L

Ternyata Inilah Cerita Sejarah Asal Mula Jargon “Kandangan Cingai !” di Kalimantan Selatan !


Bismillahirrohmanirrohim


Mangkuk Merah

Discalimer: Tidak ada maksud mengungkit luka lama, dan tidak bermaksud Offense dan Judgement. Pada bagian ini, memang menceritakan sebuah Sejarah Kelam yang semua sepakat agar tidak terjadi lagi di masa mendatang dengan melakukan Perjanjian Perdamaian di kedua belah pihak. Tidak ada Sensoring disini, Skip jika Disturbing.
 
Satu hal yang harus diwaspadai dari Suku Dayak adalah Ritual Mangkuk Merah, yang sempat mereka lakukan dengan Terpaksa karena Harga Diri mereka ditindas oleh Penjajah dari Tanah Madura di Sampit yang tidak menjunjung tinggi Prinsip “Dimana Bumi dipijak, disitu Langit dijunjung !”.
Jika Mangkuk Merah sudah dilaksanakan, maka Ghost Warrior dari Gunung-gunung Kalimantan berdatangan !, bergabung menjadi Prajurit Perang !
Prajurit yang hanya Pemuda Belasan Tahun saja berani Menggal Kepala Manusia segala Usia dengan mudahnya, karena pengaruh Black Magic.
Kehebatan Pendeteksian Musuh berdasarkan Identity tertentu sesuai Akar Masalah pun menjadi kehebatan Prajurit Dayak.
[su_spoiler title=”Agak Sedikit Disturbing” style=”fancy” icon=”plus-circle”]Seperti Tragedi di Sampit dulu yang menjadi Penyebab Masalah adalah Sebagian Orang dari Suku Madura disana, tapi “Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga”, maka hanya Digeneralisirlah semua Orang dari Suku Madura yang menjadi Target, dengan Identifikasi berupa Aroma Sapi, bahkan jika Prajurit Dayak yang memiliki tingkat kesaktian lebih tinggi, maka bukan Aroma/Bau Sapi lagi yang dia rasakan, tapi Kepala Musuh lah yang berubah menjadi Kepala Sapi yang terlihat olehnya.[/su_spoiler]
Saat perang terjadi, Bus-bus yang Keluar dan Masuk Kota Sampit disweeping dengan cara “Diendus”, ya karena yang merka cari adalah Bau Sapi !
Dengan kehebatan itu, Perang yang dilakukan menjadi Efektif dan Efisien. Masalah Suku ya Suku dan suku yang Menyatakan Perang dengan merekalah yang jadi Target utama, bukan suku lain, tidak bisa dikecoh dengan Isu SARA lainnya seperti masalah Agama, karena kita tau Suku Dayak masih banyak yang menganut Kepercayaan Nenek Moyang yakni Kaharingan, sebuah Kepercayaan Animisme di Kalimantan.   Sedangkan lawannya saat itu adalah Mayoritas Beragama Islam, namun karena Sejarah asal mula pemicu Perang itu memang Isu Suku, bukan Agama, maka terjadilah Perang Antar Suku, itu terjadi karena Penduduk Asli Pemilik Tanah Nenek Moyang di Kalimantan Tengah itu merasa ditindas, diusik oleh Suku Pendatang, seperti Suku Indian di Benua Amerika yang dijajah oleh Kaum Pendatang dari Eropa. Kalimantan Tengah tidak ingin seperti Amerika yang ditindas oleh Cowboy !
Mereka tidak ada masalah dengan Islam, Masjid dan Rumah ibadah lainnya bersih tidak berani mereka sentuh. Suku Dayak memang sangat Toleransi, sudah sangat umum dan biasa ditemui satu Rumah Adat Dayak dihuni oleh Penghuni yang merupakan Anggota Keluarga yang masing-masing bisa memeluk Agama dan Kepercayaan masing-masing.
Kalimantan memiliki Ghost Guardian yakni para Pangkalima (Panglima Perang) dari Dimensi Lain yang bersemayam di Gunung-gunung Kalimantan, dipimpin oleh Pangkalima Burung yang siap berperang membantu Suku Dayak yang merasa tertindas. Pangkalima tersebut juga memiliki perwakilan dari bangsa Manusia, salah satunya adalah Pangkalima Kumbang di Palangkaraya.
 
Tenang saja, selama Prinsip “Dimana Bumi dipijak, disitu Langit dijunjung” dihormati dan ditaati, maka Suku Dayak adalah Suku yang sangat ramah, bahkan cenderung pemalu.
Tau kan ketika Orang Pendiam dan Pemalu ketika Marah ?, umumnya lebih Murka daripada Orang yang kesehariannya tidak Pendiam dan tidak Pemalu. Begitulah adanya, sudah umum.
“Tidak akan ada Asap jika tidak ada Api”

Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



SSL Verified