L

Jangan Salah Beli !, Inilah Perbedaan Antara RAM DDR3 dengan DDR3L


Bismillahirrohmanirrohim


Team Elite SO-DIMM: DDR3 4GB

Gambar di atas adalah RAM Laptop SO-DIMM DDR3 yang sampai saat ini nganggur karena laptop-laptop baru saya yang menggunakan RAM DDR3 selalu menggunakan DDR3L 😀

Kalau minat beli bisa hubungi saya 😀

Karena pengalaman itu saya ingin share kepada pembaca sekalian apa sih bedanya RAM DDR3 dan DDR3L ?

Jadi, huruf “L” pada akhirannya itu adalah kode yang berarti “Low Voltage”.

Sesuai namanya, jika pada DDR3 kebutuhan power/daya-nya adalah 3.50V (Biasa ditulis 3.5V saja) maka pada DDR3 hanya 3.35V (Volt).

Tentu saja upgrade terbaru pada teknologi DDR3L ini berdampak pada konsumsi baterai pada laptop yang biasanya menggunakan RAM jenis ini yang akan lebih hemat daya daripada laptop yang menggunakan RAM DDR3 biasa.

Saat artikel ini saya tulis, teknologi RAM sudah sampai pada DDR4, seperti yang digunakan oleh ASUS ROG Strix GL503VD saya.

RAM SODIMM OEM ASUS ROG Strix GL503VD

Pada DDR4, voltase yang dibutuhkan untuk menjalankan RAM ini lebih kecil lagi, yakni 1.20V saja.

 

Apa Jadinya Jika RAM DDR3 Dipasang di PC Laptop yang Menggunakan DDR3L ?

Jika itu dilakukan, Laptop atau Notebook tidak bisa dinyalakan sama sekali, bahkan sekedar untuk masuk BIOS/UEFI sekalipun.

Ketika tombol power ditekan, lampu indikator memang menyala, tapi tidak akan terjadi apa-apa, sehingga untuk mematikannya cukup tekan lagi tombol power agak lama sampai lampu indikator mati.

Hal itu wajar saja terjadi, karena secara teknis, RAM tidak cukup daya untuk bisa menyala dan berfungsi, sehingga laptop kekurangan komponen penting untuk dapat beroperasi yakni RAM itu sendiri, sehingga tidak bisa dinyalakan.

 

Apa Jadinya Jika RAM DDR3L Dipasang di PC Laptop yang Menggunakan DDR3 ?

Sebaliknya, jika RAM DDR3L dipasang pada PC atau Laptop yang defaultnya menggunakan RAM DDR3 maka itu bisa dilakukan.

Karena secara teknis, DDR3L adalah pengembangan lebih lanjut dari DDR3, maka seperti biasa, ada yang namanya “Backward Compatibility”, yakni teknologi terbaru bisa kompatibel dengan teknologi lama. Sama seperti USB 3.0 yang masih kompatibel dengan USB 2.0.

Ini wajar saja karena secara teknis motherboard mampu mensuply daya pada RAM hingga 1.5V, tapi RAM DDR3L cukup menggunakan daya hanya sebesar 1.35V saja, artinya ada 0.15V daya yang bisa dihemat.

Selain itu RAM DDR3L juga secara teknis mendukung Dual Voltage Capability, yakni bisa menyesuaikan apakah 1.5V atau 1.35V, fitur ini tidak dimiliki oleh RAM DDR3, tentu saja 😀

Kecil memang, tapi praktiknya bisa cukup signifikan menghemat konsumsi daya pada baterai.

 

Bagaimana Cara Mengetahui RAM DDR3 ata DDR3L ?

Paling mudah ya melihat label pada fisik kepingan RAM-nya, akan tertulis DDR3L atau DDR3. Jika pun tidak tertulis, kita bisa mengetahuinya dari kode PC3 atau PC3L, yupz PC3 artinya DDR3 sedangkan PC3L artinya DDR3L.

Tapi, dalam beberapa kasus ada loh kepingan RAM yang tidak ada label-nya, misalnya pada RAM bawaan pabrikan 😀

Nah itu agak sulit dinilai secara kasat mata, karena secara fisik, keduanya sama saja.

Maka untuk mengetahuinya mudah saja, jika Laptop Anda seharusnya menggunakan DDR3L dan ketika Anda memasang RAM ternyata Laptop tidak bisa dinyalakan, maka artinya RAM tersebut adalah RAM DDR3 biasa.

Tapi jika Laptop Anda seharusnya menggunakan DDR3 lalu ketika Anda memasang RAM ternyata Laptop bisa dinyalakan, maka perlu sebuah software diagnostic bernama CPU-Z untuk melihat berapa konsumsi daya pada RAM tersebut.

Berikut adalah contoh CPU-Z, tapi ini contoh pada DDR4.

SPD SODIMM Tambahan ASUS ROG Strix GL503VD

Mohon maaf jika saya lupa mencapture screenshoot pada kasus penggunaan RAM DDR3L pada Laptop yang default-nya adalah RAM DDR3.

Pada screenshoot di atas, bisa kita lihat pada CPU-Z, di Tab SPD dan pada baris Voltage ada informasii berapap voltase yang digunakan oleh RAM bersangkutan. Disana tertulis 1.20V, karena memang itu adalah screenshoot RAM DDR4 yang dideteksi oleh CPU-Z.

Nah pada RAM DDR3L nanti akan terbaca voltase sebesar 1.35V.

 

Bagaaimana Mengetahui PC Laptop yang Menggunakan RAM DDR3L atau DDR3 ?

Secara umum, laptop keluaran terbaru sudah menerapkan teknologi RAM DDR3L, karena itu adalah teknologi terbaru saat ini. Itu juga disebabkan karena sejak CPU/Prosesor generasi ke 4 (4th Generation) saat ini sudah tidak mendukung RAM DDR3 lagi.

Artinya pada laptop keluaran lama, umumnya masih menggunakan teknologi RAM DDR3, karena saat laptop itu dirancang oleh enginer produsen laptop tersebut, teknologi RAM DDR3L masih belum ada.

Selain dari kondisi itu, kita juga bisa melihat label spesifikasi pada body/kesing laptop, biasanya akan tertulis jenis teknologi RAM yang digunakan, apakah DDR3 atau DDR3L.

Kita juga bisa melihat teknologi RAM bawaan laptop kita dengan menggunakan software CPU-Z seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, dengan catatan RAM yang digunakan adalah RAM bawaan dari laptop tersebut.

Dan yang paling akurat adalah melihat fisik kepingan RAM bawaan pada laptop bersangkutan, asalkan RAM tersebut memiliki label.

Dalam praktiknya, saya tidak menemukan kasus dimana orang gagal mengidentifikasi masalah seperti ini (RAM DDR3 atau DDR3L, Laptop mendukung DDR3 atau DDR3L) 😀

 

Semoga bermanfaat 🙂


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified