Tampilan Alternatif: Daftar Isi | لقمان الحكيم

Cara Menggunakan Banyak Mailbox dalam Satu Domain

0

Ilustrasi Cloud Data Center

Mungkinkah menggunakan dua atau lebih mail server dalam satu domain ?

Jawabannya adalah mungkin, itu bisa dilakukan !

Tapi bukan dengan membuat MX Record dari beberapa Mail Server tersebut pada DNS Server Domain Anda 😀

Karena hal itu tidak akan bisa dilakukan, kenapa ?

Anda pasti tau mengenai Priority pada MX Record, nah itu berfungsi sebaimana namanya, misalnya ada 3 MX Record, maka MX Record dengan angka Priority terkecil yang didahulukan untuk digunakan, jika gagal, maka lanjut ke MX Record dengan angka Priority yang lebih besar, begitu seterusnya, bahkan bisa lebih dari 3 MX Record.

Biasanya angka Priority pada MX Record adalah 0, 10, 20, 50, dsb. Angka semakin kecil maka semakin High Priority.

MX sendiri berarti Mail eXchange, artinya MX adalah “Tempat Transit” untuk semua email yang dikirimkan pada Domain bersangkutan.

Tanpa MX Record, email tidak akan bisa masuk ke Mailbox di Mail Server !

Jadi, jika misalnya Anda menggunakan 2 Mailbox, lalu Anda buat MX Record dari keduanya di domain yang sama, maka hanya salah satu dari keduanya saja yang akan menerima email yang masuk tersebut. Meskipun Priority-nya Anda samakan angkanya. Misalnya sama-sama 10, tapi tetap saja akan masuk ke salah satunya saja, justru ini membingungkan, karena tidak ada kejelasan ke Mailbox mana email tersebut masuk, akibatnya nanti jadi random/acak 😀

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Property of Lukmanul Hakim Watermark V2

Cukup lama konten-konten di blog saya ini saya biarkan tanpa proteksi dalam bentuk pelarangan langsung yakni melarang tindakan tertentu ketika membaca artikel, seperti klik kanan, select text, CTRL + A, CTRL + C, dsb

Karena bagi saya hal itu tidak ideal 😀

Kenapa ?

Karena ketika mendisable select text, justru hal itu diterapkan pada seluruh halaman, tentu saja elemen-elemen lain yang tidak perlu disable select text dan bahkan justru membutuhkan fungsi select text malah ikut-ikutan.

Lalu mengenai disable right click atau contect menu, itu juga sangat tidak ideal, karena saya pribadi pun membutuhkannya. Terlalu berlebihan 😀

Kalau kombinasi tombol keyboard, hanya CTRL + U yang perlu saya disable 😀

Memang sih ada plugins yang bisa menonaktifkan segala proteksi diatas ketika kita login sebagai Admin, sehingga hanya pengunjung saja yang mengakses halaman terproteksi. Tapi plugins dengan fitur tersebut tentu saja berbayar, karena itu salah satu fitur Premium. Saya pribadi masih belum menemukan cara bagaimana menerapkan proteksi manual hanya pada pengunjung saja.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Bangga Pakai Domain .iD

Alhamdulillah jelas sudah bagi saya mengenai proses verifikasi domain .id terbaru yang sempat bikin galau sebelumnya, meskipun pihak PANDI (Pengelola Nama Domain Indonesia) sudah merilis ke pers, tetap saja masih simpang siur informasi selanjutnya.

 

Daripada menerka-nerka, saya pun memikirkan cara bagaimana saya bisa merasakan proses verifikasi ala gTLD (General Top Level Domain) alias Domain International layaknya .com, .net, .org, .info, dsb itu.

 

Sempat Dikira Menjadi gTLD

Karena kebijakan baru yang menghilangkan “Syarat Pendaftaran”, banyak orang yang mengira bahwa Domain .id dilepas ke publik secara global/internasional sehingga WNA (Warga Negara Asing) bisa mendaftarkan Domain .id dengan proses verifikasi semudah gTLD yakni hanya verifikasi email dengan cara mengklik link yang dikirimkan ke email tersebut.

Sontak saja banyak yang tidak setuju akan hal ini, termasuk saya !

Saya khawatir jika .id bernasib sama dengan .in (India) yang kemudian banyak disalahgunakan untuk keperluan Spamming yang dilakukan oleh orang luar mapun dalam negri, karena awalnya pun dikira orang Indonesia juga bebas mendaftarkan domain .id dengan cukup verifikasi email.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



×
SSL Verified