L

Tips Memilih Cloud Web Hosting Terbaik


Bismillahirrohmanirrohim


Cloud Server

Cloud Server

Sekarang era dimana Cloud Hosting mulai penetrasi ke pasar Web Hosting, dan Traditional Web Hosting mulai ditinggalkan, saking kalah saingnya, banyak Provider tidak bertanggungjawab yang dengan mudahnya mengganti judul produk dengan menambahkan kata “Cloud” saja 😀

Lucunya, Traditional Web Hosting dengan Apache Web Server, CentOS, dan Harddisk Konvensional saja masih ada yang mematok harga tinggi untuk sewa per bulannya 😀

Terbesit dipikiran saya untuk membuat artikel ini untuk melengkapi artikel-artikel saya dengan topic Web Hosting di Blog ini.

Umumnya Cloud Hosting yang lebih siap dengan Infrastruktur Cloud Computing ini adalah Perusahaan Startup (Baru), kenapa ?. Karena mereka lebih siap, mereka sejak awal membangun perusahaan sudah berbasiskan Cloud di berbagai aspek, dari Hardware, Software, dan Network. Contohnya Dewaweb dan IDCloudHost.

Entah kenapa saya tidak melirik Hosting Company yang sudah lebih dulu ada di Indonesia mulai dari era Traditional Hosting sampai kini mereka pun mengklaim Cloud Hosting, karena saya hanya mendapati mereka hanya mengklaim saja tanpa publikasi mengenai Upgrade Infrastruktur ke Cloud Hosting, bahkan Status Server di Client Area mereka sembunyikan. Tanya kenapa ?

 

Mengenai Istilah “Cloud” Hosting

Istilah “Cloud” secara Etimologi adalah “Awan”, ya jelas sekali 😀

Namun secara Terminologi, “Cloud” berarti “Kumpulan”, bukankah Awam yang berada di Langit itu bergerombol, berkumpul, bersatu, dan jika ada yang Down karena berubah menjadi Hujan, maka sekumpulan awan lain akan menyatu kembali membentuk awan berukuran besar kembali ?

Nah itulah kenapa Istilah “Cloud” ini digunakan, “We are the many” 😀

Sejak era Traditional Hosting, Cloud sudah digunakan yakni pada DNS (Domain Name System) Server dan Storage (Media Penyimpanan).

Kita mungkin sudah umum sekali mendengar istilah “Clustering DNS”, nah itu kalau mau pakai istilah “Cloud”, maka bisa saja disebut Cloud DNS !

Lalu mengenai Cloud Storage, Anda mungkin sudah mengenal apa itu RAID (Redundant Array of Independent Drives). Nah itulah “Cloud” Storage !

Bedanya saat ini kita sudah memasuki era SSD (Solid State Drive) Storage, untuk Server, SSD Storage sudah umum digunakan, meski pada PC (Personal Computer) masih belum umum.

RAID secara umum adalah Kumpulan Media Storage yang digabung menjadi satu dan melakukan Sinkronisasi (Mirroring), jadi misal ada 10 Storage entah itu Harddisk Konvensional (Magnetic Disc) maupun SSD, maka 10 Storage itu digunakan secara bersama-sama menyimpan FIles yang sama pula, jika ada salah satu Storage yang rusak, maka Data/Files masih aman di Storage lain yang tidak rusak, maka tinggal ganti Storage yang rusak tersebut saja, maka Storage yang baru akan diisi lagi dengan File yang sama dari Storage lain (yang lama) kembali.

Lalu ada lagi yang namanya Load Balancing, apa lagi itu ?

Load Balancing secara garis besar adalah membagi beban Resource pada sekumpulan Server, entah itu Network, CPU Usage, RAM, Storage, dsb

 

Nah, lalu pada Cloud Hosting ?

Inilah era baru Web Hosting, jika sebelumnya yang “Sekumpulan” hanya DNS Server, Storage, maka kali ini Server itu sendiri yang demikian !

Deskripsinya masih sama, yakni “Sekumpulan Server yang saling berhubungan satu sama lain yang mana ketika salah satu Server mengalami Down, maka Website kita akan dialihkan ke Server lain yang masih Up, meskipun Server yang sebelumnya digunakan untuk Website kita masih Down untuk dilakukan Maintenance”.

Tujuan utamanya adalah untuk memaksimalkan Skalabilitas dan Uptime Server !

Apakah Down Masih Terjadi ?

