Tampilan Alternatif: Daftar Isi | لقمان الحكيم

DD-WRT: Proses Upload Firmware ke Router sedang Berlangsung

Saya sudah punya TP-Link MR3020 ini sudah sejak lama, dan sejak itu pula saya selalu menggunakan DD-WRT karena Router ini saya gunakan sebagai MiFi yang menggunakan USB Modem 4G LTE (Dulunya USB Modem 3G saat 4G di Indonesia belum ada). Tapi tidak portable karena pada dasarnya memang router ini untuk penggunaan indoor, maka sekalian saja saya modif antena external menggunakan antena bekas router TP-Link saya lainnya yang sudah rusak.

Seiring berjalannya waktu, kebutuhan saya sudahh tidak perlu MiFi lagi, maka router ini cukup lama nganggur tidak terpakai.

Sampai pada akhirnya, saya membangun sebuah toko disamping rumah utama saya yang jaraknya lumayan jauh untuk ukuran jangkauan signal WiFi.

Maka saya pun membutuhkan WiFi Range Expander/Extender.

Sempat Hunting produk WiFi Range Extender, pilihan saya kuat ke TP-Link lagi, yakni tipe TL-WR840N yang Versi 6.20 terbaru saat artikel ini saya buat.

Karena selama ini saya menggunakan DD-WRT pada MR3020 untuk sebagai WiFi Access Point saja, saya lupa kalau MR3020 ini juga bisa sebagai WiFi Extender, atau yang bisa disebut WISP (Wireless Internet Service Provider). Saya baru sadar ketika melihat switch di kesing MR3020 ternyata ada mode WISP. Alhasil batal beli TL-WR840N, Alhamdulillah 😀

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Piston OEM STD Vario 125

Dalam hal ini, motor saya adalah Honda Old Vario 125i yah bro, dan saya mendapati bahwa meski produsen piston sama-sama FIM (Federal Izumi Manufacture) tapi antara Piston FIM OEM dengan FIM Aftermarket ternyata berbeda desain loh.

Keduanya menawarkan keunggulan masing-masing yang bikin saya galau mau pilih yang mana 😀

Kata pihak penjual resminya sih (ProLine Parts), perbedaan desain ini karena adanya patent pada desain piston OEM Honda itu.

Masa ?, karena setau saya, Piston Aftermarket merek NPP itu desainnya mirip Piston FIM OEM. Tapi wajar saja yah, kan yang bikin OEM-nya kan FIM, masa FIM jual Aftermarket-nya yang sama juga desainnya ?

Sudah banyak artikel yang membahas kelebihan piston OEM Honda yang disebut menganut teknologi ESP (Ehnaced Smart Power) ini, piston ini dijuluki sebagai Light Weight Piston (Piston Ringan).

Berikut saya kutip salah satu statement-nya:

ESP Piston

Sesuai namanya piston yang dipakai lebih ringan bila dibandingkan dengan komponen terdahulu. Pin dan rumah pin piston dibuat lebih kecil, selain ringan juga mengurangi bidang gesek antara piston dan dinding silinder.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



AXL Audion: A3

Ya, secara harfiah memang AXL Audion ini Mati Sendiri, jadi meski Switch masih dalam posisi On, tapi Power Amplifier ini akan Off dengan sendirinya.

Masalah ini saya alami pada AXL Audion A3 dan A6, sedangkan pada A12 (Sub-woofer) tidak terjadi. Perlu diketahui saat artikel ini saya buat, saya memang baru punya tipe A3, A6 dan A12 saja.

Saya sudah bertanya ke forum-forum dan group-group yang relevant, dan hasilnya sama, masalah ini adalah masalah umum atau penyakit bawaan AXL Audion.

 

Penyebab Mati Sendiri

Ketika saya lakukan analisa, penyebab mati sendiri ini adalah Thermistor yang Overheat (Kepanasan).

Thermistor di Rangkaian Soft Start

Ya, AXL Audion menggunakan Soft Start dengan Thermistor, bukan Resistor Batu.

Tujuan dari penggunaan Thermistor ini adalah menghindari PCB Gosong bahkan Kebakaraan (Kemungkinan Terburuk) akibat Resistor Batu Putih yang Overheat.

Pada Thermistor, ketika dia panas, maka Power Amplifier akan Shut Down/Off/Mati karena karakteristik dari Thermistor yang digunakan.

Dari sini kita sudah bisa tau bahwa jenis Thermistor yang digunakan adalah PTC (Positive Temperature Coefficient) yang jika suhunya semakin panas, maka nilai tahanan/resistensinya akan naik juga sehingga berfungsi sebagai Sikring/Fuse yang bisa direset (Akan berfungsi lagi ketika dingin alias Resettable Fuse).

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



×
SSL Verified