Tampilan Alternatif: Daftar Isi | لقمان الحكيم

window.fbAsyncInit = function() { FB.init({ appId : '1624175884355116', cookie : true, xfbml : true, version : 'v3.1' }); FB.AppEvents.logPageView(); };(function(d, s, id){ var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) {return;} js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));

Honda Vario: Old 125 dan New 150 PGM-FI

Bunyi “Gemerincing” seperti besi beradu itu sempat bikin saya risih cukup lama, yah kalau sudah berurusan dengan bunyi-bunyian seperti ini emang ribet trial and error 😀

Ada tips untuk menelusuri sumber bunyi akibat getaran, biasanya getaran hanya terjadi pada rpm tertentu saja, maka kondisikan motor ada kondisi tersebut pada pada posisi di standar tengah, putar grip gas sampai bunyi itu muncul, agar leluasa bisa minta bantuan teman, bini, atau anak atau siapa saja untuk memegang grip gas di rpm tersebut, telusuri sumber bunyi sampai dapat, semoga beruntung 😀

Oke lanjut …

Khawatirnya itu bunyi-bunyian ciri kerusakan pada komponen mesin yang kalau dibiarkan akan berakibat fatal.

Masalahnya, sumber bunyi kadang suka mengecoh, saya coba telusuri, bunyi ini kuat dugaan saya berasal dari knalpot, karena posisi bunyinya berasal dari samping kanan belakang.

Tapi masa iya sih ?, soalnya saya pakai knalpot free flow, jadi mustahil ada sekat di dalam knalpot yang copot.

Saya sempat mengira bunyi itu berasal dari per slip-on yang bergetar, tapi setelah saya lepas, bunyi masih ada.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Tensioner Racing: Teardown

Dulu, saya pernah pakai Tensioner Racing seperti ini yang sudah dibranding H*M Racing, saat itu masih versi lama (Saat ini merek itu juga sudah pakai versi baru ini), tapi sudah PnP (Plug and Play) alias sudah bisa langsung dipasang tanpa perlu ubahan sedikit pun. Saya sudah tidak bisa melakukan perbandingan gimana sih Tensioner Racing yg PnP itu jika dibandingkan dengan yang baru ini, karena sudah saya buang, yang saya ingat cuma pada bagian sampingnya tidak ada ring kawat-nya.

Harganya cukup relatif mahal saat itu, sekitar Rp 150.000 😀

Kenapa saya beli lagi yang baru ?

Well, singkat cerita, Tensioner Racing dari H*M Racing itu cuma saya pakai sebentar saja karena pemasangan yang kurang tepat sehingga baut L penutupnya sangat sulit untuk saya buka, dan karena saya paksakan, akhirnya lubang bautnya slek, kunci L pun sudah tidak bisa membukanya lagi, padahal mustahil tensioner jenis ini dipasang kalau per di dalamnya tidak dikeluarkan dulu, bahkan tensioner standard pun harus ditahan pada posisi stut paling pendek sebelum dipasang.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Property of Lukmanul Hakim Watermark V2

Sudah menjadi sangat umum bahwa bensin eceran di pinggir jalan hampir semuanya menggunakan botol kaca, kenapa bisa begitu ?

Alasan hal itu dilakukan setidaknya ada 2 faktor, yakni Estetika dan Kualitas.

 

Estetika

Botol kaca yang bening membuat warna dari bensin menjadi jernih, tidak seperti pada botol plastik yang agak buram.

Memang ada yang menggunakan botol air mineral atau botol minyak goreng yang bening agar bisa mendapatkan benefit yg sama dengan botol kaca, tapi itu tidak disarankan karena bahan plastik yang digunakan tidak aman jika diisi bensin.

Bensin eceran tentu dipasang di etalase agar menarik perhatian pengguna jalan, khususnya pengguna sepeda motor, percaya atau tidak, pengguna motor akan melakukan seleksi dulu mengenai kualitas bensin eceran yang hendak dia beli. Maka dari itu botol kaca memberi nilai lebih karena kualitas bensin jadi terkesan bagus dan bersih jika dibandingkan botol plastik.

 

Kualitas

Kaca tidak bereaksi dengan bahan kimia, termasuk bensin.

Itulah kenapa kebanyakan bahan-bahan kimia cair biasanya dimasukkan ke dalam botol kaca.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



×
SSL Verified