L

Jangan Bingung Lagi !, Inilah Fakta Perbedaan I/O dengan IOPS !


Bismillahirrohmanirrohim


Ilustrasi CloudLinux Web Hosting

Ada tanda tanya besar diantara kedua jenis spesifikasi pada SSD Storage, yakni apa perbedaan I/O dengan IOPS ?

Toh keduanya sama-sama Input dan Output dan satuannya sama-sama Per Second !

IOPS adalah singkatan dari Input Output Per Second, sedangkan I/O adalah singkatan dari Input/Ouput dengan Satuan MB/s, tuh kan sama-sama Per Second ?

Mau ditulis dalam satuan MB atau KB (Untuk memperbesar Angka), tetap saja Per Second (Detik) 😀

Sebenarnya tidak hanya berlaku pada SSD Storage saja, tapi pada semua Media Storage, termasuk Harddisk Konvensional.

 

Pertanyaan ini seringkali muncul pada pengguna CloudLinux Shared Hosting yang notabene menerapkan Limitasi pada I/O dan IOPS pada LVE Manager-nya (Lightweight Virtual Environment).

Ini penting, karena keduanya berbeda perlakuan ketika mencapai limit !

 

Mengenai I/O

Jika I/O mencapai Limit, maka proses Input/Output pada SSD Storage akan melambat, analoginya seperti kita Online di Warnet yang menerapkan Quality of Service (QoS) pada Mikrotik-nya sehingga satu bilik/ruangan di Warnet jika dibatasi 1 MB/s, maka jika pengguna di dalam bilik itu mendownload file berukuran besar dan menggunakan seluruh Bandwith yang ada yakni 1 MB/s, maka dia akan merasakan koneksi internet yang sangat lambat, bahkan untuk browsing pun akan sulit. Tapi pengguna lain di Warnet yang sama pada bilik yang berbeda tidak akan merasakannya.

Itu terjadi karena I/O ketika mencapai limit, maka LVE akan dithrottled/dibatasi, persis seperti analogi Warnet diatas.

Meskipun yang dilimit pada Warnet adalah koneksi internet dan pada SSD adalah I/O, tapi pada intinya sama, yakni Speed yang dibatasi.

Berikut kutipan dari CloudLinux Docummentation:

IO limits restrict the data throughput for the customer. They are in KB/s. When limit is reached, the processes are throttled (put to sleep). This makes sure that processes within LVE cannot go over the limit,. Yet don’t stop working, nor getting killed — they just work slower when the limit is reached.

IO limits are available with kernels el6.lve1.x and higher.

The IO limits will only affect DISK IO, and will have no effect on network. It also doesn’t take into consideration any disk cache accesses. So, even if file is loaded from disk cache 1000 times — it will not be counted towards IO limits.

Maka dari itu, I/O sering juga disebut I/O Speed atau istilah umumnya adalah Troughtput, yakni kecepatan transfer maksimum yang mampu dicapai oleh sebuah chip memori ke CPU, dan Troughtput ini tidak adalah istilah umum yang mencakup Physical Memory (RAM), Storage, bahkan Network, itulah kenapa analogi Warnet diatas sesuai.

I/O seringkali diartikan sebagai R/W (Read/Write) Speed pada SSD Storage, memang secara umum bisa saja dikatakan demikian, karena Proses R/W itu sejatinya adalah Proses I/O juga.

Alasan kepada pada LVE CloudLinux menggunakan istilah I/O Limit, karena di LVE CloudLinux juga ada Network Speed Limit. Jika menggunakan istilah Troughtput Limit, maka ini tidak spesifik hanya untuk I/O pada Disc atau Storage, karena Network dan Physical Memory juga memiliki Troughtput.

Jadi, yang dimaksud I/O Limit pada LVE CloudLinux adalah Storage Troughtput Limit yakni Batasan Kecepatan Prsoses Baca/Tulis antara Chip SSD Storage dengan CPU yang boleh dilakukan oleh Pelanggan atau User.

Jika I/O mencapai Limit, maka Website akan melambat karena proses R/W khususnya proses Read menjadi lambat, tampilan yang kan Anda lihat adalah Website tidak kunjung terbuka, hanya ada status Waiting yang Anda lihat pada sudut kiri bawah browser yang Anda gunakan.

Bagi pemilik Website, khususnya berbasis WordPress, dan sedang menulis artikel, maka koneksi Website ke Server akan terputus, padahal koneksi internet yang digunakan normal tidak ada masalah ketika mengakses website lain.

 

Mengenai IOPS

Kalau I/O itu Kecepatan Transfer, nah kalau IOPS ini adalah Proses Baca/Tulis yang mampu dilaukan oleh SSD Storage dalam waktu yang bersamaan, waktu bersamaan ini adalah dalam satu detik (Single Time).

Dan jika dilimit, maka proses I/O yang mampu dilakukan oleh User bersangkutan tidak melebihi limit yang diberikan.

Misalnya IOPS 512, berarti mampu melakukan proses 512 proses I/O dalam waktu 1 detik. Bisa saja Website milik User tersebut hanya menggunakan IOPS sebanyak 100 IOPS per detik yang artinya belum mencapai limit.

Berbeda dengan I/O yang mana kita akan melihat satuan kecepatan pada cPanel, misalnya I/O Usage 1 MB/s atau 1024 KB/s, maka pada IOPS hanya akan terlihat jumlahnya saja misalnya IOPS 1024.

