karena kompor gratisan itu bermasalah dan tidak memberikan rasa aman dari sisi kualitas, ditambah isu rawan meledak, juga menurut mereka harga gas elpiji bersubsidi pun masih mahal, itu padahal sudah harga standard, bukan harga di eceran. Padahal dengan kayu bakar, mereka bisa menyalakan api tanpa perlu dipicu menggunakan minyak tanah, mereka cukup pakai karet ban dalam bekas saja yang dibakar menggunakan korek api.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Old Vario 125i: Riwayatmu Kini

Anda dan bahkan saya pastinya akan risih ketika mendapati bunyi dan getar aneh yang terjadi pada motor matic kesayangan, apalagi mengingat kondisi motor itu masih baru.

Karena itulah saya coba renungi dan melakukan experiment, yakni saya punya motor baru yang sejak baru tidak saya apa-apain, cuma ganti oli rutin saja sesuai intervalnya.

Honda Vario: Old 125 dan New 150 PGM-FIOld Vario 125i (Tahun 2012) adalah motor yang sejak baru sudah banyak bebunyian dan gegetaran aneh yang tentu saja langsung saya riset untuk troubleshootingnya.

New Vario 150i (Tahun 2017) adalah motor yang sejak baru tidak saya ubah sedikit pun, perawatan cuma ganti oli saja secara teratur sesuai intervalnya.

Hasilnya ?

Hmmm …

New Vario 150i itu memang awalnya muncul bebunyian dan getaran aneh, tapi bunyi dan getar itu pada akhirnya hilang sengan sendirinya !

Padahal sampai artikel ini saya terbitkan, CVT-nya pun bahkan belum diservice sama sekali !

 

Dari eksperimen yang saya lakukan ini, maka saya bisa menyimpulkan bahwa, bisa saja gejala bunyi dan getar aneh yang bikin risih itu sebenarnya cuma terjadi dalam masa penyesuaian atau biasa kita sebut break-in atau inreyen.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



SSL Verified