L

Pindah dari Rokok ke Vapor: Review dari Perokok Kelas Berat !


Bismillahirrohmanirrohim


Smoant Sharon TC218 dengan Druga RDA

Kalau untuk kategori perokok aktif, saya ini perokok kelas berat !

Karena saya tidak “setia” pada satu merek rokok, saya bisa hisap semuanya dan saya tidak cukup satu batang rokok dalam satu sesi merokok, bisa berbatang-batang sampai saya mual sendiri, kawan saya baru satu batang, saya sudah tiga batang, meski begitu, saya sangat mudah berhenti merokok, meski nanti balik lagi karena pengaruh lingkungan 😀

Satu hal yang selama ini saya keluhkan pada rokok adalah zat kimia sampingan selain nikotin, yakni yang paling tidak saya suka adalah Tar dan Monoksida. Tentu saja aroma dan rasa tembakau itu sendiri yang mengganggu orang yang tidak suka. Kala saya sih suka-suka saja, lah tidak ada pilihan lain kan ?

Kemudian, saya terpikir untuk beralih dari rokok ke vapor, apalagi saya saat itu tengah proses menuju pernikahan, saya tau betul calon istri saya benci aroma rokok dan segala sesuatunya.

Saya pun tak tega nanti mencium bibir istri saya dengan mulut saya yang menurut dia adalah bau rokok yang bagi dia adalah menjijikan. Haha ngevape demi istri nih ya, semoga ada pahalanya, terlepas dari kontroversial hukum rokok, minimal saya sudah mengurangi zat kimia berbahaya yang ada di rokok 😀

Jujur saja, saya pun tidak suka bau mulut perokok !

Alhamdulillah, budget untuk beralih ke vapor juga ada, memang tidak sedikit sekitar 2 jutaan lebih, itu pun padahal saya sudah menggunakan MOD yang harganya murah, dibawah 1 juta, tapi meski begitu, MOD yang saya gunakan adalah Flagship dari produsennya yakni Smoant. Mahalnya hobi baru saya ini adalah membeli toolkit termasuk kawatnya. Padahal untuk komponen utama saja sudah tidak murah, karena saya tidak main Starter Kit, saya langsung Custom sendiri, semua terpisah.

MOD itu saya beli tanpa hunting review dan spesifikasinya di internet sama sekali, saya mendatangi toko-toko vape di kota saya niatnya untuk mencari MOD dengan Chip DNA 250, karena saya sudah ngebet banget pengen ngevape, jadi saya putuskan untuk tidak beli secara online. Di toko offline di kota saya tidak ada yang ready stock MOD dengan Chip DNA 250, menurut penjaga tokonya, memang pangsa pasar MOD disini adalah yang harganya dibawah 1 juta.

Saya memilih Smoant Sharon TC218 itu sebenarnya setelah sharing dengan penjaga toko vape yang saya datangi, dan kebetulan juga ada pelanggan yang datang membeli liquid yang kebetulan juga pengguna Sharon TC218 dan dia sangat merekomendasikannya.

Syukurlah, harga Smoant Sharon TC218 di toko tersebut standard, tidak seperti biasanya apa-apa jadi mahal kalau sudah ready stock di Kalimantan Selatan.

Lalu mengenai Atomizer, saya benar-benar random banget dalam memilihnya, acuan saya cuma warna, pokoknya harus warna hitam, sama seperti warna MOD-nya, selain warna, desain juga menjadi acuan saya, tapi ketika desainnya saya suka, eh terkendala di warna yang bukan hitam. Saya belum tau soal flavor, dsb

Saya pun memilih Mashroom Cloud (MC) dari Smockjoy yang overall sangat tidak nyaman sekali digunakan !, mana harganya mahal sekelas RDA populer seperti Druga misalnya.

Lucunya, di toko tersebut sebenarnya ada kok RDA Authentic yang recommended sejuta umat seperti Druga RDA, hanya saja warnanya tidak hitam 😀

Jujur saja, saya benar-benar blind buyer saat itu !

MC RDA tersebut sangat tidak nyaman digunakan, mudah sekali terjadi spitback, dan liquid mudah meler ke mulut, meski secara flavor dan cloud tidak jelek-jelek amat kok. Ini adalah RDA Anti-mainstream karena belum ada reviewer Indonesia yang mengulasnya. Mungkin karena memang tidak populer karena mengecewakan itu tadi. Sungguh pengalaman vaping paling tidak mengenakkan pakai MC RDA itu sob.

Kalau mengenai Battery, saya memilih Blackcell, simple saja alasannya, desainnya keren, tulisan spesifikasinya gede, meski saya tau betul itu tidak relevant, karena baterai seperti itu cuma rewrap, kalau tidak salah Blackcell pakai Cell dari LG. Tapi tidak masalah karena ada value added berupa desain yang premium dan disertakan battery box berbahan akrilik untuk membawa baterai lebih aman jika dimasukkan ke dalam tas atau bag.

Liquid ?, saya kena zonk juga sob, beli liquid USA Repack, sampai detik ini tidak saya pakai lagi 😀

Sekarang saya sangat nyaman sekali pakai liquid lokal premium yakni Dark Luna.

Perjalanan saya tidak cukup sampai disitu saja, banyak sekali vapor stuff yang saya order, kebanyakannya sih di Online Market Place (Mahal di ongkir, untung saja lagi promo diskon J&T), tapi tidak sedikit juga yang order di toko offline di kota saya, meski harganya emang lebih mahal, tapi worth it lah value-nya, karena tidak nunggu lama dan itung-itung ongkir juga.

 

Berikut adalah vapor stuff yang saya miliki saat artikel ini saya tulis:

  1. MOD Smoant Sharon TC218 (Flagship saat saya beli).
  2. Atomizer Druga RDA by Augvape (Finnaly ini final, saya gk nyoba-nyoba Atomizer lain lagi).
  3. Aromizer MC by Smockjoy (Fail !)
  4. Battery Blackcell (4 Unit, 2 untuk dipakai di MOD, 2 lagi untuk cadangan, direcharge pakai Charger External).
  5. Charger AWT C2 (Dua Slot Baterai, ada opsi mau berapa Ampere ngecharge-nya).
  6. Toolkit Coil Master DIY Kit Mini.
  7. Liquid Dark Luna dengan Nicotine 3 mg dan 6 mg (Ini sesekali aja, ngefly banget soalnya, dan TH-nya lumayan).
  8. Tweezer Stainless Steel Lancip Melengkung by Gooi (Ini beli karena darurat untuk kebutuhan wicking).
  9. Tweezer Black Ceramic by Coil Master (Ini pelengkap DIY Kit Mini karena lebih baik daripada Tweezer bawaannya).
  10. Coil Brush by Coil Master (Ini juga pelengkap DIY Kit Mini untuk ngebersihin Coil agar tidak perlu diburning terlalu sering).
  11. RDA Cap Ultem untuk Druga (Ini variasi aja soalnya Driptip akan pakai Doctip, dan Cap bawaannya agak penyok karena terjatuh).
  12. Doctip untuk Druga (Ini variasi, penasaran pengen nyoba aja, dan agar tidak monoton ketika saya pakai Cap Ultem).
  13. Kawat Ni80 RoHS Germanny ukuran AWG 24 150gr (Praktisi Teknik Electro tau betul kalau beli kawat tuh berdasarkan berat akan lebih murah)
  14. Fused Clapton by Bakey Wire (Ini gk jelas banget, tidak ada spesifikasinya di kemasannya, tapi lumayan oke sih ya ketika saya gunakan, mahal banget).
  15. Muji Japanese Organic Cotton (Ini nyoba aja, beli eceran, dan ada kelebihan dan kekurangannya tersendiri).
  16. Cotton King (Ini beli sekalian MOD di toko yang sama, adanya cuma ini, lumayan oke sih ya, termasuk Premium Cotton, tapi kemungkinan tidak akan repeat order, saya lebih prefer Atomix Premium Blend dan Cotton Bacon).
  17. Liquid Caramel Frapp (Ini Zonk, sumpah gk enak menurut saya !, nyesel belinya, Liquid USA Repack).
  18. Coil Brush by Vapejoy (Saya juga nyesel beli ini, agak riskan dimasukkan ke dalam bag DIY Kit Mini by Coil Master, beresiko merusak bagian dalam bag maupun tool lain di dalamnya, cocoknya ini tidak dimasukkan ke dalam bag).

