L

Semua Tentang O2 Manipulator: Step 1 Itu Setting Paling Rich atau Paling Lean Sih ?


Bismillahirrohmanirrohim


O2 Manipulator dan Kabel O2 Sensor Lama

Sudah lama yah soal penerapan Resistor pada O2 Sensor, termasuk O2 Manipulator pakai DIP Switch itu ya pada dasarnya Resistor juga, bedanya dia bisa diubah-ubah nilai Resistance-nya, dan instalasinya beda, dan saya yakin isinya tidak cuma resistor saja.

Nah udah lama juga muncul kesimpangsiuran mengenai sebenernya makin besar step-nya itu AFR makin Rich atau Lean ?

 

Cara Kerja O2 Sensor

Setau saya, O2 Sensor Narrowband itu dia range-nya 0.0V sampai 1.0V, nah Stoich-nya 0.5V (Ideal).

Kurang dari 0.5V = Lean (Kadar Oxygen dalam gas buang tinggi), Oleh ECU akan ditambahkan debit bensin menjadi lebih banyak.

Lebih dari 0.5V = Rich (Kadar Oxygen dalam gas buang rendah), Oleh ECU akan dikurangi debit bensin menjadi lebih sedikit.

Tindakan ECU itu lah yang disebut Koreksi AFR, O2 Sensor cuma sensor yang bertugas memonitor kandungan Oxygen pada gas buangbuang, bukan kandungan bensin.

 

Gejala/Ciri O2 Sensor Melemah dan Error

Kalau O2 Sensor melemah seiring lamanya pemakaian, maka “Sense of Oxygen” nya akan berkurang, dan sudah stoich akan bergeser, itulah sebabnya makin lama AFR makin Rich dengan sendirinya seiring bertambah buruknya kondisi O2 Sensor.

Makanya jika O2 Sensor lost contact dengan ECU (Error), dan artinya signal menjadi 0.0V (Lean), maka tiap duty cycle, itu ECU selalu nambah debit bensin terus sampai AFR sangat Rich, busi hitam penuh dry carbon fouling, konsumsi bensin jadi sangat boros. Umumnya MIL (Malfunction Indicator Light) akan menyala, tapi ada juga yang tidak.

Kondisi Busi Non-projected Insulator Ketika O2 Sensor Error

 

Fungsi dan Cara Kerja O2 Manipulator

Fungsi O2 Manipulator adalah membuat Signal/Voltage yang dihasilkan O2 Sensor yang disampaikan ke ECU itu kurang dari seharusnya, misalnya secara reaksi kimia Zirconia/ZrO2 menghasilkan Voltage 0.5V, tapi karena O2 Manipulator menjadi Laod, 0.5V itu cuma jadi 0.4V, dst, itu cuma contoh, karena skalanya itu banyak angka setelah koma, misal 0.5000V, oleh O2 Manipulator bisa aja yang dikurangi cuma 0.4999V saja, itu cuma contoh lagi. Makaya jumlah Step yang disediakan banyak kan ?, itu agar kita bisa setting dengan tingkat sensitvitas yang tinggi. Ibarat buka keran air tuh sedikit demi sedikit banget.

Ketika kita pasang O2 Manipulator di O2 Sensor, itu sebenarnya kita ngasih Load ke Listrik yang dihasilkan O2 Sensor.

Tau “Dummy Load ?”, nah itu pakai Resistor.

Dengan istilah lain, O2 Manipulator ini adalah Dummy Load untuk O2 Sensor.

Itulah sebabnya O2 Manipulator punya dua kabel, Merah dan Hitam, kan ?

 

Pemasangan O2 Manipulator

Kabel Merah ke Signal O2 Sensor (Kabel warna Biru atau Hitam kalau di O2 Sensor single wire model lama).

Kabel Hitam ke Ground, bisa ke Rangka Body kalau O2 Sensor single wire, atau ke kabel warna Putih pada O2 Sensor dual wire).

 

Fungsi Kabel Ground/Hitam pada O2 Manipulator

Kita yang udah tau lama soal penerapan Resistor pada O2 Sensor, pasti heran, kok O2 Manipulator punya kabel Ground ?

Nah itu penerapannya beda, pada O2 Manipulator, itu Dummy Load, ibaratnya ujung resistor ke kabel signal O2 Sensor, ujung resustor satunya lagi ke Ground.

Beda kan dengan pemasangan Resistor secara In Line dengan memotong kabel signal O2 Sensor lalu menyolder resistor ditengah-tengah kedua kabel yang dipoting tersebut ?, trick ini yang populer dishare di Blog-blog Otomotif.

 

Lalu Kenapa O2 Manipulator Bisa Bedain Range RPM Low to Mid dan Mid to Low ?

Itu yang saya katakan O2 Manipulator bukan sekedar Resistor, bahkan pertanyaannya belum lengkap, mestinya tanya lagi Apa Itu Step Anti-lean ?, Hehe 😀

Mengenai itu semua, analisa saya tidak sampai sejauh itu, soalnya saya tidak bongkar modul ini, lagipula kalau modul dikasih potting/cor sejenis epoxy, itu artinya rangkaiannya rahasia, bukan sekedar anti air dan debu aja.

Tapi mengenai Anti-lean, itu dari berbagai referensi yang saya dapatkan, itu maksudnya ketika O2 Sensor masih dingin dan Full Throttle serta kondisi lainnya ketika ECU mengabaikan masukan O2 Sensor, AFR tidak menjadi Lean lagi karena kembali ke Mapping AFR Default ECU yang notabene untuk kondisi standard. Alhasil, delay dari Akselerasi Low to Mid hingga ketika menuju Top Speed bisa dimininalkan bahkan dihilangkan. Maksudnya power merata di semua rentang RPM/Putaran mesin.

Teknisnya bagaimana saya belum tau, itu yang saya yakin bahwa di dalam modul O2 Manipulator ini tidak cuma sekedar Resistor, dan Algoritma Sistem Close Loop itu tidak sesederhana yang kita pikirkan.

 

Kembali ke Dummy Load, itu semakin kecil Resistance dalam Ohm dihubungkan ke O2 Sensor, maka semakin besar Voltage Drop-nya. Anda bisa test sendiri pakai Voltage Divider Calculator disini.

Isi Total Voltage 0.5, lalu Ohm pada First, Second, dan Third Load isi sembarang saja, misal 7, 6, dan 5.

Anda akan lihat berapa Voltage Drop yang dihasilkan.

 

Makin Tinggi Ohm = Makin Kecil Voltage Drop

Itu karena resistor itu pada dasarnya adalah kawat yang menghubungkan kabel positif dan negatif, tapi ditahan oleh Resistensinya sehingga tidak langsung short circuit seperti kawat biasa, sebagai konsekuensinya, resistor akan menghasilkan panas, mengubah energy listrik menjadi panas. Makin besar resistensi/tahanannya, makin kecil loadnya, makin kecil pengurangan tegangan/voltasenya. Ini berbeda dengan pemasangan resistor secara in line dimana makin besar resistensinya, maka makin besar penurunan tegangannya.

Nah O2 Manipulator by Cheetah Power, itu Step 1 nya memiliki Ohm tertinggi kisaran 7 Ohm, makin naik ke Step 2, 3, 4, dst itu Ohm-nya makin berkurang/turun.

Hal itu yang banyak disimpulkan bahwa Step 1 itu setting paling Rich, karena mereka main logika, tidak melihat teknisnya bagaimana. Karena logikanya, kalau Ohm makin besar, maka Volt makin kecil, artinya AFR makin Rich.

Padahal instalasi/pemasangan resistornya saja sudah beda.

Inilah pentingnya Teori sebelum Praktek !

Anda kalau tidak paham dasar teorinya, bakalan pusing sendiri ketika setup O2 Manipulator by Feeling, kalau berdasarkan warna busi, bakalan rajin bongkar pasang busi tiap nyoba kombinasi settingan Low to Mid dan Mid to High 😀

 

Jadi, Kesimpulannya

  1. O2 Manipulator hanya bisa membuat AFR menjadi lebih Rich dari seharusnya, tidak bisa membuat AFR menjadi Lean (Pakai Open Looper baru bisa).
  2. Sesuai urutan angkanya, Step 1 itu maksudnya +1 Step Rich. Makin naik ke Step 2, 3, 4, dst maka AFR akan bertambah lebih Rich satu tingkat dari step sebelumnya.

Dengan kata lain, O2 Manipulator itu bukan Lean to Rich, tapi Rich to Rich.

 

Mitos Lainnya

Banyak yang mengira kalau pakai settingan Step 1 itu AFR jadi lebih Lean daripada tanpa O2 Manipulator, alhasil menggunakan settingan setengah ke atas. Misalnya Mid to High ada 8 Step, maka Step 4 itu dikira AFR Ideal Default ECU, jadi kalau mau nambah Rich mesti pakai Step 5 sampai 8. Kalau mau tambah Lean bisa pakai Step 3 – 1.

Semoga bermanfaat 🙂


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified