L

Pengalaman Menggunakan Rumahweb WordPress Hosting


Bismillahirrohmanirrohim


WordPress Hosting dari Rumah Web

Terus terang, WordPress Hosting dari Rumahweb adalah WordPress Hosting yang pertama kali saya kenal (Entahlah apakah yang pertama di Indonesia ?), sehingga saya langsung terkesan dan overall puas dengan layanan WordPress Hosting dari Rumahweb.

 

Baca Juga: Apa Itu Managed WordPress Hosting ?

 

Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan WordPress Hosting dari Rumahweb ?

Rumah Web Managed WordPress Hosting

Rumahweb Managed WordPress Hosting

Ada banyak Kelebihan dan Kekurangan dari produk/layanan ini, yang akan saya bahas secara mendalam dalam artikel ini. Tapi jangan berharap Anda akan mendapatkan ulasan “Kekurangan” yang bersifat Subjektif disini, karena untuk hal itu silahan coba sendiri, karena Rumahweb memberikan kesempatan Trial yakni gratis 30 hari pertama.

 

Penamaan Paket

Rumahweb Cloudlet

Rumahweb Cloudlet

Note: Harga dan Spesifikasi sangat mungkin berubah tanpa pemberitahuan terlebihdahulu, dan saya tidak akan mengupdate-nya disini, silahkan kunjungi Website Resmi Rumahweb untuk update terbaru.

 

Rumahweb menggunakan istilah “Cloudlet” dalam pemaketannya, dengan ketentuan 1 Cloudlet = 0,5 CPU Core, 0,5 GB RAM, 1 GB Cloud SSD Storage.

Istilah Cloudlet ini mungkin terinspirasi dari istilah “Droplet” yang digunakan salah satu Provider Cloud Server di Dunia.

Cloudlet ini adalah kemampuan High Scalability dari Cloud Managed WordPress Hosting dari Rumahweb karena menggunakan OS CloudLinux.

 

Kekurangannya:

Sayangnya, yang disebut RAM tersebut disini bukanlah Physical Memory, melainkan Virtual Memory (di Plesk dikasih label Memory Usage).

Rumahweb agak sedikit bias dengan menuliskan RAM. Padahal di CloudLinux ada Physical Memory dan Virtual Memory.

Nah, RAM itu seharusnya adalah Physical Memory, bukan Virtual Memory.

Contoh: Paket Cloudlet 4 dengan Spesifikasi yang tertulis adalah 2 GB RAM, itu sebenarnya hanyalah 2 GB Virtual Memory dengan 0,5 GB Physical Memory.

 

Berikut adalah Screenshoot Spesifikasi di Resource Usage Info WordPress Hosting Rumahweb:

Resource Statistic RumahWeb WordPress Hosting

Resource Statistic Rumahweb WordPress Hosting

Keterangan: Angka 524288 itu adalah menggunakan satuan KiB (Kibibita), jadi 524288 KiB =  512 MiB (Mebibita) atau 0,5 GiB (Gibibita). Artinya Physical Memory hanya 512 MiB saja atau 536,871 MB.

Powered by Dewaweb


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai


Disqus Comments

  • Sucahyo Aji

    Yakin cachenya sudah bekerja? karena saya baca informasi dari litespeed wordpress plugin kalau cache bekerja tandanya ada request header:

    HOW TO TEST THE PLUGIN. The LiteSpeed Cache Plugin utilizes LiteSpeed specific response headers. Visiting a page for the first time should result in a X-LiteSpeed-Cache-Control:miss or X-LiteSpeed-Cache-Control:no-cache response header for the page. Subsequent requests should have the X-LiteSpeed-Cache-Control:hit response header until the page is updated, expired, or purged.

    Sementara request header web pagenya:

    beon-cache-status:BYPASS
    cache-control:max-age=0, no-cache
    content-encoding:gzip
    content-type:text/html; charset=UTF-8
    date:Sat, 29 Apr 2017 14:00:44 GMT
    server:nginx/1.10.3
    status:200
    vary:Accept-Encoding
    x-page-speed:Beon Accelerator
    x-pingback:https : // www . lukmanulhakim.id / xmlrpc . php
    x-powered-by:PleskLin

    nggak ada kata kata x-litespeed cache hit.
    beon cache juga bypass.

    • Terimakasih Feedback-nya om 🙂

      Oh ya, ini artikel Rumahweb WordPress Hosting, jadi tidak etis membahas kompetitor, harap maklum, terpaksa saya jawab disini juga jadinya 🙂

      Iya ini Artikel saat saya pakai Managed WordPress Hosting dari RumahWeb, sekarang saya pakai Managed WordPress Hosting dari Beon dengan Web Accelerator-nya, bukan Plugins LiteSpeed WordPress Accelerator.

      Saat itu saya belum sampai menguji apakah WordPress Accelerator dari RumahWeb apakah berfungsi atau tidak 😀

      Nanti akan saya Test, karena Akun Plesk saya di RumahWeb masih aktif, akan saya Update di Artikel ini.

      Mengenai Beon Cache yang statusnya Baypass, saya kurang tau kenapa itu terjadi, saya cek Blog/Website yang menggunakan Beon Web Accelerator juga mengalami hal yg sama, nanti akan saya tanyakan ke pihak Beon.

      • Sucahyo Aji

        Berikut keterangan dari litespeed, untuk bisa pakai cache sebaiknya install plugin wordpress juga. Plugin wordpress akan berkomunikasi dengan cache di servernya:
        litespeed_wiki:cache:no-plugin-wordpress
        This page describes an easy way to set up simple caching for WordPress installations. With the release of LiteSpeed Cache for WordPress, though, this solution is now deprecated. Click here for the LiteSpeed Cache for WordPress installation and configuration manual.

        litespeed_wiki:cache:lscwp
        LiteSpeed Cache for WordPress (LSCWP) uses the LiteSpeed Cache WordPress plugin to communicate with LiteSpeed Web Server and LSCache to statically cache your dynamic WordPress pages, greatly reducing page load time and server load. The current version will only cache and serve pages for non-logged in users. After a user has logged in, their page requests will always hit the backend.

        Itu saat mengetes pakai apa ya? barusan saya tes juga sama saja, tidak ada kata kata litespeed di response headernya.

        Untuk yang cache BEON, memang sepertinya di cache dari cloudsnys hanya untuk static content. Yang penting agar load bisa berkurang mestinya adalah cache untuk dynamic page.

        Untuk soal responsif. Iya, memang terpengaruh dari servernya juga. Apache itu memang kelemahannya di static content. Karena kalau dynamic tergantung sama kecepatan server phpnya.

        Load baru bisa tahu bila habis posting artikel baru yang dibaca banyak orang.

        • Saya Test secara Online pakai tool berbasis web, lebih enak aja formatnya dibaca.

          Kalau LiteSpeed Cache WordPress itu di Blog saya sekarang tidak diperlukan lagi, walaupun Server Utama menggunakan LiteSpeed Web Server, tapi Blog saya direlay lagi ke Nginx Server yang digunakan Beon Web Accelerator. Tugas Caching dan Optimizing itu sudah dihandle oleh Beon Web Accelerator yang Engine-nya beda dengan X-LiteSpeed Cache.

          Dan masalahnya LiteSpeech Cache Plugins tersebut tidak kompatibel dengan W3 Total Cache Plugins,Harus Disable W3 Total Cache, nah Beon Web Accelerator kompatibel dengan W3 Total Cache. Saya sudah coba soalnya.

          • Sucahyo Aji

            mengapa yakin tidak perlu plugin litespeed untuk wordpress?

            Saya coba dengan online tersebut hasilnya sama saja. tidak ada kata kata litespeed cache hit.

            daripada pakai W3 total cache, menurut saya lebih baik pakai litespeed cache. Sebaiknya dicoba saja install plugin litespeed cache sampai benar benar fungsi. Dari yang saya lihat, cache litespeed tidak berfungsi. yang bikin berat itu justru dynamic cache. Saya pernah menangani website dengan load besar. static cache tidak pernah jadi masalah. cache dynamic yang benar benar sangat membantu.

            Lagipula saya lihat juga W3 total cachenya nggak fungsi, di bagian akhir source code website, setelah end body tag, nggak ada kata kata “cached by”. Menurut saya plugin W3TCnya nggak fungsi. Rugi pakai W3TC kalau fungsi cache nggak jalan. Mending pakai litespeed cache. Fungsi lain W3 TC menurut saya tidak banyak membantu mempercepat website.

            Saya melihat di penawaran beon, yang pakai cache 79 ribu per bulan, yang tidak pakai cache 29 ribu per bulan. 50 ribu per bulan menurut saya cukup signifikan untuk memilih plugin wordpress litespeed daripada W3TC kalau sudah kadung pilih paket yang pakai cache.

          • Saya tidak mengerti maksud Anda om 😀

            “mengapa yakin tidak perlu plugin litespeed untuk wordpress?”

            >> Karena Blog saya meski pakai LiteSpeed Web Server, tapi tidak pakai X-LiteSpeed Cache, melainkan pakai Beon Web Accelerator yang juga memiliki Fitur Caching.

            Dan kalau di Rumahweb, sepengalaman saya kalau tidak salah, LiteSpeed Cache sudah enable meskipun tidak memasang Plugin LiteSpeed Cache di WordPress.

            Maksudnya yang dicoba online tidak ada X-LiteSpeed Cache yang mana ya om ?, soalnya Trial WordPress Hosting di RumahWeb sudah saya Shutdown dan Test di Beon tanpa Web Accelerator juga saya Remove. Maksudnya Blog saya ini ?, jelas tidak ada X-LiteSpeed Cache, karena memang tidak pakai itu, dan itu alasan kenapa saya tidak pakai Plugins LiteSpeed Cache di WordPress saya.

            Mengenai W3 Total Cache yang menurut Anda tidak berfungsi hanya karena Tag Komentar “Cached by”, harap dimaklumi karena saya melakukan Minify sehingga jika Blog ini dilakukan View Source maka akan ancur-ancuran Kode-nya dan Tag-tag Komentar macam itu jelas dihapus. Ini salah satu fitur W3 Total Cache untuk merampingkan ukuran file HTML dengan menghilangkan Tag Komentar, Spasi, Line, dsb

            Baiklah kalau memang mau liat Tag itu, saya sudah Disable Minify dan saya Screenshoot yg dimaksud itu, saat ini saya Enable lagi Minify-nya.

            Berikut Screenshootnya:

            https://uploads.disquscdn.com/images/243af60046cbb45c92d26f39ac2681861ca52d2d0df33e00d94763303651589a.png

            Dan ini Bukti Nyata W3 Total Cache berfungsi saat Koneksi Internet Mobile Broadband saya Down, Website lain tidak bisa diakses sama sekali tapi Blog saya bisa karena Cached di Local Disc Komputer saya.

            https://uploads.disquscdn.com/images/5fbc10faf25d1f43570eb6b534ca8e6a648c6d09922b00cf34676d51875d589f.png

            Selain karena Caching, juga karena DNS Server Blog ini saat itu berada di Jakarta dan Surabaya (Indonesia Internet Exchange) sehingga Resolve DNS bisa diakukan, sepertinya ISP saya Down saat itu hanya International Bandwidth saja.

            Nah di Screenshoot itu memang tidak secara Full Page, tapi saat saya Scroll Down, jelas terlihat Static Content terload sempurna, hanya Dynamic Content saya yg tidak, karena koneksi tidak bisa dilakukan. Akses pun sangat cepat sekali, padahal Internet sedang Down parah 😀

            Terus terang Om, saya gagal paham mengenai “Caching Dynamic Content” itu, terus terang memang bisa, tapi saya tidak mau, terserah jika Anda suka melakukan itu, tapi saya tidak, karena saya masih suka yang Dinamis itu tetap Uncached, saya tidak Speed Freak kok 😀

            Saat ini yang umum itu menggunakan CloudFlare Railgun untuk Caching Non-cached Asset.

            Mengenai Penawaran dari Beon yang Anda maksud itu sepertinya Paket General yah yg Unlimited ?, kalo itu, semuanya secara Default tidak ada yang pakai Web Accelerator (yg Anda sebut “Pakai Cache”), Web Accelerator di Semua Paket itu hanya bersifat Additional saja di semua Paket itu, jadi semua Paket disitu bisa pakai Web Accelerator, tapi jadi ada tambahan biaya. Maaf agak kurang etis nyebut kompetitor di artikel review ini om, apalagi nyebut harga.

            Saya tidak pakai itu om, tapi saya pakai WordPress Hosting dari Beon yang sudah Include Web Accelerator dan CDN.

            Nah Web Accelerator ini bukan sekedar Caching saja, tapi juga sudah Include Google PageSpeed Module yg bekerja Otomatis mengoptimasi Static Content, salah satunya Mengkompress Gambar dan Mengkonversinya jadi format *.webp.

          • Sucahyo Aji

            Terima kasih penjelasannya.

            Wah maaf, saya kira masih pakai litespeed.

            Dari pengalaman saya, minify me itu tidak banyak membantu mengurangi load karena traffic. It hanya membantu mengurangi pemakaian bandwith. Sementara itu saya lihat kompresi gzip sudah menyala, pemakaian minify jadi lebih tidak signifikan lagi.

            Cache untuk page dynamic yang akan sangat sangat membantu mengurangi load karena traffic. Jadi cache dynamic page itu penting untuk yang trafficnya banyak. Dipakai terutama bila website jadi sangat lambat bila ada postingan baru.

            Sip bila cachenya sudah berfungsi.

            Iya, hosting di Indonesia memang lebih bagus bila pembacanya di Indonesia. Hostingnya hebat karena disebut tanpa pembatasan resource. Biasanya halaman wordpress itu yang kena terutama di cpu resource. Kalau sampai bikin lambat biasanya sama hosting diminta upgrade.

            Dari pengalaman saya, yang bikin lambat loading itu terutama iklan atau embed dari website lain.

            Kalau soal gambar bisa dikecilkan sendiri. Saya menghindari pakai PNG karena nggak akan bisa dikecilkan lagi kalau dari kompresi sudah pakai 9. Saya lebih suka pakai JPG, ukuran biasanya akan jauh lebih kecil.

            Saat mengecek pakai developer tools – network di chrome akan bisa terlihat seberapa besar bandwith yang harus dipakai user.

          • Sama-sama om, senang sekali berdiskusi dengan Anda 🙂

            Meski saya jadi gk enak dengan Rumahweb, karena di form komentar malah membahas produk dari provider lain. Mohon maaf 🙂

            Iya, Engine-nya beda om 😀

            Oh ya ini Contoh ketika Google PageSpeed Module di Beon Web Accelerator sedang beraksi:

            https://uploads.disquscdn.com/images/a541dc4a7452821482bfaec0f2cdd74486a47d49bbed491dacb1d502ec35cbcd.png

            Format Gambar setelah dioptimasi adalah *.webp

            Main Server sendiri menggunakan LiteSpeed, sedangkan Web Accelerator menggunakan Nginx (Baca: Engine X).

            Iya Minify untuk menghemat Bandwidth/Data Transfer, tapi pada akhirnya juga mempercepat Load File yg sudah diminify (dirampingkan).

            Kenapa jika Gzip Aktif Minify jadi tidak signifikan ?

            Iya om, Cache Dynamic itu memang mempercepat, tapi saya rasa jadi aneh saja jika Dinamis malah dicache, jadinya gk relevan nanti datanya, tapi bisa saja sih dilakukan Purge Cache jika toh ada perubahan pada Dynamic Content tersebut.

            Memang benar, Beon Web Accelerator tidak memcache Dynamic Content, kalau CloudFlare setau saya bisa dengan Railgun-nya, beberapa Web Hosting saat ini sudah Include CloudFlare with Railgun.

            Iya benar JPG di beberapa aspek lebih baik daripada PNG, pada GIMP Image Editor juga memang JPG bisa dikompres lebih kecil daripada PNG, karena JPG itu Lossy Compression, sedangkan PNG itu Loseless Compression.

            Untuk Optimasi Manual File Gambar sangat mudah sekali, tinggal Download seluruh gambar, Kompress tanpa mengubah Ukuran Lebar dan Tingginya, dan jangan mengubah nama filenya, lalu Upload lagi. Kalau di WordPress, kita bisa pakai Plugins Otomatis yg namanya WP Smush, Imagify, ShortPixel, dsb, saya sangat terbantu, karena secara otomatis mengoptimasi file gambar ukuran besar hingga lebih dari MB menjadi hanya hitungan KB saja.

          • Sucahyo Aji

            ok.

            saya cek ukuran gambar dari browser saya.

            minigy kan cuma menghilangkan blank space. Sementara gzip akan memperhitungkan blank space tersebut. Jadi ukuran hasil gzip antara yang sudah di minify atau tidak beda sedikit saja.

            Iya, agar bisa akurat, maka cache dynamic harus tahu apakah content kena update atau tidak. Untuk itu lebih akurat kalau pakai plugin cache yang mendukung.

            Iya, blog nggak perlu besar. Yang perlu cpu sama bandwith saja.

            Iya, untuk gambar memang ada otomatisnya. namun kadang lebih sip kalau di tweak dulu.

          • Oh ya, Beon WordPress Hosting kan sudah Include CDN, nah saya cek CDN-nya itu Lokasi Servernya ada di Indonesia, Singapore, Amerika, dan Eropa, dan semua Node Server tersebut sudah menggunakan Beon Web Accelerator di masing-masing server.

          • Om, ini saya sudah menemukan cara menerapkan Beon Web Accelerator dengan X-LiteSpeed Cache.

            Dibawah ini Screenshoot ketika hanya menggunakan X-LiteSpeed Cache saja tanpa Beon Web Accelerator:

            https://uploads.disquscdn.com/images/a45bd10ac7fc39ec7421d9ce535e3ae3ad4387f72482ce97a45023e9573c7512.png

            Na dibawah ini adalah Screenshoot ketika X-LiteSpeed Cache bersinergi dengan Beon Web Accelerator:

            https://uploads.disquscdn.com/images/4616b8ae01b3e45d2a249f7341eb60720d74bfb5c48dcb65ff7a26879ce2fc2d.png

            Peratikanlah pada bagian Server terdeteksi menggunakan Nginx, bukan LiteSpeed, karena www . lukmanulhakim . id mengara pada Server Web Accelerator. Jika om familiar dengan CloudFlare, maka konsepnya sama, yakni www . lukmanulhakim . id saya arahkan ke Server Web Accelerator menggunakan CNAME ke accelerated . lukmanulhakim . id yang sudah saya arahkan ke IP Server Web Accelerator dengan A Record, sedangkan lukmanulhakim.id saya arahkan ke IP Server LiteSpeed dengan menggunakan A Record.

            Untuk menerapkan ini, saya harus mengorbankan Plugins W3 Total Cache, karena Plugins LiteSpeed Cache for WordPress konflik dengan W3 Total Cache dan tidak cukup hanya mendisable fitur Page Cache, dsb pada W3 Total Cache, harus benar-benar Deactivated Plugins W3 Total Cache.

            Jadi kedepannya jika toh saya perlu melakukan Minify, CDN, dsb hanya bisa dilakukan menggunakan Plugins lain secara Independent, misalnya untuk CDN, saya menggunakan Plugins CDN Enabler.

          • Sucahyo Aji

            terima kasih informasinya. sangat berguna.

            Iya, lebih sip bila cache bisa bekerja sama dengan servernya.

          • LiteSpeed Cache emang lebih baik daripada W3 Total Cache

          • Sucahyo Aji

            ok, terima kasih.

            Saya pakai supercache.

    • Salam om Aji, saya sudah melakukan Uji Coba lagi pada Managed WordPress Hosting dari RumahWeb terkait X-LiteSpeed Cache.

      Dan inilah Hasilnya:

      https://uploads.disquscdn.com/images/06155af37ff5ec2227c12e40c5c6e08521cdc027b1a38456ba7e44bf9135acbe.png

      • Entah kenapa Informasi Web Server justru Unknown, tapi saya pastikan WordPress Hosting dari RumahWeb memang menggunakan LiteSpeed Web Server.

        • Sucahyo Aji

          ok, terima kasih infonya

    • Mengenai Beon Web Accelerator yang menunjukkan Status:

      beon-cache-status:BYPASS

      dan

      cache-control:max-age=0, no-cache

      Menurut pihak Technical Beon, itu maksudnya adalah tidak semua Asset pada Blog saya yang dilakukan Caching, namun hanya berfokus hanya pada Static Asset/Content saja seperti Gambar, JS, CSS, dsb

      Memang saya akui, untuk Content Static memang dilakukan Optimasi Google PageSpeed Integration dan Caching.

      Mekanismenya itu: LiteSpeed Web Server (Main Server) > Nginx Web Server (Web Accelerator).

      Kira-kira sama seperti ketika kita menggunakan Proxy pada Komputer kita.

    • Saat ini Blog ini saya migrasikan ke provier lain om 😀

      Mohon maaf jika saya umumkan disini 🙂

      Oh ya, Provider sekarang pakai cPanel, dan saya sekarang sadar, cPanel lebih baik daripada Plesk 😀

      Ini bukti kalau saya tidak Fanatik Beon, Rumahweb, dsb karena dikusi lintas provider kita disini, saya hanya Client, yang jika saya tidak suka, saya pindah, tapi saya gk diam, akan sharing/review, dan mencoba mereview sesantun mungkin 😀

      Kalau dewaweb gimama menurut om ?

      • Sucahyo Aji

        terima kasih infonya. Iya, BEON terlihat lebih mahal. Paket termurah tiramisu 30 ribu per bulan untuk sewa tiga tahun sementara dewaweb dengan space sama 10 ribu perbulan.

        Setelah pakai SSL, websitenya nggak bisa lagi saya buka lewat Chrome karena punya saya windows XP he he.

        ERR_SSL_VERSION_OR_CIPHER_MISMATCH

        • Pakai Windows XP ?, apa tidak masalah di Security ?

          SSL yang digunakan Blog saya adalah menggunakan Teknologi Server Name Identification (SNI) yang memungkinkan Instalasi SSL Certificate tanpa Dedicated IP Address.

          Dan teknologi tersebut baru, kemungkinan tidak kompatibel dengan Windows XP besar sekali 😀

          • Sucahyo Aji

            Terima kasih informasinya. sangat informatif.

            Mungkin karena protocolnya handshake ada yang dihilangkan. Karena pakai httpsnya disqus nggak masalah. Enaknya komen pakai diskus ini. nggak enaknya sama google komen pembaca nggak ikut di indek.

            Untuk hosting, sepertinya memang informasi ada yang disembunyikan. Di rumahweb tidak saya lihat soal bandwith. Sementara di dewaweb tidak disebut soal traffic. Di Qword tidak tercantum keduanya. Di BEON untuk yang versi murah trafiknya cuma 25 ribu. Yang 50 ribu traffic per bulan sudah 130 ribu kalau bulanan.

          • Sebenarnya, dibalik User Interface Disqus Comment ini, Komentar kita juga ditulis dalam format teks biasa loh om, itu saya lihat ketika Disqus gagal terload karena koneksi saya sedang jelek, bahkan di Comment System bawaan WordPress juga secara otoamatis tersalin dari setiap Komentar yang dikirimkan menggunakan Disqus, jadi seharusnya ikut terindex oleh Google.

            Saya sudah mengupdate Artikel Review WordPress Hosting dari RumahWeb ini, selanjutnya saya akan menulis Review WordPress Hosting dari Beon dan General Purpose Cloud Web Hosting dari DewaWeb.

            Memang untuk mengetahui Informasi tersebunyi, kita harus menjadi Client mereka, meskipun mencoba 1 Bulan saja, tapi bagi yang memberikan Trial, kita bisa mencoba secara Gratis. Inilah pentingnya kebijakan Jaminan Uang Kembali.

            Tapi ingat, jika ada sesuatu yang masuk kategori Bad Review, jangan asal share, bahaya !, harus ada limitasi mana yang harus dishare, dan mana yg harus dirahasiakan, karena itu aib. Apalagi kalau problem sudah solved melalui ticket, ya tidak usah dishare lagi. Untuk menilai performa support dan server itu tidak bisa hanya 1 bulan berlangganan, minimal 6 – 12 bulan, kalau hanya untuk melihat “Daleman” dari sisi client, 1 hari juga bisa, tapi idealnya 1 bulan agar tidak buru-buru mengambil kesimpulan.

          • Sucahyo Aji

            terima kasih infonya.

            baru tahu ada comment wordpressnya juga.

          • Iya, jadi Comment yang diposting dari Disqus akan otomatis diposting juga ke Comment System WordPress, tapi Blog ini saya disable Comment System bawaan WordPress, menurut saya lebih baik Disuqs.

            Oh ya, saat Disqus aktif, yang saya maksud itu adalah versi text html, sedangkan Disqus kan dia JavaScript yang langsung meload komentar-komentar langsung dari server disqus, coba deh disable JavaScript di browser, akan keliatan versi teks nya.

            Topic yang asik nih om ngebahas WordPress Hosting, nanti saya buatkan artikel yg mendalam membahas itu.

          • Sucahyo Aji

            Keuntungan adalah beberapa pembaca pakainya login wordpress. Di pilihan login disqus nggak ada login wordpress. Repotnya kalau pakai comment wordpress adalah spamnya, harus pakai akismet plugin.

            Iya, banyak yang perlu dibahas. untuk hosting.

            btw, untuk bisa pakai cloudflare. mengapa hostingnya yang harus support? Apa tidak bisa kita pakai cloudflare walau hostingnya nggak support?

            Bila bisa bukannya jadi berkurang keunggulan dewa web?

            Fitur di cpanel beda hosting juga rasanya beda ya.

          • Apalagi Blogger yang pakai WordPress ya om 😀

            Iya nanti saya coba aktifkan juga WordPress Default Comment System, soal Spam sih gk masalah.

            Dan memang sih pakai WordPress Comments System itu Email kita aman, kalo kita daftarkan ke WordPress.com, maka orang yg tau email kita tidak bisa ngaku-ngaku sebagai kita, karena harus Login dulu untuk memverifikasi kalau yang mengirim komentar pakai Email tersebut adalah pemilik sah-nya.

            Di Disqus, kecuali registrasi di Disqus tentunya 😀

          • Sucahyo Aji

            Iya. Kalau ada link dibiarin saja, justru nambah rating google kecuali content yang tidak disukai google (contoh judi).

          • Iya, biasanya pakai Anchor Link 😀

            Blog saya pakai Akismet sebenernya, soalnya fungsinya gk cuma mencegah Spammer di Komentar, tapi juga BruteForce di Login WP Admin.

          • Sucahyo Aji

            baru tahu, terima kasih infonya.

          • Sama-sama om 😀

          • Oh ternyata tidak ideal WordPress Comment disandingkan dengan Disqus, karena semua komentar di Disqus juga tersalin ke WordPress Comment, jadinya akan terjadi redudansi/duplikat jika WordPress Comment saya munculkan juga.

            Akismet berperan aktif juga memfilter Komentar Spam yang tersalin dari Disqus ke WordPress Comment tersebut, tapi Disqus sendiri sudah kuat sekali Anti Spam-nya.

          • Sucahyo Aji

            ok, iya juga.

          • Mengenai CloudFlare, kenapa hostingnya harus support ?

            Sebenarnya tidak harus support, tapi lebih baik support, kenapa ?

            Karena jika hostingnya support (menjadi partner CloudFlare) maka kita akan mendapatkan kelebihan yakni bisa menggunakan Custom Name Server (Private Name Server menggunakan Child Name Server), dan Railgun, yang mana itu fitur berbayar di CloudFlare, jika hosting menjadi partner CloudFlare, fitur itu gratis, dan kita cukup menggunakan DNS punya provider hosting, tidak mesti punya CloudFlare (Full DNS Zone).

            Karena yang dipointing ke CloudFlare hanya CNAME www yang diarahkan ke www . lukmanulhakim . id . cdn . cloudflare . net

            Nah, itu perlu dukungan dari sisi server hosting (integrasi).

            Begitu juga Railgun, itu harus terinstall dan terkonfigurasi di server hosting, kalau tidak, Railgun tidak bisa digunakan.

            Meskipun Provider Web Hosting yang kita gunakan menjadi Partner CloudFlare, Plan di CloudFlare tetaplah Free Website.

          • Sucahyo Aji

            terima kasih infonya. wah memang perlu banyak belajar. apa kelemahannya kalau pakai DNS punya cloudflare?

            railgun saya baca fungsinya mirip gzip ya.

            Yang saya anggap sip juga itu fitur cloudflare yang bisa cache iklan. Iklan itu sering bikin lambat buka website. Juga embed youtube.

          • Tidak ada ruginya sih pakai DNS punya CloudFlare, malah sangat powerfull DNS Server dari CloudFlare, IPv6 Ready, DNSSEC Support, Resolve DNS Record sangat cepat, karena artinya sudah Full Zone DNS Managed by CloudFlare, hanya saja untuk Free Plan, kita pakai NS Default, nah saya suka sekali Personalisasi, jadi suka pakai Custom Name Server seperti:

            ns1.lukmanulhakim.id
            ns2.lukmanulhakim.id
            dst

            Itu di DNS CloudFlare harus berbayar jika mau seperti itu.

            Dan tanpa Partnership dengan Web Hosting, kita perlu berlangganan Plan berbayar di CloudFlare.

            Railgun itu Improvement dari kemampuan CDN dari CloudFlare om, jadi bukan gzip, kalo gzip tanpa CloudFlare juga bisa Compress All Content di Fitur Optimize Website di cPanel.

            Railgun itu mendeploy/menyebarkan Non-cached Assets Website kita ke seluruh Node Server CDN mereka di berbagai lokasi Server di Seluruh Dunia. Kalau CDN lain hanya melakukan itu pada Static Content, Railgun juga lakukan itu pada Dynamic Content, tapi tidak sampai 100% tentunya.

            Kalau iklan tidak dicache om, karena sifatnya sangat Dinamis, kemunculan iklan itu tergantung budget dari pengiklan, kalo dicache, si pengiklan sudah kehabisan saldo, iklan masih muncul di Publisher 😀

            Sebenarnya, CloudFlare itu akan maksimal jika kita menggunakan DNS Server punya CloudFlare, namun untuk Personalisasi, tentu harus bayar. Kecuali tidak masalah menggunakan Name Server milih CloudFlare.

            Dan ketika Domain menggunakan Full DNS CloudFlare, pengaturan Konfigurasi DNS Record dilakukan di Website CloudFlare, bukan di cPanel lagi.

          • Sucahyo Aji

            wah begitu ya. terima kasih informasinya.

          • Iya, sama-sama om 😀

  • meutia rahmah

    sudah 1 minggu ini saya punya masalah di sana (Rumahweb WordPress Hosting), katanya sih minggu kemarin servernya ada indikasi kena ddos, dan diblok akses keluar, pada prakteknya trafik lokal tidak bisa akses juga. 2 hari kemudian ok tapi ternyata ada masalah DNS

    1. di webmaster tidak bisa fetch, sitemap error, robots.txt tidak terdeteksi
    2. kadang bisa akses kadang tidak, (kumat, sembuh, kumat sembuh
    3. cek via 3rd party tools dns ternyata seperti propagasi ulang terus, cek http error

    prnt dot sc/fbt87j
    prnt dot sc/fbt8jk
    prnt dot sc/fbt8q5
    prnt dot sc/fbt8vp
    prnt dot sc/fbt91g
    prntscr dot com/fbt9q1
    prntscr dot com/fbt9tg
    prntscr dot com/fbt9y2
    prntscr dot com/fbta0g

    melihat postingan ini tampaknya mas Lukman punya pengetauan plus tentang jaringan server da internet.

    Apakah ada kaitannya dengan DNS pihak hosting atau domain, atau plesk atau servernya yang bermasalah?

    sampai saat ini belum ada solusi nyata dari pihak hosting mengenai masalah ini

    Semoga mas Lukman bisa sedikit share dan bisa memperkirakan masalah yang terjadi

    • Wah terimakasih mba Meutia Rahmah karena komentar Anda ini mengingatkan saya kalau DNS Server di Rumahweb memang bermasalah sejak awal, proses Propagasi lama, proses Resolve Zone DNS Record lama, itulah yang menyebabkan Blog mba Rahmah Down, karena A Record untuk Domain Utama tidak resolve.

      Saya turut prihatin mba, kalau saya memang paham mengenai IT, maka masalah DNS itu saya atasi dengan cara menggunakan DNS Server pihak ketiga, bisa pakai Free Managed DNS dari Domain (biasanya dapat Gratis), bisa juga pakai CloudFlare yang lebih powerful.

      Jadi semua Record DNS di Edit DNS Plesk dibuat juga di DNS Server pihak ketiga itu, seperti A Record untuk example.com, CNAME untuk www . example . com, mail . example . com, MX Record untuk example . com, dsb

      Note: example . com maksudnya Domain contoh

      Nah saya baru sadar masalah itu bisa jadi masalah besar jika dialami Client/Pelanggan yang maaf “Awam” mengenai Networking.

      Semoga kedepannya masalah itu sudah bisa diatasi oleh pihak Technical Support Rumahweb ya 🙂

      • meutia rahmah

        Wah terimakasih atas reply-nya mas Lukman.

        Dari artikel ini sedikitnya saya bisa tahu mengenai penyebab dari trouble DNS yang saya alami.

        Kebetulan pas tadi saya komen saya sudah melakukan migrasi ke Dewweb dan sekarang lagi proses propagasi, semoga tidak ada masalah dan bisa resolve cepat.

        1 minggu ini serasa dejavu mengirimkan complain dengan masalah yang sama dalam 1 email tiket yang panjang, kebayang kan mas gimana kesalnya jadi blog hantu kadang muncul kadang hilang.

        apa kata Google nanti…

        salam blogger 🙂

        • Sama-sama 🙂

          Wah pindah ke situ ya ternyata 😀

          Disana memang DNS Server-nya tidak ada masalah, semoga kedepannya di Rumahweb WordPress Hosting tidak ada masalah DNS lagi ya 🙂

          • meutia rahmah

            Pas saya komplain DNS tidak ada jawaban pasti, kalau lihat tidak adanya perbaikan dalam 1 minggu ini sih mereka memang kelihatan bingungnya

            …semoga di hosting baru ini tidak bermasalah.

            Baru saja saya bisa akses blog via laptop, tapi di webmaster masih belum bisa fetch dan sitemap masih error General HTTP error: Domain name not found

            Apakah karena pengaruh propagasi yang belum sempurna ya?

            untuk masalah SSL apakah di dewaweb harus menggunakan plugin agar memaksa traffic http ke https?

            satu lagi mas, saya gunakan WP supercache apa cocok untuk server litespeed?

          • Mengenai masalah akses saat itu yg belum bisa di beberapa ISP, itu wajar, proses penyebaran DNS (Propagasi) masih belum selesai.

            Seharusnya sekarang sudah selesai masa propagasinya dan bisa diakses dari mana saja.

            Untuk HTTP ke HTTPS, sebaiknya pakai Plugins “Realy Simple SSL”, karena selain HTTP to HTTPS, Plugins itu juga mengatasi masalah Mixed Content yang bikin HTTPS jadi ada tanda silangnya.

            Untuk Cache, sebaiknya pakai LiteSpeed Cache Plugins, daripada pakai Cache Plugins lain, karena sesuai namanya, Plugins itu dibuat oleh pihak LiteSpeed sendiri 😀

          • meutia rahmah

            Sekarang sudah bisa 🙂

            Oh iya untuk cache saya nyoba WP Fastest Cache

            Kalau saya test via GTmetrix skor blog saya lebih besar dibanding ketika pakae LiteSpeed.

            Coba deh test sama mas Lukman yang lebih expert 😀

          • Ada banyak faktor sih, salah satunya WP Fastest Cache mendukung fitur Minify, sedangkan LiteSpeed Cache tidak, harus install Plugins Minify lagi.

            Kalau saya sudah tidak terlalu mikirin hasil GT-Metrix 😀

            Soalnya di Blog saya ini banyak aspek yg diluar kuasa saya, misalnya Asset-asset dari Iklan (Ads Network) yang bermasalah di Redirect dan Caching.

            Dan untuk Minify dan Combine, saya gk suka pake itu, karena bikin Theme dan beberapa fitur di Blog saya rusak/gk berfungsi 😀

            Belum ada keluhan sih kalau Blog saya lambat/berat diakses 😀

          • Tadi saya coba pakai WP Fastest Cache, gk bertahan lama, langsung saya hapus 😀

            Lebih baik LiteSpeed Cache, khususnya mengenai Overhead (kebutuhan resource server saat plugins beroperasi).

            Hasilnya lebih cepat daripada WP Fastest Cache, karena LiteSpeed Cache itu didukung oleh Web Server LiteSpeed Enterprise.

            Saya gk suka Plugins All In One kayak W3 Total Cache, WP Fastest Cache, dsb gitu mba, lebih suka terpisah tapi Powerful, gratisnya juga gk stengah-stengah, mba liat sendiri WP Fastest Cache itu banyak fitur yg gk bisa dipake buat Free User, mesti beli versi Premium.

            Lebih baik satu fungsi per plugin, Developernya juga gk nuntut bayaran/premium untuk ngasih yg terbaik, karena stress yg dia dapat saat bikin plugins spesialis lebih ringan daripada saat bikin plugins all in one.

            Dan mba tau sendiri, biasanya “Dokter Spesialis” itu lebih baik daripada “Dokter Umum” kan ? 😀

          • meutia rahmah

            Hehehe gak tau juga sih, mungkin saya terlalu memikirkan penilaian GTmetrix dan PageSpeed Insight, meskipun hakikatnya penilaian mereka hanya saran agar blog lebih cepat.

            Untuk kedua hal tadi WPFC+Velicious.io memberikan perubahan signifikan dalan hal score 😀

            Oh ya ternyata core cpu pengaruh juga ya, blog yang satu lagi tidak bisa dibuka, padalah waktu di RumahWeb baik2 saja 1 hosting dengan 2 blog yang memang dipenuhi plugin.

            Akhirnya saya preteli beberapa plugin, dan bisa terbuka.

            artinya jika memang core berpengaruh, cons Dewaweb terletak pada core CPU.

          • Saya sudah tidak terobsesi lagi dengan hasil benchmark mba 🙂

            Mengenai Plugins Performance dan Speed, setiap Blogger punya andalannya masing-masing 🙂

            Dan mengenai CPU Core di Dewaweb, jika dibandingkan dengan Provider lain, bisa dikatakan Cons karena disana CPU Core mahal 😀

            Karena dengan harga yang sama bahkan lebih murah, kita bisa dapat paket dengan CPU Core lebih banyak.

            Dan secara Teknologi, Infrastruktu baik Hardware dan Software, masing-masing provider berbeda-beda mba, dan tentu biaya/cost/investasinya juga beda. Makanya kebijakannya beda-beda dalam hal alokasi resource, maklum saja.

            Biasanya yang mengalami masalah CPU Usage tinggi memang pengguna Plugins yang terlalu banyak mba, tidak dioptimasi. Itu tidak ada hubungannya dengan traffic, ibarat kita punya komputer, diinstall banyak software dan dibuka semua secara bersamaan.

          • meutia rahmah

            baru saja saya mengaktifkan cloudflare+railgun dengan kondisi lets encyrpt aktif.

            sesaat sih tidak bisa diakses oleh browser dengan notifikasi SSL_ERROR_NO_CYPHER_OVERLAP tapi beberapa menit kemudian
            normal kembali.

            Waktu chat dengan support saya disarankan untuk menonaktifkan lets encyrpt kalau ingin menggunakan cloudflare, katanya nanti bisa error

            yang jadi pertanyaan kok normal2 saja ya, dan saya penasaran juga SSL yang aktif sekarang apa dari cf atau server

            selamat menikmati hidangan sahur

          • Mengenai CloudFlare, itu Ninja Support Dewaweb gk update, padahal mereka sudah saya kasih tau 😀

            Sekarang CloudFlare sudah support SSL, caranya kalo mba pakai Let’s Encrypt, pilih Mode SSL jadi Full (Strict), opsinya ada di Tab “Crypto” di CloudFlare.com (gk bisa lewat cPanel).

            https://uploads.disquscdn.com/images/941cd5c15d552dcef9e50bfe22d4f8a3d61ffd1219e8ceae3357624716baefe9.png

          • Gan, email management at dewaweb.com itu email CEO nya atau pihak manajemen nya, gan?

          • Gan, kalo mengenai email managemen dewaweb tadi itu pihak management atau CEO nya, gan? Ane heran aja kok pake nama “management” di alamat e-mail nya, gk langsung pake namanya saja atau “ceo” gitu. Hehehe 🙂

            Btw, bolehkah ane langsung hubungi beliau? Soalnya ane mau kasih saran buat memudahkan calon konsumen kedepannya. 🙂

            NB: Ane gak sebut alamat email nya, karena di anggap SPAM sama Disqus

          • Jangankan di email management gan, di Ticket saja kalau sudah masuk level L3 Support itu CEO (Pak Edy Budiman) yang handle 😀

            Karena pak Edy itu selain Founder, Owner, dan CEO, beliau juga CTO (Chief Technical Officer).

          • Kalo pake CloudFlare sama Railgun nya gimana, kan disitu ada Minify sama Rocket Loadernya juga, gan?

            Btw, Script Optimizer nya yang mana, gan? kok banyak macem nya, yang agan pake itu di buat oleh developer siapa? Boleh kasih link nya? 🙂

          • CloudFlare ada fitur Auto Minify untuk CSS, JSS, dan HTML, tapi sering tidak berfungsi dengan alasan failsave.

            Ada syarat-syarat tertentu agar Minify CloudFlare berfungsi.

            Saya sendiri sangat terbantu dengan fitur Minify dari CloudFlare, jadi meski sebenarnya aslinya tidak diminify, tapi karena melalui server cloudflare (CDN Reverse Proxy), maka file-file diatas itu otomatis diminify oleh CloudFlare.

            Kalau Railgun, itu tergantung support dari web hosting, kalau Dewaweb, IDCloudHost mereka support, kalau Rumahweb WordPress Hosting, Beon WordPress Hosting mereka tidak support. Soalnya perlu Partnership antara hosting Provider dengan CloudFlare 😀

            Mengenai Rocket Loader, meski masih Beta saat reply ini saya posting, tapi cukup baik performance nya, terbukti score di GTMetrix pun naik 😀

            Rocket Loader itu fungsinya mengoptimasi JavaScript di Website.

            CloudFlare itu seandainya baiaya paket pro dan bisnisnya murah, saya pasti berlangganan, masalahnya mahal banget, mungkin untuk mengcover biaya (cost) free website 😀

            Dan mengenai Plugins Script Optimizer, saya sudah tidak pakai itu lagi dan tidak saya rekomendasi, sering bikin error plugins lain, misal: Lightbox jadi tidak berfungsi.

            Alternative yang paling mantap saat ini adalah MMR (Marge + Minify + Refresh), bisa dicari di Plugins Directory WordPress di WP-Admin, ketik saja keyword: “mmr” di form pencarian plugins, langsung dapat kok 😀

            Perhatian semuanya: Mengenai statement di komentar artikel saya yang menyatakan “saya pindah ke provider hosting A, B, C, dsb” itu adalah informasi saat itu dan bukan berarti saat ini Blog saya dihosting di provider yang saya sebutkan itu, saya mudah gonta ganti provider web hosting jika saya tidak cocok lagi, dan log diskusi seperti diatas itu besar kemungkinan sudah tidak relevant lagi.

            Saya juga mohon maaf kepada pihak Rumahweb selaku Hosting Provider yang saya review disini, tapi justru di bagian komentar malah OOT (Out of Topic) mendiskusikan provider lain yang notabene adalah kompetitor bisnis, saya hanya menjawab komentar pembaca dan maafkan saya jika saya terbawa suasana.

  • Muhammad Fadillah Arsa

    Makasih infonya MAS

  • Yanto Musthofa

    Ini artikel yang sedang saya cari. Tapi, sebagai blogger awam, saya masih butuh waktu untuk mencerna, karena cukup banyak istilah teknis yang belum saya mengerti. Sebagian info yang sudah berhasil saya cerna sangat berguna. Terimakasih. Salam.



×
SSL Verified