Saya beli Authentic semua, saya tidak main Clone 😀

Dan list di atas itu pasti nambah lagi dikemudian hari.

Beberapa yang saya beli agak terpaksa karena urgent tidak punya waktu nunggu proses pengiriman jika beli online ya Tweezer by Gooi, Atomizer MC by Smokjoy, Coil Brush by Vapejoy. Soalnya pada akhirnya saya beli DIY Kit Mini by Coil Master yang sudah termasuk Tweezer yang juga berfungsi sebagai wrech untuk mengencangkan Atomizer, meski saya beli lagi Tweezer khusus berbahan keramik dan berwarna hitam by Coil Master, alasannya karena ceramic putih ya bakalan gosong juga kalau sering dipakai (Soalnya bakalan sering dipakai untuk meratakan coil dalam kondisi panas), secara estetika tidak sedap dipandang kalau sudah gosong, dan yah tweezer bawaan DIY Kit Mini itu kecil dan kurang nyaman dipakai menurut saya, tapi fitur atomizer wrech-nya cukup berguna.

Kalau Coil Brush by Coil Master saya beli terpisah juga, alasan saya beli itu karena bagian sikat kawatnya memiliki cap/tutup, kalau Coil Brush by Vapejoy tidak.

Coil Brush juga berfungsi sebagai Coil Stick untuk mengatur posisi coil setelah dipasang ke posh di Atomizer. Ya meski bahannya metal, tidak keramik, tapi tidak masalah karena saya pakai Electrical Mod, kalau Mechanical Mod tidak disarankan, Mechanical Mod lebih baik pakai Ceramic Coil Stick, atau re-coil dilakukan pada alat khusus bernama Tab, yang berfungsi juga untuk firing/burning, ohm dan volt meter. Yupz karena saya pakai Electrical Mod, maka saya tidak perlu Tab. Re-coiling bisa dilakukan di atas MOD dalam posisi Off.

Makanya saya pilih DIY Kit Mini by Coil Master, bukan DIY Kit V3 by Coil Master yang lebih lengkap tapi ada alat yang tidak saya butuhkan yakni Tab dan tang jepit, sisanya sudah saya miliki seperti Tweezer lancip melengkung, tweezer ceramic, dan alat lainnya yang bisa saya masukkan juga pada Bag DIY Kit Mini by Coil Master. Personal preferensi saya adalah ukuran bag yang minimalis agar bisa lebih ringkas dibawa kemana-mana dan saya tidak suka penempatan tools berupa slot, lebih suka berupa strap.

Ini saya memilih cara yang tidak simple yakni hunting terpisah, bukan starter kit, dan ini tidaklah final, tapi setidaknya untuk kedepannya tidak akan banyak lagi pengeluaran saya untuk vapor stuff. Palingan nanti budget saya akan saya alokasikan untuk re-stock kapas, dan kawat, serta liquid.

Saya memilih untuk tidak gila-gilaan dalam riset trial and error mencoba semua pilihan yang ada, beruntung sekali Druga RDA sudah mengcover semua ekspektasi saya.

Mungkin selanjutnya saya akan alokasikan dana untuk beli RDTA dan Alien Wire (Roll, bukan Pre-build), soalnya Druga RDA ini optimized banget untuk Alien Wire, bahkan saya perhatikan di event tertentu, designer Druga berkolaborasi dengan Coil Builder untuk menduetkan Druga dengan Alien Wire Claptop Twisted Messed, karena ingin menonjolkan karakter Druga yakni Warm.

Saya pribadi sebenarnya tidak terlalu suka Fused Clapton maupun Alien Wire, karena sangat-sangat mudah terjadi Spitback !, tapi benefitnya coil jadi awet, bisa dipakai selama sebulan.

Mengenai Liquid, biarlah seiring waktu berlalu, saya juga nanti nemu yang baru, untuk sekarang ini sudah nyaman banget pakai Dark Luna.

Kalau kawat, saya fix pakai Ni80 AWG 24, kalau dibuat jadi coil saya fix pakai diameter 3 mm dan dibuat jadi 6 lilitan.

 

Kelebihan Vaping

Well, banyak sih kelebihan vaping yang saya bisa rasakan, yakni ibarat ekstrak kulit manggis yang hanya mengambil zat yang diinginkan dan membuang zat yang tidak diinginkan saja, maka liquid/ejuice juga begitu, kan rokok itu pada intinya adalah nikotin, nah di liquid vape (Agak risih nyebutin istilah ini karena ada produk obat nyamuk racun serangga bermerek Vape) juga mengandung nikotin, tapi liquid vape tidak mengandung zat lain yang menjadi sampah hasil pembakaran di rokok yakni yang paling tidak saya sukai adalah TAR.

Karena tidak mengandung Tar, maka kulit wajah saya lebih cerah, lebih muda, lebih ganteng 😀

Begitu juga gigi saja sudah tidak kuning lagi, dan hidung saya juga bersih banget. Dulu saat saya masih merokok, lubang hidung saya kalau dibersihkan pakai tissue maka tissue itu akan menjadi kuning, menjijikkan banget. Kalau hidung saja pencet, terasa bau tidak sedap.

Ngomong-ngomong bau, nah mulut saya jadi wangi, ruangan dimana saya vaping pun ikutan wangi, pakaian dan badan saya pun ikutan wangi, bahkan kulit wajah saya pun wangi ketika dicium, dan agak manis ketika dikecup (Ini yang saya maksud vaping demi istri).

Aroma vape ini bagi sebagian orang sangat disukai, meskipun bukan vaper, tapi hati-hati jika vaping deket anak kecil, mereka doyan 😀 (Jangan biarkan anak kecil dan ibu hamil menghirup asap vape kita !).

Pokoknya apa yang tidak enaknya dari aktivitas merokok selama ini, itu hilang, tidak ada semuanya di vaping, kecuali efek putus nikotin dan nagih dosis nikotin yang tetap ada, ya iya lah liquid vape juga mengandung nikotin.

Tapi efek “Sakau” ketika lama tidak vaping itu tidak terlalu menyiksa seperti ketika lama tidak merokok.

Bagi yang suka ngerokok sambil rebahan di kasur lebih aman kalo vaping, tidak ada potensi kebakaran karena bara rokok yang jatuh ke kasur, bagi perokok kretek juga tidak ada potensi kejatuhan bara api ke benda-benda berharga seperti baju, laptop, dsb

Saya selama merokok, kalau bangun tidur itu mulut rasanya asep, minum air putih sangat tidak nyaman sekali, maka dari itu sering minum air yang mengandung gula. Ketika beralih ke vaping, itu tidak terjadi lagi, saya jadi suka minum air putih.

Selain itu, kalau bangun tidur saya selalu mengalami sakit kepala, pusing, mual, batuk-batuk mengeluarkan dahak yang berisi Tar, namun setelah beralih ke vaping, semua itu sudah tidak terjadi lagi.

 

Kekurangan Vaping

Pertama-tama tentu saja biaya yang harus dikeluarkan, untuk memulainya saja tidak murah !, biaya liquid per bulan bisa sama atau bahkan lebih mahal daripada biaya beli rokok, karena vaping tidak melulu soal liquid, tapi juga maintenance ganti coil dan kapas serta biaya listrik untuk ngecharge baterai. Tapi bagi saya ini bisa dimaklumi, bukankah yang lebih baik itu wajar saja jika lebih mahal ?, dalam hal ini, vaping lebih baik segalanya daripada rokok.