Ya, masih, tapi sangat cepat kembali Up lagi karena ditakeover oleh Server lain yang masih Up. Bukankah Wolverin/Logan yang punya Healing Factor luar biasa saja mesti luka dan berdarah dulu lalu kemudian sembuh dengan cepat kembali seperti semula ? 😀

Kemampuan Cloud Hosting itu disebut “Failover” yang diberikan istilah marketing “Auto Healing”.

 

Mengenai apa itu Cloud Hosting sudah saya jelaskan, lalu kemudian kita masuk ke inti bahasan artikel ini yakni Tips memilih Cloud Hosting terbaik, sesuai kebutuhan.

 

Apa Saya yang Menjadi Parameter ?

Berikut adalah beberapa aspek yang harus kita perhatikan dalam memilih Cloud Hosting:

Pastikan Benar-benar Cloud Hosting

Caranya ?

Saya sudah jelaskan secara detail di artikel khusus, Klik Disini.

 

Layanan Support

Standardnya, Support haruslah 24/7 pada Support via Ticket di Client Area, sisanya kita bisa mempetimbangkan Layanan 24/7 pada Live Chat.

Tapi ingat, Live Chat bukanlah sesuatu yang utama, karena Live Chat umumnya hanya dihandle oleh CS (Customer Service) yang hanya memiliki Basic Knowledge and Skill mengenai Teknikal.

Justru yang paling utama adalah Support Ticket. Pastikan Response Time tidak terlalu lama, maksimal/standard adalah 1x 24 Jam. Semakin cepat, semakin baik.

Biasanya Technical Support di Ticket akan mempertimbangkan skala prioritas pada Ticket yang masuk, tentu Troubleshooting lebih diutamakan daripada hanya bertanya mengenai informasi Teknikal bukan ?

Dan pada Technical Support pun terbagi lagi ada Staff yang level Skil dan Knowledge-nya lebih tinggi dan memiliki akses yang lebih luas, ada yang tidak, sekedar Basic Technical Issue saja.

 

Jangan Trial

Jika Provider Cloud Hosting memberikan kesempatan Trial, sebaiknya jangan dilakukan untuk Production Purpose, maksudnya hanya gunakan sebagai cara untuk melihat-lihat cPanel dan memastikan segala sesuatunya berjalan normal. Jika sudah oke. Berlanggananlah. Minimal 1 Bulan dulu. Karena Provider Cloud Hosting pasti memberikan Jaminan Uang Kembali, lamanya bervariasi, ada yang 30 Hari, bahkan ada yang sampai 90 Hari. So, jangan takut 😀

Jika tidak puas, minta refund (kembalikan uang) saja !

 

Pastikan Sudah Menggunakan Advanced Firewall dan Patcher

Ini penting, yang paling umum adalah BitNinja Server Security, yang terbaru saat ini banyak yang sudah beralih ke Imunify360.

Jika menggunakan BitNinja, pastikan sudah menggunakan Patchman, kecuali jika menggunakan Imunify360, maka Patchman hanya bersifat Opsional, jika ada malah magus, jika tidak ada ya tidak bukan masalah besar, karena Imunify360 sudah termasuk kemampuan Patchman.

Pastikan Menggunakan OS (Operating System) CloudLinux

CloudLinux sangat penting karena kita akan diberikan Alokasi Resource yang Guaranteed (Digaransi), misalnya CPU Core, RAM, I/O, IOPS, Entry Process, Number of Process, dsb karena memiliki kemampuan yang hanya ada di CloudLinux, yakni LVE (Lightweight Virtual Environment).

Selain itu, CloudLinux memiliki fitur CageFS dimana User hanya bisa mengakses Home Directory miliknya saja, tidak bisa melakukan Teknik “Jumping”. Sehingga jika ada Website yang Security Hardening-nya lemah, dan berhasil dihack, Website kita aman.

 

Pastikan Mendukung Free SSL dari Let’s Encrypt CA

Hari gini belum HTTPS ?, karena tidak ingin membeli SSL Certificate ?, maka dari itu pastikan Cloud Hosting tersebut mendukung Let’s Encrypt agar Website Anda terproteksi dengan Protocol HTTPS.

 

Pastikan Mendukung CloudFlare + Railgun

Railgun dari CloudFlare adalah fitur berbayar dari CloudFlare yang bisa kita dapatkan Gratis jika itu diberikan oleh Provider Hosting yang kita gunakan, artinya Provider tersebut sudah menjadi Optimized Parter CloudFlare.

 

Untuk sementara ini, saya cukupkan Tips memilih Cloud Hosting Terbaik di Artikel ini, jika ada tambahan, pasti akan saya Update Artikel ini 🙂

Powered by Dewaweb


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai


Disqus Comments



×
SSL Verified