L

Mengenai Entry Process dan Perlukah Limit Lebih dari 20 ?


Bismillahirrohmanirrohim


CloudLinux Web Hosting

Saya merasa perlu membahas ini, karena banyak kawan-kawan Blogger yang masih bingung apa itu Entry Process yang pada Layanan Managed WordPress Hosting biasanya menjadi “Andalan” mereka.

Jika pada Shared Hosting Umum (General Purpose Web Hosting) biasanya Entry Process ini berkisar antara 10 sampai 20 Entry Process, maka pada Managed WordPress Hosting bisa jauh lebih banyak dari itu, yakni antara 30 bahkan sampai 800 Entry Process !

Tapi, tahukah sobat kalau itu hanya Gimmick Marketing saja agar Layanan Managed WordPress Hosting terkesan “High Spec” ?

Dan tahukan sobat kalau Limit sebanyak itu diperlukan karena Server tidak memiliki perlindungan yang baik terhadap serangan DDoS dan Fake/Spam Traffic ?

Angka 20 Entry Process yang saya masukkan kedalam Judul Artikel ini, itu karena mayoritas Web Hosting Non-Managed WordPress Hosting saat ini yang menggunakan CloudLinux sebagai Sistem Operasi Servernya, biasanya memberikan Limit sampai 20 Entry Process yang merupakan angka berdasarkan dari rekomendasi Best Practice dari CloudLinux sendiri (berdasarkan hasil Riset). Bahwa Limit 20 Entry Process adalah yang paling ideal.

Diluaran sana bahkan ada yang memberikan Limit Entry Process dibawah 20 😀

 

Apa Itu Entry Process ?

Berdasarkan CloudLinux Doccument mengenai Entry Process Limit:

Entry processes limit control the number of entries into LVE. Each time a process ‘enters’ into LVE, we increment the counter. Each time process exits LVE, we decrement the counter. We don’t count processes that are created inside LVE itself. It is also know as ‘Apache concurrent connections’ limit.

Diawal, saya sudah singgung sedikit mengenai CloudLinux yang merupakan Sistem Operasi (OS) paling populer untuk kebutuhan Shared Web Hosting karena sudah “Semi” VPS dengan kemampuan Virtualisasinya.

Ya, Entry Process adalah salah satu konfigurasi dari CloudLinux yakni dari Fitur Lightweight Virtual Environment (LVE).

Secara Etimologis (Bahasa), Entry Proses terdiri dari 2 suku kata, yakni “Entry” (Masuk) dan “Process” (Proses).

Secara Terminologis (Istilah dan Kegunaan), Entry Process sesuai namanya, adalah Quota dari Proses yang bisa masuk untuk menggunakan Resource yang ada pada Server.

The process enter’s into LVE when there is a new HTTP request for CGI/PHP

Proses tersebut adalah Proses PHP/CGI yang berjalan berdasarkan HTTP Request yang masuk dari Traffic/Visitor Website/Blog kita.

Dan itu dihitung berdasarkan waktu, yakni harus terjadi dalam Single Time, yakni waktu yang persis bersamaan, bahkan dalam skala detik.

Pada praktiknya, itu hampir tidak terjadi 😀

Banyak orang yang keliru mengartikan Entry Process sebagai Limit Visitor yang Online dalam waktu bersamaan, bukan itu. Karena setelah Proses sudah selesai, halaman sudah terload semua, maka Script yang baik harusnya melakukan “Kill” atau “Release” dari proses tersebut, agar tidak menjadi “Zombie Process”.

Dalam hal ini, CMS (Content Management) WordPress tentu saja sudah sangat baik dalam hal itu.

Gimmick Entry Process ini dihubung-hubungkan dengan potensi WordPress yang sangat besar yakni Plugins.

Masalah itu muncul biasanya pada Script PHP yang dibuat sendiri oleh Web Developer yang membangun Project Website berbasis PHP dari Nol (Coding sendiri), dan tentu saja jika memang Programmer tersebut buruk sekali dalam hal Optimasi Script.

Atau ketika kita menjalankan banyak Proses PHP menggunakan Cron Jobs.

Tapi yang menjadi pokok bahasan disini adalah untuk pengguna CMS WordPress.org Self Hosted, karena dilematika Limit Entry Process ini ada karena Layanan Managed WordPress Hosting yang menjadikan Limit Entry Process yang banyak seolah-olah sebagai “Keunggulan”.

Kita yang biasanya suka kalap kalau melihat Spesifikasi Tinggi, maka bisa dengan mudah terperdaya, padahal saya yakin bahwa kebutuhan Blog WordPress-nya akan Entry Process sebenarnya tidak banyak, tidak lebih dari 20 Entry Process. Bahkan untuk Blog dengan Traffic sangat besar sekalipun. Justru CPU Usage dan Physical Memory Usage yang akan tinggi berbanding dengan Traffic yang juga besar.

Powered by Dewaweb


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai


Disqus Comments



×
SSL Verified