L

Perlukah Pakai Modul Check Engine untuk Alarm Remote ?


Bismillahirrohmanirrohim


Modul Check Engine Alarm Remote

Alat ini sukses bikin harga alarm motor jadi lebih mahal ketika dipaketkan (Bundling) dengan Check Engine Module ini 😀

Harganya lumayan sob, berkisar antara 55 – 124rb (Terakhir saya cek) di Tokopedia, tergantung seller dan produknya juga.

Pertanyaannya, kenapa banyak produsen Alarm tidak menyertakan fitur Check Engine ini pada Modul Alarm-nya ?, padahal simple saja konsepnya, yakni Jeda (Delay), setelah tombol petir/starter di remote dipencet 2x, maka kontak on dulu, jeda sekitar 3 detik baru kemudian electric starter menyala.

 

Baca Juga: Perlukah Fitur Power Backup Baterai 9V pada Alarm Remote ?

 

Kenapa tidak pencet 1x = Kontak On, lalu 1x lagi = Electric Starter On ?

Justru ketika pencet 1x itu cuma menyalakan lampu sign/sen saja untuk fitur Finding dalam Silent Mode tanpa Sirene.

Hal itu dilakukan karena mencegah mesin menyala tanpa sengaja karena tombol petir terpencet 1x. Itulah kenapa standardnya menyalakan mesin lewat remote adalah 2x pencet tombol petir di remote, itu pun dilakukan secara cepat.

Bayangkan jika mesin tidak sengaja menyala ketika gear/gigi pada motor manual dalam posisi masuk, gigi 1 pula ?

 

Lantas apakah Modul Check Engine itu cuma gimmick ?

Ini bukan gimmick sob, karena ini simulasi perilaku saja 😀

Dan arahnya saat ini produsen modul alarm remote sudah mulai menyematkan fitur ini secara internal di modul alarm utamanya, sehingga harga bisa ditekan, lebih murah daripada menggunakan modul check engine external/terpisah.

 

Jenis Modul Check Engine

Sebelum ke pembahasan intinya, boleh dong dibookmark lalu share artkel ini di sosmed  ?, wah jadi kayak video di YouTube aja 😀

 

Setidaknya ada 2 jenis konsep kerja modul check engine yang saya temukan di pasaran, salah satunya sudah langka karena trendnya mungkin sudah tidak ada karena dianggap biasa. Kan orang lebih suka yang auto-auto (Otomatis) ?

Disini saya tidak akan bahas bagaimana rangkaian komponen elektroniknya.

Jenis Modul Check Engine tersebut adalah:

Delay (Jeda), ada yang bisa diatur pakai Trimpot (Trimer) sejenis Timer Knob yang diputar untuk menentukan waktu jedanya, tapi ada juga yang timingnya permanent, tidak bisa diubah.

Ini konsep kerjanya adalah ketika tombol petir di remote dipencet 2x, maka kontak on tapi akan ada jeda sekian detik yang diasumsikan lampu check engine sudah berhenti menyala, lalu ketika jeda waktu sudah habis, misalnya 3 detik, maka electric starter pun menyala dan mesin pun menyala.

Modul jenis ini juga biasa disebut “Auto Check Engine”. Makanya banyak jadi pilihan pengguna 😀

 

2 Step Switch On, nah ini langka sob dipasaran saat ini (Terakhir saya cek), jadi modul check engine ini jika digunakan, tombol petir di remote jadi punya dua fungsi, yakni hanya kontak on, dan kemudian menyalakan electric starter.

Ini konsep kerjanya adalah ketika tombol petir di remote dipencet 2x, maka kontak on saja, tidak ada delay (Timing), atau apa pun, pokoknya hanya kontak on, seperti ketika kita menyalakan kontak on pakai kunci kontak.

Lalu jika ingin menyalakan mesin, pencet 2x lagi tombol petir di remote, maka electric starter menyala dan mesin pun menyala.

Modul jenis ini tidak sesimple yang jenis Delay, tapi bisa berfungsi sebagai kontak on saja jika kita bermaksud menyalakan kelistrikan motor tanpa menyalakan mesin.

Modul jenis inilah yang benar-benar mensimulasikan ketika kita secara manual menghidupkan mesin motor menggunakan kunci kontak yang bisa terbagi dua kondisi, yakni hanya kontak on untuk menyalakan kelistrikan saja, atau kontak on lalu menyalakan mesin (2 Step On).

 

Bukannya mesin bisa dimatikan dengan Side Stand Switch ?

Tapi jika mesin dimatikan pakai Side Stand Switch, lampu utama (AHO) akan terus menyala (Jenis Bohlam, kalau LED sih sejak kontak on sudah menyala). Tapi jika menggunakan saklar lampu modifan (Anti AHO), maka modul check engine jenis 2 Step ini jadi kehilangan manfaatnya, karena lebih ribet dibanding modul jenis delay.

Itulah kenapa, Check Engine jenis 2 Step Swith On ini hilang dari pasaran (Sejauh pencarian saya), dan digantikan oleh Check Engine jenis Delay.

Apalagi jika kita hanya ingin menyalakan kelistrikan motor saja tanpa menyalakan mesin, sebelum menekan tombol petir 2x di remote kita bisa turunkan dulu Side Stand untuk mengaktifkan Side Stand Swith, maka motor hanya menghidupkan kelistrikan, mesin tidak menyala ketika kita menekan tombol petir 2x di remote alarm.

Oh ya, kalau mau liat gimana modul check engine jenis ini, maka Anda bisa lihat gambar di atas pada awal artikel ini.

Powered by Dewaweb


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai


Disqus Comments



×
SSL Verified