Belum lagi kalau kebablasan jadi nyobain banyak liquid, MOD, Atomizer, Wire, Cotton, dsb, banyak yang bilang kalau “Racun” nya Vaping ya ngabisin duit buat trial and error membeli vapor stuff, bahkan banyak yang zonk beli liquid loh, di tester sih oke, pas dibeli, dipakai beberapa kali di rumah, eh gk enak 😀

Lalu kalau mau vaping, kita mesti bahkan wajib mengerti segala teknikal mengenai vaping, jangan asal pakai, bahaya !

Makanya vaping khusus 18+, karena usia segitu sudah dianggap dewasa, bisa menilai baik dan buruknya dan secara akal lebih jalan, jadi lebih mengerti teknikalnya.

Lalu mengenai nikotin, di liquid vape itu per 1 mL loh, jadi misalnya liquid dengan kadar nikotin 3 mg, itu artinya 3 mg per 1 mL, bukan satu botol. Kalau rokok, kadar nikotin yang tertera di kemasan adalah untuk per 1 batang rokok, itu pun kisaran saja, bisa lebih dari itu. Pada liquid vape, komposisi lebih terukur, termasuk dosis nikotin.

Tapi kabar baiknya, asap/uap liquid mengandung nikotin dari liquid vaping hanya 80% saja yang masuk ke tubuh melalui paru-paru, tidak seperti rokok. Makanya perhatikanlah, asap rokok cukup banyak dihisap tapi yang keluar sedikit, berbeda dengan asap vape yang ngebul.

Tapi, karena efek mual dan rasa tidak nyaman pada rokok ketika terlalu banyak merokok tidak ada pada vape, maka satu-satunya signal untuk kita rehat sejenak dari aktivitas vaping cuma rasa ngefly yang udah bikin pusing, bahkan ada yang tangannya sampai gemeteran dan badan lemes semua.

Efek nambah dosis nikotin juga ada pada vaping !, hati-hati banget kalau tidak dikendalikan, makan vaping udah mirip kayak drug yang memberikan efek ngefly berlebihan. Aktivitas vaping yang terus menerus disebut “Chain Vaping”, bener-bener tidak ada efek mual, dsb seperti ketika merokok kalau kebanyakan, yang ada kepala udah pusing (Tidak seperti pusing mabuk naik kendaraan/kapal), tapi efeknya ya ngefly itu tadi. Sangat tidak direkomendasikan Chain Vaping saat berkendara dan mengoperasikan mesin.

Lalu, potensi bahaya dari aktivitas vaping bisa juga dari kelalaian kita dalam mengganti coil dan kapas. Ya, hati-hati jika coil sudah berasa logam, lekaslah ganti, begitu juga ketika kapas sudah berasa gosong, cepat-cepat diganti. Khususnya bagi Chain Vaper, Anda bisa terpapar logam berat seperti Nikel dari kawat coil Ni80, Ni90, Ni200.

Untuk memperpanjang masa pakai coil, jangan dilakukan burning sampai merah membara, cukup dipanaskan saja lalu disikat pakai sikat kawat/brush.

 

Kesimpulan

Semua punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, saat ini kelebihan vaping lebih banyak ketimbang rokok.

Vaping bukan mainan anak kecil yang bisa asal pakai, perlu pengetahuan seputar vaping yang bisa dipelajari secara bebas di internet (Ini yang bikin perokok males pindah ke vaping karena tidak mengerti). Diperlukan pengetahuan dasar elektronika untuk bisa masuk level advance dalam dunia vaping.

Dengan Anda ngevaping, itu artinya Anda paham resikonya dan Anda tanggung sendiri.

Vaping tidak bisa sembarangan, pemilihan liquid, kawat, dan kapas serta baterai tidak bisa sembarangan.

Do It With Your Own Risk !

Powered by Dewaweb


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai


Disqus Comments



×
SSL Verified