L

Review BunnyCDN: CDN dengan Minimum Deposite Termurah !


Bismillahirrohmanirrohim


BunnyCDN

Dulu Ke*CDN adalah Provider CDN (Content Delivery Network) termurah, begitu juga Ma*CDN. Tapi seiring waktu berlalu, keduanya menjadi mahal sekarang ini.

Nah sekarang ada alternative lain yang relatif terjangkau yakni BunnyCDN.

Sebenarnya mahal atau murahnya tarif layanan CDN ini justru bukan hanya terkait harga Quota/Bandwidth/Data Transfer per GB saja, tapi sebenarnya lebih kepada Minimum Deposite yang diperbolehkan.

BunnyCDN menawarkan solusi murah yang tidak hanya tarif bandwdith saja, namun juga Minimum Deposite, sangat cocok untuk Blogger 😀

 

Kenapa BunnyCDN Relatif Murah ?

Ada banyak sebabnya dan hanya pihak manajemen BunnyCDN saja yang tau hitung-hitungannya, tapi menurut saya BunnyCDN bisa menawarkan tarif yang relatif murah karena Staff Support yang tidak banyak (Small Team), tidak 24/7 Live Support/Chat, bahkan Phone Support saja tidak ada.

 

Nominal Terkecil untuk Deposit

Perlu diketahui bahwa CDN menggunakan Sistem Deposit, yang artinya Sistemnya adalah Pre-paid (Prabayar). Tapi jika kita menggunakan Kartu Kredit, bisa saja disetting agar Auto Deposit/Recharge sesuai kebutuhan Traffic Website/Blog kita saat terjadi Kelebihan Traffic.

Minimum Deposit BunnyCDN

Minimum Deposit BunnyCDN

Nah, BunnyCDN adalah yang termurah saat ini, mengalahkan Ke*CDN, karena Minimum Deposit yang hanya $10 saja !

Menarik bukan ?

BunnyCDN menggunakan Sistem Pembayaran berdasarkan penggunaan per GB, jadi $10 itu untuk Mayoritas Traffic dari Asia, maka totalnya sekitar 300 GB’an. Akan lebih murah jika Mayoritas Traffic dari Amerika.

Tentu bukan hitungan mundur 300 GB dikurang Request Data, melainkan dihitung secara maju, dari 0,00 GB sampai 300 GB, yang dihitung mundur itu Balance kita 😀

Dan Balance di BunnyCDN berlaku selama 1 Tahun, jika tidak melakukan deposit ulang, maka sisa Balance atau Credit akan hangus, namun jika melakukan Deposit lagi, maka sisanya akan tetap dipertahankan, ditambahkan dengan Deposit baru sampai 1 Tahun selanjutnya. Jadi tidak hangus atau reset.

Menariknya, BunnyCDN menyediakan Fitur Limit Bandwidth per Bulan, sehingga kita bisa menghindari tagihan yang bengkak karena membludaknya Traffic, baik secara normal maupun karena terkena (D)DoS. Fitur ini sebenarnya alternatif/solusi karena BunnyCDN tidak memiliki fitur terkait pencegahan dan antisipasi serangan (D)DoS dari sisi kita sebagai client secara otomatis memblock request yang tidak normal yang tentu saja bisa menghabiskan Credit/Balance kita Billing System.

Jadi ketika Limit terpenuhi, nanti akan keluar Error 509 Bandwidth Exceeded ketika File diakses. Tentu ini tidak baik ya, karena artinya Konten kita menjadi Down, jika itu terjadi, maka Gambar di Blog akan hilang, bahkan Theme pada Blog akan rusak karena File .css dan .js yang tidak bisa diakses. Kecuali .css dan .js tidak menggunakan CDN dan itu tidak direkomendasikan juga.

Tapi bagi kita yang sering memantau Blog, tinggal Disable saja CDN pada Plugins di Blog kita, maka tampilan akan kembali normal.

Keakuratan Billing BunnyCDN juga sangat akurat, karena sudah Bit by Bit Accuracy !

 

Tarif Layanan

Pricing BunnyCDN

Pricing BunnyCDN

Harga per GB pun lebih murah dari Ke*CDN, khususnya untuk Asia. POP Server di Asia yang terdekat dengan Indonesia adalah di Singapore.

Asyiknya, pembayaran bisa dilakukan menggunakan BitCoin, tapi saya lebih memilih menggunakan VCN (Virtual Credit Number) 😀

Dan harga akan semakin murah jika Anda menggunakan Data semakin besar (khusus untuk PoP EU dan USA, untuk PoP Asia, Oceana, dan South America tidak ada Diskon meski penggunaan Data berjumlah besar), jadi harga per GB ini cuma untuk pemakaian minimal 100 TB (1024 GB).

 

Trial Account

Trial diberikan selama 14 Hari saja, tidak seperti provider lainnya yang bisa sampai 1 Bulan penuh.

Tapi Trial dari BunnyCDN tidak membatasi Credit/Balance, tidak seperti provider lain yang memberikan Credit Awal berbanding dengan Quota Data secara gratis, meski tidak sampai 1 Bulan, jika Credit habis ya tidak bisa digunakan lagi, harus melakukan Deposit.

Sehingga dengan BunnyCDN, kita bisa menghitung kebutuhan Transfer Data/Bandwidth Bulanan kita berapa jumlahnya.

 

Review BunnyCDN

Nah selanjutnya akan saya Review singkat saja mengenai BunnyCDN ini.

 

Fitur-fitur

Jika sejak awal saya “Mengenang” Ke*CDN dan Ma*CDN, maka sungguh saya katakan secara Teknologi dan Fitur memang tidak bisa disamakan dengan Ke*CDN dan Ma*CDN secara keseluruhan. Maklumlah, BunnyCDN ini Startup (Baru), dan perkembangannya saya perhatikan sangat pesat, karena CEO BunnyCDN sangat ramah sekali menerima kritik dan saran.

Tapi so far sih overall BunnyCDN sangat cocok sekali untuk Blog dengan Traffic yaa bisa dikatakan tidak terlalu besar tapi ingin menggunakan CDN selain CloudFlare Gratisan yang untuk Custom Hostname sudah ada solusinya disini, hanya saja tidak mendukung fitur Cookie-free Domains seperti di BunnyCDN 😀

BunnyCDN juga sudah menyediakan Plugins khusus untuk WordPress Self Hosted, tapi saya tidak merekomendasikannya karena development-nya stagnan, lebih baik menggunakan plugin WP CDN Rewrite saja karena kita bisa menentukan file extension apa saja yang ingin kita terapkan CDN dan plugin tersebut mendukung Custom CDN Hostname khusus file extension *.css dan *.js, sehingga khusus untuk file CSS dan JavaScript kita bisa menggunakan CDN Hostname yang berbeda, baik itu dari provider CDN yang sama atau berbeda.

Perlu sobat ketahui bahwa BunnyCDN ini menggunakan sistem sendiri yang dibangun sendiri oleh Founder BunnyCDN, Milestone-nya bisa dilihat disini.

Dan yang paling saya suka adalah Real-time Monitoring yang baru rilis di Tahun 2017 ini.

BunnyCDN Real-time Monitoring is Action !

 

Network (Point of Presence)

BunnyCDN Network

BunnyCDN Network

Note: PoP (Point of Presence) List bisa berubah (bertambah atau berkurang) sering berjalannya waktu dan tidak akan saya update di Artikel ini, silahkan periksa info terbaru di Website Resmi BunnyCDN.

Secara umum, Network atau PoP Server CDN yang dimiliki BunnyCDN cukup lengkap, hanya saja memang seperti umumnya Provider CDN asal luar negri lainnya, Server terdekat dari Indonesia adalah di Singapore.

Jadi tidak masalah bagi kita yang menggunakan Web Hosting dengan Server yang berlokasi di Indonesia karena Target Visitor adalah dari Indonesia.

BunnyCDN sudah menggunakan HTTP/2 dan IPv6, dan Web Server yang digunakan adalah Nginx (Dibaca: Engine X / Enjin X). Dan Storage yang digunakan sudah SSD (Soilid State Drive).

BunnyCDN sudah Cloud Computing ya sob, jadi jika ada salah satu PoP Server yang Down karena Maintenance, Server lain akan menghandle Content Delivering dengan normal, atau biasa disebut Fail-over atau Auto-healing. Sehingga BunnyCDN sudah High Availability.

Anycast berpadu dengan GeoIP (Hybrid)

Teknologi Content Delivery saat ini terbagi setidaknya kedalam dua jenis Routing, yakni Anyast dan GeoIP, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang bisa Anda baca disini.

Nah BunnyCDN tidak memilih satu diantara keduanya, melainkan menggabungkan keduanya sehingga keduanya saling melengkapi kekurangan masing-masing.

 

Baca Juga: Server Indonesia VS Singapore

 

Unlimited Pull CDN

Tidak seperti provider lain, BunnyCDN tidak membatasi ukuran File yang bisa dilakukan Pull ke Node Server CDN, kalau provider lain harus menggunakan Mode FTP (Push) jika ingin memcache Konten diatas 100 MB dan maksimal untuk Push CDN sendiri cuma 5 GB.

Jadi, BunnyCDN adalah Unlimited Pull CDN !

Mengenai Teknologi Media Penyimpanan, tenang saja, BunnyCDN menggunakan Cloud SSD Storage kok 😀

Untuk Pull In, BunnyCDN tidak membebankan biaya, hanya External Request atau Pull Out saja.

 

Tersedia Juga CDN Storage

Berbeda dengan Pull CDN yang cara kerjanya otomatis mengupload konten ke PoP CDN begitu ada request pada CDN Hostname, maka CDN Storage tidak demikian, melainkan kitalah yang secara manual mengupload file konten tersebut menggunakan protokol FTP(S), dan pada versi Dashboard terbaru, BunnyCDN sudah mendukung Build In Web Interface File Manager, cara kita untuk mengelola file konten tidak cuma melalui software FTP Client saja.

 

SSL dan Custom Hostname

Jika Anda penasaran apakah BunnyCDN Support Free SSL, maka berbahagialah karena BunnyCDN Support Free Instant SSL menggunakan SSL Certificate yang diterbitkan oleh Let’s Encrypt CA, dan itu artinya juga BunnyCDN mendukung Custom Hostname menggunakan CNAME Record. Anda juga bisa menggunakan SSL Certificate berbayar yang Anda punya di BunnyCDN, dengan syarat sudah mendukung SNI (Server Name Identification) karena sampai saat artikel ini saya tulis, BunnyCDN belum mendukung penggunaan Dedicated IP Address.

Hebatnya, SSL diterapkan pada Hostname default dari BunnyCDN juga, selain pada Custom Hostname yang kita buat, kalau di provider CDN lain, hanya Custom Hostname yang diterapkan SSL, sedangkan Hostname default tidak.

Hostname Default adalah <hostname>.b-cdn.net. Contohnya: lukmanulhakim.b-cdn.net

Sedangkan contoh Custom CDN Hostname adalah: cdn.lukman.al-hakim.id

 

Support

Nah ini dia kekurangan BunnyCDN 😀

Memang ada Live Chat, tapi jarang Online, setiap saya Login jam berapa pun, selalu hanya bisa meninggalkan pesan saja yang dibalas via Email, sehingga Support dilakukan via Email, bukan Ticket, tapi memang murni Reply via Email dari Platform Zendesk. Jadi tidak menggunakan WHMCS atau lainnya yang digunakan Provider Web Hosting, maklum memang WHMCS itu Billing System, sedangkan BunnyCDN menggunakan Billing System buatan mereka sendiri.

Response-nya pun bisa saya katakan lambat, bisa dimaklumi karena mereka tidak mempekerjakan banyak Staff. Bahkan Owner-nya sendiri yang menghandle layanan suppor melalui email tersebut.

CEO (Chief Executive Officer) merangkap jadi CTO (Chief Technical Officer) 😀

BunnyCDN juga tidak menyediakan Support via Telpon, katanya (kata CEO BunnyCDN), itu agar bisa menekan Biaya Operational, agar menjaga Harga layanan tetap murah.

Nah, jadi memang ada yang dikorbankan sehingga Harga dari BunnyCDN ini lebih murah, bahkan lebih murah dari provider lain yang terkenal yang termurah saat ini. Jadi, bersabarlah jika balasan email dari mereka itu lama, khususnya Week End. Bagi saya yang cuma Blogger ini, tidak masalah, toh Visitor juga banyak dari Indonesia saja. Saya pakai CDN awalnyahanya sebagai Experiment/Iseng saja, makanya saya selalu coba yang Trial saja, dan baru kali ini ketika pakai BunnyCDN, saya terpikir untuk berlangganan. Tapi banyak pertimbangan yang saya lakukan, khususnya seperti yang saya katakan di Artikel tentang perlu atau tidaknya menggunakan CDN yang kesimpulannya adalah sangat perlu.

 

BunnyCDN saat artikel ini saya tulis, masih merupakan Startup dan Milik Perorangan dengan Small Team, itulah kenapa harga yang mereka tawarkan relatif lebih murah dari kompetitor.

 

Meski response saya katakan lambat, tapi bukan berarti Support mereka jelek ya 😀

Karena itu cuma masalah Human Resource aja yang memiliki keterbatasan jumlah personil. Sehingga terjadi “Bottleneck” antara banyaknya email yang masuk dengan staff yang merespon email.

Saya sempat mengalami Trouble yakni Base64 Encode pada Gambar yang diterapkan Hueman Addon yang saya gunakan pada fitur “Lazy Load” yang merupakan fitur yang menjadikan Gambar hanya diload ketika kita Scroll ke bawah. Dan Bug lainnya yang bentrok dengan CloudFlare.

Perlu diketahui bahwa problem tersebut semuanya sudah solved dengan sangat baik dan ditangani dengan mantap oleh CTO BunnyCDN 🙂

 

Reward atau Kompensasi ?

Saya pun diberikan Kupon, yakni Bonus $5 Credit yang masuk langsung ke Akun BunnyCDN saya sebagai Kompenasasi, dan karena saya ikut berpartisipasi dalam Bug Report dan Troubleshooting 🙂

Bonus BunnyCDN

Bonus BunnyCDN

Dan itu berlaku samapai 3 Bulan kedepan dan digunakan persis seperti saya melakukan Deposit, yakni Kredit tersebut digunakan untuk pemakaian CDN.

Saya juga mendapatkan Coupon $20 lagi dari CEO BunnyCDN , WOW, itu setara Rp 270.000,- ($1 = Rp 13.500) 😀

BunnyCDN Coupon

BunnyCDN Coupon

Dan Credit Deposit saya diaktifkan samapai 1 Tahun, bukan 3 Bulan lagi, mantap kan ?

Account Billing BunnyCDN

Account Billing BunnyCDN

Total Balance saya setara Rp 337.500,- !

Itu saya dapatkan bukan karena Artikel Review ini, Artikel ini bukan Paid Review, tapi saya mendapatkan itu karena saya membantu BunnyCDN dalam Bug Report dan ikut melakukan Troubleshooting di BunnyCDN, sepadan ?, ini Reward 😀

 

Dalam masa Trial 14 Hari yang masih berlangsung Credit itu tidak digunakan, baru setelah Trial berakhir, Credit tersebut digunakan, dan Akun saya tidak jadi Trial lagi 😀

Jadi, selama Trial 14 Hari, saya bebas pakai BunnyCDN sepuasnya secara Gratis !

 

Memang saya merencanakan untuk Deposit $10 setelah masa Trial berakhir, tapi Alhamdulillah saya mendapatkan Kupon Bonus tersebut sebelum masa Trial berakhir, beruntung sekali ya saya 🙂

Artinya saya menjadi Pelanggan Tetap BunnyCDN, bukan cuma sekedar Trial.

 

Kesimpulan

Saya tidak bisa mereview terlalu panjang lebar dan detail lebih dari ini, karena memang untuk urusan CDN, saya belum terlalu familiar mengenai segala sesuatunya 😀

Menurut saya yang sebenarnya hanya file gambar, css, dan javascript, serta pdf, dll saja yang didistribusikan dengan CDN, BunnyCDN adalah Opsi yang sempurna, karena biaya minimum deposit yang sangat terjangkau atau relatif murah. BunnyCDN sendiri sebenarnya berfokos pada Large Content seperti Video Streaming, dsb. Meski begitu, BunnyCDN adalah pilihan terbaik untuk Blogger 😀

Untuk Learn More, Anda bisa pelajari di Website Resmi BunnyCDN.

 

Overall, semua kebutuhan saya sudah dicover BunnyCDN, saya tidak perlu Fitur lainnya seperti Provider CDN lain yang lebih mahal. Bahkan saya tidak perlu PoP Indonesia lagi setelah saya pikir-pikir Server Singapore itu sama saja dengan Server Batam (Indonesia) jika berdasarkan sudut pandang Geo-location. Beda negara bukan berarti jauh secara jarak geografis.

Saya tidak bisa membandingkan lebih detail karena saya tidak familiar dengan Provider CDN lainnya, mengingat keterbatasan saya yang baru kembali berkecimpung di Dunia Blog dengan membuat Blog ini, dulu saya tidak tertarik menggunakan CDN 😀

Yang jelas, untuk Blog, BunnyCDN yang menggunakan Karakter/Maskot Kelinci ini adalah Provider CDN Berbayar yang paling ideal untuk Blog !

Artikel ini akan saya perbaharui seiring pengalaman saya menggunakan BunnyCDN 🙂

 


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified