Tampilan Alternatif: Daftar Isi | لقمان الحكيم

Throttle Body Vario 150i di Vario 125i

Motor saya adalah Old Vario 125i, dengan usia yang sudah bisa dikatakan tidak muda lagi, meski termasuk Generasi Kedua (Second Generation) yang agak mendingan karena rombakan di Intake Manipulnya tapi entah kenapa gejala ngempos/tersendat ketika mesin masih dingin masih saja terjadi, padahal Busi sudah benar dan Intake Manipul sudah Gen 2, alhasil saya maklumi saja, udah terlanjur terbiasa, dan bukan pembahasan di artikel ini 😀

Di kondisi yang sudah berumur sekitar 70rb’an KM itu motor saya berhasil bikin saya galau karena sensor-sensor mulai menunjukkan gelaja kerusakan, dan ini pengalaman pertama saya.

 

Gejala Kerusakan

Ketika saya ingin memacu motor dengan kecepatan tinggi, saya heran kenapa motor saya tidak bisa secepat biasanya mencapai Top Speed dan bisa dikatakan motor saya tidak bisa mencapai Top Speed, mentok 90 kmpj, diatas itu sedikit saja motor saya langsung brebet dan kecepatan langsung menurun drastis secara berangsur-angsur hingga maksimal 20 kmpj, padahal ketika itu terjadi grip gas di stang motor saya masih saya putar penuh/full throttle.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Liquid Performance: Glycol Free Racing Coolant

Rupanya selama saya “Naik Gunung” itu di LDIC banyak yang mengalami ada “Odol” di Radiatornya ketika migrasi dari Glycol Based ke Glycol Free Radiator Coolant.

Maksud dari “Odol” adalah cairan coolant berubah jadi putih susu dan mengental !, terjadi karena ada efek koagulasi akibat bercampurnya dua jenis aditif inhibitor yang berbeda, yakni dalam hal ini adalah Organic dan Inorganic Inhibitor.

Lantas gimana dengan Hybrid Inhibitor yang perpaduan Organic dan Inorganic Inhibitor ?

Percayalah kalau ada istilah “Hybrid Organic-Inorganic Inhibitor”, itu sebenarnya Inorganic Inhibitor 😀

 

Alhamdulillah cairan itu bisa dengan mudah dibilas, cukup dengan air saja, tapi jika tidak dibersihkan maka dampaknya bisa fatal, bisa mengakibatkan overheat pada mesin, karena cairan radiator lebih kental dari seharusnya dan kemampuan heat exchange/pertukaran panas juga menjadi berkurang.

Saya mohon maaf karena akun saya yang lama yang membahas mengenai Glycol Free Coolant itu bermasalah, mulai dari dihapus permanent secara sengaja, dan yang terakhir itu disuspend oleh pihak Facebook :D, sehingga mungkin semangat Glycol Free Movement terus ada namun pembahasan mengenai itu dari saya ikut hilang karena akun Facebook saya yang lama yang hilang dari peredaran.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Kabel Ballast HID Projector: Getas

Saya menggunakan HID Ballast merek Hyluxtek tipe A2088 yang Fast Start, mengenai spesifikasi dan gambar unitnya silahkan ke website resminya saja disini. Variant yang saya gunakan persis seperti link yang saya kasihkan itu, soalnya Ballast ini punya banyak variant.

Saya menggunakannya sudah cukup lama ya sob, kalau tidak 2 tahun ya 3 tahun, yah katakanlah lebih dari 2 tahun sampai artikel ini saya publish.

Ballast ini menggunakan External Ignitier, karena Ballast ini berjenis Slim, sehingga Ignitier terpisah dari unit utama.

Nah kabel yang getas adalah kabel setelah External Ignitier ke HID Bulb (Bohlam), ngeri kan yah kalau sampai ada listrik bocor, soalnya listrik dari Ignitier itu sudah seperti Ignition Coil di motor yang untuk mematik busi itu !, terus terang saya pernah kesetrum output dari HID Ballast ini tanpa sengaja, Alhamdulillah tidak mematikan, cuman bikin ngilu, dan kalau saja durasi kontaknya lama bisa tewas juga :D, makanya hati-hati ketika menghandle HID Ballast ya sob !

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



SSL Verified