Nah IOPS 1024 itu bukan 1024 KB/s atau 1 MB/s, melainkan 1024 proses I/O yang mampu dilakukan dalam waktu 1 Detik.

Kalau dianalogikan, itu sama seperti misalnya Anda mengcopy banyak file dan banyak proses dalam waktu bersamaan, misalnya Anda mengocpy banyak file dari satu partisi ke partisi yang lain berkali-kali dalam waktu bersamaan.

Jadi begini, misalnya Anda menandai 100 file lalu mencopy-nya ke partisi lain di Komputer Anda, itu terhitung 1 proses, lalu Anda menandai lagi 200 file, lalu Anda copy lagi ke partisi yang sama pada Komputer Anda, itu terhitung 1 proses lagi, dan artinya sudah ada dua proses yang terjadi dalam waktu bersamaan, dan ketika proses copy yang pertama dan yang kedua dilakukan bersamaan dalam waktu 1 detik, itu terhitung 2 IOPS.

Itulah IOPS, yakni proses R/W pada Storage dalam waktu bersamaan dengan skala per detik.

Jika IOPS mencapai limit yang diatur pada LVE Manager CloudLinux, maka proses selanjutnya akan diabaikan atau tidak dilakukan sampai proses sebelumnya selesai.

Berikut adalah kutipan dari CloudLinux Docummentation:

IOPS limits restrict the total number of read/write operations per second. When the limit is reached the read/write operations stop until current second expires.

Jadi, berbeda dengan I/O yang jika sudah mencapai limit proses tetap dilakukan hanya saja kecepatannya melambat bahkan sampai tidak bisa ditoleransi oleh kita lagi (tapi masih berlangsung), maka jika IOPS mencapai limit, proses I/O selanjutnya tidak akan dilakukan alias diberhentikan sampai proses sebelumnya sudah selesai dilakukan, diberhentikan disini maksudnya adalah ditahan/antri.

 

Mana yang Lebih Penting ?

Keduanya penting, hanya saja yang terpenting dan paling vital adalah I/O !

Karena ketika I/O mencapai limit, ya sudah Website Anda akan melambat lambat !, dan siapa yang mau itu terjadi ?

Kapan itu terjadi ?

Ketika Website Anda mendapatkan Traffic yang besar, atau disebut High Volume Traffic.

I/O Speed Limit inilah yang bisa dijadikan Throttling oleh banyak Shared Hosting Provider yang lebih ampuh daripada CPU Speed Limit !

Misalnya CPU Speed yang diberikan adalah 400% yang berarti bisa disebut 4 Core CPU, tapi jika I/O Speed Limit hanya 1 MB/s, maka ketika Website Anda mendapatkan Traffic yang besar, belum juga CPU Usage mencapai Limit, maka I/O Usage yang lebih dulu mencapai Limit !, artinya ya Website Anda ya lambat juga pada akhirnya.

 

Berbeda dengan rule dari LVE CloudLinux untuk IOPS, yang mana jika IOPS mencapai Limit, maka proses I/O selanjutnya akan stop sampai proses sebelumnya berhenti, artinya proses ditahan dulu sampai proses yang telah lebih dulu dijalankan telah selesai. Dan para praktiknya, IOPS jarang sekali mencapai limit, sedangkan I/O sering sekali mencapai limit 😀

Maka biasanya alokasi limit untuk IOPS lebih sedikit jika dibandingkan dengan I/O.

Saking tidak terlalu pentingnya IOPS, banyak Hosting Provider yang membuatnya menjadi Unlimited, artinya tidak ada batasan, sama seperti Virtual Memory pada LVE CloudLinux yang saking tidak pentingnya juga banyak diset menjadi Unlimited, bahkan kedepannya Virtual Memory Limit akan dihilangkan oleh CloudLinux 😀

Tapi tetap ya sob, jika IOPS Limit itu ada, maka jika mencapai Limit tentu saja akan berdampak pada performa website kita, sehingga ada juga Hosting Provider yang mengalokasikan I/O sangat besar dan sama rata untuk semua paket, namun mereka bermain di IOPS yang pada tiap-tiap paket itu alokasinya berbeda-beda dan jauh lebih kecil. Tapi IOPS sekecil itu jarang mencapai Limit.

Jadi, menurut saya, yang paling mantap itu adalah IOPS-nya Unlimited, tapi I/O Speed Limit-nya besar/cepat !

Tapi jika ada Paket Hosting yang menerapkan Limit pada IOPS, tapi I/O Speed Limit-nya sangat besar, pilih itu saja daripada IOPS Unlimited tapi I/O Speed Limit-nya tidak sebesar yang menerapkan IOPS Limit.

 

Tapi ingat, jangan terlalu Spec Oriented !

Maksudnya, sesuaikan dengan kebutuhan Website Anda, jangan mudah gonta-ganti Hosting Provider hanya karena melihat di Provider lain menawarkan Spec yang lebih tinggi daripada yang sekarang digunakan, padahal yang sekarang digunakan pun sudah lebih dari cukup.

Kecuali dengan alasan “Racikan” Paket, mana yang lebih Anda prioritaskan ?, dan yang bisa menjawab ya hanya Anda sendiri.

Biasanya untuk Startup, pilihkan CloudLinux Hosting dengan alokasi CPU 1 Core, Physical Memory 512 MB, dan I/O 1 MB/s. Jika perlu lebih dari itu, tinggal upgrade saja sesuai dengan kebutuhan, maksudnya yang butuh lebih besar alokasinya yang mana dari ketiga aspek tersebut ? 😀

 


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified